I Wanna Meet you, My Special Fangirl (special Jaejoong’s birthday)

Tittle: I Wanna Meet you, My Special fangirl (special Jaejoong’s birthday)

Author: IdeaFina a.k.a Jung Yuuri (@ideaFina)

Genre: Romance (mudah-mudahan)

Rate: PG

Main Cast: Kim Jaejoong DBSK/JYJ, Jung Yuuri (author nampang lagi, hehe~ )

Support Cast: Park Yoochun & Kim Junsu DBSK/JYJ

Disclaimer: Thanks to anin (@aaaanins) yang udah ngasih ide ceritanya. Tapi isi cerita secara keseluruhan adalah hasil pemikiranku sendiri. So, everybody, don’t be plagiator ok?^^

 

Annyeong, readers-nim~

Dalam rangka merayakan ultahnya Jaejoong Oppa tercinta, kupersembahkan FF edisi ultah penuh cinta dariku. Genrenya seperti biasa: Romance. Mudah-mudahan beneran romantis deh ya.

Oke, met baca yeoreobeun~

 

 

~STORY BEGIN~

Jaejoong’s POV

Aku melihat tanggal yang tertera di ponsel androidku. Ternyata dua minggu lagi ulang tahunku. Bagi hampir kebanyakan orang hari ulang tahun adalah hari yang special. Begitu juga denganku. Pada hari itu aku akan mendapatkan banyak perhatian dan doa. Dari keluarga, teman-teman, fans-fansku, juga dari member-memberku.

Member? Mengingat itu membuatku merasa sedih. Sudah semenjak dua tahun yang lalu aku tidak merayakan ulang tahunku bersama mereka, Yunho dan Changmin. Gugatan yang aku, Junsu dan Yoochun ajukan kepada mantan managemen kami, SM, memang membuat kami harus kehilangan banyak hal.

Aku sangat mengerti jika semua keputusan yang kuambil pasti akan memiliki resiko. Dan sekarang kurasakan resiko itu sangat besar. Bukan sulitnya mempromosikan album-album JYJ atau tampil di stasiun TV, tapi lebih dari itu. Perpisahan antara kami bertiga dengan Yunho dan Changmin. Berada di dua stage terpisah dari mereka berdua sangat membuat hatiku sakit. Apalagi adanya perpecahan di antara Cassiopeia, yang memihak JYJ dan yang memihak Homin, membuat diriku terkadang menyesali keputusan yang kubuat ini.

Walaupun aku mengerti apa alasan Yunho untuk tetap bertahan disana bersama Changmin, tapi sampai sekarang aku masih sering menyalahkan diriku sendiri. Kenapa saat itu aku malah meninggalkan mereka berdua disana? Seharusnya aku tetap berada di sisi mereka. Seharusnya aku menemani mereka untuk bangkit dari keterpurukan. Rasanya aku ingin sekali berteriak marah pada orang-orang yang menyalahkan Yunho atas berpisahnya kami. Yunho disalahkan karena ia dianggap sebagai leader yang tidak bisa mempertahankan member-membernya.

Tidak! Jangan salahkan dia! Biar bagaimanapun, akulah yang tertua di antara mereka, aku hyung mereka. Seharusnya semua kesalahan itu ditimpakan padaku, bukan pada Yunho. Ingin sekali aku meminta maaf pada Yunho atas semua ini. Tapi perpisahan kami yang tidak baik membuat kami sulit untuk menghubungi satu sama lain.

Hah… kepalaku pusing. Mengingat semua itu membuat perasaanku memburuk.

Aku membuka akun twitterku dan membaca mention-mention yang masuk. Kebanyakan dari fans. Walaupun aku tidak meng-tweet tapi mereka masih tetap setia me-mentionku. Itulah salah satu hal yang berhasil menghiburku, mention perhatian dari para fans setiaku.

Tapi sebenarnya ada mention dari satu fans yang sangat kutunggu-tunggu.

Ada seorang fans yang selalu mengaku berhasil memotretku setiap hari semenjak tiga tahun yang lalu. Dan ia bilang di twitter ia akan memberikan foto-foto itu sebagai kado ulang tahunku. Awalnya aku tidak percaya, tapi ternyata ia memang benar-benar memotretku. Sudah dua tahun ini aku menerima hadiah ulang tahun berisi album fotoku selama satu tahun. Di bawah foto itu ia menuliskan setiap perasaannya mengenaiku setiap harinya.

Yoochun dan Junsu menganggap hal itu sangat mengerikan, karena jika fans itu bisa mendapatkan foto-fotoku, bahkan sampai saat kami di luar negeri, itu berarti ia benar-benar menguntit kami. Pernah manager kami ingin mengusut fans itu, karena menurutnya ini benar-benar membahayakan. Tapi aku melarangnya. Menurutku fans itu bukanlah orang jahat. Karena foto-foto yang dikirimkannya padaku hanya foto-foto biasa, dan tidak sampai tersebar di internet. Aku juga tidak pernah mendapat telpon ancaman atau apapun yang mengganggu.

Ia juga sering me-mentionku.

 

JY @nature_Yuu

@mjjeje Hari ini aku berhasil memotretmu lagi, oppa. Rasanya bahagia sekali bisa melihatmu dari dekat. Keep ur health ok?

 

Setiap hari ia selalu me-mention seperti itu disertai mention-mention perhatian lainnya.

Karena penasaran aku pun membuka akun twitternya. Aku terkejut karena statusnya kebanyakan me-mentionku, hanya sedikit yang me-mention orang lain. Tapi ada yang aneh. Sejak setengah tahun yang lalu aku tidak mendapat mention darinya sama sekali. Padahal sebelumnya ia selalu mementionku setiap hari. Malahan twitternya sama sekali tidak menunjukkan aktivitas apapun selama setengah tahun ini. Tidak ada update status ataupun mention darinya ke twitter orang lain.

Timbul berbagai pertanyaan di benakku. Apa ia sudah berhenti menjadi fansku? Tapi kalau iya kenapa akun twitternya tidak beraktivitas lagi? apa terjadi sesuatu dengannya?

Aku bangkit dari dudukku dan mengambil album foto berukuran sedang, hadiah ulang tahun fans itu di rak buku. Kubuka satu persatu halaman itu dan membaca tulisan-tulisannya di bawah foto tersebut. Aku tersenyum kecil membaca tulisan-tulisan itu. Bisa kurasakan perasaannya yang sangat tulus padaku.

“Hyung, kau sedang apa?”

Aku menoleh dan melihat Junsu dan Yoochun yang baru datang memandangku penuh tanya.

Mereka menghampiriku dan melihat apa yang kau pegang.

“Ah, si nature Yuu itu ya?”kata Yoochun. “Kira-kira ia bisa dapat foto-foto hyung lagi tidak ya buat kado ulang tahun?”

“Kurasa tidak. Kita kan konser keliling beberapa negara tahun lalu. Mana mungkin ia mengikuti kita terus.”timpal Junsu.

Aku menatap mereka berdua suram. “Kurasa tidak akan ada hadiah darinya tahun ini. Sudah setengah tahun ini ia tidak me-mentionku.”

“Mwo? Jinjja?”ucap Junsu kaget.

“Mungkin dia sudah berhenti jadi fans hyung.”tebak Yoochun.

Aku menggeleng pelan.“Karena penasaran aku pernah membuka akun twitternya, ternyata selama setengah tahun ini tidak ada aktivitas apapun di twitternya. Aneh sekali kalau berhenti jadi fansku dia juga berhenti menggunakan twitternya.”

“Hmm… mungkin saja ia mengganti akun twitternya.”tebak Junsu.

“Ya, mungkin saja hyung. Trus karena dia udah nggak ngefans sama hyung lagi jadi dia nggak ada mention hyung lagi.”kata Yoochun.

“Mungkin saja.”gumamku perlahan sambil terus menatap album dari fans itu.

***

 

Author’s POV

 

Jaejoong sangat mengkhawatirkan fans berinisial JY itu.

Setelah selama lebih dari dua tahun ia mendapatkan perhatian dari fans itu berupa foto-foto dan pesan, juga mention di twitter, Jaejoong jadi merasakan perasaan lain pada yeoja itu. Ia menyayangi yeoja itu karena besarnya perasaan sayangnya pada Jaejoong. Memang banyak fans lain yang memperhatikan Jaejoong. Tapi caranya yang berbeda itu membuat Jaejoong tahu betapa ia sangat special di mata yeoja itu.

Jaejoong menyesap air jeruk hangat sambil melihat-lihat album foto itu.

Ia membuka halaman selanjutnya dan melihat fotonya yang sedang menguap menaiki mobil di parkir basement apartemen. Ada tulisan berwarna merah di bawahnya:

 

Hey, ada apa denganmu oppa? Kau terlihat lelah sekali. Minumlah air jeruk hangat, itu akan menyegarkanmu kembali. ^^

 

Jaejoong tersenyum membacanya. Karena nasehat itulah ia sekarang sering sekali meminum air jeruk hangat tiap ia lelah. Ternyata cukup manjur untuk menghilangkan penatnya.

Jaejoong membuka akun twitternya dan membaca kembali mention-mention dari fans. Tiba-tiba ada satu mention yang tidak disangka-sangka.

 

JY @nature_Yuu

@mjjeje Setelah sekian lama akhirnya aku bisa menyapa oppa lagi. Apa kabar? Apakah oppa merindukanku? Kurasa tidak. Tenang saja, sebentar lagi oppa pasti tidak akan kuganggu lagi.^^

 

Alis Jaejoong mengernyit membaca mention itu. Setelah sekian lama yeoja itu tidak me-mentionnya, kenapa mentionnya malah seperti ini? Sebenarnya ada apa dengannya?

Sekarang hati Jaejoong diliputi kecemasan. Ia ingin mencari tahu ada apa dengan yeoja fansnya itu.

***

 

TING TONG.

Jaejoong berjalan malas-malasan ke pintu apartemennya sambil sesekali menguap. Ia menggerutu kecil karena adanya gangguan pagi-pagi begini. Padahal tadi malam tidurnya kurang nyenyak karena memikirkan mention fans itu. Fans spesial yang perhatiannya begitu dirindukan oleh seorang Kim Jaejoong.

Dengan masih sesekali menguap Jaejoong membuka pintunya dan mendapati seorang gadis cantik dengan rambut panjang dikepang dan memakai topi rajut putih tersenyum padanya. Sejenak ia terpaku pada gadis itu. Mata coklatnya terlihat indah.

“Apa Anda Kim Jaejoong-ssi?”tanya gadis itu membuat Jaejoong tersadar dari keterpesonaannya.

“Ne. aku Kim Jaejoong. Nuguseyo?”tanya Jaejoong dengan pandangan menyidik kepada gadis itu. ia heran kenapa ada orang yang tidak mengenal penyanyi terkenal sepertinya.

“Jweseonghamnida saya mengganggu anda pagi-pagi begini. Saya cleaning service baru di gedung apartemen ini.”

Jaejoong mengangkat alisnya bingung. Ia sungguh tidak percaya ada gadis cantik yang menjadi cleaning service, padahal ia yakin sekali jika gadis itu pasti akan laku sebagai seorang model. Kemudian Jaejoong memperhatikan gadis itu dari atas ke bawah. Memang benar gadis itu memakai seragam cleaning service, dan sepatu kets yang dikenakannya pun sangat lusuh.

Hmm…. Dunia tidak selalu sama dengan yang kita pikirkan kan?

“Mm… kenapa melihatku seperti itu?”tanya gadis itu risih.

“Ah, mianhada.”jawab Jaejoong lalu tersenyum membuat gadis itu menundukkan wajahnya malu. “Ada apa?”

Gadis itu menyerahkan sebuah bungkusan dengan kertas kado berwarna merah. “Saya dititipkan ini oleh seseorang.”

Jaejoong mengamati bungkusan itu seksama. “Dari siapa?”

“Saya tidak mengenalnya. Gadis itu hanya mengatakan ini untuk anda.”jelas gadis itu sambil terus menunduk. “Kalau begitu saya permisi dulu.”

“Chankaman….” Jaejoong ingin menahan gadis itu, tapi gadis itu sudah berjalan cepat meninggalkannya.

Jaejoong menutup pintu apartemennya dan berjalan ke sofa di depan TV, lalu duduk. Dengan penasaran Jaejoong membuka bungkusan itu. Sebuah syal putih lembut kemudian sebuah buku agenda.

Jaejoong membuka buku tersebut dan tekejut melihat fotonya yang berada di halaman awal. Kemudian ia membuka halaman selanjutnya. Ada sekitar sepuluh halaman yang berisi fotonya. Di halaman ke sebelas tidak ada foto, hanya ada pesan yang tertulis disana.

 

Annyeong hasseyo Jae oppa.

Apa kau masih mengingatku? Aku fans-mu dengan id twitter @nature_Yuu.

 

Dia? Kenapa hadiahnya berbeda?

 

Ah, tentu saja tidak. Aku kan hanya satu dari sekian banyak fans yang sering me-mentionmu dan mengirimkan hadiah untukmu. Tapi walaupun aku tahu kemungkinan untuk kau mengenalku kecil sekali, aku tetap saja ingin mengirimu hadiah.

Saengilchuka hamnida, uri Jaejoong oppa. Maaf aku mengucapkannya terlalu cepat, setidaknya aku jadi orang pertama yang mengucapkannya kan?hehe~

Aku ingin bercerita sedikit. Tenang saja, hanya sedikit kok. Kuharap kau mau membaca ceritaku dan tidak segera bosan.

 

Apa yang ingin diceritakannya? Pikir Jaejoong penasaran. Ia kembali membaca.

 

Tiga setengah tahun yang lalu aku bertemu dengan seorang namja di suatu taman kecil di sudut kota Seoul. Saat itu aku yang baru saja datang dari tempat yang jauh ke Seoul, berjalan-jalan sendirian kemudian tersesat dan tidak tahu jalan pulang. Selain itu dompetku terjatuh entah dimana dan ponselku low batt, sehingga aku tidak bisa menghubungi siapapun untuk menolongku. Di tengah kemalanganku itu tiba-tiba saja ada seorang namja menghampiriku. Awalnya aku ketakutan karena ia berpenampilan aneh. Ia menutup wajahnya dengan syal, memakai kacamata hitam, dan topi. Apalagi itu sudah menjelang malam, aku takut jika namja itu akan berbuat hal buruk padaku di taman sepi itu. Tapi melihatku yang ketakutan, ia melepas atribut anehnya itu dan memperlihatkan wajah tampannya.

Namja itu adalah kau, Jaejoong oppa.

 

Jaejoong mengernyitkan keningnya. Berusaha mengingat. Benarkah ia pernah menolong gadis itu?

Kemudian Jaejoong membalik agenda itu ke halaman selanjutnya.

 

Saat itu kau mengajakku yang ketakutan berbicara dan berusaha meyakinkanku kalau kau akan menolongku. Memang benar. Kau memanggilkan taksi untukku dan membayarkan ongkos taksi itu agar aku bisa pulang.

Karena kebaikanmu itulah aku jatuh cinta padamu, oppa. Kau adalah cinta pertamaku.

 

Jaejoong tersenyum membaca kalimat itu.

 

Saat itu aku tidak tahu jika kau adalah seorang penyanyi terkenal. Tapi sejak aku tahu kalau kau adalah seorang Hero Jaejoong DBSK, aku mulai menjadi fangirl-mu. Maafkan aku karena selama dua tahun sebelumnya aku selalu menguntitmu kemana-mana dan memotretmu diam-diam. Jangan bertanya bagaimana aku bisa mengikutimu, karena aku tidak akan memberitahu :P. Tapi aku tidak bermaksud jahat kok. Aku hanya ingin memotret namja yang kucintai. Setidaknya jika aku tidak bisa bertatap muka langsung denganmu, aku bisa melihat wajah tampanmu di balik lensa kameraku.^^

Foto-foto hasil potretanku itu kususun rapi di sebuah album foto dan setiap harinya kutulis semua perasaanku mengenai dirimu di bawah foto-foto itu. tadinya aku hanya ingin menjadikannya koleksi, tapi tiba-tiba saja aku kepikiran untuk menjadikan itu hadiah ulang tahun untukmu.

Kuharap kau terkesan dengan hadiahku yang kubuat dengan penuh perjuangan itu, dan menyimpannya dengan baik. ^^

Maafkan aku karena tahun ini aku tidak bisa memberikan hadiah yang sama. Sebagai gantinya aku merajutkan sebuah syal untukmu. Kuharap perasaan tulusku bisa tersampaikan kepadamu.

 

Ada bercak-bercak basah berbentuk bulat, seperti tetesan air mata, yang mengenai tulisan itu sehingga tulisannya agak luntur, tetapi Jaejoong masih bisa membacanya.

 

Maafkan aku juga karena setelah ini aku tidak akan me-mentionmu lagi. Tahun depan pun aku tidak akan bisa memberikan hadiah ulang tahun lagi padamu. Ada hal yang membuatku sadar untuk tidak lagi melakukannya. Aku akan menyerah pada cinta pertama yang tidak akan mungkin terbalaskan ini. Seorang fangirl tidak mungkin mendapatkan idola yang dimiliki semua orang kan?

Doakan aku agar aku bisa menjalani kehidupan baruku dengan baik.

Selamat tinggal oppa. Semoga kau menjalani hidupmu dengan baik.

With love,

JY

 

 

 

Jaejoong tertegun membaca tulisan itu. Banyak hal yang membuatnya bingung akan gadis berinisial JY itu. Pertama, ia tidak mengingat seperti apa dulu ia menolong gadis itu sehingga gadis itu menyukainya. Kedua, ia penasaran dengan cara seperti apa gadis itu selalu mengikutinya selama dua tahun bahkan sampai keluar negeri. Ketiga, jika gadis itu mencintainya, kenapa ia ingin menyerah begitu saja? Padahal jika gadis itu bisa mengikutinya kemanapun, seharusnya gadis itu bisa langsung datang menemuinya dan memberikan hadiahnya langsung. Tidak dengan cara diam-diam seperti ini. Keempat, apa maksudnya dengan kehidupan barunya?

Jaejoong mengacak-acak rambutnya frustasi. Padahal ia ingin sekali bertemu dengan gadis berinisal JY itu. Fangirl yang selalu memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Tapi kenapa gadis itu tidak pernah mau muncul di hadapannya?

***

 

“Hyung mencemaskannya?”tanya Junsu saat Jaejoong menceritakan mengenai hadiah dari fans itu kepada Junsu dan Yoochun.

“Kau tahu, Su, selama lebih dari dua tahun ini aku mendapatkan dukungan dan perhatian darinya. Aku merasa sangat bersemangat setiap membaca mention darinya atau membuka album foto darinya. Apalagi tahun kemarin ia memberikan video berisi ucapan selamat ulang tahun dari Yunho dan Changmin. Entah bagaimana caranya bertemu mereka berdua. Tapi dari usahanya itu, membuatku merasakan perhatian yang besar darinya. Dan sekarang rasanya aneh sekali tidak mendapatkan semua itu darinya.”Jaejoong mengungkapkan dengan jujur.

Yoochun menyipitkan mata memandang hyungnya. “Jangan-jangan hyung  menyukainya?”tebak Yoochun.

Jaejoong tersentak kaget mendengar tuduhan Yoochun itu. “Bagaimana mungkin aku menyukainya! Melihatnya saja tidak pernah!”

“Lho? Memangnya di twitternya tidak ada fotonya sama sekali?”Yoochun terkejut.

“Hanya ada fotoku saja.”

“Kalau begitu bagaimana cara hyung mencarinya?”tanya Junsu.

Jaejoong menghela napas. “Entahlah. Aku juga bingung.”katanya sambil membuka-buka buku agenda itu. Kemudian Jaejoong menyadari sesuatu saat melihat-lihat foto-fotonya itu.

“Kenapa foto-fotonya kebanyakan diambil di basement apartemen ya?”

Junsu dan Yoochun pun mengambil buku agenda itu dan memperhatikan foto-foto Jaejoong disana. Kemudian mereka menyadari sesuatu.

“Hyung, lihat foto pertama ini.”kata Junsu. “Ini bukannya baju barumu yang baru kau pakai sebulan lalu ya?” Jaejoong melihat foto tersebut. Memang benar itu baju yang baru saja ia beli sebulan yang lalu, dan belum pernah dipakainya lagi. Junsu mengingatnya karena saat itu ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di baju Jaejoong sehingga Jaejoong langsung saja memakai baju yang baru saja dibelinya.

Kemudian Jaejoong memperhatikan foto-foto yang lain. Semuanya adalah fotonya sebulan terakhir ini dan dibidik dari tempat yang sama, karena yang terlihat hampir semua fotonya mempunyai angle yang sama. Jaejoong memperhatikan dengan seksama foto-foto tersebut. Jika mobilnya biasa diparkir disini, arah dimana foto itu diambil adalah…

Ruang petugas cleaning service!

***

 

Jaejoong’s POV

 

Setelah menyadari darimana foto itu diambil, aku langsung mencurigai satu orang. Gadis yang saat itu memberikan hadiah itu padaku, ia pasti mengenal siapa gadis JY itu. Pagi-pagi sekali aku sengaja keluar apartemen untuk mencari gadis petugas cleaning service itu. Benar sekali. Ia terlihat sedang mengepel lantai koridor apartemen.

Aku menghampirinya yang sedang berdiri membelakangiku.“Annyeonghasseyo.”sapaku. Gadis itu terlihat terkejut karena sapaanku, kemudian ia berbalik. Ia melihatku dengan ekspresi… entahlah, aku bingung mengartikan pandangan itu, tapi aku menyukai mata coklatnya itu. Kemudian ia menundukkan wajahnya.

Aku sendiri terpana melihat wajah cantiknya itu. Walaupun wajahnya terlihat begitu lelah dengan kantung mata di wajah pucatnya itu, serta keringat yang mengalir di sepanjang wajah ovalnya, entah kenapa ia masih tetap terlihat cantik di mataku. Aish! Apa sih yang kupikirkan! Tujuanku untuk menemuinya kan bukan itu!

“Annyeong… hasseyo…”jawabnya. “Ada perlu apa?”Ia bertanya masih sambil menundukkan wajahnya.

“Mm… mengenai hadiah yang kemarin…”Aku ragu-ragu ketika akan menanyakannya, tapi tiba-tiba gerakan tubuh gadis itu terlihat tidak tenang.

“Jweseonghamnida, Kim Jaejoong-ssi! Aku harus segera pergi. Aku masih harus bekerja di tempat lain.”katanya lalu membungkukkan tubuhnya dalam-dalam dan membawa troli yang berisi berbagai alat kebersihan itu.

Hei! Aku kan belum sempat bertanya!

Akhirnya aku memutuskan untuk mengikutinya. Aku menarik troli yang susah payah ia dorong dan kubantu ia mendorongnya. “Kubantu.”ucapku.

Ia berusaha melepaskan tanganku dari troli. “Andwaeyo, Kim Jaejoong-ssi. ini pekerjaanku, tidak pantas jika anda yang mengerjakannya.”katanya lalu mengambil pegangan troli itu lagi. Dengan terburu-buru ia mendorong trolinya ke dalam lift dan meninggalkanku yang masih menatapnya kesal.

***

 

Aku bukanlah tipe orang yang gampang menyerah, apalagi dengan hal yang sangat membuatku penasaran seperti ini. Saat akan keluar dari lobi apartemen aku memutuskan untuk bertanya pada petugas security mengenai gadis petugas cleaning service itu.

“Petugas cleaning service yang mana?”tanya Lee ahjusshi, petugas security berusia 40 tahunan.

“Yang cantik, masih muda, rambut panjangnya biasa dikepang dan… ah ya! dia selalu pakai topi rajut putih!”

“Ah dia… Dia petugas cleaning service baru. Baru sebulan ia bekerja disini.”

“Sebulan?”tanyaku tidak percaya. Apa petugas cleaning service itu gadis bernama JY itu?

“Namanya siapa?”

Lee ahjusshi tersenyum menggoda padaku. “Kenapa menanyakannya? Kau menyukainya ya?”

Aku langsung menggeleng kuat. “Anhiyo, ahjusshi! Aku hanya bertanya! Aku memang ada perlu dengannya.”

Lee ahjusshi tersenyum. “Suka juga tidak apa-apa. Dia gadis yang cantik, sopan, dan baik. Namanya Jung Yuuri.”

***

 

Author’s PoV

 

Jaejoong merasa sangat bersemangat sekali saat Lee ahjusshi mengatakan padanya jika gadis cleaning service itu bernama Jung Yuuri. Inisialnya JY, sama seperti fans rahasianya selama tiga tahun ini.

“Hyung, kurasa gadis itu bukan fans hyung itu.”kata Yoochun saat mendengar cerita Jaejoong.

“Kurasa juga bukan.”timpal Junsu.

“Kenapa bukan? Ia yang memberikanku hadiah itu, dan inisialnya JY, sama seperti si pengirim hadiah. Id twitternya saja nature_Yuu. Sudah pasti Yuu itu kependekan dari Yuuri.”

“Hyung, di Korea ini banyak gadis yang berinisial JY, dan bernama kecil Yuu. Jung Yuuri, Jang Yuuri, Jung Yurin, Jang Yurin, Jung Yumi, Jang Yumi, Jang Yura, Jung Yura, atau bisa saja JY itu kependekan dari namanya, Park Jungyuu, Lee Jungyuu atau bahkan Kim Jungyuu seperti nama sepupu hyung itu.”jelas Yoochun.

“Dan lagi kalau dia memang si nature_yuu itu, kenapa ia bekerja sebagai petugas cleaning service? Bukankah selama dua tahun kemarin ia selalu mengikuti hyung kemana-mana, bahkan sampai kita keluar negeri segala? Apalagi ia bisa dengan mudah mendapatkan akses untuk bertemu Yunho hyung dan Changmin. Seharusnya itu sudah cukup membuktikan kalau gadis itu pastilah dari keluarga berkecukupan. Dan gadis petugas cleaning service itu sudah pasti bukan dia.”tambah Junsu.

Jaejoong terdiam mendengar penjelasan kedua dongsaengnya yang dianggap masuk akal. Tapi kenapa ia masih saja merasa jika keyakinannya itu benar? Jaejoong hanya merasa, pandangan mata Jung Yuuri padanya itu terlihat sangat berbeda, dan pandangan mata gadis itulah yang membuat Jaejoong merasa yakin.

Mengingat pandangan mata itu membuat Jaejoong semakin ingin bertemu dengannya lagi. Tanpa ia sadari, ia mulai merindukan pandangan mata itu.

***

 

Yuuri’s PoV

 

Aku merasakan kelelahan yang sangat di tubuhku. Karena hari ini hari minggu, dan aku tidak ada kuliah, jadi waktuku kuhabiskan untuk bekerja. Pagi hari aku harus mengantarkan susu, setelah itu bekerja di gedung apartemen termewah di Seoul sebagai petugas cleaning service, siangnya aku bekerja sebagai kasir di swalayan kecil dekat rumahku sampai sore hari. Benar-benar melelahkan, tapi aku harus tetap bersemangat melakukannya, karena ini adalah kewajibanku sekarang.

Tubuhku memang sudah sangat lelah, tapi aku harus tetap belajar untuk kuis besok, makanya hari ini aku tidak bekerja sampai malam. Tapi bodohnya, aku malah meninggalkan diktat kuliahku di ruang petugas cleaning service apartemen. Jadi mau tidak mau aku harus mengambilnya kesana. Setelah mengambilnya di ruangan itu yang terletak di basement, aku bertemu dengan Lee ahjusshi, petugas security yang ramah, tetanggaku sekaligus teman mengobrolku selama sebulan aku bekerja di gedung apartemen ini.

“Yuuri-ya, kenapa kembali lagi? Bukankah shift kerjamu hari ini pagi?”tanya Lee ahjusshi.

Aku mengangkat diktat kuliahku dan tersenyum. “Diktat kesayanganku tertinggal, jadi aku harus kembali lagi untuk mengambil….” Tiba-tiba perutku dengan kurang ajarnya berbunyi. Aku langsung memegang perutku dan menatap malu Lee ahjusshi yang sekarang sudah tertawa.

“Kau pasti belum makan Yuuri-ya, ayo makan bersama ahjusshi. Istri ahjusshi membawakan bekal cukup banyak.”tawar Lee ahjusshi sambil mengacungkan kotak bekal yang sebelumnya tidak kulihat.

Aku menatap ragu Lee ahjusshi. Sebenarnya aku lapar, tapi rasanya tidak enak harus meminta makanan yang dibuatkan Lee ahjumma. “Anhiyo ahjusshi. Tidak usah.”tolakku akhirnya.

Lee ahjusshi terus memaksa, begitu juga cacing-cacing di perutku, yang membuatku akhirnya menyerah juga untuk mengikuti tawaran Lee ahjusshi. Kami berdua pun makan di pos security.

Kemudian aku melihat Lamborghini putih masuk ke basement dan parkir tidak jauh dari pos security tempatku berada. Aku menahan napas saat melihatnya keluar dari mobil mewah itu. Reaksi yang selalu saja muncul setiap aku melihatnya, secara langsung ataupun di televisi.

“Siapa yang kau lihat?”tanya Lee ahjusshi. Aku langsung gugup ditanya seperti itu. segera saja aku kembali sibuk dengan makananku (?)

“Ah, Kim Jaejoong-ssi.”kata Lee ahjusshi, lalu tersenyum. “Dia pemuda yang baik. Walaupun dia seorang penyanyi terkenal, tapi dia ramah pada orang-orang.”

“Oh ya?”

“Dia sering mengajak ahjusshi mengobrol. Sesekali memberikan oleh-oleh jika dia pulang bepergian.”

Aku tersenyum mendengar cerita Lee ahjusshi. Aku tahu dia orang yang sangat baik. Itulah yang membuatku jatuh cinta padanya.

Kuperhatikan ia yang terus berjalan ke arah lift sambil mengotak-atik ponselnya. Wajahnya terlihat pucat dan sangat kelelahan. Ia pasti sibuk sekali.

Aduh… bagaimana ini? Aku sangat mencemaskan kesehatannya.

***

 

Entah darimana datangnya keberanianku sampai-sampai aku bisa berada di depan pintu apartemennya. Yang aku ingat jika tadi aku sangat mengkhawatirkannya yang terlihat sangat kelelahan. Wajahnya pun pucat. Lalu tiba-tiba saja aku sudah berada disini.

Lalu apa yang selanjutnya kulakukan? Aku kan tidak mungkin memencet bel apartemennya lalu bertanya ‘apakah kau baik-baik saja?’, padahal aku bukan siapa-siapanya. Lagipula saat bertemu pertama kali aku juga bersikap seolah-olah tidak mengenalnya.

Kemudian sebuah ide muncul di kepalaku. Kuambil bolpoin dan notes milikku, lalu menuliskan sesuatu disana. Kertas notes itu kutempelkan di depan kamera bel, kemudian kupencet bel itu dua kali.

Setelah yakin ia mendengarnya, aku langsung berlari dan bersembunyi di sudut dekat lift. Jantungku berdegup kencang saat melihatnya keluar dari dalam apartemennya.

***

 

Jaejoong’s PoV

 

Hari ini aku merasa tidak enak badan, makanya walaupun hari masih sore aku meminta ijin kepada managerku untuk pulang lebih dulu. Sesampainya di apartemen aku ingin sekali langsung tidur. Baru saja aku akan memejamkan mataku, bel apartemenku berbunyi.

“Siapa sih?”gumamku kesal, lalu berjalan ke pintu apartemenku. Kutekan lock apartemenku untuk melihat siapa yang datang. Tapi kenapa tidak terlihat siapapun di luar. Yang terlihat di layar lock pintu hanya…. Apa itu? Seperti tulisan. Apa ada yang menempel kertas di kameranya?

Aku pun langsung membuka pintu apartemen dan melihat bel apartemenku yang sudah ditempeli kertas di bagian kameranya. Kucabut kertas notes itu dan kubaca tulisan yang ada disana.

 

Oppa, apakah kau sakit? Atau hanya kelelahan biasa? Minumlah air jeruk hangat. Bisa sedikit membantumu untuk rileks. ^^

 

Aku tercengang saat membacanya. Tulisan ini sangat kukenal! Ini kan tulisan gadis JY itu! Dan pesannya saat aku lelah juga sama! Berarti ia sebelumnya ada disini?

Aku langsung menatap ke sekeliling koridor. Aku pun berlari ke arah lift untuk mencarinya. Kemudian kudengar suara derap langkah kaki yang berlari di dekat tangga. Aku pun langsung berlari ke tangga yang memang tidak jauh jaraknya dari lift.

Entah seberapa jauh aku menuruni tangga, tapi aku masih tidak juga menemukan orang yang derap langkahnya kudengar tadi. Akhirnya karena lelah aku memutuskan untuk kembali ke lantai apartemenku lewat lift. Aku menghampiri lift lalu mataku menangkap kain kecil berwarna biru muda yang terjatuh di depan pintu lift. Kupungut kain yang ternyata saputangan itu. aku terkejut membaca inisial yang tertulis disana. JY.

Berarti ia baru saja menaiki lift ini?

Aku melihat angka yang tertera di lift. Kira-kira ia akan turun di lantai mana?

Angkanya berhenti di… Basement?

***

 

Author’s PoV

 

Yuuri menarik napasnya yang sesak karena berlari dari kejaran Jaejoong tadi.  Beruntung tadi saat Jaejoong mengejarnya ia berhasil masuk lift. Kalau tidak pasti Yuuri akan tertangkap dan Jaejoong pasti akan tahu dari siapa hadiah yang diberikannya kemarin.

Tentu saja hadiah itu dari Yuuri. Selama dua tahun sebelumnya setiap Jaejoong ulang tahun Yuuri lah yang selalu mengiriminya foto-foto hasil jepretannya beserta pesan-pesan di setiap foto itu. Yuuri memang tidak yakin jika hadiah itu akan langsung diterima oleh Jaejoong, mengingat banyaknya hadiah yang pasti akan diterima Jaejoong. Tapi hadiah ketiga yang beberapa hari yang lalu diberikannya langsung pada Jaejoong itu sudah pasti akan dibuka dan pesannya pun pasti akan dibaca Jaejoong kan? Itulah yang membuat Yuuri cemas. Ia tidak ingin Jaejoong tahu mengenai dirinya. Ia tidak ingin berkenalan dengan Jaejoong. Karena ia tidak ingin semakin mengharapkan cinta dari seorang idola seperti Kim Jaejoong.

Yuuri mengelap peluh yang menetes di wajahnya karena berlari tadi. Kemudian ia merogoh kantung jaketnya untuk mengambil sapu tangannya. Tapi mana? Kenapa tidak ada?

***

 

Jaejoong memandangi sapu tangan biru muda itu dengan penasaran. Inisial yang tertulis disana adalah JY. Dan tadi lantai tempat lift itu berhenti adalah lantai basement. Membuat Jaejoong yakin sekali jika gadis fans berinisial JY itu adalah Jung Yuuri, gadis petugas cleaning service itu.

Tapi yang Jaejoong heran adalah kenapa gadis itu tidak mau muncul di hadapannya? Lalu kenapa ia bekerja sebagai petugas cleaning service, padahal menurut analisa Yoochun dan Junsu seharusnya gadis itu berasal dari kalangan berada makanya bisa mengikuti kegiatan mereka sampai keluar negeri. Ada apa dengan gadis itu sebenarnya?

Karena rasa penasaran itulah Jaejoong jadi melupakan rasa lelahnya dan ikut turun ke basement lewat tangga. Sesampainya di basement Jaejoong langsung berlari ke ruang petugas cleaning service, tapi tidak ada siapapun disana.

“Cari siapa nak?”

Jaejoong berbalik dan melihat Lee ahjusshi memandangnya penuh tanya.

“Ah, ahjusshi! Apa ahjusshi lihat Jung Yuuri-ssi?”tanya Jaejoong langsung.

“Jung Yuuri?”

“Ne. tadi aku menemukan sapu tangan ini. Inisialnya JY. Ini punyanya kan?”tanya Jaejoong sambil mengacungkan sapu tangan yang tadi ditemukannya.

Lee ahjusshi memperhatikan sapu tangan itu. “Ah ne. Tadi aku memang melihatnya menggunakan sapu tangan itu.”

Hati Jaejoong berdegup kencang mendengar jawaban Lee ahjusshi. Jadi benar fangirl berinisial JY itu adalah Jung Yuuri?

“Sekarang dimana dia?”tanya Jaejoong bersemangat.

“Oh, tadi dia buru-buru pulang. Katanya ia harus belajar untuk kuis besok di kuliahnya.”

Jadi ia mahasiswa? Pikir Jaejoong.

“Tapi aku tidak yakin ia bisa belajar dengan baik.”gumam Lee ahjusshi.

“Maksud ahjusshi?”

Lee ahjusshi tersenyum muram. “Sepertinya ia kelelahan karena terlalu banyak bekerja. Dia masih terlalu muda untuk bekerja keras sendirian. Dia terlihat cantik dan terawat kan? Itu karena sebelumnya ia berasal dari keluarga berada. Tapi setengah tahun lalu perusahaan ayahnya bangkrut dan ayahnya meninggal karena serangan jantung, jadi sekarang ia kuliah sambil bekerja untuk membiayai ibu juga adiknya yang masih kecil.”

Jaejoong tercengang mendengar cerita Lee ahjusshi. “Ahjusshi tahu darimana?”tanyanya pelan.

“Sekitar lima bulan yang lalu ia datang kemari membawa sebuah bungkusan. Ia terus menatap gedung apartemen ini, ragu-ragu untuk masuk. Aku menanyakan apa keperluannya, tapi ia hanya diam. Kemudian ia mengatakan ingin bekerja disini. Saat itu aku ragu dengan kata-katanya, karena bajunya terlihat bagus. Tidak mungkin gadis dengan penampilan yang bagus mengatakan ingin bekerja sebagai petugas cleaning service disini. Lagipula saat itu sudah tidak ada lowongan.”

“Lalu aku bertemu dengannya lagi saat di swalayan 24 jam di dekat rumah. Wajahnya itu tidak mudah dilupakan, sehingga aku masih mengingatnya. Ia pun ternyata masih mengingatku. Ternyata jarak rumah kami tidak begitu jauh. Dari situlah kami sering bertemu dan ia menceritakan masalahnya. Kemudian sekitar sebulan yang lalu aku menawarinya untuk bekerja sebagai petugas cleaning service disini.”

Jaejoong terdiam mendengar cerita Lee ahjusshi. Apa itu penyebab gadis itu tidak lagi me-mentionnya ataupun memotretnya lagi? Karena ia harus bekerja untuk keluarganya?

Jaejoong tidak bisa berpikir lagi. Terlalu banyak pertanyaan di kepalanya. Dan ia terlalu merindukan perhatian gadis itu. Entahlah. Satu-satunya yang ia pikirkan sekarang adalah ia ingin bertemu dengan Jung Yuuri. Dengan gadis yang akhir-akhir ini selalu memenuhi pikirannya.

***

 

Jaejoong’s PoV

 

Cerita Lee ahjusshi tadi membuat pertanyaan-pertanyaanku mengenai gadis itu sedikit terjawabkan. Sekarang aku mengerti kenapa Yuuri tidak lagi mengikutiku kemana-mana dan memotretku. Tapi ada satu hal yang paling penting yang belum terjawabkan. Kenapa ia tidak mau menemuiku secara langsung? Padahal selama ini aku selalu ingin bertemu dengannya.

Paginya aku menemui Yuuri yang seperti biasa sedang mengepel koridor di lantai apartemenku.

“Annyeong.”sapaku. Kemudian aku merutuki kebodohanku yang tadi memanggilnya dengan bahasa banmal. Ia pasti merasa aku sok akrab. Benar saja, ia menatapku aneh.

Ia melihat ke belakangnya, kemudian berbalik dan menatapku ragu. “Apa kau berbicara padaku?”tanyanya.

Aku tersenyum yang langsung membuatnya menundukkan wajahnya.  Sepertinya ia malu. “Ne. Aku berbicara denganmu, Jung Yuuri-ssi.”

Ia mengangkat wajahnya dan menatapku terpana. “Bagaimana kau tahu namaku?”tanyanya pelan.

“Aku menanyakannya pada Lee ahjusshi.”jawabku sambil terus memperhatikan mata coklatnya yang indah itu. Sejak pertama melihatnya aku langsung menjadi sangat menyukai pandangan matanya padaku.

Tapi kenapa hari ini wajahnya terlihat pucat sekali? apa ia sakit?

“A… ada apa?”tanyanya. Ia menundukkan wajahnya lagi dan meremas-remas ujung bajunya dengan kedua tangannya. Sepertinya ia sangat gugup.

Aku memberikan sapu tangan biru itu ke depan wajahnya. “Ini sapu tanganmu kan?”tanyaku. Ia terbelalak melihat sapu tangan itu. “Ada inisialmu disana.”

“A… anhi…”

“Lee ahjusshi yang bilang ini punyamu.”kataku cepat sebelum ia membantah.

Ia terdiam lama lalu mengambil sapu tangan itu dengan tangan gemetar. “Gamsa… ham… nida…”ucapnya dengan suara bergetar.

Aku tersenyum padanya lalu kugenggam tangannya yang memegang sapu tangan itu. Ia terkejut. Hampir saja ia menarik tangannya, tapi aku menggenggamnya kuat. Ia menatapku bingung.

“Gomawo untuk hadiah-hadiah spesialmu setiap aku berulang tahun. Dan juga perhatian-perhatianmu di setiap mention-mentionmu.”ucapku tulus.

Ia langsung menarik tangannya dan memandangku takut dengan wajah yang sangat pucat.

“Hadiah apa? Mention apa?”tanyanya tanpa memandangku. Ia memandang ke lantai. “Aku tidak mengerti. Kurasa anda salah orang, Kim Jaejoong-ssi.”

“Jangan mengelak. Aku sudah tahu jika kau adalah fangirl yang sering memention twitterku dan mengikutiku kemana-mana untuk mendapatkan fotoku.”

Kemudian ia memandangku tajam. “Kurasa kau benar-benar salah orang, Kim Jaejoong-ssi. Aku bahkan tidak punya twitter, bagaimana mungkin aku mementionmu?” Setelah berkata begitu ia berbalik untuk mengambil troli yang berisi alat-alat kebersihan. Tapi aku mengejarnya dan menarik tangannya. Aku membalikkan tubuhnya menghadapku.

“Bisakah kau jujur? Aku sudah berusaha mencari tahu siapa dirimu selama dua tahun ini. Aku ingin tahu seperti apa fans yang begitu mencintaiku.”ucapku lirih dan memandang dalam-dalam matanya yang sudah berair itu. Kemudian matanya perlahan menutup dan tubuhnya lemas.

Ia pingsan! Refleks aku memegang lengannya lebih kuat agar ia tidak terjatuh.

“Jung Yuuri-ssi?”panggilku. Ia tidak menyahut.

Akhirnya aku menggendongnya bridal style ke dalam apartemenku. Aku meletakkannya di tempat tidurku. Kusentuh dahinya dengan telapak tanganku.

“Ya Tuhan, panas sekali!” Ternyata benar ia sakit!

Aku pun mengambil air es dan mengompres dahinya dengan handuk kecil. Kupandangi wajah cantiknya yang pucat itu. Wajah yang selama ini selalu ingin kulihat. Wajah fangirl yang sangat mencintaiku dan memperhatikanku. Wajah gadis yang kucintai.

***

 

Author’s PoV

 

Yuuri membuka matanya perlahan. Ia masih merasakan pusing di kepalanya. Kemudian setelah berusaha membiasakan matanya yang cukup lama terpejam, akhirnya ia bisa melihat dengan jelas. Ia langsung duduk saat menyadari dirinya berada di tempat yang tidak dikenalnya.

Saat itulah ia merasakan genggaman di tangannya terlepas. Ia menengok ke sebelah kirinya dan terkejut melihat Jaejoong sedang menggeliat-geliat kecil. Ternyata saat Yuuri tertidur Jaejoong terus memegang tangan kiri Yuuri sampai ia tertidur dengan posisi duduk di bawah.

Jaejoong menguap kecil lalu menatap Yuuri dengan tersenyum, membuat jantung Yuuri berdetak kencang. “Kau sudah bangun?”tanya Jaejoong.

Yuuri menggeser duduknya di kasur, menjauh dari Jaejoong. “Kenapa aku ada disini?”tanya Yuuri dengan suara yang sangat pelan seperti berbisik. Tapi Jaejoong masih bisa membaca gerak bibir gadis itu.

“Kau pingsan tadi pagi. Demam tinggi. Sepertinya karena terlalu kelelahan.”jelas Jaejoong. Kemudian Yuuri turun dari tempat tidur, dari sisi yang berlawanan dengan Jaejoong. Ia berjalan menghampiri Jaejoong.

“Gamsahamnida sudah menolongku.”ucapnya lalu membungkuk kecil. “Aku harus pulang sekarang.”Kemudian ia terburu-buru keluar dari kamar Jaejoong.

“Kajima!”kata Jaejoong lalu menyusulnya keluar kamar.

Jaejoong menarik tangan Yuuri sebelum Yuuri mencapai pintu apartemen. Ia membalikkan tubuh gadis itu agar menghadapnya.

“Kumohon jangan menghindar…”ucap Jaejoong lirih. Ia memandang wajah pucat Yuuri yang terlihat sangat ketakutan. Tapi walaupun takut, Yuuri tidak bisa memalingkan matanya dari tatapan lembut Jaejoong.

“Apa yang kau takutkan dariku sehingga membuatmu selalu bersembunyi dariku?”tanya Jaejoong. Yuuri tidak menjawab, ia hanya diam sambil terus menatap mata Jaejoong yang memandangnya lembut. Mata namja yang sangat ia cintai.

“Kenapa kau selalu mengikutiku tapi tidak pernah muncul di hadapanku? Kenapa kau selalu memberiku perhatian lebih tanpa membiarkanku mengetahui siapa dirimu?”

Mata Yuuri mulai berair sekarang. Ia menggigit bibirnya untuk mencegah isak tangisnya yang akan keluar.

“Apa kau tidak tahu bahwa aku ingin sekali bertemu denganmu?”

“Benarkah?”kali ini Yuuri mengeluarkan suaranya walaupun hanya berupa suara yang lirih. Airmata Yuuri menetes.

Jaejoong tersenyum lalu menghapus airmata yang mengalir di pipi Yuuri dengan lembut. “Kau selalu bisa menghiburku dengan mention-mention darimu dan tulisan-tulisanmu di album itu. Seolah-olah kau sangat mengerti diriku. Seolah-olah kau selalu berada di sisiku…”

“Apa kau tidak sadar jika semua yang kau lakukan itu sudah membuatku jatuh cinta padamu?”

Mata basah Yuuri membelalak lebar. Ia menatap Jaejoong tak percaya.

“Anhiyo…”ucapnya lirih. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. “Tidak mungkin…. Mana mungkin kau mencintai aku yang hanya seorang fangirl…?”

“Itulah yang terjadi Jung Yuuri…”kata Jaejoong lalu menangkupkan kedua tangannya di wajah Yuuri. Ia menatap mata Yuuri dalam-dalam.“Saranghaeyo, Jung Yuuri…”

Kemudian Jaejoong mendekatkan wajahnya ke wajah Yuuri lalu mencium lembut bibir gadis itu. Ciuman yang singkat tapi penuh dengan seluruh perasaan Jaejoong yang selama ini terpendam. Airmata Yuuri semakin banyak menetes.

Jaejoong melepaskan ciumannya lalu menatap lembut Yuuri. “Uljima…”ucapnya, lalu menghapus airmata di pipi Yuuri.

“Apa aku bermimpi…?”ucap Yuuri lirih. Ia memandang mata Jaejoong dalam-dalam dan hanya bisa melihat ketulusan di dalamnya.

Jaejoong menggeleng dan tersenyum lembut. “Apa aku harus menciummu lagi agar kau sadar ini bukan mimpi?”goda Jaejoong.

Perasaan lega yang didapatnya, serta rasa bahagia yang menjalari tubuhnya saat melihat mata Jaejoong membuat bibir Yuuri otomatis tersenyum.

“Saranghaeyo…”ucap Yuuri pelan. Jaejoong tersenyum semakin lebar, kemudian mengecup kening Yuuri lalu memeluk gadis itu erat. Yuuri membalas pelukannya.

“Saranghae, neomu saranghaeyo, Jung Yuuri…”ucap Jaejoong.

“Saengilchukae.”

Jaejoong melepas pelukannya lalu memandang Yuuri bingung. “Selamat ulang tahun ke-27!”ucap Yuuri dengan senyum lebar.

“Memang sekarang tanggal berapa?”tanya Jaejoong bingung.

“Tanggal 26 Januari. Apa kau tidak ingat?”

Jaejoong mengelus lembut pipi Yuuri. “Karena memikirkanmu aku jadi lupa sekarang tanggal berapa.”

Yuuri tersenyum lalu balas mengelus lembut wajah Jaejoong dengan kedua tangannya. “Mianhada aku tidak bisa memberimu hadiah lagi…”

“Bertemu denganmu adalah hadiah terindah untukku.”ucap Jaejoong lalu mengecup lembut bibir Yuuri. “Gomawo, Jung Yuuri. Tetaplah di sisiku…”

 

END

 

 

KYAAAAA~ JAEPPA NYIUM AKUUU!!! *histeris-author gila*

Haha~ mianhe buat para readers yang bosen ngeliat author narsis ini nampang di FF-FFnya sendiri. Abis gimana dong, gak rela kalo bias gak jadi milikku. #PLAAKK.

SAENGILCHUKA HAMNIDA, KIM JAEJOONG OPPA! SEMOGA MAKIN LANGGENG SAMA JUNG YUURI YAAA~ :*

 

Ay0 komennyaaaaaaa XD XD XD

 

26 pemikiran pada “I Wanna Meet you, My Special Fangirl (special Jaejoong’s birthday)

  1. Bwhahahahahahaha selingkuh DETECTED!!!!!!!

    wkwkwkwkwkwk OMO.. so sweet eon, aku suka suka!!

    jadi mewek habis baca tulisan Yuuri bilang ga akan ganggu jae oppa lagi.. btw, di sini eon ga jadi adeknya yunho oppa ya? katanya cuma punya adik kan? hihi

    suka suka!!

    Yah walaupun aku ga terlalu kenal DBSK, sebelum aku suka kpop.. aku dari SMA udah punya bbrp lagu DBSK di ponselku (yg aku ga tau judulnya, tulisannya track doang), big bang juga.. (padahal ELF)

    SAENGIL CHUKKAE JAEJOONG OPPA

    tetap sehat, sukses.. doa sendiri aja deh, ntar aku bilang “amin”

    wkwkwkwk

    *di tendang*

    1. ish! siapa yg selingkuh!
      Jaeppa kan suamiku di DBSK, yeye suamiku di SUJU,, hahahaha~ *evillaugh*

      iy disini kan critanya aku fansnya, klo adiknya yunppa ntar ketauan dong sm jae, jdnya gk nyari” gtu,,

      wah klo aku sih suka DBSK dari SMP, tp dlu twnya Tohosinki, jd cuma tw lagu” jepangnya doang, trus pas liat tampangnya yg kece” lgsg naksir deh, apalagi YunJae! >///<

      gomawo yanti udh mampir 'n baca 😀

      1. Hahahaha ya kalo gitu boleh deh.. aku juga gitu, suamiku ada dua, Henry ama Jaejin, huaaaaaa seneng!! cinta banget deh ama tu namja b’2, kkkkkkk~

        cheonma eon 😀

  2. bagus eon… 🙂
    Tp tp tp… Aku ngerasa ad yg kurang d part” awal, tp aku ga tau ap yg kuraaaang u,u
    jaemmaaaaa!! Smg makin tampan ><
    ih aku penasaraaan.. Qo bs dpt video homin?? Hmm.. Uang bertindak kah??

    1. tuh kan aku jg ngrasa gtu, ad yg kurang, kurang romantis kyknya T______T”
      emg byk yg msh teka-teki y? tdnya aku pengen jadiin ini FF series, tp aku udh trlalu byk utang FF nih sm readersgk jd deh

  3. aigoo eonniiiiiiii~
    aku ENVYYYYY~
    *mewek
    ceritanya eon, ceritanya.
    aduh
    aku gak kuat(?)..
    yaampuun ini indah bangeeet~
    cinta seorang fansgirl yang terbalas.
    aku ngerasa sedih dan seneng di saat yang bersamaan.
    AAAAA aku juga mau eooon~ DX
    aaa Yuuri beruntung sekaliii~
    omong-omong Jeje oppa, SAENGIL CHUKKAEHAMNIDAAA~
    ‘moga sukses bareng JYJ, dan ‘moga tambah ganteng XD
    kkk~

      1. ne~
        bahkan ini terlalu indah~
        bikin aku kepengen punya kisah yang seperti ini..
        haduuuuh
        *ngayalbarengChangmin

        huwooooh
        amieeen~
        dari dulu, lewat lubuk hatiku yang paling dalam aku berharap JYJ dan HoMin seperti dulu lagi dalam satu nama, DBSK.
        semoga ada kejadian yang bikin mereka bersatu lagi~
        aminaminaminamin
        *komatkamit

  4. onnie Yesung oppa mau dikemanain klo sma Jae oppa?
    pengen nangis ngebaca surat daru JY ke jaeppa
    kasihannya harus kerja keras gtu
    bagus ff-nya onnie,,,mungkin sering nya aku bilang bagus emg karen ff buatan onnie bagus2 🙂

    udh dulu ya onnie gk bisa panjang2 udh mau abis wktu istirahatnya (aku masih di skl)

    1. wah saeng msh sekolah y,, aku bru aja libur kuliah. hehe~

      kan Yeye suamiku di suju, klo jae suamiku di dbsk. kekeke~ *maruk*
      gomawo saeng,, ntar aku bikin FF yg bgus lagi deh! 😀

      1. yahhh enaknya onnie udah libur *nagis meluk Kyuppa*
        ah onnie kebanyakan,,, tambahin aja (?) *kebanyakan malah ditambahin?* #Abaikan
        ayo ayo bikin lagi yang banyak ya (?)
        sebelum abis komentarnya tebar Yesung oppa deh buat onnie 😀

  5. Fina.. mian baru komen, ts uda onnie baca FF ini jam 11 tapi cpt2an tadi mau interview.. awalnya bgus ni crtanya.. tapi kok lama2 ke bawah2, jadi aneh ya, kaya maksa bgt buat nge-ending ni crta.. ga nyambung jg ni.. itu crtanya waktu si yuri ngikutin JJ ke luar negeri tu si yurinya uda bangkrut apa blum appanya..? onn nyangkanya slama sbulan si yuri ga ngikutin JJ oppa tu krena si yuri sakit, tp taunya karena kerja ya.. #sungguh di luar dugaan.. bagian-bagian part terakhir maksa crtanya fin.. gmn gt onn bacanya.. uda onn blg km lebih ahli buat FF series, klo buat one shot km oke awalnya, tp cb klo buat ending di perhalus alur ceritanya.. walupun one shot agak panjang gpp kok, yg penting endingnya terkesan ga kepaksa buat di akhiri.. gitu si menurut onnie.. hhihihhiii… mian klo salah.. n_nv

    1. wah bener nih alurnya kecepetan,,
      ini dy yg bikin gk sreg,,
      trus onn gk nyambung sm keadaannya Yuuri y? gni lho onn, kan diceritainnya dua ultah sblumnya yuuri msh bs ngikutin jaejoong, tp pas tahun ketiganya, cuma slma stgh tahun doang yuuri ngikutin jaejoong, bukannya sebulan gk ngikutin, tp 6 bln sblum ultah jaejoong dy gk nongol, cz dy bangkrut gtu.
      huweeee~ emg aku kurang ahli bikin oneshot, ntar deh onn klo smpt bikin seriesnya,, hehe~
      gomawo onn, kritik sarannya 😀

  6. Ya ampuuuun~ Ide nya siapa? Cosmos!!! *ok abaikan*
    AKU NANGIS YA TUHAN INI KEREN MAMPUS!!!
    PENGHILANGAN KEGALAUAN SETELAH LISTENING ENGLISH YANG KAYAK SAMPAH ITU!
    AKU NANGIS DI AWAL! ITU BENER” TRAGIS! DB5K!!!!! HUHUHUUHU T~T
    POKOKNYA INI KEREN!
    KALAU KEREN YA KEREN!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    *culik Yeye* Kan udah ada Jaeppa umma *innocent*

    1. HOOYYYY~ SADAR WOY SADAR!
      nih kyknya anin bener” mabok listening english y? ampe caps jebol gtu,, hehe~
      gomawo anin, udh ngasih ide bwd FF ni. 🙂

      ANDWAEEEE!!!! GAK BOLEH CULIK YEYE! YEYE SAMA JAE PUNYAKUUUU *histeris lakinya mw diambil org*

  7. Eonniii..

    Sweettttttt ._.

    So sweet banget, aku suka ceritanya.
    Sempet gimana gitu, pas baca gimana Jaeppa pisah + jarang ketemu sama HoMin T____T’ ga bisa bayangin eonnn, *hiks, #ngambil tissue

    Eonni, ceritanya bener-bener SO SWEET :d

  8. ECIEEEEEEE! *disepak*
    wuhuuu! Suit suit!! Ada yg dicium jaeppa nihhh xD ah haelku sudah dewasa (????) #emangnya elo apa, masih bocah *ngaku*

    jiahahahah xD aku malah ngakak baca adegan kisseunya! Pdhal kan yuurinya nangis ya? XD ngakak beneran lho, oalnya bayangin hael ngetiknya senyum2 gaje tea (?) #sok tau

    ahhh syal rajut …. kenapa ga iPad aja kadonya #plak

    cleaning service eui wohohoho. Nice fict hael! XD utang lunas nih! Tinggal baca 1 ff lg ==

    1. ih tw aj sih klo aku ngetiknya smbl senyum” gaje gtu,, kekeke~
      vania emg mengerti diriku bgt deh! >///<

      iPad tuh mahal chagiyaaa~ kan yuuri critanya udh miskin gtu, masa' hadiahnya mahal =_="

      oke, utang yg lain dilunasin yaa 😉
      gomawo chagiyaaaa~ 😀

  9. Iss qie” mau doong kayak gtu

    Qie” kan sering tu mention2 wooyoung tu

    Maunya wooyoung jadi jatuh cinta sama qie” ya
    ​=))ωªªkªª =)) ☺ =))ωªªkªª=)) ☺ =))ωªªkªª
    MIMPI
    ​=))ωªªkªª =)) ☺ =))ωªªkªª=)) ☺ =))ωªªkªª

    Keren onn

  10. hwa pingin bgt dech jd jung yuri, klo mention ke jaepa n dibaca n terakhir bisa jadian ma jaepa huaa senangnya aku jga mau
    hehe he he
    happy ending ^^…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s