Three High School Princes : Changmin’s First Love Story (part 3 ending)

cover three high school princesThree High School Princes : Changmin’s First Love Story (part 3)

Author            :: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Tittle               :: Three High School Princes : Changmin First Love Story

Main Cast      :: Shim Changmin DBSK, Kim Heera (OC)

Support cast   ::

·                     Kim Jaejoong DBSK as Shim Jaejoong

·                     Jung Yunho DBSK as Shim Yunho

·                     Park Yoochun DBSK as Shim Yoochun

·                     Kim Junsu DBSK as Shim Junsu

·                     Cho Kyuhyun Super Junior

·                     Choi Minho SHINee

Genre              :: Romance, Comedy

Rate                :: G

Previous Part::

  • THSP’s Minho: 1 2(end)
  • THSP’s Changmin: 1  2
  • THSP’s Kyuhyun: on going…

Part 3 Changmin’s Love Story

begin::

“Mwo? Kalian dikejar-kejar fans kami?”tanya Jaejoong saat Heera dan Changmin sampai di rumah. Changmin yang masih merasa lemas langsung masuk ke kamarnya untuk tidur.

“Ne. Oppa, aku tidak tahu kalau kalian terkenal sekali. Memangnya kalian artis ya?”tanya Heera penasaran.

“Mwo? Kau tidak kenal kami?”tanya Yoochun kaget. Heera menggeleng.

“Jinjja?”kali ini Yunho yang menyuarakan keheranannya. “Kau tidak tahu kalau keluarga kami ini sangat terkenal?

Heera cemberut. “Anhiyo. Aku kan lama tinggal di Jepang, jadi aku tidak tahu sama sekali tentang Korea.”

“Aish! Padahal aku kan juga merilis album Jepang!”gerutu Yunho kesal.

“Dramaku juga terkenal sekali di Jepang!”timpal Yoochun sebal.

Jaejoong tertawa. “Itu artinya kalian masih belum terkenal di Jepang!”ledeknya.

“Kalau aku sih merasa wajar saja ia tidak mengenalku karena lama di Jepang. Aku kan atlet sepakbola Korea.”kata Junsu santai sambil mengotak-atik ponselnya.

Kali ini Heera yang kaget. “Junsu Oppa atlet sepakbola? Sepakbola nasional?”

“Ne~”jawab Junsu masih sibuk dengan ponselnya.

“Lalu, Yunho Oppa, Yoochun Oppa dan Jaejoong Oppa?”

Jaejoong tersenyum. “Yunho itu penyanyi dan dancer. Ia sudah merilis beberapa album Korea juga Jepang, bahkan pernah masuk first Oricon Chart. Kalau Yoochun, dia aktor, sudah banyak membintangi drama dan ia banyak dapat penghargaan di bidang akting.”jelas Jaejoong.

Heera menatap Yunho dan Yoochun terkesima. “Kalau Jaejoong Oppa? Aku hanya tahu kalau Jaejoong Oppa bekerja sebagai Chef dan punya restoran.”

“Wah sepertinya kau tidak pernah nonton tivi ya, Heera.”kata Yoochun heran.

“Kan sudah kubilang kalau aku lama di Je…”

“Tapi masa’ sampai disini kau tidak pernah nonton tivi?”potong Yunho. Heera menggeleng.

Junsu tertawa kecil lalu mematikan ponselnya. “Kalau kau melihat tayangan sabtu dan minggu pagi, kau bisa melihat Jaejoong Hyung membawakan acara memasak di tivi. Bahkan ia juga juri dari kompetisi memasak di KBS TV.”

Heera tercengang mendengar ucapan Junsu. Ia tidak pernah menyangka jika ia ternyata tinggal di rumah yang berisi namja-namja terkenal se-Korea Selatan. “Daebak! Kalian bersaudara benar-benar daebak!”puji Heera bersemangat, membuat keempat namja itu tertawa.

“Tapi, bagaimana dengan Changmin? Dia memangnya model ya sampai orang-orang mengenalinya?”

“Haha~ wajah tampannya dan kaki panjangnya pasti membuat orang-orang langsung berpikir kalau dia itu model!”kata Yoochun dengan tertawa. “Sayangnya ia tidak mungkin jadi model.”ucapnya dengan wajah berubah murung. 

Yunho menepuk bahu Yoochun pelan, berusaha menenangkannya. Ia tahu kalau dongsaengnya itu pasti sedang menyalahkan diri sendiri lagi akan kondisi Changmin yang phobia perempuan itu. “Sebenarnya kami berlima pernah diwawancarai di tivi.”kata Yunho akhirnya.

“Changmin itu pernah beberapa kali menang Olimpiade Sains tingkat Nasional, dia juga mendapat predikat murid berprestasi tingkat Nasional tahun ini. Pihak stasiun tivi yang akan mewawancarai kami berempat mengetahui jika Changmin adik kami, jadi mereka mengundang Changmin juga.”jelas Jaejoong.

“Yah tadinya sih hanya itu, tapi ternyata karena tampil di tivi itu kita jadi banyak tawaran interview di majalah. Bahkan pemotretan.”tambah Junsu.

“Bagaimana mungkin? Changmin kan phobia?”tanya Heera kaget.

“Kami memaksanya ikut. Itu salah satu cara kami untuk menyembuhkan phobianya, Heera. Walaupun pemotretannya hanya dengan kami, tidak ada model perempuan.”

Heera kemudian bangkit dari duduknya dan memandang keempat namja itu marah. “Kalian tega sekali! Memangnya kalian tidak bisa menemukan cara lain untuk menyembuhkan phobianya?! Apa kalian tidak tahu bagaimana akibatnya pada Changmin?!”seruan marah Heera itu membuat keempat kakak beradik itu tersentak kaget. “Kalau saja kalian melihat ekspresinya tadi… Ia… ia begitu ketakutan!”ucap Heera dengan menahan tangis. Ia jadi sedih saat ingat bagaimana ekspresi ketakutan di wajah Changmin tadi. Rasanya hatinya begitu sakit melihat Changmin yang begitu rapuh.

Keempat namja kakak-beradik itu terdiam mencerna kata-kata Heera. Heera benar. Tidak seharusnya mereka membuat Changmin menjadi lebih terkenal dan menambah fansnya. Kondisi Changmin tidak memungkinkan. Tapi mereka juga tidak mungkin tidak melakukan apapun kan?

“Aku… aku pasti akan membuat Changmin sembuh. Aku akan melindunginya.”ucap Heera pelan yang membuat keempat namja itu tersenyum akan kata-kata tulus gadis itu.

Tanpa mereka tahu Changmin sekarang sedang mendengarkan mereka dari balik tembok. Ia tersenyum kecil, tersentuh akan kata-kata tulus Heera, tunangannya yang baru saja dikenalnya itu.

***

“Minnie, hyung beli cemilan dulu ya!”kata Yoochun pada Changmin kecil. Changmin yang berumur 10 tahun hanya mengangguk dan tersenyum senang melihat hyungnya pergi membeli popcorn dan cemilan lain. Ia memutuskan untuk menunggu sambil bermain game di ponselnya.

“Changmin-ah…”

Changmin menoleh lalu melihat seorang yeoja cantik yang dikenalnya. “Ah! Yeo rin Noona! Sedang apa disini?”tanya Changmin dengan ceria.

“Aku kesini untuk menjemputmu.”

“Menjemput? Mau kemana? Aku dan Yoochun Hyung mau nonton kartun.”

“Tadi aku tidak sengaja bertemu Yoochun, katanya ada sesuatu terjadi di rumah. Ia terburu-buru pergi lalu ia memintaku untuk mengantarmu pulang.”jelas Yeo Rin.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan Hyung-deul yang lain?”tanya Changmin cemas.

“Molla. Yang penting kita sekarang pergi dulu. Kajja!”

.

.

.

“Kau! Gara-gara kau Yoochun selalu cuek padaku!”PLAAKK.

.

.

“Ia tidak boleh menolak ajakan kencanku dan menjadikanmu sebagai alasan! Ia tidak boleh menolakku!” BUGH.

.

.

“Kau adik kesayangannya kan?! Akan kubuat adik kesayangannya membencinya!”

.

.

“Min! Changmin! Kau tidak apa-apa?”

“Jangan sentuh aku!”

 Yoochun menangis memandangnya.

 

“ANDWAE!!”jerit Changmin.

Changmin terengah-engah saat terbangun dari mimpinya. Tangan kanannya mencengkeram dadanya erat, merasakan jantungnya yang berdegup dengan sangat keras. Matanya memandang sekeliling dengan liar. Kemudian ketika ia sadar jika ia sedang berada di kamarnya sendiri, tubuhnya mulai merileks. 

Setelah sekian lama ia tidak bermimpi akan kejadian buruk itu, malam ini ia kembali memimpikannya. Mungkin karena kejadian tadi siang itu ia jadi memimpikan kejadian buruk tujuh tahun lalu itu.

Changmin merasakan airmatanya mengalir ketika mengingat pandangan terluka Yoochun saat ia menyalahkannya. Ia merasa bersalah sekali pada Yoochun. Bertahun-tahun ia trauma, dan bertahun-tahun itu pula Yoochun dihantui rasa bersalah. Padahal Changmin tahu sekali, bukan salah hyungnya jika ada yeoja gila yang menyukai hyungnya itu sampai separah itu.

Kemudian Changmin bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar. Ia langsung saja menuju ke kamar Yoochun.

“Hyung?”panggilnya dengan mengetuk pintu kamar Yoochun pelan. Tapi tidak ada jawaban. Yoochun pasti sudah tidur, dan jika namja itu tidur akan sulit untuk dibangunkan. Changmin pun langsung saja membuka pintu kamar Yoochun yang biasanya memang jarang dikunci.

Saat masuk ke dalam, Changmin terkejut melihat Junsu yang sedang duduk menghadap laptopnya di meja Yoochun. Junsu memakai headphone, sehingga ia tidak mendengar panggilan Changmin. Changmin menyentuh bahu Junsu pelan, membuat Junsu menoleh.

“Lho? Min?”

“Aku mau tidur disini. Hyung mau tidur disini juga?”

“Anhi. Cuma numpang main game kok. Aku tadi hanya menemani Chunnie, ia menangis tadi.”

“Menangis?”tanya Changmin terkejut.

Junsu tersenyum menenangkan. “Gwenchana. Kau kan tahu ia orang yang sensitif dan sedikit cengeng. Sekarang ia sudah tidur. Kau mau tidur juga kan? Kalau begitu aku kembali ke kamarku ya.”Lalu Junsu mematikan laptopnya dan sebelum keluar dari kamar ia mengusap lembut rambut Changmin.

Junsu tersenyum sedih. “Jebal… bisakah kau berusaha untuk sembuh? Demi dia juga…”kata Junsu, yang membuat tubuh Changmin membeku. Lalu Junsu keluar dari kamar Yoochun.

Kemudian Changmin mendekati Yoochun yang sudah tidur dengan memeluk gulingnya dan duduk di tepi tempat tidur. Ia melihat wajah Yoochun yang sedikit basah.

“Hyung menangis karena aku?”gumam Changmin pelan. Ia menyentuh pipi Yoochun lembut, mengusap airmatanya. Sentuhan lembut Changmin membuat Yoochun sedikit terganggu, dan mengerutkan keningnya. Ia lalu semakin memeluk bantal gulingnya.

“Min-ah… mianhe…”ucap Yoochun dalam tidurnya. 

Changmin tersentak mendengar namanya disebut oleh Yoochun yang mengigau. Jadi benar jika ia yang sudah membuat hyungnya sedih dan menangis. Jika teringat mimpinya tentang kejadian buruk bertahun-tahun lalu itu, membuat perasaan bersalahnya menjadi semakin besar. Yoochun tidak bersalah, dan sikap Changmin yang sedikit menjauh darinya pasti membuat hyungnya itu menyalahkan dirinya sendiri.

Setelah yakin Yoochun kembali tertidur lelap, Changmin memutuskan untuk pergi ke dapur dan menyeduh cokelat panas.

“Sedang apa?”tanya Changmin ketika melihat Heera di dapur. Heera menoleh dan tersenyum pada Changmin.

“Aku membuat cokelat panas. Kau mau?”

Changmin mengangguk dan duduk di salah satu kursi makan, sementara Heera pun membuatkan cokelat panas untuk Changmin. Setelah jadi, ia meletakkan cangkir berisi cokelat panas itu di hadapan Changmin, sementara ia duduk di kursi di hadapan Changmin.

Changmin meniup cokelat panasnya lalu menyesapnya sedikit. Heera menatap Changmin yang sekarang sedang melamun dengan penasaran.

“Kenapa belum tidur?”tanya Heera.

“Belum ngantuk.”

Heera tidak puas dengan jawaban itu. “Kau masih memikirkan hal yang terjadi tadi sore?”

Changmin kemudian meletakkan cangkirnya di meja dan menatap Heera. “Kau tahu darimana tentang phobiaku? Hyung-deul yang memberitahumu?”

“Anhiyo. Aku menebaknya sendiri berdasarkan observasiku padamu. lalu kutanyakan saja pada Jae Oppa, dan ternyata benar.”

Changmin mengangkat alis, sedikit takjub akan sikap Heera yang terlihat biasa-biasa saja. “Lalu? Kau masih tetap mau bertunangan denganku?”

Heera tersenyum kecil. “Phobia itu kan bukan penyakit menular yang harus dihindari. Buat apa aku batalkan hanya karena hal itu.”

Entah kenapa jawaban jujur Heera itu membuat Changmin merasa sedikit lega. “Gomapta.”ucap Changmin sangat pelan. Tapi Heera masih bisa mendengarnya, dan ia merasa senang. Ini berarti Changmin tidak mempermasalahkan pertunangan mereka lagi kan?

“Changmin-ah… boleh aku bertanya sesuatu?”tanya Heera ragu-ragu.

“Apa?”

“Ng… kudengar Chunnie Oppa penyebab kau phobia perempuan. Apa itu benar?”

Changmin menatap Heera yang sekarang sedang terlihat sangat gugup setelah menanyakan hal itu. kemudian Changmin menghela napas. Ia rasa inilah saatnya ia menceritakan hal ini pada yeoja tunangannya ini.

“Secara tidak langsung sih iya.”jawab Changmin, “Walaupun aku tahu itu bukan salah Chunnie Hyung tapi tetap saja kadang kalau aku sedang sangat marah padanya, aku akan menyalahkannya.”

“Aku tidak mengerti.”kata Heera bingung. Changmin tersenyum tipis.

“Heera-ssi, apa kau tahu kalau keempat hyungku adalah saudara tiri?”

“Eh? Saudara tiri?”

Changmin menghela napas. “Padahal kita akan segera bertunangan. Tapi ternyata kita sama sekali tidak tahu apa-apa ya tentang keluarga masing-masing.”gerutu Changmin.

“Makanya jelaskan padaku.”

“Dulu, sebelum kedua orangtuaku menikah. Mereka sudah pernah menikah dengan orang lain. Saat itu Appa sudah menikah dan punya dua orang anak, Yunnie Hyung dan Chunnie Hyung. Sementara Eomma juga sudah menikah dan punya Jae Hyung dan Su Hyung. Eomma YunChun Hyung dan Appa bercerai saat Chunnie Hyung masih bayi, sementara Appa JaeSu Hyung meninggal. Lalu setelah itu kedua orangtuaku bertemu dan menikah.”jelas Changmin.

“Hah? Pantas kalian berlima tidak ada yang benar-benar mirip!”komentar Heera setelah sesaat tercengang.

Changmin tertawa mendengar komentar Heera itu. “Tapi kami berlima tampan semua kan?”tanya Changmin dengan mengedipkan matanya, yang membuat Heera tersipu dan menjerit dalam hati. ‘Oh My God! Ini pertama kalinya aku melihat Changmin seperti ini! Ia tampan sekali….’ Kemudian Heera menampar pikirannya sendiri, berusaha kembali fokus pada cerita Changmin.

“Setelah orang tuaku menikah, kudengar Chunnie Hyung saat itu paling tidak bisa dekat dengan Eomma, sementara Yunnie Hyung dekat sekali dengan Eomma, dan JaeSu Hyung juga sangat dimanja Appa. Chunnie Hyung memang sangat sensitif dan salah satu penyebab dirinya jadi terlalu pendiam dan tidak bisa dekat dengan Eomma adalah karena ia tahu ibunya meninggalkannya dan Yunnie Hyung saat ia baru lahir, hal itu membuatnya trauma. Kata Eomma ia berubah setelah aku lahir.”

“Berubah?”

“Ne. Saat aku lahir, ternyata Eomma dan Appa baru mengerti kenapa Chunnie Hyung tidak berani dekat-dekat dengan Eomma. Ia takut Eomma yang begitu sayang dan perhatian padanya suatu saat akan meninggalkannya, karena ia bukan anak kandung Eomma. Jadi saat aku lahir, Chunnie Hyung merasa kehadiranku akan mengikat Eomma untuk terus bersama Appa dan itu berarti Eomma tidak akan pernah meninggalkannya.”Changmin kemudian tertawa. “Aku heran anak berumur tujuh tahun bisa berpikir serumit itu. Chunnie Hyung terlalu serius orangnya.” 

“Jadi itu sebabnya ia begitu menyayangimu?”tanya Heera, tersenyum.

“Mungkin. Tapi Hyung-deul yang lain juga menyayangiku dengan cara mereka sendiri kok. Jae Hyung selalu memasak untukku, Yunnie Hyung yang dewasa selalu bisa menjadi pendengar yang baik, Su Hyung temanku bermain sepak bola dan game, ia juga selalu bisa membuatku tertawa karena kepolosannya, Chunnie Hyung temanku dalam hal hobi mengemil dan juga mengerjai Su Hyung. Tapi aku juga seing mengerjai Chunnie Hyung sih.”

“Lalu? Bagaimana kau bisa phobia?”

Wajah Changmin berubah keruh saat Heera menanyakan hal itu. Heera langsung menyesal menanyakannya. “Kalau kau belum mau cerita…”

“Yeoja yang menyukai Chunnie Hyung membenciku karena Chunnie Hyung terlalu menyayangiku.”

“Eh?”

“Tujuh tahun lalu, saat Chunnie Hyung SMA, ia begitu terkenal dan banyak yeoja yang menyukainya. Chunnie Hyung sebenarnya bukan playboy, tapi ia hanya tidak bisa menolak jika ada yeoja yang mengajaknya berpacaran. Pada akhirnya yeoja-yeoja yang berpacaran dengannya memutuskannya karena ia yang tidak bisa perhatian.”

“Lalu?”

“Tapi ada satu yeoja, yang benar-benar menyukai Chunnie Hyung. Chunnie Hyung yang sudah beberapa kali putus karena alasan yang sama akhirnya pertama kalinya menolak ajakan pacaran. Tapi yeoja itu tidak menyerah. Ia selalu mengikuti Chunnie Hyung kemanapun. Membuatkannya bekal makan siang, mengajaknya kencan, tapi selama setahun lebih ia berusaha menarik perhatian Chunnie Hyung, Chunnie Hyung selalu saja menolaknya dengan halus. Lalu yeoja itu marah padaku.”

Heera menatap Changmin bingung. “Kenapa? Kan bukan salahmu jika Chunnie Oppa menolaknya?”

“Saat itu orangtua kami harus ke Jepang selama dua tahun untuk mengurus perusahan Appa disana. Jadi hyung-deul jadi lebih perhatian padaku sebagai magnae. Dan yang paling dekat denganku saat itu ya Chunnie Hyung. Waktu luang Chunnie Hyung selalu ia habiskan bersamaku. Makanya yeoja itu marah padaku.”

“Hah?”Heera tercengang. “Masa’ ia marah karena hal itu?! yeoja aneh!”

“Saat itu…” Pandangan Changmin mulai menerawang. Matanya berkabut.“…aku baru saja sembuh dari demam selama berhari-hari. Chunnie Hyung pun mengajakku nonton kartun di bioskop. Tapi kemudian saat Chunnie Hyung pergi membeli cemilan, yeoja itu muncul dan menipuku agar mengikutinya.”   

“Ia membawaku ke rumahnya dan…”Changmin tidak bisa meneruskan kalimatnya. Nafasnya tersengal ketika mengingat saat-saat mengerikan itu. Heera langsung menghampirinya dan menyentuh bahu Changmin lembut.

“Tidak usah diteruskan…”ucap Heera lembut. Changmin menggeleng pelan.

“Ia… ia menyiksaku.”lanjut Changmin dengan nafas masih tersengal-sengal. “Aku… aku baru sembuh. Saat itu aku masih terlalu lemah untuk melawan. Ia memukulku, menamparku, merobek bajuku… dan menyekapku di kamar mandi dan menyiramku dengan air. Aku… aku takut sekali…”Airmata Heera mulai mengalir ketika melihat Changmin yang menceritakan hal itu dengan begitu ketakutan. “Ia menyiksaku seperti itu terus sampai akhirnya Hyung-deul menemukanku seminggu kemudian. Dan aku…”Changmin mulai menangis. “… aku menyalahkan Chunnie Hyung, padahal itu bukan salahnya…”

Changmin terisak pelan. Heera berusaha menenangkannya dengan mengusap lembut punggung Changmin. “Ssh~ gwenchana… kau sekarang baik-baik saja…”

“Aku benci dia! Aku benci semua yeoja seperti dia!”ucap Changmin dengan mengepalkan kedua tangannya. “Di sekolah, di manapun, semua yeoja itu sama! Mereka melihat kami hanya dari fisik dan setelah itu mereka ingin memiliki kami hanya karena ingin memamerkan kami!”

Heera menurunkan tangannya dari punggung Changmin dan berjalan mundur, menjauhi Changmin. Walaupun ia tahu Changmin tidak bermaksud untuk menujukan kata-kata itu padanya, tapi mau tidak mau ia merasa sakit hati juga dengan ucapannya itu. Karena ia juga yeoja kan? Yeoja yang menyukai Shim Changmin.

Suka? Heera tertegun dengan pikirannya sendiri. Masa’ sih ia sudah mulai menyukai Shim Changmin?

 Tidak berapa lama Changmin menyadari jika kata-katanya tadi sudah menyinggung perasaan Heera. Ia menoleh pada Heera yang sebelumnya berada di sebelahnya, tapi sekarang sudah berdiri agak menjauh.

“Ah… mian, aku tidak bermaksud…”

“Gwenchana.”potong Heera, memaksakan seulas senyum. “Tapi aku hanya ingin kau tahu, aku tidak seperti mereka. Mungkin susah bagimu untuk percaya, tapi…”

“Aku percaya.”jawab Changmin dengan tersenyum.

“Eh?”

“Karena aku percaya padamu, bisakah kau membantuku?”

“Ng… bantu apa?”

Changmin menggigit bibirnya, sedikit ragu dengan keputusannya ini. Tapi ia harus mencobanya kan? Setidaknya Heera bukan orang lain.

“Bantu aku agar sembuh.”kata Changmin akhirnya.

***

 

“Tanganmu!”seru Changmin saat Heera berusaha meraih tangannya saat mereka berjalan ke sekolah. Heera cemberut menatapnya.

“Kan aku hanya ingin membantumu agar sembuh!”protes Heera. #itu sih maunya Heera aja nyentuh2 Min 😛

“Tapi lakukan secara bertahap dong! Mulai dari jalan berdekatan saja!”

“Kau sudah terbiasa jalan berdekatan denganku. Aku pernah memelukmu. Bahkan kau sudah pernah menggendongku. Seharusnya kita sudah melewati tahap itu kan?”

Changmin memikirkan kata-kata Heera sebentar. Kemudian ia terkejut saat baru menyadari jika sedari tadi ia dan Heera berjalan dengan jarak yang dekat. Sejak kapan ia tidak takut berjalan sedekat ini dengan yeoja? Pelukan waktu itu tidak masuk hitungan, kan dia saat itu sedang dalam keadaan kalut.

Heera tersenyum ketika melihat wajah bingung Changmin. Kemudian ia mengulurkan tangannya pada Changmin, agar Changmin mau menggenggamnya. Dengan ragu Changmin mengangkat tangannya untuk meraih tangan Heera. Tapi dengan segera ia menurunkannya lagi.

“Jangan sekarang. Nanti orang-orang di sekolah tahu hubungan kita.”Changmin beralasan dengan gugup.

“Tidak apa-apa kan? Kan kalau mereka tahu aku tunanganmu, yeoja-yeoja fansmu itu seharusnya mengerti itu tandanya kau tidak bisa mereka dekati.”

“Tapi…”

Heera tidak mengacuhkan kata-kata Changmin lagi. Ia langsung saja menarik tangan Changmin dan menggenggamnya. Changmin yang terkejut berusaha untuk melepaskannya, tapi Heera menahannya, menggenggamnya lebih erat.

Heera bisa merasakan jika tangan Changmin menegang dan mulai berkeringat di dalam genggamannya, tapi ia tetap tidak melepaskannya. Lagipula Changmin tidak berusaha untuk melepaskannya juga. Heera tahu jika Changmin sekarang mati-matian berusaha mengendalikan rasa gugupnya. Dan ini permulaan yang baik.

Saat mereka masuk ke halaman sekolah, semua yang melihat mereka langsung histeris. Ini pertama kalinya mereka melihat Changmin sedekat ini dengan seorang yeoja! Dan ini suatu keajaiban! Ice Prince tertaklukan!

Changmin sekarang tidak hanya merasa keringat dingin karena genggaman tangan Heera, tapi ia juga merasakan pipinya memanas karena malu. Ini pertama kalinya, semenjak ia beranjak remaja, ia berjalan sedekat ini dengan yeoja di hadapan orang banyak.

Heera tersenyum menatapnya. “Gwenchana. Kan aku sudah berjanji akan membantumu agar sembuh.”katanya dengan senyum lembut. Changmin menatap senyum Heera yang menenangkan itu, kemudian ia tersenyum simpul. Setidaknya walaupun masih gugup, ia sudah bisa sedikit mengatasi rasa takutnya pada satu orang yeoja, pada Kim Heera, tunangannya sendiri.

*** 

 

“Aku tidak salah lihat kan?”tanya Kyuhyun dengan mulut ternganga.

“Anhi. Mana mungkin kita berdua sama-sama salah lihat? Apa ini mimpi?”balas Minho dengan mata mengedip-ngedip, berusaha meyakinkan apa yang dilihat di hadapannya.

Sejak tadi pagi, Kyuhyun dan Minho merasa penglihatannya kurang beres, atau mungkin mereka bermimpi. Changmin, sahabat mereka sejak kecil, yang punya phobia perempuan, sejak pagi ini terlihat sangat akrab dengan Kim Heera! Oke, mungkin tidak benar-benar akrab seperti berpelukan, bermesra-mesraan atau sebagainya, tapi hanya dengan berjalan berdekatan atau berpegangan tangan itu sudah cukup aneh buat Shim Changmin!

“Memangnya aneh ya kalau Changmin dekat dengan Heera?”tanya HaeRin penasaran, melihat ekspresi namjachingunya dan juga Kyuhyun.

“Tentu saja aneh!”jawab Kyuhyun dan Minho serempak. “Changminnie kan…”

“Annyeong, kami boleh duduk disini?”tanya Heera yang tiba-tiba muncul bersama Changmin. Kyuhyun dan Minho langsung menatap Changmin seksama. Terlihat sekali di mata mereka jika Changmin sangat gugup, dan tangannya yang dipegang Heera sama sekali tidak balas menggenggam.

“Silakan.”kata HaeRin karena Kyuhyun dan Minho tidak membalas pertanyaan Heera. Heera tersenyum lalu duduk di samping Hae Rin, sementara Changmin mengambil tempat di sebelahnya.

“Min, kau sudah sembuh?”bisik Minho akhirnya setelah penasaran. Changmin menggeleng pelan dengan wajah gugup. Ia bingung bagaimana harus menjelaskannya pada kedua sahabatnya ini.

 “Belum.”jawab Heera, membuat kedua namja yang penasaran itu menoleh menatapnya. “Tapi aku akan membantunya untuk sembuh.”Heera tersenyum. Kyuhyun dan Minho terbelalak mendengar jawaban Heera.

“Kau… kau tahu?”tanya Kyuhyun kaget.

“Dangyunhaji, aku kan…”

“Heera-ssi, aku mau beli makan siang. Ayo ikut!”kata Changmin, memotong perkataan Heera. Ia belum siap untuk memberitahu orang-orang mengenai hubungannya dengan Heera. Changmin bangkit dari duduknya.

“Aku ikut!”kata Heera, lalu mengikuti Changmin memesan makanan.

Setelah kedua orang itu pergi, Kyuhyun dan Minho langsung sibuk berdiskusi dengan berbisik, tanpa mengacuhkan HaeRin yang duduk di antara mereka.

“Bagaimana mungkin Changmin bisa dekat dengan Heera?! Ia bilang ia belum sembuh!”

“Dan kenapa Heera berkata seolah-olah ia tahu phobia Changmin?? Apa Changmin memberitahunya? Lalu kenapa ia mau memberitahunya??”

“Minnie mulai banyak merahasiakan sesuatu dari kita!”

“Kau benar! Ia bilang ia tidak suka Heera dan berpikir Heera itu selalu membuatnya susah, lalu kenapa…”ucapan Kyuhyun terputus ketika mereka mendengar suara SYUT GUBRAK PRAANG.

Mereka menoleh ke asal suara, dan mereka melihat Changmin dan Heera sedang jatuh tertidur di lantai kantin dengan posisi Heera di atas Changmin. Yang membuat mereka terkejut adalah cairan kental berwarna merah yang sekarang melumuri wajah Changmin, dan gelas plastik yang dipegang Heera berada di hadapan wajah Changmin. Tidak perlu waktu lama mereka mengerti apa yang terjadi.

“Cha… Changmin-ah… mianhe…”ucap Heera dengan terburu-buru bangkit dari atas tubuh Changmin. Ia menatap wajah Changmin yang berantakan dengan ngeri.

“YAK! KIM HEERA! JUGULLE?! (kau mau mati?!)”seru Changmin kesal. Dan tidak berapa lama Heera kabur yang langsung dikejar oleh Changmin yang marah.

***

 

“Changmin-ah…. mianhe….”ucap Heera dengan merajuk pada Changmin yang sedang menggosok dinding toilet dengan kesal.

“Neo… kenapa kau selalu membuatku sial sih?!”ucap Changmin kesal. Tadi saat ia mengejar Heera dengan wajah belepotan Jus Tomat di kantin, ia tidak sengaja menabrak Han Songsaengnim dan membuat guru yang sudah cukup tua itu terjatuh. Alhasil Changmin dan Heera kini mendapat hukuman membersihkan toilet dari guru galak itu. 

“Itu kan tidak sengaja…”

“Tidak sengaja tapi berkali-kali!”bentak Changmin, membuat Heera menutup mata, ngeri melihat wajah marah namja tampan itu.

“Tapi… tapi kan… tomat bagus kok buat kulit…”

Changmin langsung menatap Heera dengan melotot saat mendengar komentarnya. Heera hanya nyengir dengan takut-takut.

“Kurasa benar apa kata peramal itu, aku akan bertemu dengan orang yang akan selalu membuatku sial!”ucap Changmin kesal dengan menekankan kata ‘sial’.

Heera hanya terdiam dan tidak menanggapi kata-kata Changmin itu. Ia merasa sedih. Padahal baru saja ia bisa akrab dengan Changmin, tapi sudah menjadi seperti ini situasinya. Kalau begini terus, bagaimana ia bisa menyembuhkan phobia Changmin?

“Yak! Kim Heera!”

“N… ne?”

“Semua orang sudah melihat kalau kita dekat sekali, jadi KAU! Jangan membuatku malu dengan tidur di kelas, tidak mengerjakan tugas, atau melanggar peraturan. Arasseo?!”

Heera cemberut. “Aku tidak janji! Kalau pelajarannya membosankan…”kemudian Changmin memelototinya. “Aish! Arasseo! Kau puas sekarang?!”

Changmin tersenyum puas. “Good.”

Heera kembali mengepel lantai kamar mandi dengan kesal. “Baru juga jadi tunangan aku sudah diatur-atur!”gerutu Heera, cukup keras sehingga Changmin bisa mendengarnya.

“Yak! Kau…”

“IGE MWOYA?!”Changmin dan Heera terlonjak kaget mendengar suara bass dua orang namja yang dikenal mereka. Minho dan Kyuhyun menerobos masuk ke toilet dengan wajah terkejut.

“Ka… kalian tunangan?”tanya Minho, berusaha mengkonfirmasi.

“Ini bukan bercanda kan? Shim Changmin bertunangan dengan Kim Heera?”ulang Kyuhyun dengan nada suara dramatis.

“Yak! Kalian berdua! Jangan bicara keras-keras, nanti ada yang dengar…” Tapi peringatan Changmin itu sudah terlambat. Karena sekarang pintu toilet terbuka karena terdorong oleh banyaknya murid yang menguping pembicaraan mereka.

Changmin melotot memandang teman-teman sekolahnya yang sekarang sedang jatuh bertumpuk-tumpuk di depan pintu toilet. Mereka nyengir takut melihat ekspresi Changmin, kemudian buru-buru bangkit dari posisi jatuh mereka, dan kabur sebelum Changmin sempat berkata apapun.

Changmin memegang kepalanya yang mulai pusing. Ia bertaruh kalau sebentar lagi berita mengenai hubungan mereka akan jadi gosip terpanas di sekolah.

Aduh… karirnya sebagai Ketua Osis…

***

“Serius? Yeoja pemalas itu tunangannya Ice Prince kita?!”

“Ah! Itu cuma bohong kali!”

“Nggak bohong! Kami mendengarnya sendiri!”

.

.

“Oh mereka tunangan, pantas saja mereka sering pulang-pergi ke sekolah sama-sama.”

“Hah? Sering?! Andwae! Ice Prince-ku…”

.

.

“Yeoja itu nggak pantas buat Ketua Osis kita yang keren!”

“Dia kan pemalas! Suka tidur di kelas!”

“Bagaimana sih orangtuanya Changmin Oppa?! Pasti Changmin Oppa terpaksa bertunangan dengannya!”

.

.

Heera berusaha bersabar menghadapi gosip pertunangannya dengan Changmin di seantero sekolah. Tentu saja ia harus bisa bersabar. Kan dalam hal ini dirinya yang selalu dijelek-jelekkan.

“Kau benar bertunangan dengan Changmin, Ra-ya?”tanya HaeRin saat mereka berdua sedang berjalan di koridor sekolah, dengan tatapan mata semua orang tertuju pada Heera dan Haerin.

“Mm-hmm.”jawab Heera malas. Ia masih berusaha tidak megacuhkan tatapan orang-orang padanya.

“Sejak kapan? Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku?”

“Sebenarnya itu tujuanku datang ke Korea, bertemu dengan tunanganku. Aku tidak pernah memberitahumu karena yah… sebelumnya aku punya masalah dengan Changmin, jadi ya aku tidak mau memberitahu siapapun tentang pertunangan kami selama ia masih marah padaku.”jelas Heera. “Mianhe, Rin-ah.”

“Gwenchana.”ucap Haerin, tersenyum. “Lalu, sekarang kalian sudah baikan?”

Heera meringis. “Kurasa ia marah lagi padaku, kau tidak ingat kejadian kemarin di kantin?”

Haerin tertawa kecil. “Kalian lucu!”

“Lucu sih lucu! Tapi dia sekarang marah padaku!”ucap Heera kesal.

“Kalau begitu sekarang coba bicarakan baik-baik padanya.”kata Haerin, tersenyum lalu menunjuk ruang sekret OSIS yang berada tidak jauh dari tempat mereka.

Heera tersenyum, lalu menghampiri pintu ruangan itu. Saat ia akan membuka pintu, ia mendengar namanya disebut, kemudian ia mengurungkan niatnya dan berusaha mendengar karena penasaran.

“Lalu, kau suka pada Heera?”

Jantung Heera berdegup kencang saat menunggu jawaban pertanyaan tersebut dari Changmin. Ia berharap Changmin akan menyukainya.

“Kau bercanda? Mana mungkin aku suka pada yeoja yang selalu membuatku sial? Itu kan hanya karena ia tunanganku, makanya aku berusaha baik padanya.”

Airmata Heera mengalir mendengar ucapan sinis Changmin. Segera saja ia berbalik menghampiri Haerin. Haerin terkejut melihatnya menangis.

“Ra-ya, kau kenapa?”

Tapi Heera tidak menjawab dan malah berlari meninggalkan Haerin yang kebingungan.

***

 

Minho dan Kyuhyun menyipit memandang Changmin yang sedang duduk diam di singgasana Ketua Osisnya.

“Waeyo?”tanya Changmin.

“Kau, berapa banyak yang kau rahasiakan dari kami?”tanya Kyuhyun langsung dengan nada kesal.

“Err… banyak.”jawab Changmin dengan nada menyesal saat melihat wajah kedua sahabatnya yang sudah tidak bersahabat.

“Berapa lama?”tanya Minho.

“Err… sebulan yang lalu.”

“Dan kau masih belum mengatakan apapun pada kami sekarang?”ucap Kyuhyun dengan nada tinggi.

“Jujur saja, aku juga bingung bagaimana menjelaskannya. Jadi kubuka saja dua sesi tanya jawab ya.”

Kyuhyun dan Minho melongo mendengar komentar Changmin. “Ini bukan ajang diskusi!”seru mereka berdua serempak, membuat Changmin nyengir.

“Makanya, kalian bertanya, aku menjawab.”

Kyuhyun dan Minho langsung duduk di hadapan Changmin dan memborbardirnya dengan pertanyaan.

“Sejak kapan kalian kenal?” –Minho.

“Sejak hari anniversary sekolah.”

“Kenapa kau bisa bertunangan dengannya?” –Kyuhyun.

“Karena kedua orangtua kami partner kerja, dan karena aku pewaris perusahaan.”

“Jadi pertunangan karena perusahaan?” –Kyuhyun.

“Kau bisa menyebutnya begitu.”

“Ia tahu tentang phobiamu?” –Minho.

“Tahu.”

“Kau memberitahunya?”

“Tidak. Ia tahu sendiri. Ia bilang ia sering memperhatikan sikapku, lalu ia menebaknya pada Jae hyung, jadi Jae hyung memberitahunya.”

“Hmm… ternyata ia yeoja yang perhatian ya…”gumam Minho.

“Lalu ia bilang ia akan membantumu untuk sembuh?” –Kyuhyun.

“Wajar kan? Karena aku tunangannya.”

“Hmm… sepertinya memang phobiamu sudah mulai sembuh.”gumam Minho.

“Jinjja? Kau merasa begitu?”tanya Changmin senang.

“Karena walaupun masih gugup dan takut, setidaknya kau mau berada di sebelahnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan memegang tangannya. Itu suatu kemajuan!”kata Minho, yang disambut anggukan Kyuhyun.

Changmin nyengir lebar. “Haha~ baguslah.”

“Lalu, kau suka pada Heera?” –Kyuhyun.

Changmin terdiam lama mendengar pertanyaan yang sebenarnya akhir-akhir ini sering ia tanyakan pada dirinya sendiri.

“Kau bercanda?”kata Changmin sinis setelah diam agak lama. “Mana mungkin aku suka pada yeoja yang selalu membuatku sial? Itu kan hanya karena ia tunanganku, makanya aku berusaha baik padanya.”

Kyuhyun dan Minho menatapnya tidak percaya.

“Tapi?”kata Kyuhyun menebak.

Changmin menghela napas. “Tapi itu yang kupikirkan pada awalnya. Sekarang, aku bingung. Kenapa walaupun ia selalu membuatku kesal, ia dapat membuatku nyaman berada di dekatnya? Kadang aku seperti melupakan phobiaku jika berada di dekatnya.”cerita Changmin jujur.

Kyuhyun dan Minho tersenyum menatapnya, lalu menepuk bahunya pelan. “Bagus kan? Setidaknya kau merasa nyaman berada di dekat tunanganmu sendiri.”kata Minho.

“Aku memang mulai merasa nyaman berada di dekatnya, tapi bukan berarti aku sudah menyukainya lho.”kata Changmin terburu-buru ketika melihat ekspresi menggoda di wajah Kyuhyun dan Minho.

Kyuhyun dan Minho terkekeh melihat ekspresi sahabat mereka itu. “Ne~ arasseo!”

***

 

Heera berkali-kali mengusap airmatanya yang terus mengalir. Ia tidak mau ada orang yang memergokinya menangis seperti ini. Walaupun taman belakang sekolah ini memang jarang sekali didatangi orang, tapi tetap saja Heera tidak mau ada yang memergokinya menangis.

Hanya saja sulit untuk menghentikan tangisnya jika sudah merasa sedih seperti ini.

“Aku ternyata terlalu berharap banyak ya? Bagaimana mungkin ia akan menyukaiku kalau aku saja selalu membuatnya sial begitu!”ucap Heera sedih pada dirinya sendiri.

“Apa aku harus melupakan perasaanku padanya ya?”gumamnya sedih.

Kemudian ada sms masuk ke ponsel Heera. Heera segera saja membukanya.

 

Chukae, Heera-ya.

Kudengar dari Jae Hyung, Changmin meminta bantuanmu untuk sembuh. Aku senang sekali. Berjanjilah untuk bersabar dalam menghadapinya ya. Hwaiting! >_<9 Yoochun.

 

Heera tertegun membaca sms dari Yoochun itu. “ ‘Berjanji’?”Kemudian Heera menepuk-nepuk pipinya. Merasa bodoh dengan hal yang baru saja ia pikirkan. Tidak penting kan kalau Changmin tidak menyukainya? Yang terpenting adalah sembuhnya Changmin dari phobia. Lagipula Changmin kan belum bisa membuka dirinya sepenuhnya pada Heera. Mana mungkin Changmin bisa menyukai Heera sementara ia masih phobia begitu.

Heera tersenyum kecil. Ia sudah berjanji untuk membantu Changmin agar sembuh. Kalau urusan perasaan Changmin padanya, tidak perlu terburu-buru kan? Lagipula kan mereka tunangan, sudah pasti Heera lah satu-satunya yeoja yang bisa dekat dengan Changmin.

Kemudian dengan perasaan lega Heera membalas sms Yoochun.

 

Ne, Oppa. Aku berjanji Changmin akan sembuh! Hwaiting! ^_^

 

Send.

“Ya! Kim Heera!”

Heera terkejut mendengar seruan itu. Ia menoleh ke depan dan melihat beberapa orang yeoja sudah berkumpul mengelilinginya.

“Ng…. nuguseyo?”tanya Heera sedikit takut dengan pandangan yeoja-yeoja itu padanya. Ekspresi marah dan kesal menghiasi wajah mereka.

“Ikut kami!”kata salah satu dari mereka dengan menarik tangan Heera.

***

 

“Changmin!”panggil Haerin saat melihat Changmin, Minho dan Kyuhyun berjalan menuju kelas mereka.

“Lho? Rin-ah, kenapa kesini?”tanya Minho pada yeojachingunya.

“Aku kesini mencari Changmin.”

“Waegurae?”tanya Changmin bingung. Tumben sekali yeojachingu Minho mencarinya. Biasanya kepala sekolah, ayahnya Haerin, yang mencarinya.

“Heera sepertinya terkena masalah. Tadi aku melihat segerombolan yeoja-yeoja membawanya pergi dengan paksa dari halaman belakang sekolah!”cerita Haerin panik.

“Mwo?!”seru ketiga namja itu berbarengan.

“Min, sepertinya yeoja-yeoja itu mengincar Heera karena ia tunanganmu!”kata Minho cemas.

“Kau tunggu disini, kami saja yang cari!”kata Kyuhyun lalu pergi bersama Minho dan Haerin dengan berlari.

Changmin menatap kepergian ketiga temannya dengan cemas. “Aish!”ucapnya kesal, lalu ikut berlari menyusul ketiga temannya itu. Walaupun takut dengan banyaknya yeoja yang berada bersama Heera sekarang. Tapi Changmin harus menolong Heera. Entah bagaimana caranya, tunangannya itu harus baik-baik saja.

***

 

“YAK!”seru Heera marah saat salah satu dari yeoja yang berada di hadapannya ini menamparnya, sementara yang lain memegangi tangannya.

“Apa?! Kau ingin melawan kami?!”

“Seharusnya aku yang tanya! Kenapa kalian memperlakukanku seperti ini?! Memangnya aku salah apa?!”balas Heera kesal dengan berani. Walaupun dibanding yeoja-yeoja itu ia cuma sendiri dan berada di gudang sekolah yang tidak terpakai, tapi Heera tidak mau merasa takut terhadap mereka.

“Kau masih tanya salahmu apa?! Kau berani merebut Changmin dari kami!”

Mata Heera membelalak lebar. “Mwo?! Yak! Memangnya Changmin milik kalian!”serunya kesal.

Kemudian salah satu yeoja itu menarik kencang rambut Heera yang diikat, membuat Heera meringis.

“Lalu kau pikir karena kau tunangannya, ia milikmu, begitu?”tanya yeoja itu dengan geram.

“A…aku tidak bilang begitu…”ucap Heera dengan meringis menahan sakit karena rambutnya ditarik.

Yeoja itu menarik lagi rambut Heera. “Dengar ya, kau harus memutuskan pertunanganmu dengan Changmin, kalau tidak, kau akan merasakan akibatnya!”ancamnya dengan pandangan tajam.

Tapi Heera menantang tatapan matanya lebih tajam lagi. “Aku. Tidak. Mau. Aku suka Changmin!”seru Heera berani.

“KAU…”

BRAAKK.

Semua yang berada di dalam gudang itu terkejut mendengar suara pintu yang terbuka dengan keras. Mereka melihat ke arah pintu dan terkejut ketika melihat Changmin berada disana dengan tatapan marah.

“Apa yang kalian lakukan padanya?!”ucap Changmin marah.

Kedua yeoja yang memegangi tangan Heera sekarang melepaskannya karena takut melihat pandangan Changmin. Heera mendesah lega merasakan tangannya bebas.

“Cha… Changmin Oppa…”ucap yeoja-yeoja itu ketakutan. “Ka… kami tidak melakukan apapun…”

Changmin menatap tajam satu persatu yeoja-yeoja itu. Ada sekitar sepuluh orang yeoja disana, di ruangan sekecil dan setertutup gudang ini. Changmin mulai berkeringat dingin. Ini mengingatkannya dengan penyebab ia phobia. Ruangan kecil tempatnya disekap dengan yeoja jahat di dalamnya. Ia sebenarnya takut sekali menghadapi yeoja-yeoja itu, tapi ia tahu ia tidak boleh membiarkan Heera bersama mereka.

“Changmin Oppa, kami bisa jelaskan…”ucap salah seorang yeoja dengan menghampiri Changmin.

“Jangan mendekatiku!”bentak Changmin keras, membuat mereka semua terkejut, termasuk Heera. Heera menatap Changmin cemas. Ia tahu kalau Changmin sekarang sudah dalam kondisi panik. Heera bisa melihat dari wajah Changmin yang pucat dan keringat yang mulai mengalir di wajahnya.

“Kalian… aku hapal wajah kalian. Kalau sampai kalian melakukan hal ini lagi padanya, atau pada siapapun, akan kupastikan kalian akan keluar dari sekolah ini!”ucap Changmin marah dengan napas tersengal-sengal. “Sekarang, keluar dari sini!”

Yeoja-yeoja itu menatap Changmin takut lalu berlari keluar dengan melewati Changmin. Changmin memejamkan mata dengan takut. Ia merasakan tubuhnya semakin dingin ketika yeoja-yeoja itu berjalan melewatinya. Kemudian tidak berapa lama Kyuhyun, Minho dan Haerin tiba disana. Mereka terkejut melihat segerombolan yeoja keluar dari gudang dengan panik.

Lalu, dengan tenaga yang mulai berkurang, Changmin menghampiri Heera.

“Gwen… chana?”tanya Changmin pelan dengan senyum lemah. Heera tidak menjawab pertanyaan Changmin. Seolah-olah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, Heera mendekati Changmin, tepat saat tubuh Changmin limbung ke depan. Heera langsung menangkapnya dan memeluk tubuh lemas Changmin yang berat.

“Changmin-ah?!”ucap Heera dan yang lainnya panik. Kyuhyun, Minho dan Haerin langsung masuk dan menghampiri Changmin dan Heera.

“Changmin…”panggil Heera menangis ketika melihat Changmin memejamkan matanya. Kyuhyun dan Minho kemudian berusaha mengambil tubuh Changmin yang berada di pelukan Heera ketika tiba-tiba Changmin membuka matanya.

“Nan gwenchana…”ucap Changmin pelan. Mereka mendesah lega melihat Changmin yang kembali sadar. Kemudian dengan perlahan Kyuhyun dan Minho membantu Changmin berjalan dengan meletakkan kedua tangan Changmin di bahu mereka berdua, masing-masing di kanan dan kiri Changmin.

***

Hal pertama yang dilihat Changmin saat ia terbangun adalah senyuman Heera. Walaupun merasa nyaman ketika melihat senyuman Heera, tapi belakangan itu membuatnya bingung juga.

“Sedang apa kau disini?”tanya Changmin, berusaha untuk bangun dari posisi tidurnya. Tapi Heera menghentikannya.

“Kau masih lemas, jangan bangun dulu.”kata Heera, tersenyum.

Tapi Changmin tetap memaksa bangun. Ia menatap Heera tajam. “Yak! Ini kan kamarku! Tidak boleh ada yeoja yang masuk kesini!”omel Changmin.

“Aish! Kau ini! Kau sedang sakit, jadi jangan marah-marah dulu!”ucap Heera sebal.

“Memangnya aku sakit apa?”tanya Changmin bingung.

Heera berdecak. “Masa’ belum sampai sehari kau sudah lupa? Kau kan tadi pingsan di sekolah!”

Changmin lalu berusaha mengingat-ingat apa yang dikatakan Heera. “Ah…”ucapnya ketika berhasil mengingat penyebab pingsannya.

Heera tersenyum. “Sepertinya kau tidak amnesia. Jadi… gomawo, sudah menolongku tadi.”

Changmin tersenyum tipis. “Memang sudah seharusnya kau berterima kasih padaku. Aku hampir saja mengorbankan nyawaku untuk menolongmu!”

“Cih! Berlebihan sekali!”kata Heera mencibir.

“Yak! Itu memang benar!”

 Heera tertawa. “Arasseo. Tapi Changmin-ah, kau hebat, kau sudah mengalami kemajuan! Kau bahkan bisa menghadapi yeoja-yeoja menakutkan itu!”ucap Heera bersemangat.

“Apanya yang kemajuan? Kau tidak ingat jika aku pingsan?”

“Tapi setidaknya kau bisa menghadapi mereka.”

“Kalau bukan karena ingin menolongmu…”ucap Changmin pelan.

“Mwo?”tanya Heera, tidak bisa mendengar apa yang Changmin ucapkan.

Changmin menggeleng kemudian memandang Heera dalam-dalam. Ia teringat kata-kata Heera sesaat sebelum Changmin masuk ke gudang dan menolongnya. “Aku suka Changmin.”

“Kau…”Changmin menatap Heera dengan ragu, kemudian memutuskan untuk melanjutkan kata-katanya. “…menyukaiku?”

“Eh?”Heera menatapnya bingung.

Changmin menatap ke arah lain. “Saat sebelum aku masuk ke gudang dan menolongmu, aku dengar kau mengatakan kalau kau menyukaiku.”kata Changmin membuat Heera tersipu. “Sejak kapan?”

Walaupun malu, Heera memutuskan untuk jujur. “Molla. Mungkin sejak kau menolongku saat dikejar anjing atau mungkin juga sudah lebih dulu, saat kau sering mengajariku belajar. Atau… kapan ya? Tapi yang pasti, yang aku tahu, aku menyukaimu.”kata Heera dengan menundukkan wajahnya, malu.

Changmin merasakan wajahnya memanas mendengar pengakuan Heera itu. ia tersenyum kecil. “Gomawo,”ucapnya pendek, bingung harus mengatakan apa lagi.

“Changmin-ah, boleh aku meminta sesuatu padamu?”tanya Heera dengan menatap Changmin malu.

“Apa?”

“Aku… aku tahu kalau aku selalu membuatmu sial. Selalu membuatmu kesal. Tapi aku berani bersumpah, aku sama sekali tidak sengaja melakukannya.”Heera mengangkat tangannya, membentuk V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. “Jadi… maafkan aku. Bisakah kau memaafkanku lagi jika nanti lagi-lagi aku tidak sengaja melakukan hal yang membuatmu marah?”Karena gugup, Heera mengucapkannya dengan sangat cepat, membuat Changmin tertegun.

“Yak! Kau tidak bisa mengucapkannya dengan lebih pelan?”

“Jadi aku harus mengulangnya?”tanya Heera kecewa.

“Tidak perlu, otak cerdasku ini mengerti kok ucapan cepatmu itu.”kata Changmin, nyengir. “Masalah nanti aku akan memaafkanmu atau tidak itu tergantung apa salahmu dan bagaimana caramu nanti meminta maaf. Jadi, aku tidak bisa menjawabnya sekarang.”

Heera menatap Changmin kecewa, membuat Changmin tertawa. “Lagipula, memangnya kau sudah berencana membuatku sial lagi sampai berkata seperti itu?”

“Kan aku cuma jaga-jaga saja. Dan… mm… Changmin-ah…”

“Ne?”

“Bagaimana jawabanmu?”

“Jawaban apa?”

“Kan tadi aku sudah bilang kalau aku menyukaimu!”ucap Heera sebal.

Changmin menatap Heera dengan pandangan kosong. “Itu harus dijawab ya?”

Heera mengangguk bersemangat. “Dangyunhaji! Aku tahu kau masih phobia, tapi tetap saja aku ingin jawaban darimu. Apapun jawaban yang kau berikan, aku akan menerimanya dengan besar hati! Yang penting kita tetap bertunangan. hehe~”

Changmin tersenyum. “Jawabanmu akan kujawab saat aku sembuh nanti. Jadi, kau harus tetap berusaha membantuku agar aku sembuh.”

“Jadi, jawabanmu ditunda dulu, begitu?”

“Mm-hmm.”

“Geurae! Aku akan berusaha membantumu untuk sembuh!”ucap Heera senang. “Berarti kau harus menyiapkan jawabanmu secepatnya ya!”

“Ng… kenapa?”

“Karena kau sudah mulai sembuh. Sekarang saja kau sudah bisa mengobrol lama denganku dan dengan jarak yang dekat begini.”jelas Heera, menunjuk Changmin yang duduk di kasur, dan dirinya yang duduk di kursi di samping tempat tidur Changmin.

“Oh… iya ya?”gumam Changmin, sedikit takjub dengan perubahan yang sama sekali tidak disadarinya.

“Kalau begitu aku keluar dulu ya mengambil makananmu. Kau pasti lapar kan?”kata Heera.

“Oh oke, gomawo.”kata Changmin. Tapi tiba-tiba ia merasakan kecupan lembut di pipinya. Tubuhnya langsung menegang kemudian karena saking shocknya, badannya limbung ke belakang membuat kepalanya terbentur keras ke kepala tempat tidur. 

“AWW!”jerit Changmin. “Yak! Kim Heera!”

“Mianhe Changmin-ah!”seru Heera lalu berlari keluar, sementara Changmin sibuk mengusap-usap kepalanya yang sakit karena terbentur. Kemudian ia memandang pintu kamar yang terbuka lalu tersenyum sendiri.

Mungkin peramal itu benar, jika Changmin akan bertemu dengan seseorang yang akan membuatnya sial seumur hidup. Tapi bagi Changmin, tidak masalah jika orang itu adalah Kim Heera. ^_^

~End of Changmin’s Story~

Alhamdulillah~ lega banget udah ending! #sujudsyukur.

Buat Ekasiheera, dongsaengie tercinta, mian ya kalo ceritanya nggak sesuai harapan. Kritik dan saran diterima dengan lapang dada. So, komen yang panjang ya readers! Hoho~

Klo THSP’s Kyuhyun baru bs kutulis abis FON ending ya. jadi mian bgt hrus nunggu lagi.^^

Heera tersenyum ketika melihat Changmin membuka matanya.

10 pemikiran pada “Three High School Princes : Changmin’s First Love Story (part 3 ending)

  1. Parah juga ya, phobianya Changmin oppa…Heena pasti bisa nyembuhinnya…
    Keren..!! Kagum ma unnie, kok’ bsa punya ide n imajinasi sekeren cerita THSP ini, yang FON q juga ska.. Jadi nda sabar mau tau endingnya…
    Ditunggu FON part10nya n THSP’s Kyuhyun – nya…
    Gomapta, semangat ya unnie…Fighting!!!^^

  2. kasian amat changmin oppa,..
    t’nyata phobia gra2 i2,..
    puk2 changmin oppa,..
    well, kl d’bandingin yg minho, ini kurang lucu,..
    hehe,.. ‘d’tendang’
    tp gk pa2 mngkin versi changmin nih sesuai dgn orangny yg cool,..
    hahaha,..
    walaupun blm d’jwb tapi udah t’sirat dr sikapnya,..
    chukae kim heera,..
    hahaha,..
    ok, lah d’tunggu yg part kyuhyun ya,..
    fighting,.. 🙂

  3. eooni, Dangyunhaji itu apa sih? mian aku gak ngerti ._.v
    sekuelnya dong, mereka kan belum tunangan resmi.
    sekuel sekuel sekuel *reader kurang ajar 😛
    sebutan changmin sbg “ice prince” cocok banget tau eon. nambah kesan kereeeeeen >.<

    eonni, ditunggu THSP yg kyuhyun oppa . suami ku tuhhhhh hahaha
    sama yang FON juga.
    oya buat THSP nya kyu nanti endingnya bakalan diprotect bukn eon?
    ayo eonni tetep semangatttttt ! 🙂

  4. HAHAHHA…
    FIna bisa banged ganti sikonnya..
    dari mengharu biru terus jadi kocak mengharu lagi … akhh…

    endingnya ga ada kejelasan nih?? mereka tuh saling suka cuma ga mau ngaku kan??? ralaat .. changmin aja kan yng ga mau ngaku

  5. oh gitu yaaa..
    Hmmm ne, arasseo..

    Changmin-ah, klo sama Eka blm jga smbuh, sama aQ aja#ditabok Heera*

    klo story’x Kyu sama siapa ya?
    Sama Rachel eonni?
    Sama aQ aja yah? #ngarep

    eonni, tdi aQ nemuin 1typo lho,
    :p

    klo yg part 2 no typo XD

    kekeke

  6. alhamdulillah,, akhirnya bisa comment jg eon…
    padahal bacanya udah kelar dri 2 hari kmren,, tapi baru bisa comment skg… *curcol*
    aigoo,, minppa phobia mu aneh” aj…
    di dketin bayak cewek malah takut… ckckck
    untung aq cewek,, coba kalo aq cowok oppa,, cewek”nya buat aq aj…. *lho (?)
    heera-ya yg cantik tpi hobi bkin minppa sial,, akhirnya dirimu bisa meluluhkan minppa jg… Chukae… 🙂
    tapi eon fina,, aq gag puas ma endingnya nech.. masa’ minppa jawab pertanyaan cinta heera nunggu sembuh dulu.. ckckckck
    sabar” aj yg byak dech buat heera…

    Ending… Ending… Changminie ENDING !!!!!!!!
    KYUHYUNNNNNNNNNNN…. cepatlah keluar… hahahhaa
    btw FON kpn publish ya??? gag sabar ne eon… hehehe
    sekian comment dari saya,, terima kasih…

  7. eonniiii aku suka bgt ma crita’a…
    kereennn n aq salut bgt ma kbranian min oppa yg demi kim herra bsa mlawan ktakutan’a sndri..
    aq suka smua tulisan eonni..
    tulis yg seru2 lg ya eonni ..
    fighting^_^

  8. daebak!
    Pas adegan changmin d sekap, akk smpai mnangis . Nih yngg akk mauu, pnulis bisa mmbuat pmbaca trlarut dlam ceritanya , itu mksudnya pnulis udha brhasil . Dan aku juga ingin sperti eonnie ><
    Pokokny daebak deh cerita changmin ini, hahaha trus brkarya yaa ^.^

    Ohy eon, ni akk bru comment d snhi stlah abis baca crita ini, hehehe ^^peace

  9. eonni, aku udh ngikutin blog eonni mulai 2 th lalu, tapi yg three high school princes kyu side nya blm ada. aku nunggu bgt loh. eonni pleasee publishin yh yg kyu ide nya /aegyeo/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s