{SungRi’s Sweetdays} Love is Always Patient…

Tittle               : {SungRi’s Sweetdays} Love is Always Patient…

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast        : Yesung Super Junior, Jung Yuuri

Support cast   :

  • Jung Yunho DBSK
  • Kim Jongjin,
  • Super Junior: Eunhyuk, Donghae, Sungmin (sekilas doang,, hehe~)
  • Jung Dawou (OC’s)

Genre              : Romance, comedy (?) *cuma dikit kayaknya =,=V

Rate                : PG 17 (?)

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story, Yunho and Yesung is MINE! >///< *dibantaiCassieClouds*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

Backsong        : Mandy Moore – Only hope (OST. A Walk to Remember)

Alohaaaaa~

Setelah sebulan hiatus gara-gara praktek lapang di gunung, author akhirnya muncul lagi nih sama suami tercinta. Kangen banget euy sama Yeye pas di gunung. Gak bisa ngenet buat buka twitternya Yeye, makanya pas balik langsung nulis SungRi yang banyak adegan mesranya gitu deh. #uhuuuyyy (>///<)

Met lihat SungRi mesra-mesraan yaaaaaa~ (^_~)

~Happy Reading~

 “Hiks… hiks…”

Yesung mengusap-usap puncak kepala Yuuri, berusaha menenangkannya. “Memangnya semengharukan itu ya?”tanyanya heran melihat Yuuri yang masih juga menangis padahal film yang mereka tonton sudah selesai lima belas menit yang lalu.

“Me…mengharu… hiks… kan tau!”ucap Yuuri sambil terus-menerus menghapus airmatanya yang mengalir dengan tisu.

“Bukankah kau bilang kau sudah sering menonton film ini?”

Yuuri mengangguk. “A Walk to Remember itu salah satu film favoritku yang tidak pernah bosan kutonton. Yesung-ssi sendiri, pernah menonton film ini kan sebelumnya?”

“Dangyunhaji. Aku juga suka film ini, tapi mungkin tidak sepertimu yang benar-benar suka. Aku suka salah satu kalimat di film ini.”

Yuuri tersenyum, “Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful”. (Cinta selalu sabar dan baik, tidak pernah cemburu, tidak pernah angkuh dan sombong, tidak pernah kasar dan egois. Cinta itu tidak mudah tersinggung dan tidak penuh benci.)”mereka mengucapkannya berbarengan, saling memandang lama dengan senyuman yang terukir di bibir masing-masing. Kemudian Yuuri tersadar dan ia langsung memalingkan wajahnya yang mulai memerah.

Yesung tertawa kecil melihat wajah memerah Yuuri. Walaupun mereka baru mengenal selama tiga bulan,  tapi sudah banyak hal yang ia tahu tentang gadis ini. Kesukaannya dengan drama dan film romantis, komik Detective Conan, novel, bercocok tanam, naik gunung, fotografi, bunga lily, cheese cake, dan makanan pedas. Kebiasaannya yang selalu memotret hal-hal menarik yang dilihat di sekelilingnya, menggigit jempol kanan jika sedang gugup, wajah memerah jika malu, semuanya ia tahu dengan cepat, hanya dengan beberapa kali bertemu.

Kenapa cepat sekali ia mengetahui semua hal itu? Ia sendiri tidak tahu. Sama seperti perasaannya yang tumbuh tanpa disadarinya. Entah sejak kapan, Yesung merasa jika ia mulai jatuh cinta dengan gadis ini. Gadis yang dipilihkan orangtuanya untuk jadi istrinya kelak, yang sebelumnya ia pikir akan butuh waktu lama untuk mencintai gadis yang sebelumnya sama sekali tidak dikenalnya ini.

“Mi… mian, Yesung-ssi, kau jadi menghabiskan waktu liburmu dengan menemaniku menonton film-film lama,”ucap Yuuri dengan wajah ditundukkan karena malu.

“Aku tidak keberatan. Lagipula aku juga suka nonton film kok.”

Yuuri tersenyum. “Tapi kau tampak bosan.”

Yesung mengernyit. Apa Yuuri memperhatikannya? Yesung memang bosan dengan filmnya, tapi selama film berlangsung, ia hanya memperhatikan Yuuri, yang membuatnya sama sekali tidak merasa bosan. “Masa’?”

Yuuri mengangguk.“Kau tahu? Aku ini sering sekali merepotkan banyak orang, mungkin itu sebabnya aku hanya bisa akrab dengan sedikit orang. Dan hanya sedikit orang itu yang bisa bersabar denganku….”

“… terima kasih sudah mau bersabar tadi.”ucap Yuuri dengan tersenyum malu.

Yesung menatap mata Yuuri dalam-dalam, membuat Yuuri lagi-lagi malu dan memalingkan pandangannya. “Mungkin aku bisa bersabar karena… aku mencintaimu.”ucapnya lirih.

Yuuri terkejut mendengar kalimat itu. Ia kembali memandang Yesung. Dan saat itulah, saat ia memandang mata Yesung, jantungnya berdegup kencang.

Yuuri membuka matanya perlahan, merasakan cahaya matahari yang menyinari wajahnya melalui kaca jendela pesawat. Ia memandang keluar jendela dan menyipitkan matanya melihat sinar matahari. Bibirnya melengkungkan senyuman, mengingat mimpi indahnya tadi. Mimpi saat tunangannya yang baru dikenalnya tiga bulan, menyatakan cinta padanya. Kenangan manis yang selalu membuatnya tersenyum jika mengingatnya.

“Matahari mau terbenam, sebentar lagi sampai di Korea.”ucapnya senang. Kemudian Yuuri memanggil seorang pramugari yang melewati kursinya.

“Chogiyo, berapa lama lagi sampai di Korea?”tanyanya.

“Sekitar 30 puluh menit lagi Ny. Kim.”ucap pramugari itu dengan senyum ramah.

“Eh?” Yuuri mengernyit. “Kau mengenalku?”

“Dangyunhaji! Tentu saja saya mengenal istri dari Yesung-ssi, Kim Yuuri-ssi. Saya Clouds dan saya senang sekali bisa bertemu dengan Anda disini,”ucap pramugari itu dengan wajah tersipu.

Yuuri tersenyum senang mendengar ucapan pramugari itu. “Gomawoyo, sudah mendukung Jongwoon Oppa.”ucapnya tulus.

Setelah itu Yuuri terus-menerus menatap foto di wallpaper ponselnya dengan penuh senyuman. Sudah sebulan ia meninggalkan Korea dan pergi ke Indonesia untuk kunjungan ilmiah penelitiannya. Ia sangat merindukan Korea, rumahnya, teman-temannya, orangtuanya, oppanya, dan tentu saja, seseorang pemilik separuh hatinya.

Jantung Yuuri berdegup dengan kencang saat ia berjalan keluar pintu terminal kedatangan. Matanya mencari-cari ke sekeliling, berharap menemukan namja itu.

Dan disitulah ia, bersandar pada pilar besar, dengan kaus hitam yang sangat pas di badan yang memperjelas otot-otot tubuhnya, jeans biru, kacamata hitam dan topi hitam dengan garis biru muda di tepiannya. Namja itu membuka kacamatanya dan terpaku melihat Yuuri, tidak bergerak sedikitpun untuk menghampiri istrinya itu.

Yuuri sendiri, yang sudah tidak bisa menahan rasa rindunya, berjalan cepat menyeret kopernya ke arah namja yang sudah menjadi suaminya selama setengah tahun itu. Ia tidak berhenti sampai tiba di depan namja itu.

“Ahjusshi, I’m home!”ucapnya dengan senyum lebar.

Yesung hanya terdiam dengan mata yang masih sibuk memandangi wajah cantik istrinya itu. Ia memperhatikan setiap inchi wajah Yuuri kemudian tubuhnya, seolah-olah mencari apakah ada yang berkurang atau tidak.

Yuuri tidak mengacuhkan sikap diam suaminya itu. Ia membuka topi yang dipakai Yesung dan mengacak rambut merah keunguannya. Model rambut baru yang baru dipakai namja itu untuk album barunya setelah Yuuri pergi ke Indonesia.

“Hmm… ternyata kalau lihat langsung lebih terlihat keren ya.”ucapnya dengan terus mengacak-acak sayang rambut Yesung. “Akhirnya aku bisa melihatnya secara lang…”

Dan kali ini Yesung sudah tidak bisa menahan rasa rindunya. Ia menarik Yuuri ke dalam dekapannya dan memeluknya erat. “Bogoshippo…”ucapnya dengan penuh perasaan.

Yuuri tersenyum lebar dalam pelukan Yesung. Ia membalas pelukan suaminya itu dan berbisik. “Na do… Jeongmal bogoshippo…”

Yesung melepaskan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di kedua sisi wajah Yuuri. Dengan lembut ia mencium kening, kedua mata, hidung, kedua pipi, dan terakhir bibir merah istrinya itu. Wajah Yuuri berubah merah.

“Op… Oppa… dilihat orang…”ucapnya protes tetapi bernada senang.

Yesung berdecak. “Biar saja. aku kan mencium istriku sendiri.”ucapnya lalu kembali mengecup bibir Yuuri.

“Yak! Oppa!”protes Yuuri, kali ini dengan memukul pelan lengan Yesung.

“Kalau begitu, kita lanjutkan di rumah.”ucap Yesung menggoda, membuat wajah Yuuri kembali memerah. Ia mengambil koper dari tangan Yuuri dan merangkul istrinya itu, membawanya pergi dari bandara yang sudah mulai penuh dengan para fansnya.

***

“Wah… ahjusshi! Kau terlihat sepuluh tahun lebih muda! d(>///<)b ”ucap Yuuri gembira saat melihat photobook album 6JIB Super Junior: Sexy, Free ‘n Single.

“Yuu… kau memuji atau menyindir sih?” (=___=)”

Yuuri tergelak melihat ekspresi Yesung. “Aigoo… Oppa… untuk orang setua dirimu, itu pujian tau!”

“Kurasa itu hinaan…” (=________=)”

Dan lagi-lagi, Yuuri tergelak. “Eh, tapi Oppa. Selain terlihat lebih muda, Oppa jadi mirip Yoo Seung Ho lho.”

“Nugu?”

“Ya ampun! Masa’ Oppa gak tau sih? Katanya hobi nonton film! Itu lho actor tampan yang keren banget di film…” Yuuri tidak jadi meneruskan kalimatnya melihat ekspresi wajah Yesung yang sudah berkerut-kerut tidak senang.

“Tapi walaupun mirip, Oppa lebih tampan kok. Hehe~”ucap Yuuri dengan cengiran lebar dan mengacungkan kedua jempol tangannya. d(>,<)b

Wajah Yesung berubah cerah. “Jelas aku lebih tampan dong! Ha! Umur tidak menghilangkan ketampanan dari wajahku! Hahahaha~”

“Sepertinya aku salah bicara…”gumam Yuuri, geleng-geleng kepala, frustasi mendengar ucapan narsis suaminya. (-_-)”

“Nah, jadi Yuu, dari kami bersepuluh, kau suka foto yang mana?”tanya Yesung bersemangat.

Yuuri memandangi foto-foto member SuJu satu persatu, berusaha membandingkan. “Fotonya…”

“Tentu saja kau harus memilih selain aku!”

Yuuri memandang Yesung datar. Lagi-lagi berpikir: Astaga! Kenapa suamiku benar-benar narsis sih? “Walaupun Oppa suamiku, belum tentu aku selalu memilih foto Oppa.”ucapnya, membuat Yesung cemberut (=,=).

“Aku suka fotonya Sungmin Oppa!”jawab Yuuri riang dengan menunjuk foto Sungmin.

Yesung mengernyit. “Kenapa Sungmin?”

“Karena di foto ini Sungmin Oppa yang terlihat paling cantik! (>///<)b ”

(=____=)” “Kami kan boyband Yuu, kenapa kau malah memilih yang paling cantik sih?”

“Aish! Oppa! Kan memang konsepnya ‘Beautiful Males’. Lagipula aku kan memang suka dengan keimutannya Sungmin Oppa. Apalagi sekarang rambutnya blonde kan? pasti makin imut deh! Daripada rambutnya si monyet jago dance itu waktu blonde, pasti jauh lebih imut Sungmin Oppa! (>///<) ”

~Di Dorm SUJU~

“HACHIIHHHH!”

“Kau kenapa hyuk? Bersin terus.”tanya Donghae.

Eunhyuk mengusap hidungnya yang gatal. “Molla. Sepertinya ada yang membicarakanku yang jelek-jelek.”

“Kau kan memang jelek. Daripada kau, aku lebih cocok dengan rambut blonde.”ucap Sungmin datar sambil merapikan rambut blondenya. (author: ini kenapa umin jadi narsis kayak ncul ya? =_=V )

“YAK!”Eunhyuk bersiap melempar kulit pisang ke arah Sungmin.

~Back to SUNGRI~

“Jadi, fotoku tidak imut? Tidak bagus?”tanya Yesung kecewa.

Hei! Situ suami siapa sih? Tentu saja seorang Jung Yuuri selalu menganggap suaminya yang terimut, yang terbagus, yang terbaik. Tapi bukan berarti Yuuri mau mengatakannya langsung ya. hehe~

“Wah… Oppa jealous nih?”goda Yuuri.

Yesung mendengus. “Gak juga. Setidaknya kau tidak memilih Siwon. Sudah cukup kau selalu menonton dramanya, jangan yang lain-lain!”ucap Yesung tajam.

(=___=)” Yang penting buat Yuuri kan bukan Yesung yang berperan dengan artis-artis cantik di drama itu. Ahjusshi ini masih belum mengerti pikiran Yuuri ternyata.

“Hmm… Sebenarnya konsep album ini berdasarkan apa sih Oppa? Mitologi Yunani?”

“Ne, Mitologi Yunani. Masing-masing member berpakaian seperti dalam mitologi tertentu, dan itu ada pasangannya. Kalau mitologi  yang kuperankan berpasangan dengan Wookie…”

“Hoo… Wookie Oppa ya?”ucap Yuuri dengan wajah yang mulai mengerikan di mata Yesung. “Jadi… selama aku tidak ada Oppa selingkuh ya dengan Wookie Oppa?”tanya Yuuri geram dengan menyipitkan matanya. Tangannya bergerak berbahaya di pinggang Yesung, bersiap untuk mencubitnya.

“Yuu… i… itu konsep dari mereka, bukan Oppa yang minta!”bantah Yesung dengan sikap tubuh waspada, menghindari cubitan tangan Yuuri yang bisa menyebabkan kulit tubuhnya membiru. “Lagipula kan cuma untuk album.”

“CUMA?!”jerit Yuuri kesal, “Oppa tahu tidak berapa banyak YeWook Shipper di seluruh dunia?! Berapa banyak fanfic YeWook yang beredar di internet?! Dan konsep album baru kalian yang mitologi couple itu pasti sudah menjadi sumber inspirasi fanfic YeWook yang baru! Dan… dan itu… pasti ada NC-nya!” (O///o)

Yesung tergelak. “Yuu, kau membacanya?”

Wajah Yuuri memerah. “A… aku… Reina yang menunjukkannya padaku. Dan itu menjijikkan!”(o////O)

“Hmm… bagian apa yang menjijikkan?”goda Yesung dengan mendekatkan wajahnya pada Yuuri.

 “Igeo… ng…” (O////O)

Yesung tidak bisa lagi menahan diri. Wajah kebingungan dan malu Yuuri sangat begitu menggodanya. Ia meletakkan tangannya di pinggang ramping Yuuri lalu menarik istrinya itu agar mendekat padanya. Mata Yuuri membelalak lebar merasakan tubuh mereka yang kini hampir menempel erat. Sudah sebulan ia tidak bertemu dengan namja ini, dan posisi seperti ini membuatnya merasa sangat canggung.

“Yuu… kenapa tegang begitu?”ucap Yesung menggoda dengan semakin mempererat tubuh Yuuri.

“A… anhiyo… aku tidak gugup kok.” Padahal dalam hati: ‘huwaaaaa~ eommaaaaa~ aku bisa kena serangan jantung nih! (>///<)’

“Jinjja?”tanya Yesung, semakin menempelkan tubuh Yuuri padanya. Wajah mereka sudah berjarak sangat dekat. Tinggal satu centi lagi mendekat, bibir mereka akan bertemu. Yuuri menelan ludah dengan gugup.

“O…oppa… lepas… terlalu erat…”ucap Yuuri gugup, wajahnya sudah sangat memerah. Mungkin ia terbiasa mendapatkan kecupan di bibir dari suaminya itu. Tapi untuk melakukan yang lebih dari itu, mereka belum pernah. Dan melihat sikap Yesung sekarang ini membuatnya takut jika itu tanda suaminya ingin mereka melakukan ‘itu’.

Keringat dingin mengalir dari dahi Yuuri.

Yesung menyadari jika istrinya itu mulai ketakutan sekarang. Ia tersenyum, pandangannya melembut, tapi Yuuri juga bisa melihat kesedihan disana. Kemudian Yesung mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir Yuuri.

 “Maaf aku membuatmu takut.”ucapnya dengan merenggangkan pelukannya di pinggang Yuuri. Ia mengelus lembut pipi Yuuri kemudian mengecupnya dan bangkit dari sofa.

***

Yuuri bingung dengan perubahan sikap Yesung yang mendadak itu. Padahal baru sebentar mereka masih bercanda dan saling menggoda, tapi kenapa tiba-tiba Yesung berubah muram? Ia bahkan menjadi lebih muram saat makan malam.

Yuuri penasaran, tapi ia juga takut untuk menanyakan alasannya. Ia takut jika ternyata alasannya adalah ‘anak’. Yuuri sangat tahu jika Yesung ingin sekali punya anak, ia pun ingin. Tapi ia masih belum siap untuk melakukan ‘itu’ dengan Yesung, ia masih takut, bahkan menyebut kata “S**” saja ia masih belum berani.

“Yuu, mau jalan-jalan keluar?”tanya Yesung setelah mereka berdua selesai makan malam.

Yuuri menggeleng pelan. “Sepertinya efek jet lag masih ada Oppa. Aku mau tidur saja.”ucapnya. Itu bukan alasan sebenarnya. Yuuri memang masih merasa jet lag, tapi alasan utamanya adalah ia ingin segera tidur dengan memeluk Yesung. Hal yang selama sebulan ini sangat dirindukannya.

Tanpa diduga Yuuri, Yesung tiba-tiba mengangkat tubuhnya. Refleks ia mengalungkan kedua tangannya ke leher Yesung, dan Yesung pun menggendongnya bridal style ke kamar. Dengan perlahan Yesung meletakkan tubuh Yuuri di atas kasur king size mereka, dan berbaring di sebelah Yuuri.

“Sekarang, tidur.”ucap Yesung dengan mengelus lembut pipi Yuuri, kemudian ia menarik Yuuri ke dalam pelukannya.

Yuuri mengangkat kepalanya dan meletakkannya di atas dada kiri Yesung. Degup jantung namja itu adalah lagu terindah untuknya yang bisa membuatnya tidur nyenyak. Seketika itu juga Yuuri terlelap.

Sementara Yesung terus membuka matanya, memandang langit-langit kamar. Ia tidak bisa tidur karena ada hal yang mengganggu pikirannya. Setelah bosan memandang ke atas, ia mengalihkan pandangannya ke wajah Yuuri yang tersenyum dalam pelukannya.

‘Tidak. Aku tidak mungkin memaksanya.’pikirnya lalu mengecup lembut kening istrinya itu.

***

“Hyung, itu bukan solusi…”ucap Jongjin menghela napas. Selama setengah jam ia datang bersama Yesung ke restoran ini, hyungnya itu sudah cukup membuatnya putus asa.

“Apanya yang bukan solusi? Kau bisa langsung melamar yeojachingumu, menikah lalu berikan cucu pada bumonim kita. Selesai kan?”

Jongjin menyilangkan kedua tangannya di depan dada, keningnya mengernyit. “Anak tidak bisa dimunculkan secepat itu, hyung. Lalu bagaimana dengan orang tua Yuuri?”tanyanya. “Hyung mau menyuruh Yunho hyung menikah cepat juga?”

“Ya tentu saja aku akan mengatakannya pada Yun…”

“Aku menolak!”sahut seseorang di belakang Yesung. Yesung dan Jongjin menoleh ke asal suara, dan mendapati Yunho memandang Yesung dengan wajah kesal.

“Jadi hyung menyuruhku kemari untuk mengatakan hal itu?”tanya Yunho lalu duduk di sebelah Jongjin, di hadapan Yesung. “Kalian ada masalah?”

“Yunho-ya, kau tidak mau cepat-cepat menikah dengan Ang Hyeon?”

Yunho mendengus. “Hyung, jangan mengalihkan pembicaraan. Lagipula aku dan Hyeon sudah berencana menikah tiga bulan lagi setelah ia wisuda. Jadi…” Yunho nyengir lebar, “…kalau hyung mau keponakan, kurasa hyung harus bersabar. Lebih baik hyung dulu yang punya anak.”

Yesung cemberut, Jongjin menghela napas, dan Yunho bingung melihat reaksi kedua kakak beradik itu. “Kalian kenapa sih?”tanyanya bingung.

“Yunho hyung, bagaimana mungkin mereka bisa punya anak jika adik kesayangan hyung saja tidak mau melakukan ‘itu’.”ucap Jongjin, sedikit geli sebenarnya mengatakan hal itu.

“ ‘Itu’? ‘itu’ apa?”tanya Yunho bingung. (O_O)?

Jongjin mendekatkan wajahnya ke telinga Yunho lalu membisikkan maksudnya. Yunho mendengus tertawa mendengarnya. Kemudian Jongjin ikut tertawa karena terpancing tawa Yunho.

“Ya ya ya! kalian! Berhenti tertawa!”omel Yesung kesal.

“Hyung,”kata Yunho disela tawanya, “kalian sudah menikah setengah tahun, dan selama setengah tahun itu hyung masih bisa tahan untuk tidak ‘menyerang’ adikku?”kemudian Yunho terbahak lagi.

“Hahaha~ Yunho hyung, hyungku ini payah sekali kan?”kata Jongjin lalu kembali terbahak bersama Yunho.

Yesung yang mulai kesal langsung menggebrak meja dengan keras, membuat kedua dongsaengnya terdiam. Untungnya mereka berada di restoran yang tertutup dan melindungi privasi pengunjungnya.

“Sudah puas tertawanya?”tanya Yesung dengan nada mengerikan. Yunho dan Jongjin menelan ludah karena takut melihat ekspresi marah Yesung yang sangat jarang diperlihatkannya.

“Mi…Mian hyung,”ucap Yunho dan Jongjin berbarengan.

Yesung menghela napas lalu menundukkan kepalanya. “Aku mengatakan ini pada kalian bukan karena aku putus asa tidak bisa membuatnya mau melakukan ‘itu’ denganku. Tapi ini karena bumonim kita yang ingin cepat-cepat punya cucu, dan aku tidak yakin kami akan memberikannya dalam waktu yang cepat.”jelas Yesung.

“Apa orangtuaku tahu tentang hal ini?”tanya Yunho.

“Mana mungkin aku mengatakannya pada mereka. Kau kan tahu sendiri orangtuamu bagaimana, Yunho-ya. Mereka pasti akan memarahi adikmu.”

Yunho mengernyit. “Jadi, keluarga kita tidak ada yang tahu masalah ini kecuali kami berdua?”tanya Yunho sambil menunjuk dirinya sendiri dan Jongjin. Yesung mengangguk.

Yunho memijit-mijit keningnya, kepalanya mulai berdenyut kalau sudah berhubungan dengan masalah adiknya. “Aku… bingung bagaimana harus membantu kalian. Hyung mau aku bantu untuk membujuk Yuu?”

Yesung menggeleng. “Sebaiknya kau tidak membahas masalah ini dengannya, Yunho-ya. Yuu sama sekali tidak tahu masalah ini, karena aku tidak pernah memberitahunya. Aku tidak mau ia jadi tertekan.”

Yunho tersenyum mendengar ucapan Yesung. Betapa namja ini begitu mencintai adiknya. Yunho merasa lega sekali adik kesayangannya bisa mendapatkan suami sebaik Yesung. Tapi lagi-lagi adiknya ini selalu membuat orang lain repot, dan sekarang tentu saja Yesung yang kerepotan dengan tingkah kekanak-kanakannya.

Yesung melihat jam tangannya. “Sebaiknya aku kembali sekarang. Aku ada janji dengan Yuu untuk makan siang bersama.”kata Yesung lalu bangkit dari duduknya.

“Ya hyung! Jadi kau tidak berniat makan siang bersama kami? Kau mengundang kami hanya untuk mengatakan hal tadi?”tanya Jongjin sebal.

“Sepertinya begitu,”timpal Yunho.

Yesung tersenyum kecil. “Maaf deh. Kalian pesan saja apa yang kalian inginkan, ini kutinggalkan credit cardku.”katanya lalu meletakkan credit cardnya di hadapan Jongjin. Tapi Jongjin langsung mengembalikannya ke tangan Yesung.

“Aku juga punya uang hyung,”ucap Jongjin dengan cemberut. Yesung tertawa lalu mengacak-acak rambut Jongjin, membuat dongsaengnya itu protes.

“Kadang aku lupa kalau kau sudah besar dan bekerja,”ucap Yesung lalu berjalan ke arah pintu bilik restoran itu.

“Yesungie hyung!”panggil Yunho. Yesung berbalik.

“Ada yang ingin kutanyakan.”

“Mwoya?”

“Kenapa hyung bisa menahannya selama itu? Itu bukan hal yang mudah kan, apalagi kalian tidur seranjang.”tanya Yunho penasaran.

Yesung tersenyum mendengar pertanyaan Yunho. “Karena aku mencintainya, jadi aku bisa bersabar.”

***

“Eomma, kenapa Eomma menyuruhku datang pagi-pagi?”tanya Yuuri ketika sudah sampai rumah dan bertemu Eommanya.

“Aigoo~ anak ini! Memangnya salah jika Eomma ingin bertemu dengan putrinya?”kata Mrs.Jung lalu memeluk Yuuri erat. “Eomma tidak melihatmu sebulan. Jeongmal bogoshipposo!”

Yuuri tertawa kecil lalu balas memeluk ibunya erat. “Na do bogoshippo, Eomma!”

“Kalau kangen, kenapa protes Eomma suruh datang pagi-pagi?”tanya Eommanya dengan cemberut. Mereka berdua masuk ke ruang keluarga dan duduk di salah satu sofa disana.

“Aigoo~ Aku kan punya suami yang harus kuurus, Eomma.”

“Haha… Eomma lupa akan hal itu!”kata Mrs.Jung, ia mengelus rambut panjang Yuuri. “Yuu, putri manja Eomma sekarang sudah jadi seorang istri. Eotte? Ia memperlakukanmu dengan baik kan?”

Yuuri tersenyum lebar dan mengangguk. “Sangat baik! Jongwoon Oppa selalu membuatku gembira. Ia bahkan mau memakan masakan-masakan gagal yang kubuat.”

“Yak Jung Yuuri! kenapa kau membiarkannya! Kau mau ia mati keracunan?!” (O_o)

Mata Yuuri membulat. “Eomma! Tentu saja aku tidak setega itu! aku tidak membiarkannya memakan masakan sampah itu! lagipula kenapa Eomma tega sekali mengatakan masakanku bisa membuat orang mati keracunan?!” (=,=)

Mrs.Jung berdecak. “Kau tidak ingat waktu Oppamu masuk ke rumah sakit karena diare setelah memakan masakanmu?”

Wajah Yuuri memerah. “I… itu kan pertama kalinya aku memasak! Jadi wajar dong!” (O///O)

“Jadi sekarang sudah tidak?”

“Sebulan yang lalu sebelum aku pergi, masakanku baik-baik saja. Jongwoon Oppa bilang ada kemajuan.” (^_^)

“Jinjja?” Yuuri mengangguk bersemangat.

“Wah, ternyata ada yang sudah bisa memasak!”

Yuuri tertegun mendengar komentar itu. Ia menoleh dan melihat seorang wanita cantik berambut sebahu yang menggendong seorang bayi laki-laki sedang menuruni tangga rumahnya.

“DaWou Onnie!”jerit Yuuri riang lalu bangkit dari sofa dan menghampiri wanita cantik itu dan mereka pun cipika-cipiki.

“Oremanieyo, Yuu.”sapa sepupu Yuuri tersebut.

“Oremanieyo, Onnie. Aahhhhhh~ jeongmal bogoshippo!”ucap Yuuri senang. kemudian ia melihat bayi laki-laki yang berada di gendongan DaWou. “Ah! Junhee-ya! Kau sudah besar sekarang! berapa umurmu sekarang?”

“Juni lalu Junhee ulang tahun pertama,”jawab DaWou tersenyum lebar.

Yuuri tersenyum lalu memegang tangan bayi mungil itu. “Wah, Jun. Kau cepat sekali besar ya! dan tambah gendut! Noona penasaran ingin melihatmu bisa segendut apa lagi. hehe~”

“Noona? Yak! Kau itu bibinya!”protes DaWou.

“Biar saja. Kan aku masih muda.”

“Ish! Kau ini!”ucap DaWou gemas kemudian menjitak kening Yuuri.

“Yak Jung Dawou! Kenapa senang sekali menjitakku sih?!”protes Yuuri yang membuat Junhee tertawa.

“Ah! kau tertawa!”ucap Yuuri senang lalu mencubit pelan pipi Junhee, membuat bayi itu tertawa lagi.

“Jadi, Onnie, bagaimana rasanya punya bayi?”tanya Yuuri sambil memain-mainkan tangan kecil Junhee.

DaWou tersenyum. “Rasanya repot sekali. Tapi tentu saja semua itu dengan mudahnya dilewati karena perasaan bahagianya.”

“Jinjja?”

“Ne. Kau tahu sekarang ini apa pemandangan pagi favoritku?”

“Apa?”tanya Yuuri penasaran.

DaWou tersenyum dan memandang lembut putranya. “Terbangun di pagi hari dan melihat suamiku tidur dengan memeluk putraku. Melihat hal itu saja, aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.”

Yuuri terpana melihat ekspresi DaWou. Ekspresi bahagia itu benar-benar membuat DaWou terlihat sangat cantik. Ia pun bertanya-tanya di dalam hati, apa nanti jika ia memiliki anak, ia akan sebahagia DaWou?

DaWou mengalihkan pandangannya ke Yuuri. “Apa yang kau pikirkan Yuu?”

Yuuri mengerjap-ngerjapkan matanya. “A… anhiyo!”ucapnya gugup, “Oh ya, Onnie, Chunhee ahjusshi mana?”

DaWou menjitak kepala Yuuri lagi. “Yak! Dia itu kakak iparmu! Dan belum setua itu!”

“Aish! Onnie kenapa menjitakku terus sih! Suami Onnie kan lebih tua dari suamiku, dan umurnya jauuuhhhhh di atasku! Jadi wajar dong aku panggil ‘ahjushhi’!” (=,=)

“No no no! Oppa! Kau harus memanggilnya ‘Oppa’ oke? Chunhee Oppa harus mengurus bisnisnya disini, makanya kami menginap disini selama seminggu. Dan besok kami kembali lagi ke Jeju.”

“Besok? Cepat sekali sih! Padahal aku mau main-main dengan Junhee dulu,”

“Makanya lain kali ke rumahku di Jeju.”

“Arasseo. Nanti aku akan kesana,”kata Yuuri  lalu kembali mengajak Junhee berbicara. Ia menampilkan mimik wajah lucu dan suara kartun yang membuat bayi tampan itu tergelak.

Dawou tersenyum. “Sepertinya ia menyukaimu, Yuu. Kau mau mencoba menggendongnya?”

“Eh?”Mata Yuuri membelalak. “Bolehkah?”

“Dangyunhaji. Kau sudah tidak takut memegang anak-anak kan?”

“Sudah tidak takut sih. Tapi aku kan tidak terbiasa. Nanti kalau salah pegang gimana?”tanya Yuuri cemas.

Dawou tertawa kecil. “Makanya Onnie akan mengajarimu cara memegangnya dengan benar.”kata Dawou lalu memberikan Junhee pada Yuuri, yang diterima Yuuri dengan tubuh tegang.

“Aigoo~ kenapa kau tegang sekali? Kau tinggal menggendongnya dengan biasa saja. Yang penting ia harus merasa nyaman dalam gendonganmu, Yuu.”

Yuuri dengan sikap tubuh yang masih tegang berkata pada Junhee. “Junhee-ya, kau tidak akan mengompol kan?”dan kemudian Yuuri merasakan air hangat mengalir di sekitar perutnya.

“AAAAAAAAAHHHHHHH!!!”

***

Yesung terkesiap mendengar suara jeritan Yuuri dari depan pintu. Dengan panic ia menekan bel berkali-kali, dan saat terbuka ia langsung masuk dan berteriak. “Yuu?!”

“Eh? oppa?”ucap Yuuri terkejut melihat wajah panik Yesung.

Yesung menghampirinya dan memegang kedua lengan Yuuri dengan panic. “Yak! Kau kenapa menjerit begitu?!”tanyanya panik.

Yuuri cemberut. “Junhee mengompoliku.”

Yesung mengernyit. “Junhee?”

“Putraku, Jongwoon-ah. Barusan ia mengompoli Yuu.”kata Dawou tertawa kecil. ia sedang mengganti celana Junhee di sofa.

“Junhee mengompolimu dan aku mengira kau terjebak di ruangan yang terbakar,”ucap Yesung geleng-geleng kepala karena tingkah istrinya. Yuuri cemberut dan Dawou terbahak.

“Aigoo~ Jongwoon-ah…sebegitu cemaskah kau pada Yuu sampai tidak mengacuhkan Eommonim?”tanya Mrs.Jung.

“Ah! Eommonim!”sapa Yesung lalu membungkukkan badan. “Mianhe, tadi aku langsung masuk saja.”

“Haha~ gwenchana! Eommonim terkesan karena kau sangat memikirkan Yuu.”

Yesung hanya tersenyum dengan mengusap-usap lembut kepala Yuuri. Yuuri tersenyum lebar, merasa senang dengan perhatian yang ditunjukkan suaminya.

“Ah ya, Jongwoon-ah, kau beristirahat saja di kamar Yuu. Kami akan memasak makan siang.”

“Eh? Keundae Eomma, Oppa mau menga…”

“Ne, Eommonim. Aku akan menunggu di kamar Yuuri.”kata Yesung sopan, lalu ia menarik Yuuri ke kamar bersamanya. “Kita tidak mungkin membuat Eommonim kecewa kan? Lain kali aku janji akan mengajakmu kesana lagi.”

Yuuri tersenyum lembut, tersentuh dengan perhatian Yesung pada Eommanya. Ia lalu mengecup pipi Yesung. “Terserah Oppa saja,”

Yesung baru akan menarik Yuuri ke dalam pelukannya ketika ia sadar sesuatu kemudian mendorong istrinya itu agar kembali menjauh. Hidungnya mengernyit. “Yuu… mandi dan ganti baju!”perintahnya dengan menunjuk baju basah Yuuri yang terkena ompol Junhee.

Dengan wajah cemberut Yuuri berjalan ke kamar mandi dan Yesung tertawa.

***

“Jadi, Yuu, kapan kalian punya anak?”

PRAANGGG.

“Astaga, Yuu! Gwenchana?”tanya DaWou yang langsung menghampiri Yuuri yang sedang memunguti pecahan piring.

“Gwenchana, onnie.”kata Yuuri, masih merasa shock dengan pertanyaan yang sebelumnya membuatnya kaget dan menjatuhkan piring yang dipegangnya.

“Sudah, sini. Biar aku saja yang membereskan.”kata Dawou lalu menggantikan Yuuri memunguti pecahan piring itu.

“Kau ini.  Lain kali jangan melamun!”omel Eomma. Ia meletakkan makanan yang sudah masak di meja makan.

“Mi… mianhe, Eomma…”

“Nah, Yuu. Kau belum menjawab pertanyaan Eomma tadi. Kira-kira kapan kalian akan memberikan kami cucu?”

‘Ya Tuhan, mati aku! Aku harus jawab apa?!’ jerit Yuuri dalam hati. “Ng… nggak tahu Eomma. Kan yang ngasih yang di atas.”Yuuri memberikan jawaban standar.

“Tentu saja Tuhan yang memberikan Yuu, tapi itu juga tergantung usaha kita. Seberapa sering kalian melakukannya?”tanya DaWou.

“Hah? apanya?”tanya Yuuri tidak mengerti.

“Melakukan ‘itu’,”

Yuuri mengernyit. Kenapa topiknya jadi melenceng sih? ‘itu’ apa maksudnya? *author: ketok kepalanya deh biar nyambung!*

“Aigoo~ Yuu! Maksudku hubungan suami istri!”

Blusshhhh~ wajah Yuuri langsung memerah. Bukan hanya karena malu dengan pertanyaannya, tapi karena ia sama sekali belum pernah melakukannya dan bingung harus menjawab apa.

“I… itu bukan sesuatu yang harus diungkapkan kan!”protes Yuuri.

Mrs.Jung dan DaWou tertawa. “Kau tahu Dawou-ah, apa jawaban Jongwoon waktu aku bertanya padanya?”

“Apa ahjumma?”

“ ‘Sesering yang kami bisa supaya kalian bisa cepat punya cucu!’” Dawou tertawa.

Mata Yuuri melebar mendengar ucapan Eommanya. “Aigoo~ Jongwoon benar-benar menantu yang baik!”

Wajah Yuuri menjadi semakin merah. Ia mengutuk Yesung dalam hati. Kenapa suaminya itu malah mengatakan kebohongan yang memberikan harapan palsu itu sih?! (O///O)

“Kau tahu Yuu, kenapa Eomma dan Appa memilih Jongwoon sebagai suamimu?”tanya Eomma Yuuri.

Yuuri menggeleng. “Setauku karena Eomma dan Appa bersahabat baik dengan kedua orang tua Oppa kan?”

Mrs.Jung tersenyum. “Bukan hanya itu. Kami mengenal keluarga mereka dengan baik, dan kami sangat tahu bagaimana Jongwoon. Ia sangat menyayangi keluarganya dan selalu melakukan hal terbaik yang ia bisa agar membuat kedua orangtuanya bangga. Membuat orangtuanya kecewa adalah hal yang paling dibencinya. Makanya saat Jongwoon mengatakan itu pada Eomma, Eomma merasa senang. Eomma tahu ia pasti akan berusaha keras untuk memenuhi permintaan kami.”

Yuuri merasakan perutnya mulai melilit, rasa bersalah memenuhi rongga dadanya, menyesakkannya. “Eomma, aku panggil Jongwoon Oppa dulu ke kamar ya!”kata Yuuri lalu bergegas pergi dari meja makan sebelum Eommanya berkata apapun. Saat di tangga ia berjalan pelan, memikirkan semuanya.

Kata-kata Eommanya tadi menyadarkannya. Yesung tidak pernah membuat orangtuanya kecewa, tapi karena keegoisan Yuuri, suaminya itu jadi harus berbohong agar tidak mengecewakan orangtua mereka.

Egois? Cinta itu tidak egois kan? Love is never selfish. Tapi sikapnya selama ini menunjukkan jika ia egois kan?

Yuuri merasa ingin menangis sekarang. Ia bergegas naik dan begitu sampai di depan kamarnya, ia langsung saja membukanya.

“Op…”Yuuri langsung terdiam melihat pemandangan di hadapannya.

Yesung yang tertidur dengan memeluk Junhee di ranjangnya. Yuuri masuk dan berjalan perlahan ke ranjang. Ia duduk di tepian ranjang dan memandang kedua orang yang sedang tidur itu. Wajah mereka tampak tenang. Junhee terlihat sangat nyaman di pelukan Yesung. Wajah damainya saat tidur membuat Yuuri gemas. Ia menyentuh pipi Junhee yang membuat bayi tampan itu menggeliat kecil, merasa terganggu.

Yesung merasakan gerakan Junhee. Ia terbangun, tapi tidak membuka matanya. Namja itu hanya meletakkan tangannya di punggung Junhee dan mengelus-elusnya lembut.

Yuuri tersenyum. Ia menyukai pemandangan ini. Hatinya menghangat melihat apa yang dilakukan Yesung pada Junhee.

“Terbangun di pagi hari dan melihat suamiku tidur dengan memeluk putraku. Melihat hal itu saja, aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.”

Yuuri tertegun saat mengingat ucapan Dawou sebelumnya. “Apa seperti ini rasanya?”gumamnya. Dan sampai beberapa menit kemudian, Yuuri hanya tersenyum sendiri, memperhatikan kedua orang yang tertidur pulas itu.

***

“Lagi?”

“Waeyo? Memangnya tidak boleh?”

“Bukannya tidak boleh. Aku kira kau sudah lupa pada film itu. Kan kita sudah lama tidak menontonnya.”

Yuuri tersenyum lebar. “Justru karena sudah lama tidak ditonton, makanya aku ingin bernostalgia.”Ia lalu menekan tombol play di remote dan duduk dengan nyaman di atas ranjang di sebelah Yesung.

Yesung mendekatkan dirinya pada Yuuri dan merangkulkan tangannya. Lagi-lagi ia tidak menonton film itu dan hanya memperhatikan ekspresi Yuuri selama film itu berlangsung.

“Oppa ingat kalimat ini?”tanya Yuuri saat adegan Shane West dan Mandy Moore yang sedang membacakan quotes cinta mereka.

Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful”. (Cinta selalu sabar dan baik, tidak pernah cemburu. Cinta itu tidak pernah angkuh dan sombong, tidak pernah kasar dan egois. Cinta itu tidak mudah tersinggung dan tidak penuh benci.)”ucap Yesung tanpa mengalihkan pandangannya dari Yuuri.

Kali ini Yuuri memandang Yesung. Kemudian airmatanya mulai merebak.

“Kenapa menangis?”tanya Yesung cemas dengan memegang kedua pipi Yuuri lembut. “Ada yang membuatmu sedih?”

Yuuri menggeleng dan tersenyum. “Ini… tangisan bahagia.”

“Bahagia?”

“Dulu Oppa pernah bilang jika Oppa bersabar karena Oppa mencintaiku. Tapi seiring berjalannya waktu, aku menyadari jika cinta Oppa padaku melebihi arti quotes itu. Gomawoyo…”

“….Aku bahagia bersama Oppa. Aku mencintai Oppa dan akan selalu berusaha membahagiakan Oppa!”ucap Yuuri dengan senyum lebar dan airmata yang masih mengalir.

Hati Yesung menghangat mendengar ucapan tulus istrinya itu. Ia mengusap airmata yang mengalir dari pipi Yuuri dengan jarinya lalu mengecupnya lembut. “Gomawoyo. Bersamamu saja sudah membuatku bahagia.”

Mereka berpelukan erat cukup lama. Merasakan damai hanya dengan mendengar detak jantung dan deru nafas masing-masing. Kemudian Yuuri melepaskan pelukannya dan memandang Yesung dalam-dalam. Ia menggigit bibirnya, berusaha mengusir rasa gugupnya karena pertanyaan yang akan disampaikannya.

“Oppa ingin punya anak?”tanya Yuuri gugup. Yesung tertegun mendengar pertanyaan Yuuri yang tidak disangka-sangkanya. Tapi kemudian ia tersenyum.

“Tentu saja ingin. Tapi aku tidak akan memaksamu jika kau belum menginginkannya.”

“Aku ingin.”

“Eh?”

“Aku ingin punya anak dari Oppa.”kata Yuuri. Dengan gugup ia melingkarkan kedua tangannya di leher Yesung dan menciumnya dalam. Yesung yang terkejut awalnya tidak membalas ciuman istrinya itu, tetapi setelah beberapa saat ia membalasnya dengan lebih agresif.

Tiba-tiba Yesung melepaskan ciuman mereka, membuat Yuuri kecewa.

“Yuu, kau yakin?”tanya Yesung pada Yuuri yang entah sejak kapan sudah berada di bawahnya.

Yuuri tersenyum. Kali ini ia tidak merasa ragu atau takut lagi. “Sangat yakin,”ucapnya lalu kembali menarik Yesung agar menciumnya.

Malam itu pun jadi malam pertama mereka membagi kehangatan cinta mereka.

~END~

 

Gyahahaha~ terusannya silakan dibayangin sendiri ya. Authornya lagi puasa, jadi puasa juga NC-annya #plaakk

Sebenernya sih alesan sebenarnya authornya gak bakat bikin NC, jadi maaf-maaf aja deh kalo pada berharap ada NC-annya SungRi, aku gak bisa buat dan gak jadi minta tolong yang lain buat bikinin NC-nya. Gak kuat juga ngebayangin hot-hotan sama Yeye. Nih aja perut udah hot abis makan sambel #apa hubungannya?! (=______=)”

Oh ya, tokoh Jung Dawou itu berasal dari nama temenku yang mahasiswa Chungnam University. aku ketemu dia pas praktek lapang di hutan pendidikan IPB kemarin. Karena aku suka banget sama Dawou Onnie jadi aku jadiin cast disini deh. Walaupun orangnya gak mungkin baca juga karena gak ngerti bhs.indo haha~

oh ya, ada yang tau Yoo Seung Ho? Nih aku kasih fotonya sama Yeye yang keliatan mirip

Nah, mirip kan? Tapi tetep gantengan suamiku kan ya? hihi~ :3

Next SungRi, Yeye bakalan bikin aku hamil #plaakk 😛

Nantikan yaaaa~ 😉

27 pemikiran pada “{SungRi’s Sweetdays} Love is Always Patient…

  1. eehh..?trnyta udh ada yg baru…!
    g bisa ngmong apa2 deh..suka bgt..!smpe snyum2 sndri bcany,udh kyk org gila…g krasa,tau2ny udh bres bcany..tpi mau lagi..!hehehe
    dtunggu crita slnjutny yah ka.. 😀

  2. kyaa eonni gk kenapa aku malu banget baca nya haha
    berasa jadi yuuri :p
    iri banget sama yuuri bisa punya suami cakep plus baik plus plus yg lain nya juga 😀
    di tunggu next chap nya ^^
    yg seokyu kapan muncul lg? Haha *nagih* 😀

  3. .eeeeeccccciiieeeeeee……
    .yg baru pulang pkl.,,balik* bawa oleh oleh ff sungriii…. ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~
    .langsung mesra*an niiiiiihhhh.,,akhirnya berani nglakuin ‘itu’ juga niiiihhh..kkkkk~~~
    .nanti bikin dedek yang banyak yaaaa.,,biar bisa jd tim sepak bolaaaa….xixixixixixi
    .aiiiiiihhhhh….yesung oppa baik banget ya eooonnn..
    .beneran sosok suami idamaaannn ♥
    .ga tau kenapa ya eon.,pas baca nih ff tu kayak ada yg beda gituuuu….
    .menurutku yuuri disini lebih kalem dari ff yg sebelum*nya…..
    .iya ga sih.????apa gara* lama ga baca ff sungri ya.?????
    .soalnya di ff sebelumnya itu yuuri kesannya bawel gituuuuu ._.v
    .aku suka kata*nya yg di film eoooonnn…
    .romantis banget….. •♥⌣♥•
    .eh trus itu yg dawou eonnie itu.,kok bisa ketemu eon.???orangnya lagi kunjung* ke indo gitu eon.???
    .next part ditunggu lo eoooonnnn…..^^
    .ga sabar menantikan kehamilan yuuri xixixixixi…

    1. tim sepak bola?! ntar rahimku jebol! =,=
      masa’ y lbh kalem? mungkin krn kangen sm yeye, jdnya byk nurutnya. haha~
      itu filmnya sktr thn 2002. so sweet kaannn? aku suka bgt, mknya kujadiin crta sungri :3
      dawou onnie itu mhsw S2 Chungnam yg dtng bwd kunjungan penelitian gtu. kita cm 10 hr bareng. itu jg dy lbh srng sm dosen. tp aku suka bgt sm dy. cantik, chubby, ramah trus yg pntg jago bhs inggris! haha~ jd nyambung deh. XD

  4. fina udah pulang????

    yeyey… SUngri berlanjut euy,,
    suka banged nih sama kamut2 yang ada di FF di atas…

    ga salah pilih Yeyye,,
    Dia sabar banged yya..
    ada ga ??
    mau dunk kirimin kerumah #plakkk

    Ayo lanjutin yang pregnant .. huahh.. pengen tau Yuri gmn ngadepinnya

  5. wkwk.. yeppa ama shung ho sekilas emang mirip yaa. wkwk
    dan akirny jadii jg impian oppa.. wkwk ayoo hamil hamil.. wkwk

  6. sip deh bwt yesung oppa.. bisa tahan smpe stgh thn (klo ga slh) 😀
    klanjutanya gmn ya?? penasaran nih..
    thor.. cepet di publish ya kelanjutanya!!!
    FIGHTING!!! 😀

  7. Keren ceritanya author, yesung oppa benar2 sabar dan sangat2 mencintai Yuuri apa adanya dan ia tdk memaksa Yuuri untuk melakukan hal tsb padahal sdh setengah tahun mereka berdua membina rumah tangga. And finally krn moment melihat yesung oppa memeluk Junhee, Yuuri menyadari bahwa dirinya tdk blh egois untuk tdk siap melakukan hal tsb dan bukan hanya yesung oppa yg membuatnya bahagia tapi Yuuri juga bs membuat kebahagiaan tsb untuk yesung oppa salah satunya dgn memiliki anak. So sweet story

  8. Ternyata SungRi couple udah lama bgt update nya ;;_;; gue kemana aja sih jadi baru tau gini ckck

    Yeeee akhirnya Yuuri-Yesung resmi bener-bener resmi menjadi suami istri wkwk
    Aduh so sweet bgt sih kalian berduaaa, aku jadi iriii. Mau juga dong mesra gitu sama kyuhyun:’) #eh
    Btw, ternyata emng gantengan yeye oppa daripada yoo seung ho. Mian ya fans ya yoo seung ho^^v

    Cerita selanjutnya selalu dinantikan eonni~~^^

  9. Aigoo yeppa so sweet bgt sih.. Q jg seneng ma tu film yuu, g ngebosenin d tonton berkali kali jg. Waaahh akhirnya yuuri,, d tunggu kisah slanjutnya dngan berita yuuri udh hamil. ^^V..

  10. Sumpret (?) nie ep_ep kerent pkek beud hiks… Q terhru jdi.x hiks… 😥 *lapingus Encung oppa mank krent. Crita nie co”k beud sma Encung oppa . . .
    Kyaaa . . . *teriakGJ #readersarap kkk~ . . . 😀

    Q pngent pxak suami yg kyak gtu ,, 0,o pa lag bneran Encung oppa *amin #dicekekClouds krakter.x Encung oppa bner” bkin q netesin air mta + ingus -,-” tpi jga ketwa” GJ .

    Bkin lg ne thor, FIGHTING … ^^

  11. Iya gaya rambutny mirip , krn yesungie lbh tua, jd seung hi yg mirip yesung…
    Dsni yesung plus2 banget karakter ny y, absurd ny sm skli g muncul, hehehe
    Suka deh ff ny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s