Three High School Princes : Changmin’s First Love Story (part 2)

cover three high school princesThree High School Princes : Changmin’s First Love Story (part 2)

Author            :: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Tittle               :: Three High School Princes : Changmin First Love Story

Main Cast      :: Shim Changmin DBSK, Kim Heera (OC)

Support cast   ::

  • Kim Jaejoong DBSK as Shim Jaejoong
  • Jung Yunho DBSK as Shim Yunho
  • Park Yoochun DBSK as Shim Yoochun
  • Kim Junsu DBSK as Shim Junsu
  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Choi Minho SHINee

Genre             :: Romance, Comedy

Rate                :: G

Miaannnnn~ jeongmal mianhe buat yang nunggu-nunggu FF ini karena aku baru bisa update sekarang setelah berbulan-bulan lamanya! #ditabok readers & Heera. Abisnya gimana dong? Laptopku sering banget kena virus dan sialnya pas ni FF ilang aku gak inget ceritanya gimana. Jadi ya harus ditulis ulang dengan berusaha mengingat-ingat isi ceritanya. Sayangnya aku bisa ingetnya dikit2. #ngenes.

Tapi tenang aja, sekarang aku udah tulis partnya changmin sampai ending di part 3. Silakan menikmati ceritanya ya! ^_^

Review part 1            ::

Mata Changmin membelalak lebar melihat gadis yang sekarang memejamkan matanya dengan takut di hadapan Changmin. Ia mengenali gadis ini.

“NEO!”seru Changmin pada yeoja itu.

Changmin ternganga melihat yeoja yang paling tidak dinginkannya untuk bertemu, sekarang ada di hadapannya. Dan sebagai tunangannya? IGE MWOYA?!

Yeoja itu membuka matanya perlahan, lalu memandang Changmin takut. “A…annyeong…”sapanya takut-takut. Changmin melotot sebagai balasan dari sapaan yeoja itu.

“Ah, sepertinya kalian sudah saling kenal. Bagus sekali!”ucap Eomma Changmin riang.

“Syukurlah. Dengan begitu kami bisa menitipkan Heera disini dengan tenang.”kata Mrs.Kim senang.

Changmin menatap horror ibunya. “Jangan bilang kalau…” Ia tidak berani mengatakan hal tabu itu. Tidak ada seorang wanita pun yang boleh tinggal di rumah ini kecuali ibunya.

“Heera akan tinggal disini selama orangtuanya ke Jepang.”ucap Appa Changmin.

“ANDWAEEE!!!”jerit Changmin dan Heera berbarengan.

***

 

Part 2 begin::

“Shim Changmin-ssi, kau akan bertemu dengan seseorang yang akan membuatmu sial seumur hidup.”

Kata-kata peramal itu terngiang-ngiang terus di kepala Changmin, membuatnya lagi-lagi tidak bisa tidur. Sebenarnya Changmin tidak pernah dan tidak mau percaya kata-kata peramal itu, tapi ternyata bertemu gadis bernama Kim Heera membuatnya sedikit demi sedikit mulai mempercayainya. Bagaimana tidak? Gadis itu sudah membuatnya terkena es krim di wajah, tercebur ke kolam ikan di musim dingin, menghancurkan kedua gadget kesayangannya, lalu sekarang ia mendapati kenyataan kalau gadis itu adalah tunangannya. Yang lebih menyebalkan lagi gadis itu sekarang tinggal di rumahnya dan menempati kamar tamu di sebelah kamarnya! Bukankah kesialan itu benar-benar datang seperti kata peramal itu?

“Andwae…. Andwae… itu hanya kebetulan…”ucapnya menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Shim Changmin! Kau bukan orang bodoh. Jangan mempercayai hal konyol itu!’

TOK TOK.

“Minnie…”panggil Yoochun dari balik pintu kamar Changmin. “Still awake?”

Changmin bangkit dari ranjangnya lalu membuka pintu kamar. Ia melihat Yoochun yang tersenyum. Tangannya memeluk beberapa bungkus snack.

“Temani aku mengemil.”ajak Yoochun lalu masuk ke kamar Changmin. Changmin mengikuti ajakan hyungnya itu.

Yoochun memang punya kebiasaan mengemil malam. Untungnya walaupun kebiasaannya itu sama sekali tidak bagus untuk tubuh, tapi ia selalu dapat menjaga bentuk tubuhnya dengan sering berolahraga. Hyung-deul Changmin yang lain pun rajin berolahraga. Hanya saja mereka paling anti mengemil di malam hari, apalagi Junsu yang gemar diet. Jadi hanya Changmin, yang memang pada dasarnya hobi makan, yang mau menemani Yoochun melakukan hobi mengemilnya itu.

Mereka berdua pun duduk di karpet di lantai kamar Changmin. Yoochun dan Changmin membuka bungkusan snack lalu mulai mengemil.

“Dia cantik ya.”Yoochun membuka percakapan di tengah-tengah aktivitas mengemilnya.

“Nugu?”

“Kim Heera, tunanganmu.”

Changmin menghentikan kunyahannya lalu menatap Yoochun yang tersenyum menggoda dengan kesal. “Jangan bahas dia.”ucapnya.

“Waeyo? Kau tidak menyukainya? Sepertinya ia gadis yang menarik.”

“Tentu saja menarik. Apalagi dengan hal-hal yang sudah diperbuatnya padaku.”ucap Changmin sinis. Kemudian mengalirlah cerita mengenai kesialannya yang di dapat dari Heera, membuat Yoochun tertawa terbahak-bahak.

“Jangan tertawa terus hyung!”omel Changmin lalu melemparkan bantal kecil ke wajah hyung-nya itu.

Yoochun menangkap bantal kecil itu. “Haha… Mian mian.”ucap Yoochun lalu menghentikan tawanya. “Tapi pasti ia tidak sengaja melakukannya.”

Changmin mendelik pada hyung-nya. “Tetap saja. Walaupun tidak sengaja aku sudah terlanjur kesal padanya!”

Yoochun memandang tajam adiknya. “Kau kan tahu seberapa besar appa mengharapkan pertunangan ini, Min. jadi kau…”

“Arasseoyo, hyung!”jawab Changmin sebelum Yoochun meneruskan perkataannnya. Ia sangat mengerti arti perjodohan ini. Untuk menyatukan kedua perusahaan besar. Benar-benar alasan yang tidak menyenangkan untuk mengadakan perjodohan. Tapi mau bagaimana lagi. ia sebagai pewaris tidak mungkin menolak kan?

Yoochun menepuk bahu adiknya lembut. “Berusahalah untuk menyukainya.”

“Ne.”Changmin menghela napas. Ya, memang seharusnya ia berusaha untuk menyukai Kim Heera kan?

***

Tapi ternyata berusaha menyukai Heera tidak semudah yang dikatakan Changmin semalam.

Changmin memandang tampilannya yang memakai seragam rapi di cermin. Ya seperti biasa ia harus tampil seperfect mungkin. Ketua Osis harus menjadi contoh teladan bagi murid-murid yang lain kan? Changmin melihat jam tangan yang dipakainya kemudian mendecak kesal. Ia terlambat bersiap-siap sepuluh menit! Ini gara-gara tadi ia juga terlambat bangun sepuluh menit. Dan berarti ia harus memotong waktu sarapannya selama sepuluh menit! *ribet amat deh lu min (=_=)”

Kemudian Changmin berjalan ke pintu kamarnya,. Tapi saat ia sudah membuka sedikit pintunya ia kemudian berbalik kembali dan dengan terburu-buru mengambil tasnya yang  terletak di meja belajar. Sadar jika ia sudah hampir terlambat, Changmin berjalan dengan terburu-buru.

Saat melewati kamar Heera yang berada di sebelah kamarnya, Changmin seperti merasakan sesuatu yang licin di bawah sepatunya. Tapi terlambat! Changmin yang berjalan setengah berlari sudah tidak bisa menahan keseimbangannya lagi. Sepatunya menggesek lantai yang licin itu lalu…

“AAAAHHHHHHHHH!!!!” GUBRAAKK.

Namja bernama Shim Changmin melewati pagi harinya dengan sukses mendaratkan punggungnya di lantai, di depan pintu kamar tunangannya, Kim Heera.

***

“Jadi, apa yang membuatmu terlambat, Ketua Osis?”tanya Han Songsaengnim tajam.

Changmin menatap Han Songsaengnim dengan ekspresi yang membuat Kyuhyun di sebelahnya terkikik-kikik. Tatapan penuh rasa malu. Changmin menatap sahabatnya itu tajam, membuat Kyuhyun mau tidak mau menahan tawanya.

“Apa kau sudah tertular sahabatmu ini?”tunjuk Han Songsaengnim pada Kyuhyun, membuat Kyuhyun sebal.

“Songsaengnim! Aku bukan virus menular!”bantah Kyuhyun dengan nada menyebalkan. Han Songsaengnim dan Changmin langsung menatapnya tajam yang membuat Kyuhyun diam.

“Saya terpeleset di depan kamar saya, Songsaengnim.”jelas Changmin, membuat Han Songsaengnim mengernyit.

“Ada air tumpah di depan kamar saya, dan saya yang sedang bersiap-siap berangkat menginjaknya dan terpeleset.”

Sebenarnya bukan genangan air yang Changmin injak di depan kamar Heera. Setelah terjatuh dengan lumayan keras ke lantai, Changmin baru tau genangan apa yang membuatnya terpeleset itu. Ia mencium wewangian di punggungnya yang membentur lantai, dan saat dipegangnya, ternyata itu genangan cologne! Bisa ditebak dari wanginya itu sudah bisa dipastikan adalah cologne yeoja.Ia pun melihat ada botol cologne wanita merek terkenal di dekat pintu kamar Heera.  Jadi sudah pasti tersangka satu-satunya hanyalah Heera!

Entah apa yang menyebabkan cologne itu tumpah disana. Ia tidak tahu itu sengaja atau tidak. Tapi yang pasti hal itu sudah membuat Changmin celaka! Punggungnya sakit-sakit sekarang. Dan itu membuatnya sangat marah pada Kim Heera. Selain itu kejadian itu sudah menyebabkan wajahnya sebagai Ketua Osis tercemar dengan datang terlambat!

Han Songsaengnim melihat wajah Changmin yang terlihat sangat kesal saat menceritakannya, kemudian pria tua ini menghela napas. “Kau boleh masuk Shim Changmin.”

“MWO?!”jerit Kyuhyun.

Changmin melebarkan senyumnya.

“Songsaengnim! Kenapa Changminnie boleh masuk?!”protes Kyuhyun.

“Karena alasannya masuk akal! Dan dia tidak pernah terlambat sebelumnya!”bentak Han Songsaengnim. “Lagipula dia tidak sepertimu yang suka mengarang alasan saat terlambat!”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal. *ih, gemes! author cium ya bibirnya! #ditabok SparKyu* Changmin berusaha menahan tawanya melihat ekspresi sahabatnya.

“Lainkali hati-hati ya.”ucap Han Songsaengnim dengan tersenyum ramah pada Changmin.

“Ne, Songsaengnim.”jawab Changmin lalu membungkukkan badannya dengan sangat hormat. Kemudian ia berjalan santai ke kelasnya meninggalkan Kyuhyun yang sedang bersiap-siap menerima hukuman. Untuk yang keberapa puluh kalinya dalam semester ini.

***

Heera berjalan di koridor sekolah barunya dengan pikiran menerawang. Ia tidak habis pikir dengan takdir yang dibuat oleh Tuhan. Kenapa ia harus bertunangan dengan namja yang tidak sengaja ia celakakan? Tinggal satu rumah lagi. Mungkin akan lebih baik jika namja itu memaafkan kecerobohannya waktu itu. Tapi masalahnya adalah Shim Changmin malah sepertinya terlihat ingin menerkamnya semalam. Walaupun ia mati-matian berusaha bersikap sopan di depan kedua orangtua mereka.

Heera menghela napas putus asa. Padahal tadi sebelum berangkat ke sekolah ia ingin menemui Changmin di kamarnya untuk meminta maaf, tapi yang terjadi malah Heera Cuma mondar-mandir selama hampir setengah jam di depan pintu kamarnya sendiri, dengan sesekali melirik pintu kamar Changmin. Ia pusing memikirkan bagaimana cara berbicara yang baik dengan Changmin.Sampai akhirnya ia memutuskan untuk berangkat ke sekolah lebih awal saat Changmin membuka pintu kamar.

“Heera-ya!”

Heera menoleh ke suara yang memanggilnya. Kemudian ia tersenyum melihat seorang yeoja cantik berkacamata berada di depan kelas yang ditujunya bersama seorang namja tinggi dan tampan.

Heera tersenyum lebar lalu berjalan cepat ke arah yeoja yang memanggilnya. “Heera-ya! Senang melihatmu! Akhirnya kau mulai masuk juga!”

“Ne. aku juga senang sekali bisa melihatmu, Haerin-ah!”ucap Heera senang. “Sekolah ini besar sekali. Aku benar-benar kesulitan mencari kelasnya!”

“Memang kelasmu dimana?”tanya Haerin.

Heera tersenyum lalu menunjuk pintu kelas yang berada di belakang Haerin.

“Wah berarti kita sekelas!”ucap Minho yang sedari tadi hanya memperhatikan kedua yeoja ini mengobrol.

Heera memandang Minho penasaran. “Nuguseyo?”

“Heera-ya, ini namjachinguku, Choi Minho.”ucap Haerin malu-malu.

Minho tersenyum lalu mengulurkan tangannya. “Choi Minho imnida.”

“Kim Heera imnida.”ucap Heera membalas uluran tangan Minho. “Aku baru saja pindah dari Jepang. Aku teman Haerin sejak kecil.”

Minho mengangguk-angguk singkat. Kemudian mereka bertiga mengobrol dengan asik sampai bel masuk kelas berbunyi.

***

Minho memandang bingung tempat duduk Changmin yang masih kosong. Bukankah Changmin bilang hari ini ia akan masuk sekolah? Padahal lima menit lagi bel masuk, tapi kenapa Changmin belum datang. Biasanya kan sahabatnya itu selalu datang dua puluh menit sebelumnya. Paling telat sepuluh menit sebelum bel. Berbeda dengan Kyuhyun. Sahabatnya yang satu itu malah kebalikan Changmin, dia bisa datang 20 menit setelah bel masuk atau pagar ditutup.

Hmm… apa ia masih sakit ya?

Baru saja Minho menekan nomor Changmin dan menempelkan ponselnya ke telinga, Changmin masuk ke kelas dengan sedikit terengah-engah. Setelah merapikan seragamnya di depan kelas (yang membuat beberapa siswi menahan napas melihatnya) Changmin berjalan menuju tempat duduknya, meletakkan ranselnya di meja dan duduk di bangkunya.

Minho menutup ponselnya. “Kukira kau tidak akan masuk karena masih sakit. Kenapa terlambat?”

Changmin mengerutkan keningnya. Pertanyaan Minho kembali membuatnya ingat hal menyebalkan tadi. “Jangan dibahas dulu.”ucapnya ketus.

“Wah sepertinya kau sedang bad mood. Oke, aku tidak akan bertanya.”ucap Minho lalu memainkan game di PSPnya.

“Yak! Choi Minho! Kenapa kau juga membawa PSP ke sekolah?!”omel Changmin. Masa’ Minho mau ikut Kyuhyun melanggar peraturan?!

“Ini karena kemarin aku belum juga bisa menyelesaikan level ini. Makanya aku penasaran ingin cepat-cepat melanjutkan.”jawab Minho sambil tetap berkonsentrasipada game-nya.

“Yak Minho-ya, kau seharusnya tidak melang…”

Kalimat Changmin terputus karena guru mereka, Kim Songsaengnim masuk kelas. Changmin dan Minho langsung duduk rapi di bangku mereka. Changmin menatap seorang yeoja yang berjalan di belakang Kim Songsaengnim. Dan seketika matanya membelalak lebar.

“Hari ini kalian kedatangan teman baru. Dia pindahan dari Jepang. Silakan perkenalkan dirimu, Kim-ssi.”

Murid baru itu tersenyum dan membungkuk kecil pada Kim Songsaengnim, lalu memandang ke seluruh kelas dengan tersenyum. Changmin langsung menunduk menghindari pandangannya.

Minho menatapnya heran. “Oh, tidak, Changminnie. masa’ dari jauh saja kau sudah ketakutan begitu sih?”ucapnya pelan.

“Diam kau!”desis Changmin.

Kemudian Heera memulai perkenalan dirinya. “Annyeonghasseyo. Je ireumeun Kim Heera imnida. Mannaseo bangapseumnida.”ucapnya lalu membungkuk kecil.

“Nah, karena Heera lama di Jepang, ia butuh banyak penyesuaian dengan sistem belajar disini. Jadi saya akan meminta salah satu murid untuk membantunya belajar. Shim Changmin?”

Changmin langsung tersentak mendengar namanya dipanggil. “N…ne?”ucapnya tergagap. Ia memandang ke depan kelas dan bisa dilihatnya wajah Heera yang terkejut melihatnya.

“Mulai hari ini kau kutugaskan untuk membantu Heera belajar.”

“Mwoya?!”jerit Changmin yang tidak hanya membuat semua yang berada di kelas itu menutup telinga karena lengkingan suaranya, tapi juga terheran-heran karena ini pertama kalinya mereka melihat Changmin yang sangat sopan pada para guru, sekarang menjerit pada Kim Songsaengnim.

Changmin menyadari apa yang baru saja dilakukannya. “Mianhamnida, songsaengnim. Ma… maksudku…. Naega waeyo?”

“Karena kau yang terpintar disini, Changmin-ah. Dan aku tidak menerima penolakan.”

Changmin terdiam dan menatap Heera tajam yang membuat yeoja itu bergidik ngeri.

***

“Tetap disitu.”perintah Changmin pada Heera. “Jangan berani mendekat padaku.”

Heera cemberut. “Kalau begitu bagaimana kau bisa mengajariku jika jarak kita saja terpisah meja sepanjang meja makan ini?!”

“Kau pikir aku sebodoh itu?”kata Changmin dengan aura mengerikan yang membuat Heera bergidik ngeri. Changmin berlalu dari pandangan Heera, lalu tidak lama kemudian ia kembali dengan mendorong papan tulis besar beroda ke ruang makan, membuat Heera tercengang.

“Kenapa ada papan tulis disini?”tanyanya heran.

“Kupakai untuk mengajari Kyuhyun dan Minho sebelum menghadapi ujian.”

Heera meng’o’kan mulutnya. Ia merasa kagum dengan namja yang menjadi tunangannya ini. Kenapa bisa ada namja se-perfect Changmin? Tampan, tinggi, pintar. Oke, minus sifat menyebalkan dan alergian Changmin terhadap perempuan, sudah pasti Changmin akan se-perfect yang dipikir Heera, dan Heera pasti akan dengan mudahnya jatuh cinta pada Changmin. Tapi kalau Changmin terus menyebalkan begitu… huff…

Nah, ada satu hal yang Heera merasa heran. Selama lebih dari seminggu ia mengenal Changmin, ia bisa melihat keanehan di diri Changmin setiap berhadapan dengan yeoja. Bukan sekali-dua kali Heera melihat Changmin berubah pucat dan keringat dingin jika ada fansnya di sekolah mengerubunginya. Seolah-olah ia melihat mereka seperti virus dan harus dihindari atau dimusnahkan.

“Yak! Kim Heera!”

Heera tersentak mendengar bentakan Changmin. Ia mengedip-ngedipkan matanya. Oh oke, ia mulai melamun lagi. Dan sekarang ia bisa melihat Changmin menatapnya dengan tatapan seolah-olah ingin memakannya.

“Kau tidak mendengarku?”tanya Changmin dengan nada mengerikan.

“A… aku mendengarmu!”jawabnya takut.

“Kalau begitu sebutkan rumus kimia dari cuka?”

“NaCl!”jawab Heera langsung.

Changmin mendesah. “Oh tidak. Berapa lama lagi aku harus mengajarimu?”ucapnya putus asa membuat Heera cemberut.

“Ya! Aku tidak sebodoh itu! tentu saja aku tahu rumus kimia cuka! CH3COOH!”

“Kalau begitu selesaikan PRmu dalam waktu 30 menit!”perintah Changmin, dan Heera tahu dari ekpresi namja itu jika ia tidak akan bisa membantahnya.

Setelah 30 menit Heera mengerjakan PRnya, ia memberikan bukunya pada Changmin agar namja itu memeriksanya. Changmin menoleh sekilas lalu meletakkan PSP yang sedari tadi dimainkannya dan mengambil buku Heera.

“Sudah kau kerjakan semua?”tanya Changmin.

“Sudah.”jawab Heera lalu berjalan ke dapur.

Changmin kemudian sibuk mengoreksi tugas Heera sampai perhatiannya teralihkan dengan Heera yang kembali dengan membawa mangkok besar berisi beberapa telur rebus di dalamnya. Heera duduk kembali di tempatnya, lalu mengambil satu telur itu dan mengetukkannya ke kepalanya agar kulit telur itu pecah. (a/n: ngemil yg aneh ya? .___.)

Heera asik memakan telur rebus itu sendirian sampai ia menyadari jika Changmin memandangnya dengan mata lapar. Tinggal dengan Changmin selama seminggu lebih sudah cukup membuat Heera tahu kebiasaan dan porsi makan namja itu.

“Kau mau?”tanya Heera. Changmin hanya diam lalu kembali meneruskan pekerjaannya mengoreksi tugas Heera.

Heera berdecak. Sok jual mahal, pikirnya. Kemudian ia kembali bangkit dari duduknya, “Aku mau buat jus,”katanya lalu pergi ke dapur.

Saat Heera sudah dipastikan menghilang dari pandangannya, Changmin beranjak dari kursinya dan menghampiri tempat Heera tadi untuk mengambil satu telur rebus dari sana. Yah tentu saja ia mau telur rebus itu, tapi ia tidak mau memintanya pada Heera.

Changmin mengambil satu telur itu lalu mengetukkannya kepalanya sampai terdengar bunyi…

CEPLOK.

“Changmin-ssi… ini jus untuk… OMO!”

Dan di hadapanya, Heera melihat Changmin dengan kepalanya berlumuran telur setengah matang, menatapnya marah.

“YA KIM HEERA! JUGULLE?!”

Dan ini sudah kesekian kalinya Heera –tanpa sengaja tentunya– membuat Changmin marah.

***

Sudah sepanjang hari ini Changmin terus merutuki perintah Jaejoong untuk pulang bersama dengan Heera. Jaejoong beralasan jika Heera tidak baik selalu pulang sendirian, apalagi ia masih baru tinggal disana. Ia bisa saja nyasar atau paling buruk diganggu orang saat pulang. Tentu saja ini bukan hal yang menyenangkan untuk Changmin. Ia benci berdekatan dengan yeoja, dan khususnya dengan Heera yang walaupun tunangannya tapi sudah berhasil membuatnya sial berkali-kali. Kemudian Changmin berdecak kesal mengingat apa yang tadi dilakukan Heera di sekolah.

“Cha… Changmin-ssi… Changmin-ssi…”panggil Heera takut-takut pada namja yang berjalan cepat di hadapannya. Changmin tidak merespon panggilan Heera, ia sudah cukup kesal dengan yeoja itu di sekolah tadi. Dan ia tidak ingin semakin kesal karena menanggapi perkataan yeoja itu.

“Changmin-ssi!”Heera berlari mendahului Changmin dan sengaja menghalangi jalan namja itu. Changmin berhenti danmemelototinya.

“Mi… Mianhe…”ucap Heera takut.

Changmin berdecak kesal. “Mianhe? Mianhe?! Berapa kali kau mengatakannya padaku?! Ini sudah dua minggu kau berada di sekolah, dan KAU MASIH SAJA SERING TIDUR DI KELAS! Kau sengaja melakukannya untuk membuatku malu ya?!”

“A… aku kan bosan dengan pelajarannya…”jawab Heera takut-takut.

“Bosan atau tidak, tetap saja KAU. TIDAK. BOLEH. TIDUR. DI. KELAS.”ucap Changmin dengan menekankan setiap kata.Ia merasa frustasi menghadapi Heera. Jika bukan karena Heera tanggung jawabnya, sebagai tutor di sekolah dan sebagai tunangan (yang tidak ada seorang pun di sekolahnya tahu, dan ia harap tidak akan ada yang tahu), ia tidak akan mungkin sefrustasi ini menghadapi sikap kekanak-kanakan Heera.

Changmin berbalik dan baru akan terus berjalan ketika Heera berteriak. “Kenapa kau marah padaku?! Bukan aku yang menginginkan kita bertunangan! Dan bukan aku yang meminta Songsaengnim menyuruhmu menjadi tutorku!”

Changmin menatapnya tajam. “Tapi kau yang sudah berkali-kali membuatku repot dan malu di sekolah!”

Heera balas menatapnya dengan pandangan sedih dan kesal. Kemudian ia melepaskan sebelah sepatunya, “Shim Changmin nappeun namja!”serunya lalu melemparkan sepatunya ke arah Changmin yang dengan sigap langsung dihindari Changmin sebelum mengenai kepalanya.

“YA!”seru Changmin marah. Tiba-tiba terdengar suara…

BUK. KAING. GRRR….

Heera melebarkan matanya ngeri ke belakang Changmin. Melihat reaksi aneh Heera, Changmin membalikkan badannya takut-takut dan membelalak ngeri ketika melihat seekor anjing hitam besar menggeram pada mereka. Dan secepat otaknya merespon gerak kaki anjing itu, secepat itu pula ia berlari ke arah Heera dan menarik tangan yeoja itu untuk berlari bersamanya.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. Changmiiiiiiiiinnnnnnnnnn….. aku takuuuuuuuutttt!!!!”jerit Heera sambil berlari mengikuti Changmin.

“Lari lebih cepat babo!”jawab Changmin dengan berteriak. Ia lalu semakin mempercepat larinya dengan memegang erat tangan Heera. Changmin membawa Heera lari menyusuri jalan kecil berbelok-belok untuk mengecoh si anjing ngamuk.

“Cha… Changmin-ssi…”panggil Heera dengan terengah-engah.

“Yak! Kenapa berhenti?!”omel Changmin melihat Heera terengah-engah di belakangnya.

“Ka…kakiku sakit…”ucap Heera menahan tangis sambil menunjuk kaki kanannya yang telanjang.

“Mana sepatumu?”tanya Changmin bingung.

“Kan… tadi aku lempar…”

Changmin mendengus. “Ah ya, dan sepatunya mengenai anjing…. Shit!”umpatnya ketika melihat dari jauh seekor anjing berlari ke arah mereka. Ia langsung berjongkok di hadapan Heera. “Cepat naik ke punggungku!”

“Ta… tapi…”

“Ppalli!”

Dan tanpa ragu lagi Heera naik ke punggung Changmin, lalu Changmin melesat berlari.

“Ya Kim Heera! Pegangan yang kuat! Nanti kau jatuh!”

Dengan ragu Heera melingkarkan tangannya erat di sekeliling leher Changmin. Saat itu, entah kenapa, Heera merasakan jantungnya berdebar kencang. Apa karena dikejar-kejar anjing ya?

***

“Kalian kenapa?”tanya Junsu heran saat membuka pintu rumah dan melihat Changmin dan Heera yang bermandikan keringat. Changmin tidak menjawab hyungnya melainkan ia pergi ke ruang tengah dan langsung menghempaskan tubuhnyadi atas sofa.

“Hhh…. Hhh…”Changmin berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah karena tadi ia berlari sambil menggendong Heera.

“Gomawo, Changmin-ssi…”ucap Heera pelan lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa di hadapan Changmin. Changmin tidak menggubrisnya dan memejamkan matanya.

“Ya! kalian kenapa?”ulang Junsu yang mengikuti mereka ke ruang tengah.

“Ng… tadi kami dikejar anjing di blok depan saat pulang sekolah, Oppa.”jawab Heera.

“Iya, berkat seseorang yang dengan bodohnya melempar sepatu ke anjing itu.”jawab Changmin dingin dengan mendelik pada Heera.

Heera cemberut. “A… aku kan tidak sengaja…”

“Ya tentu saja kau tidak sengaja pada anjing itu. Mungkin lebih baik memang tadi saat kau SENGAJA melempar sepatumu padaku, aku tidak menghindar! Jadi aku tidak perlu berlari pulang dengan menggendongmu!”

Mata Junsu melebar kaget.

“Mian deh. Tapi kau kuat sekali bisa menggendongku dengan berlari. Padahal aku kan berat.”

“Ne. Berat sekali sampai otot-ototku sakit!”gerutu Changmin kesal. Ini sudah ke sekian kalinya Heera membuatnya sial. Apa jangan-jangan kata-kata peramal itu benar? Changmin langsung berusaha menepis pikiran itu. Itu hanya kebetulan saja!

Heera menatapnya tajam. “Kalau begitu kenapa kau menggendongku?!”

“Kau mau kutinggal dan digigit anjing?!”

Heera bergidik. “Digigit, lalu dagingku dirobek-robek dengan gigi tajamnya, lalu dimakan, lalu ditelan… andwae!”

Changmin mendengus menahan tawa mendengar imajinasi Heera yang terlalu liar.

“Kurasa tidak langsung dimakan. Tapi ia membawamu dulu ke tempat teman-temannya.”

“Yak! Kau menyebalkan!”

 Kemudian mereka berdua menoleh pada Junsu yang masih menatap mereka berdua shock.

Changmin? Changmin yang takut pada yeoja dan selalu menghindar dan menolak untuk bersentuhan dengan mereka, tadi MENGGENDONG Heera?! Unbelievable!

“Waegurae, Oppa?”tanya Heera bingung melihat ekspresi Junsu.

“Uwaaahhhh… kalian gendong-gendongan?”

Dan ucapan Junsu yang aneh itu membuat Changmin dan Heera meledak tertawa.

“Hyung! Kalimatmu  aneh!”ucap Changmin di sela-sela tawanya. Heera kemudian menyadari ekspresi Changmin yang sangat berbeda saat tertawa. Tidak seperti Changmin yang ia lihat biasanya. Changmin yang ini terlihat lebih hidup dan lebih… tampan.

Heera buru-buru merubah pikirannya yang mulai melantur. “Junsu Oppa, memangnya aneh ya kalau Changmin-ssi menggendongku?”tanyanya.

“Tentu saja! ini kan pertama kalinya Changmin mau bersentuhan dengan yeoja.”ucap Junsu polos tanpa menyadari jika sekarang ia sudah membocorkan rahasia adiknya. Wajah Changmin berubah, tawanya menghilang.

“Ah ya, aku harus kembali lagi ke klub. Aku harus berlatih untuk pertandingan minggu ini. Kalian baik-baik ya di rumah.”ujar Junsu lalu berjalan pergi.

Heera memandang Junsu bingung lalu menatap Changmin yang wajahnya sudah berubah dengan ekspresi yang tidak terbaca. Apa maksud ucapan Junsu tadi?

“Changmin-ssi, tadi apa maksud Junsu Op…”

“Aku capek.”jawab Changmin lalu pergi ke kamar meninggalkan  Heera yang masih bertanya-tanya mengenai ucapan Junsu tadi.

***

Heera tidak mengerti ada apa dengan Changmin. Semenjak hari dimana Changmin menggendongnya, Changmin mendadak seperti sengaja menghindarinya.

Namja itu masih tetap pergi-pulang sekolah bersamanya, walaupun tidak berjalan beriringan karena Changmin tidak mau orang-orang di sekolah tahu tentang pertunangan mereka. Ia juga masih mengajari Heera di sekolah dan di rumah. Tapi hanya sebatas itu. Changmin tidak sering marah-marah seperti biasanya, ia lebih banyak diam dan tidak menanggapi ucapan Heera. Hal ini membuat Heera cukup frustasi dan entah kenapa ia juga merasa sedih. Padahal ia berharap bisa melihat tawa Changmin lagi.

“Heera-ya.”

Heera menoleh lalu melihat seorang namja tampan bermata besar datang menghampirinya. “Jaejoong oppa.”

“Sedang apa kau di balkon sendirian?”

“Mm… sedang memikirkan sesuatu.”jawab Heera tersenyum. Jaejoong lalu duduk di kursi di sebelah Heera.

“Bagaimana kabar hubunganmu dengan Changmin?”tanya Jaejoong, “Apa kalian sudah bisa dekat?”

Wajah Heera langsung berubah cemberut karena pertanyaan itu. “Dongsaeng Oppa yang satu itu sangat tertutup sekali.”

Jaejoong mendesah. “Sudah kuduga.”

“Oppa, apa Changmin takut perempuan?”tanya Heera penasaran. Jaejoong terkejut mendengar pertanyaan Heera.

“Darimana kau tahu?”

“Hah? Jadi benar ya?”

“Kau tahu darimana?”ulang Jaejoong tidak sabaran.

“Aku tidak diberitahu siapapun. Aku bisa menebaknya sendiri dari melihat ekspresi Changmin jika di sekolah ia dikerubungi yeoja-yeoja. Wajahnya pucat pasi dan… ketakutan? Yah jadinya aku berkesimpulan seperti itu.”

Jaejoong menatap Heera takjub kemudian tersenyum. “Selama ini Changmin selalu berusaha menutupi kelemahannya dengan mempertahankan ekspresi dingin di wajahnya jika ada yeoja di dekatnya. Tapi ternyata kau bisa membacanya. Hebat sekali, Kim Heera.”

“Apanya yang hebat? itu sih karena aku penasaran saja, Oppa.”

Jaejoong mengambil tangan Heera dan menggenggamnya erat. “Heera-ya, kurasa kau yeoja yang tepat untuk Changmin.”ucapnya dengan senyum lebar.

“Oppa, itu bukan apa-apa…”

“Kau perhatian padanya, makanya aku berpikir seperti itu. lalu… ada yang membuatku penasaran. Kau… menyukai Changmin?”

Dan dari wajah Heera yang memerah, Jaejoong sudah tahu jawabannya. Namja itu tertawa.

“Oppa! Aku bukannya suka pada Changmin! Aku hanya tertarik padanya…”ucap Heera malu.

“Haha~ sebentar lagi juga jadi benar-benar suka! Adikku memang benar-benar hebat ya dalam menarik perhatian yeoja-yeoja!”ucap Jaejoong bangga.

Heera mendengus. “Aku tidak yakin. Ia kan dingin sekali, juga menyebalkan!”

“Itu kan karena phobianya, Heera-ya.”

“Memangnya apa penyebab Changmin phobia?”

Jaejoong terdiam sebentar, wajahnya mendadak murung. “Kalau itu kau tanyakan saja langsung padanya, atau pada Yoochun. Aku tidak punya hak untuk memberitahukan hal itu padamu.”

“Yoochun Oppa?”

“Ng… bisa dibilang, secara tidak langsung sih Yoochun penyebabnya.”kata Jaejoong.

Heera mengerti dari ekspresi wajah Jaejoong kalau namja itu tidak ingin membahas hal itu lagi. Jadi ia memutuskan tidak ingin memaksanya.

“Oppa, apa Changmin memang bersikap seperti itu terhadap semua yeoja?”

“Tidak juga. Ia tidak bersikap seperti itu kok dengan yeojachinguku dan yeojachingu Yunho. Ia akrab sekali dengan mereka.”

“Kok?”

“Yah… mungkin karena ia sudah mengenal Ahra dan Yuuri sejak kecil, sejak sebelum ia phobia.”

Heera cemberut. “Itu sih wajar!”ujar Heera sedikit sebal.Heera kemudian tertegun. Kenapa sebal ya? Apa karena tunangannya yang dingin itu ternyata bisa bersikap berbeda di hadapan yeoja lain? Walaupun yeoja-yeoja itu adalah yeojachingu-yeojachingu hyung-deul Changmin sendiri.

Jaejoong tertawa kecil, seolah-olah bisa menebak pikiran Heera. “Kalau begitu, sebagai tunangannya, kau harus berjuang mendapatkan hatinya Kim Heera. Dan aku akan membantumu.”

***

“Changmin-ah!”

Changmin menghentikan langkahnya dan mengangkat sebelah alisnya saat melihat Heera yang memakai celemek, memandangnya dengan wajah ceria dari dapur.

“Kau…”

“Jaejoong Oppa mau mengajariku memasak masakan kesukaanmu. Nanti kau cicipi ya!”kata Heera riang. Changmin mengerjap-ngerjapkan matanya, bingung dengan sikap Heera yang terlihat berbeda.

“Kenapa harus memasak masakan kesukaanku?”

Heera tersenyum lebar. “Karena kau tunanganku, dan nanti kalau kita menikah, aku harus memasak untukmu kan?”ujar Heera, sama sekali melupakan rasa gengsi dan malunya dengan mengungkapkan hal itu. Mungkin kata-katanya terkesan ia menyukai Changmin, tapi biarlah. Ia kan hanya ingin dekat dengan tunangannya.Kalau suka, ia sendiri masih belum yakin.

Seperti yang diduga Heera, Changmin pasti kaget dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah itu. Ia melongo mendengar ucapan Heera.

Tunangan? Menikah? “Itu kan masih lama!”seru Changmin sebal.

“Justru karena itu Heera harus mempersiapkannya dari sekarang, Min.”kata Jaejoong dengan menahan tawa melihat ekspresi Changmin.

Changmin memegang kepalanya yang mulai pusing karena kata-kata ‘menikah’ itu. ia berjalan ke tangga. “Terserah kalian saja, aku pusing.”katanya.

Heera cemberut melihat sikap Changmin. Kemudian ia melepas celemeknya lalu berlari menaiki tangga, menyusul Changmin.

“Mworago?”tanya Changmin sebal saat Heera mengikutinya. Walaupun jarak mereka terpisah lima anak tangga, tapi menurut Changmin itu sudah terlalu dekat. Ia jadi bersikap waspada.

“Kita makan diluar.”Heera tersenyum lebar.

“Mwo? Bukannya kau bilang tadi kau masak masakan kesukaanku?”

Heera mengerucutkan bibirnya sebal. “Masakannya gagal, dan karena Jaejoong Oppa harus kembali ke restoran dan tidak sempat membuatkan kita makan siang, jadi kita makan diluar.”

“Mwo?! Yak! Kenapa Hyung tidak bertanggung jawab gitu sih?! Aku kan lapar!”

“Aish! Tenang saja.”Heera lalu menunjukkan beberapa lembar won di tangannya dengan tersenyum lebar. “Jaejoong Oppa memberikan kita uang yang cukup untuk makan sepuasnya!”

***

“Neo… jangan berjalan di dekatku!”perintah Changmin saat mereka berdua jalan berjalan di daerah Hongdae untuk mencari tempat makan siang.

Heera cemberut melihat Changmin yang berjalan dengan jarak lima langkah dari tempatnya berada. Padahal kan ia dan Jaejoong merancang hal ini agar mereka berdua bisa berkencan, tapi Changmin saja berdiri sejauh itu darinya.

“Kenapa harus sejauh ini?! Kita kan tunangan!”ucap Heera kesal.

“Belum! Kita belum tukar cincin!”

“Tapi tetap saja! Ini kan kencan, masa’ jalannya jauh-jauhan?!”

“Kencan? Yak! Kita cuma mau cari makan!”

“Lho? Kita kan tunangan, jadi wajar dong kalo kencan. Pokoknya ini kencan!”kata Heera bersikeras, merasa senang bisa menggoda Changmin seperti ini.

Changmin melotot menatap Heera yang dibalas Heera juga dengan pelototan, kemudian akhirnya ia menyerah dan menghela napas. “Terserah deh.”

Kemudian Heera berhenti berjalan ketika melihat pamflet di salah satu restoran. Ia berhenti sebentar dan membacanya.

“Sekarang kita mau makan dimana?”tanya Changmin sambil terus berjalan dan terus menghadap ke depan. Tapi tidak ada jawaban dari Heera. Changmin yang penasaran menoleh dan bingung ketika tidak melihat Heera.

“Dimana dia?”gumam Changmin lalu berbalik ke belakang. Ia melihat Heera sedang berada di depan restoran Ramyun dan seperti sedang membaca sesuatu. Dengan kesal Changmin menghampirinya.

“Kau sedang apa sih?”tanya Changmin dengan posisi berdiri agak jauh. Heera menoleh padanya dengan wajah senang.

“Changmin-ah, kau mau makan gratis tidak?”

***

Changmin dan Heera dengan semangat melahap mangkok ramen kelima mereka. Semua pengunjung restoran yang melihat mereka berseru-seru menyemangati mereka. Sementara ahjusshi sang pemilik restoran sudah mulai panik ketika Changmin meminta mangkok keenamnya.

“Changmin-ah, kurasa aku tidak sanggup lagi.”kata Heera sambil menepuk pelan perutnya yang kekenyangan. “Lagipula aku sudah habis lima mangkok!”

“Aku masih sanggup lima mangkok lagi!”ucap Changmin bersemangat dan mulai melahap mangkok keenamnya.

“Aigoo~”ucap Ahjusshi pemilik restoran dengan memegang leher belakangnya. Heera tertawa geli melihat ahjusshi itu yang mulai pusing karena berpikir akan bangkrut.

Setelah dalam dua puluh menit Changmin berhasil memakan 8 porsi ramen –yang dipaksa Heera untuk berhenti– ahjusshi pemilik restoran dan pengunjung menyelamati Changmin karena berhasil memecahkan tantangan makan lima porsi besar ramen dalam waktu lima belas menit.

“Assa! Kita jadi makan gratis nih!”kata Heera senang. Tapi tanpa diduga Heera ataupun ahjusshi pemilik restoran, Changmin mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang pada si ahjusshi tersebut.

“Ini cukup untuk membayar makan kami, ahjusshi?”tanya Changmin.

“Lho? Changmin-ah?”

“Kalian kan menang, jadi tidak perlu membayar.”kata ahjusshi itu dengan bingung.

Changmin tersenyum. “Sejak awal aku tidak berniat makan gratis disini. Aku hanya ingin menantang diriku sendiri saja. Terima uang ini ya ahjusshi.”kata Changmin lalu menyelipkan uang itu di tangan ahjusshi pemilik restoran. Kemudian Changmin keluar restoran disusul Heera.

“Aish! Kalau tahu akan dibayar, aku tidak mungkin makan buru-buru seperti itu.”gerutu Heera saat ia dan Changmin berjalan di trotoar.

“Tadinya aku berniat untuk makan gratis. Tapi aku kasihan melihat ahjusshi itu saat aku mulai makan banyak. Aku tidak mau membuatnya bangkrut!”

Heera memandang Changmin lalu bertanya penasaran. “Changmin-ah, kalau tadi tidak kuhentikan, kira-kira kau akan makan berapa mangkok lagi?”

Changmin menyipitkan matanya dan menyentuh dagunya, berpikir. “Mungkin 5-6 mangkok lagi?”

Heera membelalakkan matanya, kaget. “Kau…. Shikshin! Monster Food!”

Changmin tertawa. “Itu kan panggilan hyung-deul juga Kyuhyun-Minho padaku!”

Heera terkesima melihat tawa Changmin. Akhirnya ia bisa melihat lagi tawa Changmin. Ia terlihat sangat tampan saat tertawa. Matanya yang besar berubah menyipit saat tertawa, dan sipit di kedua matanya itu terlihat berbeda. Mata sebelah kanannya terlihat lebih sipit dan pipinya terlihat menggemaskan.

Dan yang membuat Heera senang, Changmin sama sekali tidak memprotes jarak mereka berdua sekarang. Atau mungkin namja itu tidak sadar kalau sekarang Heera berjalan di sisinya?

Kemudian ketika Heera tersadar dari keterkesimaannya, ia memandang sekelilingnya dan melihat sudah banyak yeoja-yeoja yang melihat Changmin dengan terpesona.

“Heera-ssi, sekarang kita mau kemana lagi?”tanya Changmin masih dengan memandang ke depan, tidak sadar kalau sekarang sudah banyak yeoja yang memandangnya lapar (?).

Tiba-tiba segerombolan yeoja menghampiri mereka berdua, membuat Changmin dan Heera kaget.

“Chogiyo, kau… Shim Changmin?”tanya salah satu yeoja itu dengan tatapan penuh minat. Changmin yang tidak menyangka jika ia akan dihampiri oleh segerombolan yeoja yang tidak dikenal, mulai sedikit panik.

“Ng… ne.”jawab Changmin sedikit bingung dan panik.

“Assa! Benar kan dia itu magnae dari Shim bersaudara!”kata yeoja itu pada teman-temannya. Mereka langsung ber-‘kyaa-kyaa’ kecil.

“Ah, kami ini fans-nya Yunho Oppa juga Yoochun Oppa! Tapi kami juga jadi fans kalian berlima setelah melihat kalian berlima tampil di tivi!”kata yeoja yang lain.

“Wah, kau tampan sekali!”

Tiba-tiba semakin banyak yang mengerubungi Changmin dan Heera.

“Ah! Dia adiknya Junsu Oppa, atlet sepakbola nasional!”

“Katanya dia ini yang paling sering mencicipi masakan Jaejoong Oppa, Chef terkenal itu!”

“Shim Changmin itu murid berprestasi tingkat nasional lho!”

Changmin mulai keringat dingin karena panik dikerubungi oleh banyak orang, terutama yeoja. Heera yang tahu phobia Changmin, tidak bisa diam lebih lama. Ia menarik tangan Changmin dan mengajaknya berlari menerobos kerumunan orang.

Changmin tidak bisa berpikir jernih lagi. Ia hanya mengikuti kemana Heera mengajaknya berlari. Jantungnya sudah berdebar sangat kencang karena takut dengan banyaknya yeoja yang mengerubunginya tadi. Setelah berlari beberapa saat, menghindari kejaran fans-fans hyung-deul Changmin, akhirnya mereka berdua sampai di jalan kecil yang sepi.

Mereka berdua terengah-engah, dan Changmin langsung jatuh terduduk di jalan. Ia berusaha mengatur nafasnya dan memeluk kedua kakinya dengan tangannya yang gemetar. Heera memandangnya kasihan, kemudian ia berlutut di hadapan Changmin, dan dengan ragu-ragu mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu Changmin yang bergetar. Setelah yakin Changmin tidak takut akan sentuhannya. Heera memeluk Changmin perlahan.

“Gwenchana… mereka sudah tidak ada…”ucap Heera pelan, berusaha menenangkan Changmin. Tubuh Changmin yang awalnya membeku ketika Heera memeluknya sekarang mulai merileks. Ia tidak membalas pelukan Heera dan hanya membenamkan wajahnya di leher Heera.

Ini pertama kalinya ia merasa nyaman dan tidak takut di pelukan seorang yeoja.

~TBC~

Eotte? Ceritanya aneh gak sih? Ini tuh hasil dari pembongkaran ingatan dan pengeditan berulang kali. Ya maklum deh, naskah aslinya hilang sih. (=,=)

Mudah2an menurut kalian ini lucu atau romantis. Seenggaknya tidak mengecewakan gitu. #author nawar. Hehe~

Komen sangat diharapkan lho, terutama dari Kim Heera! Ekasiheera a.k.a Kim Heera, what do you think? ^_^

Oh ya, penyebab Changmin phobia baru dijelasin di part ending, part 3. Part 3nya aku publish besok ya! ^3^

14 pemikiran pada “Three High School Princes : Changmin’s First Love Story (part 2)

  1. Alhamdulillah akhirnya publish juga :’)
    ini ff kayak obat penawar buatku. ditengah-tengah jadwal yg padet, tugas yang numpuk, ini buat aku seger bangeeeet >//////////////< ciyus deh ciyus *jadi anak alay sementara*

    POKONYA AKU SUKA BANGET. TITIK. Makasih ya finun~ aku jadi terharu :')
    Changmin-ah saranghae!!!! you're mine!!! /ditabok cassie
    i'm your girl~ *lirik i'm your man -2pm
    gamshamnidaaaa~
    maaf yaaa, aku bacanya tadi malem tp baru komen. aku pulang jam stngh 10an dan langsung baca dan tugas numpuk, dan aku senyum-senyum sendiri karena FF ini 🙂

    Saranghae SungRi!!!

  2. Di cerita bagian Changmin oppa ini, Kyuhyun oppa n Minho oppa jarang diceritain ya… Beda dgn cerita Minho oppa, Tapi q suka…^^ lanjutkan!!!

  3. Omooo.. THSP akhrnya kluar jg eon..
    Aq ampeg hmpir lupa ama crita awalnya.. -_- #untung msh hampir
    Tggalin jejak dlu dc,, trz bca ampeg part ending..
    Comment nya lgsung dpart ending aj ya eon.. Hehe
    Pai pai eonnie.. :*

  4. wah, udah lumutan nunggu nih ff,..
    ckckckckck,..
    wah, changmin oppa k’sialan i2 bnr dtng2,..
    hahaha,..
    kyk bukan sial,..
    ini karena heerany aj yg ceroboh tp imbasny k’changmnin oppa,..
    part ini kyu oppa am minho cm ngonol sbntr n’ sedikit,..
    kurang cerita kyulinenya,..
    hehe,..
    wah, changmin oppa udah nyaman am heera 2h,…
    benih2 cinta tlah tumbuh nih,
    jd, k’sialan m’bwa cinta ya,..
    hehe,..
    ok, d’tunggu part lanjutanny,..
    fighting,.. 🙂

  5. daebak! Lucu banget lah! part ini bikin aku ngakak sampai berurai air mata xD #nahloh tapi adegan terakhirnya sosweet bangeeeet! kyakyaaa~

  6. Fina aku ketawa ngakak sama tingkah Changmin yng maslah telor itu loh …
    kok bsa yya kena telor setengah mateng…

    ngebayangin sikonnya kocak banged…

    aku suka tokoh heera disini…
    bsa ngerasain posisi heera .. ^^

  7. eh..eh..#nengok kiri nengok kanan#

    udah ada ya,
    akhrx stlh sekian lama menanti akhrx publish jga, aQ smpe lupa author’x siapa,.

    Changmin galau??
    Pake IM3 >,<
    #jgerrr dicubit eonni

    akh, aQ suka sx..

    Feel Heera sma Changmin dpet bnget,
    biasax Changmin yg sllu dikibulin Heera XD

    past slnjtx gmana ya..
    Next ya eon.*cium eon#digeblek Ye2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s