{YunHyeon couple} You’re My Destiny (prequel: I Never Forget You) 2/3

Tittle:: {YunHyeon couple} You’re My Destiny (prekuel: I Never Forget You) 2/3

Author:: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Maincast::

  • Jung Yunho DBSK
  • Lee Ang Hyeon (@rachelang11)
  • Choi Seunghyun (TOP BigBang)

Other cast::

  • Jung Yuuri (@ideafina)
  • All DBSK member
  • Lee Reina (OC)
  • Kim Heera (OC)

Genre:: Romance

Rate:: G

Disclaimer:: This STORY, YUNHO, all DBSK member and Tabi  is MINE! #dikeroyok Cassie ‘n VIP 😛

Mau ngasih keterangan nih, kalo tulisannya merah flashback, klo tulisannya orange itu castnya lagi mikir ya.

~HAPPY READING~

 Backsong:: DBSK HoMin-SHE

Yunho menyipitkan matanya saat melihat yeoja cantik berambut panjang ekor kuda serta berponi sedang masuk ke toko kaset di hadapannya. Ia merasa seperti mengenalnya, tapi entah siapa. Kemudian karena didorong rasa penasaran, Yunho ikut masuk ke dalam toko kaset itu dan melihat yeoja itu sedang memegang albumnya.

Aah… ia Cassiopeia ternyata.

Yunho masih memperhatikan yeoja itu, masih merasa penasaran. Kenapa wajah yeoja itu terasa sangat familiar untuknya? Bukan hanya wajah. Kenapa perasaannya begitu familiar dengan yeoja itu, dan kenapa ia merasa tertarik pada yeoja itu?

“Kenapa mahal sekali sih. Uangku kan tidak cukup…”gerutu yeoja itu sebal. Yunho tersenyum geli mendengarnya. Kemudian ia menghampiri yeoja itu dan mengambil albumnya di rak.

“Kau mau membeli ini?”

Dan pandangan mata yeoja itu saat menatap bingung Yunho, kenapa membuat namja itu…

“Yunnie!”

Yunho mengerjap-ngerjapkan matanya dengan kaget saat mendengar seruan Jaejoong. Pikirannya masih setengah melayang ke tempat lain. Ke Lee Ang Hyeon.

“Gwenchana?”tanya Jaejoong cemas. Tidak biasanya Yunho bersikap seaneh ini, sulit berkonsentrasi dan terlihat sangat aneh. padahal biasanya Yunho lah yang selalu menegur membernya yang lain saat tidak bisa fokus.

Yunho tersenyum kecil, berusaha menenangkan Jaejoong. “Gwenchana, Boojae-ya. kau tidak perlu memasang tampang seperti itu.”

Ya. Yunho baik-baik saja. Tapi pikirannya yang tidak baik-baik saja.

Ini semua karena Lee Ang Hyeon. Yeoja yang baru dikenalnya kemarin.

Ada sesuatu yang berbeda di diri Ang Hyeon yang membuat Yunho tertarik. Bukan kecantikan, walaupun Yunho tidak menampik jika Ang Hyeon itu cantik. Yunho tidak pernah menilai orang dari segi fisik.

Tapi ada yang berbeda. Ada yang berbeda saat Yunho menatapnya. Tapi Yunho tidak tahu apa itu. Hanya saja ia merasakan perasaan familiar ketika melihat yeoja itu di toko kaset. Apa ia tertarik pada Ang Hyeon? Lalu kenapa secepat ini? Yunho tidak mengerti. Ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.

“Kau menyukainya, Yunnie.”

Yunho menatap Jaejoong seakan couplenya itu gila. “Aku baru bertemu dua kali dengannya, dan kesan pertamanya saja sudah tidak menyenangkan. Jangan berkata ngaco, Boo!”

Jaejoong tertawa. “Jangan lupakan. Aku mengenalmu lebih dari kau mengenal dirimu sendiri, Yunnie-ya.”

Yunho hanya mendengus sebal mendengar komentar Jaejoong yang memang benar itu. Sebaik apapun ia mengenal semua membernya, bahkan Jaejoong yang terdekat dengannya, tapi memang terkadang sulit untuk Yunho mengerti dirinya sendiri.

Lalu? Apa ia akan percaya begitu saja dengan perkataan Jaejoong?

Tentu saja ia harus membuktikannya sendiri kan?

***

“Eh? Memangnya kau tidak sibuk?”tanya Ang Hyeon heran saat Yunho menelponnya dan mengajaknya mencari buku yang bagus untuk Yuuri.

Padahal Ang Hyeon pikir perkataan Yunho padanya beberapa hari yang lalu, yang mengatakan jika meminta bantuannya mencari kado untuk Yuuri, adalah perkataan basa-basi. Ia mengira jika Yunho pasti akan melupakan janji itu dengan segera. Apalagi namja itu orang yang sangat sibuk. Tapi sekarang, setelah lebih dari seminggu, Yunho akhirnya menghubunginya.

“Kalau aku tidak sibuk, aku pasti akan langsung menelponmu setelah kita berpisah saat itu.” Ang Hyeon mendengar Yunho tertawa. “Lalu bagaimana? Bisa bertemu malam ini?”

Ang Hyeon melotot. “Kenapa harus malam ini?!”tanyanya kaget. Ang Hyeon pikir Yunho akan membuat janji untuk beberapa hari ke depan. Tapi namja itu malah mendadak mengajaknya pergi malam ini.

“Waeyo? Kau tidak bisa? Mianheyo karena terlalu mendadak. Tapi scheduleku memang bisa tiba-tiba berubah lagi dan sulit untukku mendapatkan waktu luang.”

Kalau sudah mengatakan seperti itu kan Ang Hyeon jadi sulit menolak. Apalagi ia sudah berjanji sebelumnya kan?

“Geurae. Kita bertemu dimana?”

***

“Is he your boyfriend?”

Mata Ang Hyeon membelalak lebar saat mendengar pertanyaan Kris. “Anhiyo, Kris! He’s not my boyfriend! He’s just…”Ang Hyeon bingung menjelaskannya. Yunho kan memang bukan temannya. Namja itu kan hanya meminta tolongnya untuk membantu mencarikan kado untuk Yuuri.

“He’s just my friend’s older brother. I just helped him to search birthday gift for his sister.”lanjut Ang Hyeon sambil menunjuk Yunho yang sedang mengitari rak-rak buku.

“So? What’s the matter?”goda Kris.

“So, didn’t you remember about my boyfriend? Why you asked me about another boyfriend?”

Kris tertawa. “Of course I did. Your boyfriend is very good looking namja!”Kris menunjuk kedua matanya dengan kedua telunjuknya saat mengatakan ‘looking’, membuat Ang Hyeon tertawa.

“Ang Hyeon-ssi!”panggil Yunho. Ang Hyeon menoleh. “Bisa kau kesini?”

“Ne.”kata Ang Hyeon lalu menghampiri Yunho. Namja itu terlihat bingung dengan buku-buku di hadapannya.

“Aku tidak tahu mana buku yang bagus untuk Yuuri.”kata Yunho sambil menunjukkan buku-buku asing yang dipegangnya pada Ang Hyeon.

“Yuuri paling suka baca buku genre apa?”

“Hmm… ia tipe orang yang suka membaca buku bukan berdasarkan genre. Yang menarik untuknya pasti dibaca.”

“Kalau begitu susah dong kita nyari… aahh!”Ang Hyeon menjerit saat melihat salah satu buku yang judulnya sangat dikenalinya di rak buku di hadapan mereka. Ia mengambil buk tersebut dengan mata berbinar-binar.

“Waahhh~ kenapa Kris tidak memberitahuku jika ada buku ini?”Kemudian Ang Hyeon membalik buku tersebut dan berdecak sebal saat melihat harganya. “Uangku tidak cukup…”gumamnya sebal.

“Buku itu bagus?”tanya Yunho. Lalu ia mengambil buku berjudul sama di rak buku tersebut. “Phantom of the Opera? Yang drama musical itu?”

“Ne. Ceritanya bagus. Belikan ini saja untuk Yuuri. Ia pasti menyukainya.” Ia pasti suka, dan aku bisa meminjamnya nanti, tambah Ang Hyeon dalam hati, meringis mengingat isi dompetnya. #dasar nyari untung! 😛

Yunho meneliti buku itu dengan seksama, lalu membandingkannya dengan yang lain. Tapi itu malah membuatnya makin bingung. Seandainya saja ia mengerti bahasa inggris. (=_=)

“Aku beli ini.”kata Yunho mantap.

“Ok. Kalau begitu kau tinggal membayarnya di kasir. Aku mau ke rak sebelah sana dulu ya.”kata Ang Hyeon lalu pergi melihat-lihat buku lain. Kemudian tidak berapa lama, ia menghampiri Yunho di kasir.

“Kajja, kita pergi.”kata Yunho setelah membayar buku yang dibelinya.

Yunho merapatkan syalnya lebih menutupi hidungnya saat mereka berdua berjalan menyusuri toko-toko kawasan Itaewon.

“Pasti repot ya.”

“Mwoya?”

“Pasti repot jika harus menyamar seperti itu terus.”ucap Ang Hyeon dengan melihat Yunho dari atas sampai bawah. Yunho memakai jeans, kaos putih dilapisi jaket kulit hitam, lalu memakai kacamata bening besar, syal dan topi. Satu-satunya yang terlihat di wajah Yunho hanya mata musangnya dibalik kacamata yang dipakainya itu. Itupun hanya Ang Hyeon yang berada di sebelahnya yang bisa melihat mata Yunho itu.

Walaupun Ang Hyeon tidak bisa melihat mulut Yunho, tapi dengan melihat mata Yunho yang berubah menjadi lebih sipit, ia bisa merasakan jika mulut namja itu melengkungkan senyuman di balik syalnya itu. “Ini resiko menjadi selebritis kan?”

“Terkadang aku heran, karena ada orang yang tidak punya bakat apapun tetap bersikeras ingin menjadi idola. Padahal apa enaknya? Dikejar-kejar fans seperti itu.”

“Kau mengatakan aku tidak punya bakat?” Yunho merasa tersinggung. Jelas-jelas ia jago dance dan rap. Dan walaupun suaranya tidak sebagus suara Jaejoong atau Junsu, ia juga bisa acapella. Lalu bagaimana mungkin yeoja yang baru mengenalnya ini mengatakan hal seperti itu?!

Ang Hyeon tertawa geli. Tawa yang entah kenapa dapat membuat Yunho sejenak menahan napasnya.

“Kurasa telingamu bermasalah. Memangnya tadi aku mengatakan itu kau?”

“Yak!”

“Aku hanya mengatakan ‘ada orang’. Aku tidak menyebutkan kau Jung Yunho-ssi.”

“Keureom, secara tidak langsung kau mengakui jika aku berbakat kan?”ucap Yunho senang.

“Aish. Percaya diri sekali.”cibir Ang Hyeon.

Yunho tertawa. “Kalau tidak percaya diri aku tidak akan menjadi penyanyi terkenal, Ang Hyeon-ssi.”

“Arayo.”

“Kau sudah mendengarkan albumku kan? Eotteyo?”tanya Yunho bersemangat.

“Apa pendapatku penting bagimu?”

“Tentu saja penting! Aku kan…”Yunho menghentikan ucapannya. ‘Aku kan…’ apa? Yunho terdiam sejenak, berusaha menelaah pikirannya sendiri. Kemudian mata musang Yunho melebar kaget saat menyadari tadi ia ingin mengatakan apa.

Kenapa tadi terlintas kalimat itu di benak Yunho?

“ ‘Aku kan…’ apa?”tanya Ang Hyeon, penasaran dengan ucapan Yunho yang tidak selesai itu.

Yunho kebingungan. Antara ingin menjawab atau tidak. Karena ia sendiri tidak yakin dengan apa yang dipikirkannya tadi. “Aku kan…” Tiba-tiba ponsel Yunho berbunyi, yang membuat pemiliknya kaget sendiri. Yunho mengangkatnya. “Yeoboseyo? Ne, Yoochun-ah. Aku akan segera kembali. Eoh.”

“Sepertinya kita berpisah disini.”ucap Ang Hyeon saat Yunho selesai menelpon.

“Eoh. Aku harus segera kembali ke dorm. Gomapta, Ang Hyeon-ssi, kau sudah menemaniku memilihkan buku untuk Yuu. Mianheyo tidak bisa mengantarmu pulang.”ucap Yunho menyesal.

Ang Hyeon tersenyum. “Gwenchanayo. Aku bisa pulang sendiri kok. Annyeong, Yunho-ssi. Mudah-mudahan Yuuri menyukai bukunya.”kata Ang Hyeon lalu berjalan menjauhi Yunho. Tapi belum jauh ia melangkah, ia merasakan tangan kanannya tertarik, dan tubuhnya berbalik memutar ke belakang.

Ang Hyeon tidak bisa berkedip saat melihat mata musang Yunho yang menatapnya penuh senyum. “Igeo… untukmu.”

Ang Hyeon kembali mendapatkan kesadarannya saat merasakan sesuatu yang diberikan Yunho di tangannya. Kemudian ia melihat ke tangannya. “He? Igeo…”ucapnya kaget.

“Buku ini untukmu. Sebagai ucapan terima kasihku.”

“Ng… itu tidak perlu, Yunho-ssi. Aku melakukannya bukan karena ingin imbalan kok.”kata Ang Hyeon merasa tidak enak. Memang ia menginginkan buku itu, tapi kan ia tidak membantu Yunho karena ia menginginkan imbalan.

Ang Hyeon kembali menyodorkan plastik berisi buku Phantom of The Opera yang dibelikan Yunho untuknya. Tetapi Yunho mendorongnya kembali ke Ang Hyeon. “Terimalah. Kalau kau tidak menerimanya nanti siapa yang akan membacanya? Masa’ aku memberikan Yuu dua buku yang judulnya sama?”

“Hajiman…”

“Lainkali kita harus bertemu lagi ya. Aku belum mendengarkan pendapatmu tentang album grupku.”kata Yunho tersenyum, lalu berjalan menjauh sebelum Ang Hyeon sempat membantahnya lagi.

Wajah tercengang Ang Hyeon berubah menjadi senyum saat melihat Yunho yang berjalan semakin menjauh. Kemudian ia mengangkat plastik berisi buku itu lalu tertawa kecil. Merasa bahwa ia beruntung hari ini.

Ang Hyeon berjalan menjauh, berlawanan arah dengan Yunho. Dan tanpa yeoja itu tahu, Yunho menghentikan langkahnya, dan berbalik memandang punggung Ang Hyeon yang semakin menjauh. Pikirannya tadi kembali berkecamuk di kepalanya.

 

“Aku kan menyukaimu…”

“Kurasa pikiranku semakin tidak beres…”gumamnya dengan menggeleng-geleng kecil.

***

Hmm… Yuu mengajakku sih, tapi aku belum tahu.

 

“Jadi, seperti apa dia?”

Yunho yang sebelumnya terfokus pada pesan di ponselnya, sekarang memandang Jaejoong yang menatapnya dengan sorot penasaran.

“Nugu?”tanya Yunho tidak tahu. Lebih tepatnya pura-pura tidak tahu. Yunho masih malu untuk membahas hal itu sekarang, walaupun dengan Jaejoong sekalipun.

Jaejoong mendengus sebal. “Jangan pura-pura bodoh, Yunnie. Walaupun kau tidak sepintar Changmin tapi kurasa kau mengerti apa maksudku.”

“Kenapa bawa-bawa magnae setan itu?!”protes Yunho. Akhir-akhir ini dunia entertainmet di Korea Selatan memang sedang menghebohkan kepintaran Changmin dalam akademik. Yunho tentu saja bangga. Tapi kenapa Jaejoong malah membanding-bandingkan kepintaran mereka sih? Kesannya Yunho bodoh saja. (=_=)

“Aku membawa-bawanya karena aku sedang merasa bangga saja padanya.”jawab Jaejoong dengan nyengir lebar. “Lalu kau masih tidak mau menceritakan padaku seperti apa Lee Ang Hyeon itu?”

Mata musang Yunho melebar kaget. “Ya! Kenapa kau tahu namanya?!”

“Kau pikir apa untungnya punya magnae sepintar Changmin?” ucap Jaejoong retoris lalu tertawa kecil saat melihat Changmin, keluar dari kamar bersama Junsu dan Yoochun.

“YA! Shim Changmin!”bentak Yunho.

“Aish! Jangan teriak-teriak! Aku tidak tuli!”protes Changmin lalu duduk di depan tivi bersama Junsu. Mereka berdua sibuk mengeluarkan Play Station dan kaset-kaset game. Sementara Yoochun duduk di sofa di sebelah Jaejoong, ikut menatap Yunho dengan penasaran.

“Apa dia cantik sekali hyung, sampai-sampai membuatmu sering melamun di ponsel seperti itu?”tanya Yoochun penasaran.

“Tanyakan saja pada Changmin. Bukankah dia pintar untuk bisa mengetahuinya?”ucap Yunho sebal. Padahal ia masih belum mau menceritakan tentang Lee Ang Hyeon, yeoja yang sedang dekat dengannya selama empat bulan ini, pada member-membernya. Tapi kalau begini kan sudah kepalang basah.

“Kata Yuu, Lee Ang Hyeon itu cantik dan baik sekali.”ucap Junsu sambil memencet-mencet stick PSnya.

“YUU?!”ucap Yunho kaget. “Kenapa jadi membahas Yuu?!”

“Hyung pikir darimana aku tahu kalau bukan dari Yuu?”kata Changmin retoris.

Jaejoong tertawa. “Yuu bertanya begini padaku: ‘Jae oppa, kau tahu kenapa Yun oppa jadi sedikit-sedikit menanyakan Ang Hyeon Onnie? Mereka dekat darimana? Seingatku mereka baru kenal saat pesta ulang tahunku.’ Karena aku bilang tidak tahu, adik kesayanganmu itu meminta Changmin menyelidikimu.”

“Aish! Kenapa bocah itu bisa tahu sih?! Lalu, Yuu marah tidak? Dia pasti marah dan cemburu sekali…”ucap Yunho panik berlebihan. Yuuri memang selalu cemburu dengan gadis-gadis yang disukai Yunho sebelumnya. Ia akan ngambek dan mencueki Yunho dalam waktu lama jika tahu Yunho punya pacar dan lebih perhatian ke pacarnya itu. Dan Yunho yang sangat menyayangi adik satu-satunya itu, memang sering kelabakan jika sikap ngambek Yuuri keluar.

Jaejoong dan Yoochun tertawa terbahak-bahak. “Hyung masih saja memikirkan adik pencemburu itu ya? Tapi tenang saja hyung. Ternyata Yuu senang saat mengetahui hyung menyukai sunbae favoritnya itu.”kata Yoochun.

Junsu yang sedari tadi asik bermain PS bersama Changmin, ikut tertawa. “Yuu bilang kalian cocok! Ini pertama kalinya aku melihatnya tidak cemburu seperti biasanya.”

Wajah Yunho berubah cerah. “Jinjjayo? Yuu setuju jika aku berhubungan dengan Ang Hyeon?”

Jaejoong tergelak. “Akhirnya kau mengakui juga jika kau menyukainya, Yunnie!”

“Kau menyebalkan!”umpat Yunho saat menyadari kalau tadi ia kelepasan bicara. “Terserah kalian mau mengatakan apapun, tapi yang pasti, kami tidak ada hubungan apa-apa selain berteman.”

“Tidak ada apa-apa?”Yoochun mengangkat alis.

“Belum.”ralat Yunho. “Kami baru berteman dan hanya sering mengobrol saja. Aku juga tidak yakin dia menyukaiku atau tidak. Dia terlihat bersikap biasa saja padaku.”

“Hyung.”Changmin mem-pause game-nya, lalu memandang Yunho dengan tampang meremehkan. “Kau ini bodoh atau bagaimana? Masa’ kau tidak tahu kalau ia menyukaimu atau tidak?”

“Sudahlah, magnae. Kau jangan sok mengerti.”jawab Yunho malas. Meladeni Changmin itu membutuhkan energi tambahan, dan sekarang Yunho sedang tidak memilikinya.

“Aku memang lebih kecil darimu. Tapi aku lebih pintar darimu, hyung.”Keempat member yang lain mendengus sebal mendengar kesombongan Changmin. “Dia selalu menjawab telpon dan pesanmu kan? Dia juga selalu memberikan semangat padamu.”

“Itu hal biasa sesama teman, Changmin-ah. Yuu juga selalu begitu kan pada kita?”kata Junsu. Changmin merengut. “Aku lupa, ia bersikap berbeda padamu.”lanjut Junsu, membuat yang lain terkikik.

“Sudahlah. Jangan bahas gadis bawel itu.”kata Changmin sebal yang membuat Yunho melempar bantal sofa padanya.

“Aish! Hyung! Balik ke topik. Aku bertaruh jika ia menyukaimu hyung. Tapi aku juga akan bertaruh kalau kalian tidak akan jadian.”

Wajah Yunho yang tadinya cerah saat Changmin mengatakan Ang Hyeon menyukainya, langsung berubah keruh saat mendengar kalimat terakhir Changmin.

“Jangan marah hyung. Aku hanya realistis. Sulit bukan untuk jadian di saat-saat kita terlalu sibuk seperti ini?”

Yunho menyadari jika perkataan Changmin memang benar. Ia teringat kata-kata yang pernah Ang Hyeon ucapkan padanya.

 

“Kalau kau terlalu sibuk, tidak akan ada yeoja yang mau menjadi pacarmu.”

 

Saat itu Ang Hyeon mengatakannya dengan nada bercanda. Yeoja itu menggoda Yunho yang saat itu terlalu sibuk sampai sulit sekali membalas pesannya. Tapi sekarang Yunho menyadari jika itu ada benarnya, dan ia… takut.

Takut Ang Hyeon menolaknya karena hal itu.

“Kecuali kalau ia memang gadis yang sangat pengertian. Dan kurasa ia memang gadis yang pengertian hyung.”lanjut Changmin.

Yunho tahu jika Changmin mengatakan hal itu hanya untuk menghiburnya. Tapi tetap saja, Yunho merasa akan sulit untuknya mendapatkan Ang Hyeon.

Kemudian ponsel Yunho berbunyi. Satu pesan masuk dari Ang Hyeon.

Baiklah, besok aku akan datang ke studio untuk menontonmu live di variety show.

 

Yunho tersenyum senang membaca pesan itu.

Masih ada kemungkinan Ang Hyeon akan menjadi miliknya kan?

***

“Jadi, sejak kapan Onnie dekat dengan oppaku? Apa kalian saling menyukai? Atau malah sudah jadian?”tanya Yuuri penasaran pada Ang Hyeon yang berjalan di sebelahnya.

Ang Hyeon mengernyitkan keningnya, ia berhenti berjalan dan menatap Yuuri yang berada di sebelahnya dengan sebal. “Yuu-ya, kau sudah menanyakan hal yang sama sejak beberapa hari yang lalu. Kau tidak capek terus menanyakannya? Karena aku sudah capek menjawab hal yang sama.”

“Aku tidak bisa percaya semudah itu Onnie-ya…”

“Aku dan Yunho-ssi tidak dekat. Kami hanya teman biasa. Kami kenal karena aku pernah menolongnya waktu dikejar-kejar fans di Itaewon, dan aku membantunya mencari buku untukmu. Dan aku berani jamin aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya.”

“Hajiman…”

Ang Hyeon memelototi Yuuri. Menyatakan dengan matanya, jika ia tidak ingin membahas hal ini lagi. Yuuri cemberut.

“Aish! Sudahlah Yuu! Kenapa kau masih mempermasalahkan hal itu sih? Ayo kita segera menemui mereka!”ucap Kim Heera, sahabat Yuuri dengan antusias.

“Yak! Kim Heera! Kau nanti jangan bersikap memalukan ya di depan DBSK oppa-deul!”kata Lee Reina, sahabat Yuuri yang lain.

“Ra-ya, kau jangan sampai membuat si Evil Magnae itu besar kepala karena kehebohanmu itu ya!”kata Yuuri memperingatkan. Heera hanya cemberut menanggapinya.

Yuuri menyapa manager DBSK saat mereka tiba di backstage. Karena statusnya yang adalah adik dari Yunho, ia diberi kebebasan untuk menemui mereka sebelum acara dimulai. Kemudian tidak berapa lama kelima member DBSK tiba di backstage setelah mereka selesai di make-up.

“Yun Oppa!”sapa Yuuri lalu melempar dirinya dalam pelukan Yunho. Yunho balas memeluk adiknya dengan erat. “Bogoshipposo…”ucap Yuuri manja dalam pelukan Yunho.

“Na do bogoshippo, nae dongsaeng.”ucap Yunho senang dan mencium kening Yuuri. Sudah hampir sebulan ini ia tidak pulang ataupun bertemu dengan adiknya saking padatnya schedule DBSK. Komunikasi mereka berdua pun hanya bisa lewat telpon dan sms saja. Makanya Yunho senang sekali bisa bertemu Yuuri sekarang.

“Yuu-ya, kau tidak memeluk oppa juga?”tanya Jaejoong manja. Yuuri tertawa kecil lalu melepaskan pelukan Yunho dan memeluk Jaejoong. Kemudian ia memeluk Yoochun dan Junsu juga. Tetapi saat melihat Changmin…

“Wah, evil oppa, ternyata kau masih jadi member DBSK ya? Aku heran deh dengan sifat semenyebalkan itu oppa-deul masih mau menjadikanmu magnae mereka.”kata Yuuri dengan senyum menyebalkan.

“Yak! Diam kau gadis bawel!”seru Changmin lalu menarik rambut panjang Yuuri yang terurai, membuat gadis itu menjerit. Segera saja Changmin mendapat empat jitakan di kepalanya.

“Awas kau jika berbuat seperti itu lagi pada adikku!”omel Yunho.

“Jika kau melakukan itu lagi, kupastikan kau tidak akan mendapat jatah makan yang cukup dariku.”ancam Jaejoong.

“Hyung!”jerit Changmin, ia menatap Yuuri kesal. Sementara yang ditatap hanya memeletkan lidahnya keluar sambil memegang erat lengan Yoochun dan Junsu.

“Ah ya, oppa, aku mengajak teman-temanku.”kata Yuuri lalu memanggil ketiga yeoja yang sedari tadi hanya melihat tingkah mereka berlima dari jauh.

Yunho melihat ke arah teman-teman Yuuri lalu tersenyum lebar saat melihat Ang Hyeon disana. Demi apapun juga, ia sangat rindu melihat wajah gadis itu. Sama seperti Yuuri, ia juga hampir sebulan ini tidak melihat Ang Hyeon.

“Oppa-deul, kenalkan, ini Kim Heera, Lee Reina. Mereka teman-teman dekatku di sekolah.”ucap Yuuri dengan senyum lebar sambil menunjuk satu-persatu temannya.

Reina dan Heera dengan bersemangat mengenalkan diri mereka pada keempat member DBSK yang belum mereka kenal. Mereka sudah mengenal Yunho karena mereka sudah berteman dengan Yuuri sejak SMP.

“Changmin oppa! Aku benar-benar nge-fans denganmu!”ucap Heera bersemangat.

“Gomapta.”jawab Changmin dengan senyum malu-malu.

Yuuri mengernyit jijik melihat Heera menatap Changmin dengan pandangan berbinar-binar, dan senyum malu-malu Changmin. “Ra-ya, sadar! Daripada member evil ini, lebih baik kau melirik keempat member yang lain!”ucap Yuuri kesal.

“Yak!”omel Changmin pada Yuuri.

Yuuri tidak mempedulikan protesan Changmin, kemudian ia menarik Ang Hyeon dan melirik member-member DBSK dengan pandangan penuh arti. “Kalau yang ini, sunbaeku di sekolah, namanya Lee Ang Hyeon Onnie.”

Awalnya member-member DBSK selain Yunho, bersikap biasa saja saat Yuuri mengenalkan Heera dan Reina. Tapi saat Yuuri menyebutkan Lee Ang Hyeon, mereka langsung serentak menatap Yunho.

“Hyungsoo-nim!”ucap Changmin tiba-tiba lalu menjabat tangan Ang Hyeon, membuat yeoja itu kaget. “Nan neun Shim Changmin imnida. Senang sekali bisa bertemu Hyungsoo-nim!”

“Yak! Apa-apaan kau, magnae?!”seru Yunho kesal lalu menarik tangan Changmin dari Ang Hyeon.

“Hyungsoo-nim?”tanya Ang Hyeon bingung. Kenapa Changmin memanggilnya ‘Kakak ipar’?

Kemudian Yoochun mengambil alih bersalaman dengan Ang Hyeon. “Park Yoochun. kau cantik sekali Hyungsoo-nim!”

“Nan Kim Junsu! Bangapseumnida, Hyungsoo-nim!”kata Junsu.

“Nan Kim Jaejoong! Wah aku cemburu nih coupleku sekarang punya…”

“Yak! Kalian!”omel Yunho, menghentikan kehebohan keempat membernya yang sudah membuat Ang Hyeon pusing itu.

“Jangan didengarkan kata-katanya!”ucap Yunho salah tingkah pada Ang Hyeon. Yuuri, Heera, Reina dan keempat membernya terkikik geli. Kemudian ia menarik Ang Hyeon agak jauh dari yang lain. Ia ingin berbicara berdua saja dengan Ang Hyeon.

“Mianhe, mereka memang banyak tingkah.”kata Yunho malu.

Ang Hyeon tertawa kecil. “Wah sepertinya Yuu sudah menyebarkan gossip yang macam-macam tentang kita ke member-membermu ya? aku jadi dipanggil Hyungsoo-nim. Ada-ada saja.”

“Kau tidak marah?”

“Tentu saja tidak. Itu kan hanya bercandaan.”jawab Ang Hyeon santai.

“Iya, hanya bercanda.”ucap Yunho kecewa. Kenapa reaksi Ang Hyeon biasa-biasa saja? Bagaimana sebenarnya perasaannya padaku?

“Fans kalian banyak sekali ya. Tadi kami sulit sekali untuk masuk saking ramainya.”

Yunho tersenyum lebar. “Mungkin itu karena pesona leadernya?”

“Cih. Dasar narsis!”cibir Ang Hyeon. “Aku senang Cassiopeia semakin banyak. Tapi kau juga harus berhati-hati, ada banyak antifans juga. Bahkan di sekolahku ada antifans kalian. Mereka sering membuat Yuu kesal.”

“Apa mereka menyakiti Yuu?”tanya Yunho cemas.

Ang Hyeon tersenyum menenangkan. “Tentu saja tidak. Memangnya ada yang berani melawan adikmu yang galak itu? apalagi jika ia sudah memakai jurus taekwondonya.”

Yunho tersenyum lega. “Syukurlah. Selama ini aku sudah sering membuatnya kesulitan dengan statusku yang seorang selebritis. Aku jadi sering merasa bersalah padanya.”

“Tapi Yuuri sangat bangga padamu. Buktinya ia sudah berhasil membuatku jadi Cassiopeia.”

“Haha… itu sih karena kau tertarik pada pesonaku!”

Lagi-lagi Ang Hyeon hanya bisa mencibir mendengar kenarsisan Yunho.

***

“Kau kenapa sih Yuu?”tanya Ang Hyeon heran, karena sejak tadi dari backstage Yuuri terus memandangnya dengan ekspresi senang.

“Onnie-ya. Walaupun Onnie bilang kalian tidak ada hubungan apa-apa, tapi aku yakin jika Onnie sebenarnya menyukai Oppaku.”ucap Yuuri dengan nada gembira yang tidak dapat disembunyikan.

Ang Hyeon menghela napas. Lagi-lagi masalah ini. “Kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Onnie perhatian dengan Oppaku. Lalu sikap Onnie ke oppaku itu mengesankan jika Onnie merasa nyaman saat bersamanya. Bukankah itu tandanya Onnie menyukainya?”

Nyaman?

Ang Hyeon merasa bingung sekarang. Ia memang merasa nyaman saat bersama dengan Yunho. Tapi apa itu berarti ia menyukai namja itu?

“Kenyamanan itu tidak bisa dijadikan parameter dalam menyukai seseorang, Yuu. Bukankah kita juga bisa merasa nyaman bersama dengan teman kita?”

“Kau yakin tidak menyukai Yunho oppa, Onnie?”Tiba-tiba Reina nimbrung. “Apa kau tidak pernah merasa berdebar saat bersamanya? Merasa senang saat ia senang, atau merasa cemas saat terjadi sesuatu padanya?”

Berdebar? Senang? cemas? Selama beberapa bulan ini ia berteman dengan Yunho, Ang Hyeon memang seringkali merasakan hal itu. Tapi ia masih belum merasa hal itu berarti ia menyukai Yunho.

“Ng… aku tidak yakin…”jawab Ang Hyeon ragu.

“Cepat sadar, Onnie-ya! Jangan sampai kau menyadarinya saat kau kehilangan dirinya. Lingkungan Yunho oppa itu penuh dengan artis cantik lho. Nanti Onnie akan menyesal jika Yunho Oppa direbut yeoja lain.”Heera memanas-manasi dengan bersemangat, membuat Ang Hyeon tertawa kecil.

“Geurae, akan kupikirkan baik-baik, Ra-ya.”katanya. “Oh ya, kenapa mereka masih belum tampil juga ya?”

Yuuri ikut memperhatikan arah pandang Ang Hyeon ke panggung studio. “Iya ya, kok lama sekali…”Tiba-tiba ponsel Yuuri berbunyi.

“Yeoboseyo, Su-ie op… Mwo?! Yun Op…pa…”tangan Yuuri melemas. Hampir saja ia menjatuhkan ponselnya sebelum Ang Hyeon yang berada di sebelahnya merebut ponsel itu.

“Waegurae?”tanya Ang Hyeon cemas. Kemudian kalimat yang dikatakan Junsu di telpon membuat jantung Ang Hyeon berdetak lebih keras dan seluruh tubuhnya terasa mendingin.

***

Sudah sejam lebih Ang Hyeon memeluk Yuuri yang menangis tersedu-sedu di koridor rumah sakit. Ia bisa merasakan ketakutan yang dirasakan Yuuri.

Yunho diracuni. Oleh antifans.

Yunho meminum jus yang tercampur lem super dari seseorang yang mengaku fans. Entah bagaimana caranya yeoja yang mengaku fans itu berhasil masuk ke backstage, tapi Yunho sama sekali tidak curiga dan meminum jus pemberian fans itu.

Ang Hyeon merasakan seluruh tubuhnya mendingin dan jantungnya berdetak dengan keras saat mendengar kata-kata Junsu itu di telpon sejam yang lalu. Belum pernah ia merasa setakut ini. Ia takut sekali terjadi sesuatu pada Yunho.

“Oppa…”isak Yuuri lagi.

“Yunho oppa pasti akan baik-baik saja Yuu…”hibur Reina sambil mengelus-elus punggung Yuuri.

“Dokter pasti bisa menanganinya dengan baik.”kata Heera sambil menghapus airmata yang mengalir di pipi Yuuri dengan saputangannya.

“Eomma… Appa…” Yuuri masih terus terisak-isak. Kedua orangtuanya sedang berada di luar kota sekarang, karena urusan pekerjaan. Mereka sudah dikabari dan baru akan tiba sekitar dua jam lagi.

“Yunho-ssi orang yang kuat, Yuu. Kau harus yakin jika ia akan baik-baik saja.”hibur Ang Hyeon dengan memeluk erat bahu Yuuri.

“O… oppa… lambung oppa lemah… ia saja tidak kuat minum soju banyak-banyak, dan ini… lem! Bahan kimia!”seru Yuuri histeris. “Kenapa orang itu bisa setega itu pada oppaku?!”

“Tenanglah Yuu. Hyung akan baik-baik saja…”ucap Changmin yang sedang bersandar di dinding koridor. Walaupun ia berusaha menghibur Yuuri, tapi tidak dipungkiri dari suaranya yang bergetar jika ia sangat cemas.

“Hyung tidak akan apa-apa… Hyung tidak akan apa-apa…”Yoochun yang sedang duduk dan menundukkan wajahnya, berkata berulang kali dengan suara yang serak. Sedari tadi memang Yoochun sudah cukup sulit utuk menahan airmatanya. Junsu yang berwajah pucat merangkul Yoochun dengan erat di sebelahnya.

“Hyung!”seru Junsu tiba-tiba saat melihat Jaejoong dengan managernya serta beberapa staff SM datang. Ia langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Jaejoong. “Eotteyo?”

“Polisi sudah berhasil menangkap antifans itu. Sekarang ia sudah ditahan di kantor polisi.”jelas managernya.

“Bagaimana keadaan Yunho?”tanya Jaejoong.

“Dokter masih belum keluar.”jawab Junsu dengan suara bergetar. Jaejoong menarik Junsu ke dalam pelukannya.

“Tenanglah. Yunho akan baik-baik saja. ia namja yang kuat.”kata Jaejoong berusaha tenang. Saat ini, saat Yunho tidak ada, dirinya lah yang harus bisa diandalkan. Jaejoong lah yang tertua di antara mereka, dan ia harus bisa menenangkan dongsaeng-deulnya.

Kemudian ia melepaskan pelukan Junsu dan menghampiri Yuuri yang masih menangis di pelukan Ang Hyeon. Ia mengelus lengan gadis itu lembut. “Yuu… aku berjanji padamu, Yunho akan baik-baik saja.”ucapnya lembut.

Yuuri melepaskan pelukan Ang Hyeon lalu memandang Jaejoong dengan airmata yang terus mengalir di pipinya. “Jinjjayo?”

Jaejoong tersenyum, lalu mengangguk. “Aku tidak pernah berbohong padamu kan? aku yakin Yunho tidak lama lagi akan sadar. Ia namja yang kuat. Dan ia tidak akan membiarkan aku mengingkari janjiku padamu.”

Yuuri tersenyum kecil lalu memeluk Jaejoong yang dibalas namja itu dengan erat. “Gomawoyo, oppa.”ucapnya lirih.

Ang Hyeon, Reina, dan Heera sudah bisa sedikit lega melihat Yuuri yang tidak lagi histeris seperti sebelumnya. Kemudian pintu ruang ICU terbuka membuat semuanya serentak menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang ICU itu.

“Bagaimana keadaannya dokter?”tanya Jaejoong langsung.

Dokter tersenyum. “Ia sudah tidak apa-apa. Kalian akan bisa mengunjunginya nanti setelah kami memindahkannya ke ruang rawat.”

Semua menghela napas lega. Yuuri memeluk Jaejoong senang. Kali ini airmatanya mengalir karena bahagia.

Sementara Ang Hyeon, meletakkan tangan kanannya di dada kirinya, merasakan jantungnya perlahan melambatkan detaknya yang sedari tadi terus melompat tak terkendali. Kelegaan menjalari seluruh tubuhnya, kemudian airmata yang sedari tadi ditahannya, menetes perlahan. Rasanya ia bisa kembali hidup setelah mendengar Yunho baik-baik saja.

***

 

Winter, 2008

 

“The number you are calling can not be…”

 

Ang Hyeon menghela napas kecewa. Ini sudah kesekian kalinya ia sulit sekali menghubungi Yunho. Seharusnya saat ini mereka ada janji untuk bertemu, tapi sekarang sudah dua jam Ang Hyeon menunggu, dan Yunho belum muncul juga, bahkan namja itu sulit untuk ditelpon.

Yah seharusnya Ang Hyeon tidak berharap banyak untuk bisa bertemu Yunho. September lalu DBSK merilis album baru, Mirotic, dan sekarang mereka sedang sibuk-sibuknya mengurus persiapan konser ketiga mereka, akan sulit untuk Ang Hyeon bertemu Yunho kan?

Tapi bagaimana mungkin Ang Hyeon bisa menahan rasa rindunya untuk namja itu? Lagipula ia harus segera memastikannya. Apakah perasaan Yunho sama dengan perasaannya? Apakah selama lebih dari dua tahun ini mereka berteman, Yunho memiliki perasaan khusus dengannya?

Neon nareul wonhae neon naege ppajyeo neon naege michyeo

He eo nal su eobseo I got you~ under my skin

Ang Hyeon terkejut saat ponsel di tangannya menyanyikan lagu favoritnya baru-baru ini. Ia tersenyum senang saat melihat caller id yang tertera di layar ponselnya.

“Yeoboseyo Oppa…”

“Hyeon-ah, kau masih menungguku ya? Mianhe, aku tidak bisa datang. Mendadak ada banyak hal yang harus kuurus untuk persiapan konser.”ucap Yunho dengan nada menyesal.

Senyum Ang Hyeon langsung menghilang saat mendengar kalimat Yunho. “Gwenchana oppa… aku mengerti kau pasti sibuk sekali.”ucap Ang Hyeon dengan nada suara yang diusahakan dibuat sebiasa mungkin.

“Mianheyo, jeongmal mianheyo, Ang Hyeon-ah… lain kali kita pasti akan bertemu dengan lebih bebas.”ucap Yunho yakin.

Ang Hyeon tersentuh dengan keyakinan di suara Yunho, tapi ia sendiri sulit untuk yakin.  Ia tahu jika Yunho bukan orang yang suka ingkar janji. Keadaan lah yang memaksanya.

“Ne, oppa. Aku mengerti. Lainkali saja kita bertemu lagi.”

Ang Hyeon merasa sedih. Semuanya terasa sangat sulit bagi Ang Hyeon saat Yunho harus selalu membatalkan janji mereka karena schedule-nya. Selalu seperti itu, padahal Ang Hyeon sangat merindukannya. Ang Hyeon ingin bertemu dengan Yunho, ia ingin mengatakan betapa ia merindukan namja itu. Betapa ia mencintai namja itu.

Tapi ternyata tidak semudah itu kan?

Menjadi teman saja Ang Hyeon sudah sulit untuk menemui Yunho. Lalu jika ia berhubungan dengan Yunho apa ia akan merasa baik-baik saja dengan semua kesibukan Yunho? jawabannya sudah pasti tidak. Hubungan mereka pasti akan sulit sekali untuk dijalani. Lagipula sampai sekarang Ang Hyeon tidak tahu bagaimana perasaan Yunho padanya.

Ang Hyeon menghela napas panjang, berusaha menahan airmatanya yang hampir keluar. Ang Hyeon harus memutuskan. Ia harus memilih kebahagiaannya kan?

“Yeoboseyo? Eomma? Aku… bersedia untuk bertunangan dengan Seunghyun oppa…”

***

Ang Hyeon tersenyum lebar menatap namja tampan bermata tajam di hadapannya. Sudah sejak sejam yang lalu mereka mengobrol tanpa henti, melepaskan rindu mereka selama dua tahun tidak bertemu. Ang Hyeon merasa lega karena namja yang berada di hadapannya ini tidak berubah, tetap Choi Seunghyun yang dulu, yang selalu membuatnya dapat tertawa gembira.

“Sudah, oppa. Sudah cukup. Aku tidak kuat harus tertawa lagi!”protes Ang Hyeon sambil menahan tawanya.

Seunghyun cemberut. “Aku baru saja akan menceritakan pengalaman lucuku saat di LA. Kau tidak ingin mendengarnya?”

“Andwae! Kau ingin membuatku sakit perut karena tertawa?!”omel Ang Hyeon dengan memelototkan matanya, membuat Seunghyun tertawa terbahak-bahak.

Ang Hyeon tersenyum senang melihat wajah ceria namja di hadapannya ini. “Aku senang Oppa tidak berubah.”ucap Ang Hyeon.

Seunghyun menghentikan tawanya lalu menatap Ang Hyeon lembut. “Apa yang harus kuubah, Hyeon-ah?”

Senyum itu. Senyum hangat dengan tatapan mata yang tajam tapi juga lembut. Senyum yang membuat Ang Hyeon jatuh cinta empat tahun lalu. Lalu bagaimana dengan sekarang?

“Aku senang kau menerima lamaran pertunanganku, Hyeon-ah…”

Ang Hyeon tersadar dari lamunannya, lalu tersenyum pada Seunghyun. “Kenapa Oppa kembali dan melamarku? Kupikir Oppa sudah mendapat yeojachingu baru disana.”

Seunghyun menggeleng kecil. “Waktu itu kan aku memutuskan hubungan kita karena tidak ingin mengekangmu dengan LDR Hyeon-ah… Aku tidak mau membuatmu tersiksa dalam penantian. Saat itu aku berpikir, jika kau memang benar-benar takdirku, aku pasti akan mendapatkanmu kembali. Makanya setelah kuliahku selesai dan saat kembali ke Korea aku mengetahui jika kau masih belum mendapatkan penggantiku sampai sekarang, aku merasa inilah kesempatanku. Dan ternyata aku benar kan?”

“Benar apanya?”

“Benar jika kau adalah takdirku.”

Ang Hyeon tertawa kecil mendengarnya. “Kita kan baru mau bertunangan Oppa. Kenapa kau berkata seolah-olah kita akan menikah secepatnya?”

“Aku sih mau saja menikah besok.”

“Yak oppa! Aku baru mulai kuliah!”protes Ang Hyeon.

“Arayo. Tapi kau tunggu saja lamaranku secepatnya.”goda Seunghyun yang membuat Ang Hyeon cemberut.

Kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan mereka berdua. Ang Hyeon menatap spaghetti pesanannya dengan mata lapar, membuat Seunghyun lagi-lagi tertawa.

“Sepertinya nafsu makanmu masih sama besarnya seperti dulu.”

Ang Hyeon tidak menghiraukan ledekan Seunghyun. Ia menyendok spaghettinya banyak-banyak lalu menyuapkannya ke dalam mulutnya sampai penuh. Seunghyun menatapnya dengan tercengang.

“Siapa yang menyangka gadis sekurus dirimu punya nafsu makan yang begitu besar?”kata Seunghyun sambil geleng-geleng kepala.

Ang Hyeon menghabiskan suapan penuh pertamanya lalu tertawa kecil. “Ini untungnya punya badan kurus, aku jadi tidak perlu menahan makanku kan?”

Kemudian tiba-tiba Seunghyun memajukan tangannya dan menyentuh sudut bibir Ang Hyeon, membuat tubuh Ang Hyeon membeku seketika. “Ada saus.”ucap Seunghyun.

“Wuaahhhh~ Lee Ang Hyeon! Ternyata kau bisa makan lebih banyak dari Changmin!”ucap Yunho dengan wajah tercengang.

Ang Hyeon yang sedang makan dengan mulut penuh langsung tersedak mendengar dirinya dibandingkan dengan Changmin. Buru-buru Yunho mengangsurkan air pada Ang Hyeon yang langsung diminum Ang Hyeon.

“Yak! Kenapa membandingkanku dengan si Shikshin itu! aku tidak serakus dia!”protes Ang Hyeon. Yunho tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Ang Hyeon.

“Jangan menertawakanku! Jugulle?!”

Tiba-tiba Yunho mendekatkan wajahnya ke Ang Hyeon. Memandangi gadis itu dengan sangat dekat, membuat tubuh Ang Hyeon membeku.

“Mwo… mwo haneun geoya…?”tanya Ang Hyeon gugup.

Yunho tersenyum lembut. “Kau terlihat lebih manis saat marah, Hyeon-ah…” Kemudian Yunho menyentuh sudut bibir Ang Hyeon. “Ada saus. Makanmu berantakan sekali sih. Lebih parah dari Changmin.”

Setelah itu Ang Hyeon memukulkan sendok makannya ke kepala Yunho.

“Hyeon-ah?”

Ang Hyeon terkejut mendengar panggilan Seunghyun, membuatnya tersadar dari lamunannya. “Ne, oppa.”

“Gwenchana?”tanya Seunghyun cemas karena melihat raut wajah Ang Hyeon yang sudah berubah. Ang Hyeon memaksakan seulas senyum tipis.

“Gwenchanayo, oppa.”jawaban yang tentu saja bohong. Karena Ang Hyeon tidaklah baik-baik saja jika Yunho terus memenuhi hati dan pikirannya.

Seunghyun meraih tangan kanan Ang Hyeon lalu mencium punggung tangan yeoja itu. “Saranghae, Hyeon-ah…”

Ang Hyeon tersenyum lembut pada Seunghyun. Hatinya kacau dan gelisah. Seandainya ia mendengar hal itu dari mulut Yunho, semuanya akan terasa berbeda kan?

Ang Hyeon tidak bisa membohongi Seunghyun dengan mengucapkan kalimat yang sama. Sebagai gantinya ia membelai rahang tegas namja itu dengan tangan kirinya yang bebas. Ia akan berusaha mencintai Seunghyun seperti dulu lagi.

***

Yunho merasa sangat gelisah. Akhir-akhir ini ia sulit sekali menghubungi Ang Hyeon. Apa Ang Hyeon marah padanya karena ia membatalkan janjinya dua minggu yang lalu itu? Ang Hyeon memang yeoja yang pengertian dan jarang sekali marah, tapi ada kemungkinan sekarang ia marah kan? Pikiran itu benar-benar mengusik Yunho.

Kemudian Yunho berinisiatif pergi ke apartemen Ang Hyeon. Ia tidak perduli jika harus datang semalam ini. Ia benar-benar merindukan Ang Hyeon dan ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Selama ini ia takut jika kesibukannya akan menyulitkan Ang Hyeon jika ia berhubungan serius dengan yeoja itu, dan ia juga takut jika Ang Hyeon tidak mempunyai perasaan yang sama dengannya, makanya ia selalu menunda menyatakan cintanya. Tapi sekarang Yunho memutuskan, ia akan menyatakan cintanya malam ini. Dan ia berharap walaupun Ang Hyeon menolaknya nanti, mereka akan tetap bisa berteman seperti biasanya.

Dengan kotak coklat berukuran besar yang dibawanya (Ang Hyeon tidak begitu menyukai bunga, makanya Yunho tidak membawa bunga), Yunho berjalan santai ke kompleks apartemen Ang Hyeon. Ia tidak perlu takut akan terlihat oleh fans, karena ini sudah cukup malam dan sepi.

Tapi saat sampai di depan apartemen Ang Hyeon, Yunho terkejut melihat seorang namja berwajah seram sedang berusaha mencium Ang Hyeon. Dengan marah ia menghampiri kedua orang itu dengan langkah lebar-lebar. Yunho menarik lengan namja itu lalu memukul rahangnya, membuat Ang Hyeon menjerit.

“Apa yang kau lakukan padanya?!”bentak Yunho pada namja bermata tajam yang sedang tersungkur di tanah.

“Seunghyun oppa!”ucap Ang Hyeon histeris lalu berlutut menghampiri Seunghyun. Ia menyentuh rahang namja itu yang terluka. “Gwenchana?”

Seunghyun tersenyum lembut. “Gwenchana, Hyeon-ah…”

Mata musang Yunho melotot saat mendengar panggilan akrab mereka berdua. “Yak Lee Ang Hyeon! Kenapa kau membela namja kurang ajar ini?!”bentak Yunho.

“Jangan menyebutnya seperti itu oppa!”Ang Hyeon balas membentak. “Dia tunanganku!”

Yunho seperti tersambar petir saat mendengar kalimat itu dari mulut Ang Hyeon. “Tu… tunangan…?”

Ang Hyeon membawa Seunghyun berdiri dan menatap Yunho dengan tatapan menantang. “Ne. Dia Choi Seunghyun, tunanganku.”

~TBC~

Fiuhh~ akhirnya part 2 beres juga! *lap keringet*

Nah sekarang udah pada tahu kan org ketiganya siapa? menurut kalian cocokan Ang Hyeon sm Yunho atau sm Tabi? Kalo aku jadi Ang Hyeon sih aku pasti bingung! Hahaha~

Keep Comment yaaaa~ 😀

33 pemikiran pada “{YunHyeon couple} You’re My Destiny (prequel: I Never Forget You) 2/3

  1. Finaaaaaaa!!!!
    Beneran dibilang makannya banyak
    -_-‘
    Aku klo makan ngga belepotan tau
    Makan nya dikit2 n pelan2 tapi terus2an
    Kekeke

    Aku blushing
    Serius
    Ga sabat nunggu prekuel terakhir..
    Oiya yg diatas itu
    Pas ngmg ama Kris
    Kayanya harus nya
    My friend’s brother
    Bukan my brother’s friend
    Artinya jadi beda
    Sekian
    Ntar kli publish di obi aku komen lagi
    Dada
    *melambai heboh sambil nyeret Uno pergi*

    1. wah iya kalimatnya salah!
      udh kubenerin. gomawo kakak ipar! XD
      kekeke~ kan klo gk belepotan jd gk romantis! hihi~
      ok, ntar bbrp hari lagi bru kupublish di obi.
      bye bye~ *melambai heboh smbl narik uno oppa dr hyeon* 😛

    2. Fin soal makan ituuu gw stuju bgt,,udh kbukti kl rachel mkn nya bnyk..hahahahahahahahaha
      Ciyee yg seneng d pairing sm uno oppa sampee blushing,,untung ga jd tunangan sama tabiiii gw..

  2. .eeeeooooonnnnniiiiiiieeeeeee…….
    .itu kenapa yunppa pake nyetop omongannya segala.???
    .aahhh,,yunppa gak asik gak asik gak asik…#digampar yunppa…
    .trus itu yuuri itu aneh banget,,masak oppanya suka ma orang lain dia ngambek.???
    .untung ai yunppa juga sayang ma yuuri…
    .ah,,akur banget deh dua orang ini…:3
    .ang hyeon mulai tumbuh getar* cinta pas yunppa diracuni lem ya.?
    .pas itu aku ngebayangin ngeri juga,,diracuni pake lem super,,entar kalo lambungnya lengket,,kagak bisa dimasukin makanan dong.???
    .aneh aneh aja nih antifans….
    .masak sampe segitunya,,biasa aja kale kalo gak sukaa…#esmosi
    .tp aku sempet penasaran nih habis kejadian itu eon…
    .ceritanya langsung ngeloncat gtu sih…
    .tp gpplah gini juga bagus kok….:3
    .itu* kenapa si ang hyeon tunangan ma kakang (?) tabi.?
    .gak boleh pokoknya gak boleh….><
    .ang hyeon harus sama yunppa titik…#ni orang ngatur banget….=="
    .satu lagi itu kenapa aih yuuri sebel banget ma changmin.??udah kayak tom and jerry aja…
    .ohya,,part ini menurutku lebih menarik eon,,
    .banyak banget yunhyeon momentnya,,aku suka…..
    .trus agak panjangan menurutku,,iya gak sih.??
    .tp lain kali lebih panjang lagi ea eon…:D #digetok fina eonnie…
    .well,,aku cuma mau bilang like this yyooo…:D:D:D

    1. iya dong, qt kan adik-kakak yg akrab bgt! XD
      yunppa diracunin pke lem super itu emg bener kejadian wkt thn 2006 lho, bkn cuma fiksi yg kubikin. emg parah bgt deh tu antifans, untungnya oppaku gk knp2!

      wah jd tya lebih milih anghyeon sm yunppa nih drpd sm tabi? ywd deh, tabi sama aku aja! *yeye ngambek*
      part3 ntar aku panjangin deh, cz kan emg hrus ending di part 3. hehe~
      gomawo ya tya 😀

      1. .loh.?jdi itu emang kejadian beneran.?
        .emang gila ya tuh antifans.,keterlaluan dah. . .
        .gak habis pikir ada orang kayak gitu.,ckckckckckck. .

        .ah.,iya eon. . .
        .cheonma. .^^
        .daripada yeppa.nya ngambek mending yeppa ma aku aja.,eonnie kn udah ma akang tabi *narik yeppa dari fina eonnie* 😀

      2. ya yg bikin syok sih pas yunppa negelepasin tuh antifans gra2 umurnya sm kyk adiknya. gak tega katanya.
        tapi te2p aja tuh anti fans benci sm yunppa. klo ktmu aku cincang tuh anti fans! >(

        eits! akang tabi cuma selingan sesaat, yeye tetep no.1 yg kucinta! XD

  3. Eonni, mian aku baru baca :3

    Tabi tunangan Hyeon? T.T Yunho entar gimana dong?? Ya allah, itu tega banget antifans-nya *ga habis pikir* nekat.. Whoaaa~ itu entar gimana reaksi Yuu pas tau kalo Hyeon udah punya tunangan.. Yunho sih coba ketemuannya ga dibatalin pasti YunHyeon udah jadian ._. Eon, eonni ga sama Yeye disini ya? Sama Jeje terus ._.v

    Keren eon FF-nya.. Fighting for Ending ><

    Kisseu :*

    1. reaksinya gmn? liat di part 3 yaaaa~ fufufu :3
      aku sm jeje cuma sebatas oppa-dongsaeng kok. cz uno oppa kan gk ngebolehin adiknya pacaran sm member dbsk. =,=
      gomawo y saeng 😀

  4. Konfliknya muncul,,jjengjjeng da suamiiiii aq tabiiii yg ganteng bgt,,Masya Allah!! *lebaidikit*
    Jd karakternya tabi d sniii jd tunangannya sekaligus mantannya anghyeon,,yunho d salip dluan lgian siyy d cuekin..tp gw suka yg adegannya yunho mukul tabi trs anghyeon histeris ngomong kl itu tunangannya,jjger jjeger serasa d samber petir bnrn!! Udh anghyeon u sm yunho j Tabi cm buat aq seorang *tariktabikekmr*..cm sayang knp d situ lgsg tbc,,ahhhh jd pnasaran sm klanjutanny!! Next chapt kpn saiiii..fighting!!

    1. kan emg tugas penulis tuh bikin penasaran readersnya onn. hehe~
      ish onnie gk konsisten nih! ktnya joo won, ada tabi lgsg selingkuh! *tarik tabi dari onnie*

      doain aja ending partnya beres sabtu ini onn. gomawo 😀

      1. siappp d tunggu hari sabtu yahhh saeng~iii..amien!!! joo won tetep suami aq jg koq..kan bnyk ada tabi, kang dong won, sm eric shinhwa~~~hehehehehhehe..tapii kl yeppa baruu selingkuhan aq..

  5. oeoooo……

    ada abang TOP. ehm, susah milihnya chingu…GD aja boleh gak?

    #ga nyambung#

    FF nya makin oke chingu, makin teratur bahasanya plus enak dibaca..^^

    1. GD kan milik authornya, jd gk dimasukin cast! XD *yeye ngambek*
      eh, jgn2 biasnya chingoo di Bigbang itu GD y? klo iya brarti kita sama! :3

      seneng deh klo mnrt chingoo ffku makin enak dibaca. gomawo y aralee 😀

  6. eiiiiii,,,aq bkn ajumma~~mentang2 u ga tauuu shinhwa -_______-” mereka ganteng tauuu terutama eric oppa sama andy oppa..T_____T

  7. huaaahhhh,,, complicated bgt eon…
    uno oppa kasian bgt…….
    yg bagian changmin oppa lucu bgt,,, sumpah aq bacanya ampeg ngakak… hahahah
    gag jauh beda ma Kyuppa… wkwkwkw
    ENDING…. ENDING…. ENDING…….
    part 2 nya I LIKE IT….

      1. Jadi makin cinta sama Changmin oppa + Kyuppa…
        awawawawawaw
        Ok dech eonnn,,, aq tnggu mggu depan publlish nya…

        ngomong”,, FON ma THSP masih lama kah eon??????

  8. Astaga…diperebutkan yunho dan TOP? Ang hyeon beruntung sekali~
    Nyesek ya jadi yunho. Belum nembak udah patah hati duluan.
    Kelamaan sih bang~

  9. di YON tuh Yuu gak deket sama Kyu ,, sekarang sama magnae DBSK juga gak??? emang awalnya gmn FIn,,,
    pas Ang Hyeon bilang ini
    Ia pasti suka, dan aku bisa meminjamnya nanti, tambah Ang Hyeon dalam hati, meringis mengingat isi dompetnya. #dasar nyari untung! 😛
    ketawa lucu,, kalo gak ada doku mau beli buku, minjem adalah cara yang baik

    1. aku kok gk ngeh y sm prtanyaan kmu yg “di YON tuh Yuu gak deket sama Kyu ,, sekarang sama magnae DBSK juga gak??? emang awalnya gmn FIn,,,” ??
      kok jd ke kyu, kan disini gk ada kyu ==”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s