Every Little Thing (Special Junsu’s birthday)

Junsu JYJ

Tittle:: Every Little Thing (Special Junsu’s birthday)

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Main cast:: Kim Junsu DBSK/JYJ, Jung Yuuri

Support cast:: Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Shim Changmin

Genre:: Romance, Comedy

Rate:: PG

Warning:: Weird Junsu + Hothead Yuuri + YunJae

Backsong:: “You are so beautiful” by Kim Junsu

Author’s note:: FF ini terinspirasi dari FF Yoosu english berjudul sama: Every little thing. Tapi isi ceritanya beda banget kok. Ini kan straight, bukan yaoi. Hoho~

HAPPY BIRTHDAY, JUNCHAAAANNN!!!^3^

Yuuri merasakan ini adalah hal yang terberat yang dilakukannya sepanjang 21 tahun hidupnya sekarang ini. Mencintai seorang namja yang luar biasa innocent (atau bodoh?) yang tidak pernah menyadari seberapa besar Yuuri mencintainya.

Kim Junsu, salah satu sahabat Oppa Yuuri yang sangat luar biasa di mata Yuuri. Luar biasa tampan, luar biasa cute, luar biasa baik, luar biasa keren (apalagi kalau menyanyi dan bermain sepak bola), dan juga luar biasa innocent (atau bodoh?). ini salah satu hal yang sering dipertanyakan Yuuri, kenapa Junsu masih tidak menyadari perasaan Yuuri padanya paahal Yuuri sudah berkali-kali mengatakannya?

“Jun-chan Oppa, saranghaeyo.”ucap Yuuri sekali lagi, pada hari ulang tahun Junsu. Karena berpikir jika selama ini pernyataan cintanya hanya dianggap angin lalu, Yuuri memutuskan untuk menyatakannya pada hari yang spesial, dan menurutnya hari ulang tahun Junsu adalah waktu yang tepat baginya.

“Na do saranghae, Yuu-chan.”balas Junsu dengan senyum manisnya. Yuuri merasakan jantungnya berdebar keras karena ia berpikir Junsu membalas perasaannya. Ketika ia akan memeluk Junsu, tiba-tiba muncul Yoochun dan Changmin di ruang tamu apartemen Junsu dan Jaejoong itu.

“Junsu-ya!” “Junsu hyung!”panggil mereka. Kemudian dengan kompak: “Saengilchukaeeeee!!!”

Kedua namja itu lalu memberikan kado kepada Junsu. “Dari kami berdua, game sepak bola terbaru.”kata Changmin.

Kemudian dengan mata berbinar-binar Junsu membuka kadonya dan berteriak senang ketika melihat hadiah yang sesuai dengan yang diharapkannya. “Yoochun-ah, Changmin-ah, saranghaaaaaeeeeeeee!!!”teriak Junsu senang sambil memeluk kedua namja sahabatnya itu.

Yuuri ternganga mendengarnya. Gampang sekali Junsu mengatakan ‘saranghae’ pada orang lain hanya karena kado yang berhubungan dengan sepak bola?! Kemudian Yuuri melirik kado yang diberikannya pada Junsu tadi. Sepatu bola.

“Wah aku senang sekali! Tadi Yuu memberikanku sepatu bola, sekarang kalian game bola!”ucap Junsu senang.

Lalu dengan perasaan sedih dan marah yang luar biasa karena ditolak secara tidak langsung itu, Yuuri menendang pantat Junsu sehingga membuat namja itu terjatuh menimpa Yoochun yang berada di hadapannya dan menyebabkan…

BIBIR MEREKA MENEMPEL.

“Semuaaaaaa~ ayo makan!”ucap Jaejoong yang muncul dari dapur bersama Yunho dengan membawakan piring makanan. Tapi tidak ada jawaban.

“Kalian kenapa?”tanya Yunho bingung. Kemudian mereka berdua ternganga, sama seperti Yuuri dan Changmin, ketika melihat kedua namja yang masih berada di posisi yang tidak mengenakkan di lantai.

Yuuri merasa kepalanya mendidih melihat hal itu. “Aku membencimu, Kim Jun-chan!”teriaknya.

***

Insiden itu menyebabkan Yuuri tidak mau berbicara selama sebulan (dikurangi 20 hari) pada Junsu. Rencananya sih ia ingin mencueki Junsu selama sebulan. Tapi… Siapa sih yang bisa marah lama-lama pada namja cute satu itu? Apalagi jika Junsu membelikannya es krim setiap hari, membawakannya ke rumah, dan mengatakan: “Saranghae, Yuu-chan. Dimakan ya es krimnya. Oppa minta maaf ne?”

So sweet kan? Padahal seharusnya Junsu yang marah pada Yuuri karena membuat ia mencium Yoochun secara tidak sengaja.

“Ok, aku memaafkan Oppa.”kata Yuuri dengan wajah masih (sok) kesal.

“Assa!”ucap Junsu senang. “Oh ya, sebenarnya Oppa salah apa sih sampai Yuu-chan menendang Oppa waktu itu dan marah?”tanyanya innocent.

Dan Yuuri ternganga lagi. Lagi-lagi Junsu membuat Yuuri kesal tanpa ia tahu.

 “Kalau Oppa tidak tahu kesalahan Oppa, kenapa minta maaf?!”ucapnya kesal.

Junsu mengernyit, memasang ekspresi berpikirnya. Ekspresi yang menurut Yuuri sangat cute itu. “Tidak tahu sih, tapi Oppa punya dugaan.”

“Apa?”tanya Yuuri masih sebal.

“Mungkin karena Oppa tidak melakukan hal ini?”kata Junsu yang tiba-tiba menarik tangan Yuuri agar mendekat dengannya lalu mencium bibir gadis itu.

Yuuri tidak bisa berpikir saat merasakan bibir Junsu melumat bibirnya. Matanya masih terbuka lebar karena kaget. Lalu tidak lama Junsu menyudahi ciumannya dan memandang lembut Yuuri yang masih terlihat terkejut.

“Ke… kenapa Oppa mencium…ku?”tanya Yuuri masih dengan ekspresi terkejutnya.

“Bukankah wajar jika aku mencium yeojachinguku sendiri?”tanya Junsu balik dengan senyum innocent yang… uhh… membuat Yuuri gemas.

“Jun-chan menyebalkan!”ucap Yuuri dengan nada senang.

Walaupun pernyataan cintanya saat itu berakhir dengan insiden menyebalkan, tapi setidaknya itu tidak gagal. Yuuri tersenyum sangat lebar lalu memeluk Junsu erat. Sebenarnya apa sih yang membuatnya menyukai seorang Kim Junsu? padahal namja ini sering sekali membuatnya kesal.

Tapi Yuuri menyadari sesuatu ketika ia menyukai Junsu selama enam tahun ini. untuk mencintai seseorang kau tidak perlu punya alasan yang khusus. Karena kalaupun ada banyak alasan, pada akhirnya hanya ada satu alasan yang Yuuri tahu.

 

Aku menyukai semua yang ada di dirinya.

Everything! 

~Every little thing: Every laugh~

“Agassi? Annyeong? Kau masih bangun kan? Jangan pura-pura tidur. Aku ingin bertanya sesuatu.”

Yuuri membuka matanya dan mendelik kesal pada namja yang sejak tadi memanggil-manggilnya. “Apa?!”ucapnya kesal.

“Apa kau mengerti bahasa inggris? Kau tahu ini artinya apa?”

Yuuri melirik majalah luar yang dibaca namja yang duduk di sebelahnya ini. Kemudian menjawabnya dengan cepat.

“Wow! Kau mengerti bahasa inggris!”ucap namja itu kagum.

Yuuri tersenyum puas. “Karena aku sudah menjawabmu, sekarang aku mau tid…”

“Ini apa?”tanya namja itu lagi, memotong ucapan Yuuri. Yuuri menghela napas, lalu kembali menjawab apa yang ditanyakan namja itu lagi.

“Kalau i…”

“Baca majalah korea saja!”ucap Yuuri kesal karena namja yang tidak dikenalnya itu terus menerus bertanya sementara ia ingin tidur. Tapi tiba-tiba terdengar suara pilot yang menyatakan jika pesawat sudah tiba di bandara Narita Tokyo  dan akan mendarat.

Yuuri mengerang kesal. Gara-gara namja aneh ini ia jadi tidak bisa tidur. Dengan kesal ia memandang namja yang duduk di sampingnya itu.

Jung Yuuri, 15 tahun. Kabur dari rumah karena namja yang ia sukai, Kim Jaejoong, ternyata berpacaran dengan Oppanya sendiri, Jung Yunho (WTH?). Ok, ia sebenarnya tidak masalah dengan gay. Tapi kalo yang gay adalah namja yang ia sukai, dan oppanya sendiri, tentu saja itu membuatnya shock setengah mati.

Akhirnya untuk menenangkan perasaan yang hancur lebur karena YunJae, Yuuri kabur ke Jepang dengan menggunakan kartu kredit Oppanya, sebagai balasan rasa kesalnya. Tapi ia sama sekali tidak menduga jika kabur(liburan)nya ia ke Jepang  akan membuatnya bertemu dengan namja cute yang menurutnya menyebalkan ini.

***

“Wah kita bertemu lagi!”

Yuuri mendesis kesal ketika melihat senyuman cute dari namja aneh itu. Kenapa dari semua tempat wisata yang ada di Jepang, namja ini malah pergi ke tempat yang sama dengannya sih? Bahkan hotel yang sama?! Takdir yang menyebalkan!

Tanpa repot-repot meminta izin, namja itu menarik kursi di hadapan Yuuri lalu duduk disana.

“Hei! Siapa yang mengizinkanmu duduk disana?!”ucap Yuuri marah.

“Memangnya aku harus meminta izin siapa? Kau memesan meja ini secara khusus?”

Tentu saja Yuuri tidak memesannya! Tapi kan tetap saja ia yang lebih dulu duduk disini!

Namja itu kemudian memesan makanan kepada pelayan.

“Kenapa kau tidak duduk di tempat lain yang kosong sih?”ucap Yuuri kesal.

“Aku sendiri, kau sendiri. Bukankah akan lebih menyenangkan jika ada teman makan?”katanya dengan (lagi-lagi) senyuman cutenya itu.

“Kau menyukaiku ya?”tanya Yuuri curiga.

“Mwo?”namja itu tampak sangat terkejut dengan pertanyaan langsung itu. Kemudian setelah beberapa saat ia tertawa, dengan tawa yang menurut Yuuri terdengar sangat aneh. ‘Eu kyang kyang’?

“Ya! Kau terlalu kecil untukku! Kau lebih cocok jadi adikku!”katanya di sela-sela tawanya.

“Ya! Aku 15 tahun! Aku bukan anak kecil!”protes Yuuri sebal.

“Tetap saja. Aku lebih tua 4 tahun darimu. Kau cocoknya jadi adikku.”

Yuuri merasa darahnya mendidih mendengar hal itu. Itu juga hal yang diucapkan Jaejoong saat menolaknya. Pembohong! Padahal alasan sebenarnya adalah namja itu sudah lama berpacaran dengan Yunho.

Yuuri berusaha meredam emosinya dengan menarik napas dan mengeluarkannya perlahan.

Kemudian tidak lama pelayan datang dan memberikan makanan pesanan mereka. Yuuri memutuskan untuk tidak berdebat lagi dan mulai memakan makanannya.

“Setelah ini kau mau kemana?”tanya namja itu setelah mereka selesai makan.

“Bukan urusanmu!”jawab Yuuri ketus.

Namja itu hanya tersenyum. Ia lalu berdiri dan menarik tangan Yuuri. “Ya! Kita mau kemana?!”ucap Yuuri bingung dengan berusaha menarik lepas tangannya dari genggaman namja itu.

“Ke pantai!”

Dengan terpaksa Yuuri akhirnya berhasil dibawa sampai ke pantai. Ia memandang namja yang masih menggenggam tangannya ini dengan kesal, kemudian menarik tangannya sampai lepas dari genggaman tangan namja itu.

“OH MY GOD SUN!”

Yuuri terkejut dengan suara keras namja itu. Ia melihat namja itu berlari-lari ke arah pohon kelapa terdekat lalu memeluknya. “Pohon kelapakuuu…”ucap namja itu senang.

Yuuri ternganga melihat kelakuan aneh namja itu.

‘Oh My God Sun’? apaan tuh? Dan lagi, pohon kelapa? Itu pohon kelapa lho. Pohon kelapa! Dan pohon kelapa yang ditanam bebas di tepi pantai. Lalu… ‘pohon kelapaku’? kenapa ada orang aneh yang suka pohon kelapa sih? Apa menariknya pohon kelapa?

Kemudian namja itu berlari kecil ke arah Yuuri. “Bisa kau foto aku dengan pohon kelapa ini?”

Yuuri mengambil ponsel yang diberikan namja itu dengan ekspresi aneh. Dengan gembira namja itu kembali memeluk pohon kelapa, bergaya-gaya aneh, yang membuat Yuuri tertawa saat memotretnya.

“Ah! Akhirnya kau tertawa!”ucap namja itu gembira.

Yuuri menghentikan tawanya tiba-tiba mendengar komentar itu. “Ne?”

“Sejak bertemu denganmu di pesawat aku belum pernah sekalipun melihatmu tersenyum atau tertawa. Sekarang aku lega bisa melihatnya.”ucap namja itu dengan tersenyum.

Dan kali ini, Yuuri tidak merasa terganggu dengan senyuman cute nan innocent itu. Jantungnya berdebar kencang, membuatnya terkejut dan heran sendiri.

“Namamu siapa?”tanya Yuuri akhirnya. Penasaran dengan identitas si namja aneh nan cute ini.

“Ah! Aku lupa! Kita belum kenalan ya? Je ireumeun Kim Junsu imnida.”

“Kim Junsu? Nan neun Jung Yuuri imnida.”

“Jung Yuuri, kau terlihat sangat cantik jika tersenyum. Apalagi tertawa. Kau harus sering-sering tertawa ya!”

“Aku akan jadi orang gila jika tertawa terus hanya untuk terlihat cantik.”

Dan Junsu tertawa mendengar ucapan bernada sinis itu.

Tawa yang membuat Yuuri merasakan semua kekhawatirannya menghilang. Tawa yang membuatnya merasa amat sangat nyaman. Tawa yang bisa membuatnya juga ikut tertawa. Tawa yang membuatnya merasa bahagia.

Itulah alasan pertama ia menyukai Kim Junsu.

Tawa khasnya.

~Every little thing: Every smile~

Yuuri sebelumnya tidak pernah percaya takdir atau jodoh. Ia berpikir jodoh itu tidak mungkin ada jika tidak ia sendiri yang mengusahakannya. Tapi ia jadi percaya hal itu ketika Kim Junsu masuk ke dalam kehidupannya.

Mereka bertemu pertama kali di Jepang saat Yuuri kabur dari rumah. Setelah itu pun mereka hanya sering mengobrol di telpon atau chatting. Itu karena di Korea mereka tinggal di kota yang berbeda.

Tapi hubungan yang terbatas jarak itu berubah dua bulan kemudian setelah mereka bertemu.

TOK TOK.

“Masuk.”

“Yuu, Oppa bisa minta tolong?”tanya Jaejoong saat membuka pintu kamar Yuuri.

Yuuri yang sebelumnya sedang belajar dengan serius langsung menoleh menatap Jaejoong yang berdiri bersama Yunho di depan pintu kamarnya.

“Minta tolong apa?”tanya Yuuri dengan ekspresi datar. Sebenarnya ia merasa sedikit terganggu karena saat ini ia sedang belajar.

“Ng…”Jaejoong terlihat kesulitan mengatakan maksudnya. Ia masih merasa tidak enak dengan Yuuri karena menolak perasaannya dua bulan yang lalu. jadi ia berpikir jika sikap Yuuri yang seperti itu adalah karena gadis itu masih marah padanya.

“Sudah, katakan saja.”kata Yunho pada Jaejoong.

“Ng… Yuu, minggu ini adik Oppa akan pindah ke apartemen Oppa. Tapi karena saat itu Oppa dan Yunho, ng… ada urusan, jadi tidak ada yang bisa menjemput dia di bandara. Jadi.. ng… maukah…”

“Ok, aku akan menemaninya.”jawab Yuuri memotong ucapan Jaejoong.

“Eh?”

“Oppa, katakan saja kalau kalian sebenarnya sudah ada rencana jalan-jalan berdua. Dan kedatangan adik Oppa ini tidak terduga, dan kalian tidak ingin membatalkan acara kalian. Jadi ya aku bersedia menemaninya.”kata Yuuri dengan tersenyum.

“Jinjjayo?”ucap Jaejoong senang. “Kau tidak keberatan? Jinjja?”

“Jinjja jinjja jinjja, Oppa!”jawab Yuuri dengan memutar bola matanya.

“Tuh kan, apa kubilang. Yuu pasti tidak akan keberatan.”kata Yunho senang dengan menepuk pelan kepala Jaejong.

“Ne. Aku tidak akan keberatan kok. Lagipula aku tidak ada acara saat itu. oh ya, Jae Oppa, Oppa tidak perlu bersikap canggung begitu padaku. Anggap saja pernyataan cintaku dua bulan lalu itu tidak pernah terjadi. Habisnya saat aku kabur itu, aku memikirkan baik-baik bagaimana perasaanku. Dan ternyata perasaan sukaku pada Oppa tidak sebesar yang kupikirkan, makanya setelah itu aku jadi merasa biasa saja.”jelas Yuuri panjang lebar.

“Jeongmalyo?”tanya Jaejoong sangsi.

“Jeongmal! Aku serius! Dan mulai sekarang aku menyatakan diri sebagai YunJae shipper! Aku mendukung hubungan kalian!”ucap Yuuri senang.

Jaejoong langsung menghampiri Yuuri yang duduk di meja belajar lalu memeluk gadis itu. “Gomawo, Yuu!”ucapnya gembira.

“Ne. Cheonma.”jawab Yuuri dengan membalas pelukan Jaejoong. Yunho tersenyum melihat mereka berdua yang kembali akur.

Kemudian mereka melepaskan pelukan mereka. “Jadi, Oppa, nanti aku harus melakukan apa bersama adik Oppa?”

***

Hari sial! Itu yang terus-menerus Yuuri teriakkan di dalam kepalanya sejak keluar dari rumah.

Bagaimana bukan hari sial? Hari ini ia bangun kesiangan! Seharusnya ia pergi ke bandara pagi-pagi untuk menjemput adik Jaejoong yang tiba jam 10, tapi ia malah baru bangun jam 8 pagi. Karena takut terlambat, ia pergi kesana menggunakan taksi. Tapi belum separuh perjalanan taksinya mogok dan ketika ingin mencari taksi yang lain, entah kenapa tidak ada satupun taksi kosong yang ditemuinya. Terpaksa karena takut terlambat, Yuuri akhirnya menaiki bis. Tapi saat berdesak-desakkan di bis yang penuh, ponselnya terjatuh dan terinjak orang. Belum lagi tangannya juga ikut terinjak saat ia berusaha mengambil ponselnya yang terjatuh itu. sekarang tangannya terasa sakit sekali. uughh!

Dan sekarang Yuuri kebingungan bagaimana caranya bisa menemukan adik Jaejoong di bandara seluas bandara Incheon tanpa bisa menghubunginya. Mata Yuuri mencari-cari ke sekeliling bandara, lalu ia melihat orang yang membawa papan bertuliskan nama, dan ia terpikirkan untuk melakukan hal yang sama.

“Pabo! Aku tidak tahu namanya! Bagaimana mungkin aku lupa menanyakan siapa nama adiknya Jae Oppa?!”gerutunya kesal.

Yuuri pun terpikir cara lain. Ia terpikir untuk pergi ke pusat informasi dan memberi pengumuman.

“Kepada adik dari Kim Jaejoong-ssi, ditunggu di pusat informasi oleh Nona Jung Yuuri-ssi.” Hanya kalimat itu yang terpikirkan oleh Yuuri untuk menemukan adik Jaejoong itu. tapi yang menyebalkannya, dua jam selanjutnya Yuuri menunggu, adik Jaejoong itu tidak datang juga. Apa jangan-jangan ia sudah pergi dari bandara? Tapi yang Jaejoong bilang, adiknya itu sama sekali tidak tahu alamat apartemennya yang baru. Jadi kemana ia sekarang? Hotel? Yuuri bingung sekali dan sudah kehabisan akal sekarang.

Di saat-saat seperti ini Yuuri tiba-tiba memikirkan Junsu. Tingkah dan ucapan konyol namja itu mungkin bisa berguna dalam situasi menyebalkan ini.

Entah kenapa ia jadi memikirkan ucapan apa yang dilontarkan Junsu di saat-saat seperti ini.

“Yuu-chan, jangan selalu memasang ekspresi kesal seperti itu. itu hanya akan membuat harimu semakin memburuk.”

 

“Bagaimana mungkin aku tidak kesal jika dalam situasi seperti ini?”gerutu Yuuri, seolah-olah membalas ucapan Junsu di pikirannya itu.

“Tapi aku lebih suka melihatmu tersenyum.”

 

Yuuri tersenyum memikirkan hal itu.

“Kau harus tetap semangat. Hwaiting, Yuu-chan!”

Seketika itu muncul sepercik semangat di dalam diri Yuuri. ia kembali meminta petugas bagian informasi untuk menyampaikan pengumuman ini lagi. Jika ia menunggu sebentar lagi, mungkin adik Jaejoong akan muncul. Jika tidak, ia akan pulang saja, dan akan menghubungi Jaejoong setelah tiba di rumah.

“Seandainya ada Jun-chan Oppa disini…”gumamnya sambil menghela napas.

Yuuri berdecak dengan pikirannya sendiri. tidak mungkin ada takdir sebagus itu kan?

Tiba-tiba muncul seseorang yang menghampirinya. Yuuri yang sedang duduk dengan menundukkan wajah dan bergumam sendiri, menyadari kehadiran orang itu saat melihat kaki yang berjalan mendekatinya dan berhenti di hadapannya.

“Chajatda (aku menemukanmu).”

Yuuri terkejut mendengar suara yang familiar itu. ia mengangkat kepalanya dan disambut oleh senyuman itu.

Senyuman secerah matahari dari seorang Kim Junsu.

“Yuu-chan, kau sudah lama menungguku?”

Mata Yuuri membelalak lebar mendengar ucapan Junsu itu. “Jun-chan Oppa adiknya Jae Oppa??”

 Junsu mengangguk dan tersenyum lebih lebar lagi. “Aku senang kita bisa bertemu lagi, Yuu-chan.”

Dan senyuman secerah matahari dari seorang Kim Junsu itu dapat membuat hari Yuuri bersinar kembali.

Itulah alasan kedua Yuuri menyukai Junsu.

Senyum cerahnya.

~Every little thing: Every words~

Yuuri memang gadis yang punya kepribadian yang sedikit sulit. Selalu berpikir serius, mudah marah, dan jarang tersenyum. Tapi apa kepribadiannya yang sulit itu membuatnya harus sulit juga mendapatkan namjachingu?

Bukan berarti Yuuri ingin punya namjachingu sih. Tapi ia hanya bertanya-tanya saja, kenapa tidak ada namja yang berani mendekatinya secara personal? Yuuri yakin bukan karena ia tidak cantik. Ia sadar jika ia sangat cantik (pede banget loh!). Lalu karena apa?

“Karena kau sering marah-marah,”kata Yoochun.

“Jarang tersenyum,”kata Jaejoong.

“Rakus,”kata Changmin.

“Terlalu cantik,”kata Yunho. JaeChunMin menatapnya ternganga mendengar komentarnya yang tidak nyambung.

“Itu memang benar. Dongsaengku memang terlalu cantik,”kata Yunho ngotot. “Mungkin karena itu banyak yang tidak berani mendekatinya.”

“Geez~ sister complex!”ucap JaeChunMin berbarengan.

Yuuri menghela napas mendengar jawaban dari keempat namja terdekat dalam hidupnya itu.

“Aku tidak menerima alasan kalian!”ucap Yuuri kesal. “Chunnie Oppa, Jae Oppa, aku memang jarang tersenyum tapi bukan berarti aku selalu marah-marah.”ralat Yuuri yang mendapat lirikan serius dari JaeChun. “Oke, aku akui aku memang sedikit galak. Min Oppa,  aku memang tukang makan, tapi aku tidak rakus sepertimu! *Changmin= yak!* Dan Yun Oppa, Oppaku tercinta, gomawo atas pujiannya. *Yunho= cheonma dongsaengie* Kau juga terlalu tampan, tapi kenapa kau dengan mudahnya menarik perhatian semua yeoja bahkan Jae Oppa saja lebih memilihmu daripada aku?!”

YunJae langsung melepaskan rangkulan mereka melihat tatapan sinis Yuuri. Mereka menatap Yuuri canggung.

“Tuh kan! Itu karena kau suka marah-marah, Yuu.”kata Yoochun yang ditimpali anggukan bersemangat Changmin.

“Yunho hyung kan selalu tersenyum, berbeda denganmu.”kata Changmin.

“Aish! Aku kan sudah terlahir dengan sifat begini, masa’ aku harus berubah jadi gadis manis yang suka tebar pesona sih biar ada namja yang mendekatiku?!”ucap Yuuri kesal.

“Tidak perlu berubah sedrastis itu, Yuu. Nanti malah jadi aneh. Berusahalah lebih banyak tersenyum dan menahan emosi.”kata Jaejoong.

“Memangnya Oppa pikir aku tidak pernah berusaha?!”

“Tidak.”jawab keempat namja itu berbarengan, membuat Yuuri lebih kesal lagi. Ia sering tersenyum dan tertawa kok jika bersama Junsu. Yuuri mengernyit dengan pikirannya sendiri. kenapa ia jadi memikirkan Junsu lagi??

“Memangnya kenapa sih Yuu tiba-tiba kau jadi memikirkan hal ini? ada namja yang kau suka di sekolah?”tanya Yunho curiga.

Yuuri menatap Yunho dengan cemberut. “Teman-teman dekatku sudah pada punya namjachingu, dan mereka lebih sering berkencan daripada menemaniku. Kalaupun mereka mengajakku pergi jalan-jalan, cuma aku saja yang tidak punya pasangan. Alhasil aku jadi lebih banyak diam karena mereka sibuk dengan pasangan masing-masing.”cerita Yuuri sedih.

Keempat namja itu menatap Yuuri kasihan. Yunho yang duduk di sebelah dongsaengnya itu lalu langsung merangkul Yuuri dan menepuk-nepuk kepalanya dengan sayang. “Lalu kau ingin punya namjachingu juga begitu?”tanya Yunho.

“Tidak sih. Tapi aku hanya sedikit malu saja kepada teman-teman. Kesannya aku ini tidak punya kelebihan apapun sampai-sampai tidak ada namja yang mau mendekatiku.”ucap Yuuri sedih.

“Hmm~ bagaimana kalau kau berusaha memperbaiki sifat galakmu itu?”kata Yoochun yang langsung dapat delikan tajam dari Yuuri. Yoochun menelan ludah, sedikit ngeri dengan pandangan Yuuri. Ini nih yang bikin namja-namja tidak mau mendekatimu Yuu’ pikir Yoochun.

“Aku ingin namja yang mau menyukaiku apa adanya! Bahkan sifat galakku!”seru Yuuri kesal.

“Satu lagi Yuu. Sifat keras kepala.”kata Changmin dengan berdecak.

“Whatever!”ucap Yuuri kesal dengan melempar bantal pada Changmin.

“Annyeooooongggg!!!”

Kelima orang itu langsung menoleh ke asal suara ketika mendengar suara memekik itu. Junsu masuk ke rumah keluarga Jung dengan senyum cerahnya.

“Wah wah, ada apa? Kenapa wajah kalian seperti itu?”tanya Junsu masih dengan senyum cerianya. Ia lalu meletakkan bungkusan di atas meja ruang tengah tempat kelima orang itu mengobrol. “Ini es krim!”katanya, yang langsung disambut dengan seruan gembira Changmin.

“Aku beli es krim ini khusus untuk Yuu-chan!”ucap Junsu tajam dengan menepis tangan Changmin yang baru saja akan menyentuh bungkusan plastik berisi box es krim itu.

“Hyung pelit! Kenapa cuma buat Yuu saja?!”protes Changmin.

“Karena aku lebih sayang Yuu!”ucap Junsu dengan memeletkan lidahnya pada Changmin. Wajah Yuuri merona merah mendengar ucapan Junsu itu, sementara YunJaeChun menatapnya dengan tersenyum-senyum menggoda.

“Kalau kau mau, kau harus minta ke Yuu-chan.”kata Junsu pada Changmin. Kemudian Changmin menatap Yuuri dengan puppy eyes terbaiknya.

“Kau boleh ambil, tapi sedikit.”ucap Yuuri dengan menekankan kata ‘sedikit’.

“Geez~ kau sama saja pelitnya dengan Junsu Hyung!”

“Ya sudah, tidak ja–”

“Arasseo! Sedikit saja!”kata Changmin cepat memotong kata-kata Yuuri. ia bangkit dari duduknya lalu ke dapur untuk mengambil sendok.

“Sekalian ambil sendok untuk yang lain juga ya!”seru Yuuri.

“Ne!”

“Nah, tadi selama aku belum datang, kalian mengobrol tentang apa?”tanya Junsu penasaran kepada keempat orang yang berada disana.

“Yuu bilang ia…”

“Aku sedang tidak ingin membahasnya lagi, Oppa!”kata Yuuri cemberut, memotong ucapan Jaejoong.

“Yuu merasa ia tidak laku.”kata Changmin yang baru saja muncul dari dapur.

“Oppa!”seru Yuuri kesal.

“Ah wae?? Itu kan maksud ceritamu tadi?”kata Changmin dengan wajah innocentnya. Ia lalu membagi-bagikan sendok yang dibawanya lalu membuka kotak es krim yang tadi dibeli Junsu.

“Tidak laku?”tanya Junsu bingung. “Kau serius merasa seperti itu Yuu-chan?”

Dengan masih cemberut Yuuri mengangguk pelan.

“Aku sudah mengatakan pada Yuu kalau dia harus memperbaiki sifat jeleknya. Tapi ia terlalu keras kepala.”kata Yoochun sambil menyendok es krim.

“Apa memperbaiki sifat jeleknya akan membuatnya bisa mendapatkan namjachingu?”tanya Junsu.

“Yah seharusnya sih begitu.”kata Yoochun.

“Menurutku tidak begitu. Yuu sudah cukup sempurna untukku.”kata Yunho tidak setuju.

“Itu kan karena kau Oppanya, Yun.”ucap Jaejoong geleng-geleng kepala dengan sifat Yunho yang sister’s complex.

“Menurutku juga tidak begitu.”bantah Junsu. “Yuu harus mendapatkan seseorang yang menyukai seluruhnya dirinya, bahkan sifat jeleknya.”

“Hyung? Kau yakin?”tanya Changmin sangsi. “Menurutmu memangnya ada namja yang mau pada gadis galak sepertinya?”

“Yak!”seru Yuuri kesal.

“Tuh kan. Baru kubilang begitu saja ia sudah marah-marah lagi.”ucap Changmin geleng-geleng kepala lalu menyuap es krim ke dalam mulutnya. Yuuri yang kesal langsung mengambil es krimnya dari tangan Changmin.

“Kenapa tidak? Menurutku Yuu-chan sangat manis jika sedang marah.”jawab Junsu tersenyum memandang Yuuri, membuat Yuuri lagi-lagi merona. Sementara keempat namja yang lain memandang Junsu heran.

“Gomawo Jun-chan Oppa.”ucap Yuuri dengan tersenyum.

“Ah! Akhirnya kau tersenyum juga!”ucap Junsu senang. “Oh ya, Yuu-chan, aku mau mengakui sesuatu padamu.”kata Junsu tiba-tiba serius.

Keempat namja yang lain menatap Junsu penasaran, sama dengan Yuuri yang sekarang sedang berdebar-debar. Dari sikap dan perkataan Junsu selama ini sih terlihat sekali jika ia menyukai Yuuri. Tapi mereka, terutama Yuuri, sama sekali tidak tahu bagaimana perasaan Junsu yang sebenarnya pada Yuuri. Jadi, apa sekarang Junsu mau mengakuinya?

“Yuu-chan…”ucap Junsu dengan memegang kedua tangan Yuuri.

“Ne?”ucap Yuuri tersenyum dengan jantung yang berdebar-debar.

“Kesepuluh komik Detektif Conan milikmu yang kupinjam semuanya rusak karena basah waktu aku pulang kehujanan kemarin. Mianhe ne?”tanya Junsu dengan senyum canggung karena merasa bersalah.

Senyum di wajah Yuuri menghilang. “Oppa!”serunya marah. Yuuri lalu memukul-mukul lengan Junsu kesal.

“Mianhe Yuu-chan! Nanti aku ganti!”kata Junsu dengan berusaha mengelak dari pukulan Yuuri.

“Kenapa Oppa membawa-bawa komik berhargaku keluar rumah?! Kenapa tidak baca di rumah saja! Itu kan aku beli langsung di Jepang!”ucap Yuuri marah masih dengan memukul-mukul Junsu.

“Aku janji akan belikan lagi dari Jepang!”kata Junsu sambil sesekali mengaduh.

“Jun-chan Oppa menyebalkan! Kau selalu saja membuatku kesal!”

“Habisnya kau sangat manis saat marah!”

Yuuri menghentikan pukulannya lalu cemberut menatap Junsu yang menatapnya dengan cengiran lebar. “Kau manis sekali, Yuu-chan!”kata Junsu, yang memuat YooMin pura-pura muntah mendengar pujian yang cheesy itu.

Tapi berbeda dengan reaksi Yuuri. Hanya satu kalimat itu saja sudah membuat perasaan kesal Yuuri hilang.

Itulah alasan ketiga Yuuri menyukai Junsu.

Kata-katanya yang manis.

Yunho tersenyum memandang mereka. “Kurasa Yuu tidak perlu cari namjachingu jauh-jauh.”bisik Yunho pada Jaejoong.

“Kau benar,”timpal Jaejoong dengan menahan tawa.

~Every Little Thing: Every voice~

Padahal Yuuri belum terlalu lama mengenal Junsu, tapi kenapa ia jadi seketergantungan ini pada namja itu? Yuuri seharusnya merasa senang karena ulang tahunnya dirayakan di rumah neneknya bersama keluarga besarnya. Tapi ia tidak bisa berhenti memikirkan Junsu. Namja itu bilang ia akan memberikannya kado spesial saat ia berulang tahun ketujuh belas. Dan di hari ini, hari ia menginjak umur 17 tahun ini, ia menanti-nantikan hadiah spesial dari Junsu itu. Tapi sayangnya Junsu sedang pergi ke Jepang bersama Jaejoong untuk bertemu orangtua mereka.

“Kau kenapa?”tanya Yunho yang bingung melihat wajah murung adiknya. Padahal keluarga besar mereka baru saja merayakan ulang tahunnya.

“Aku ingin cepat-cepat pulang.”jawab Yuuri dengan cemberut dan memeluk bantalnya erat-erat.

“Kemana? Ke Seoul?”

Yuuri mengangguk pelan.

“Tapi kan Junsu belum kembali dari Jepang.”

Yuuri memandang Oppanya dengan kaget. “Aku tidak bilang ingin bertemu dengannya.”bantahnya.

“Kau memang tidak bilang. Tapi Oppamu ini tahu sekali kau sangat merindukan Junsu.”ucap Yunho dengan tersenyum menggoda, membuat wajah Yuuri merona.

“Aku hanya merindukan tingkah anehnya kok!”elak Yuuri.

“Intinya kau merindukannya.”kata Yunho yang membuat wajah Yuuri semakin memerah.

“Kau menyukainya kan Yuu?”tanya Yunho.

“Ng… mollayo, Oppa. Aku bingung.”

“Apa yang membuatmu bingung?”

Yuuri menghela napas lalu memulai ceritanya. “Dulu aku pernah bilang kalau aku suka Jae Oppa kan?” Yunho mengangguk. “Saat itu aku pikir aku benar-benar menyukai Jae Oppa, makanya aku marah sekali pada kalian saat mendengar kalian ternyata saling mencintai. Tapi perasaan marahku itu ternyata cuma bertahan beberapa hari saja. Setelah itu aku merasa biasa saja dengan Jae Oppa. Aku memang menyukainya, tapi itu karena Jae Oppa selalu memanjakanku sama seperti Oppa. Makanya setelah itu aku berpikir itu bukan rasa suka yang spesial. Tapi… kalau dengan Jun-chan, sangat berbeda.”

 Yunho memandang Yuuri yang sekarang sedang tersenyum lembut dengan pandangan menerawang. “Jun-chan Oppa selalu mengajakku bermain, selalu membuatku kesal dengan tingkah anehnya dan sifatnya yang terlalu polos itu. Kadang-kadang aku berpikir ia itu bodoh karena terlalu innocent. Tapi justru sifatnya yang seperti itu yang selalu membuatku terhibur. Ia selalu membuat hari-hariku berwarna. Ia tidak pernah membuatku bosan. Justru tanpa dia aku merasa aku bisa mati karena bosan. Ia temanku. Tapi ia bukan sekedar teman atau sahabat. Karena aku sangat ketergantungan padanya.”Yuuri lalu memandang Yunho. “Apa perasaanku pada Junchan sama seperti perasaan Oppa pada Jae Oppa?”

Yunho tersenyum. “Kau tidak bisa membandingkan perasaanmu dengan perasaan orang lain. Karena kita pribadi yang berbeda dan arti orang itu untuk kita pun berbeda. Jadi hanya dirimu sendiri Yuu yang bisa mengetahui hal itu.”

“Tapi bagaimana caranya? Aku tidak mau aku salah mengartikan perasaanku sendiri sama seperti waktu dengan Jae Oppa.”ucap Yuuri frustasi.

“Pada saatnya nanti kau akan mengetahui jawabannya tanpa perlu susah-susah mencarinya.”kata Yunho, lalu ia memberikan sebuah kotak CD pada Yuuri.

“Apa ini?”tanya Yuuri bingung.

“Hadiah ulang tahun dari Junsu.”ucap Yunho dengan mengedipkan mata. Kemudian setelah mencium kening Yuuri, Yunho keluar dari kamar adiknya itu.

Yuuri melihat kotak CD polos itu dengan bingung. Junsu bilang ia akan memberikan hadiah yang spesial, tapi kenapa bentuknya malah sama sekali tidak spesial? Apa isinya yang spesial?

Dengan penasaran Yuuri membuka laptopnya lalu memasukkan kaset CD itu ke disk playernya. Di dalamnya hanya ada dua playlist. Yuuri memilih playlist pertama yang berjudul ‘saengilchuka hamnida’ lalu menyetelnya.

“Saengilchuka hamnida, Jung Yuuri!”Yuuri tersenyum saat mendengar suara Junsu yang seperti dolphin itu mengalun dari CD. “Aku pernah berjanji untuk memberikanmu hadiah spesial saat ulang tahunmu kan? Ng… sebenarnya aku tidak tahu apa menurutmu ini spesial atau tidak, tapi menurutku ini spesial. Kau tahu kan kalau aku bilang impianku adalah menjadi penyanyi? Biasanya kau selalu mengatakan aku pembohong karena aku tidak pernah mau bernyanyi di depanmu, makanya kau tidak percaya. Tapi itu benar-benar impianku. Dan kali ini aku akan membuktikannya jika aku bisa jadi penyanyi hebat. Kau mau buktinya? Setel playlist yang kedua ya! Itu lagu ciptaanku lho!”

Kali ini Yuuri menyetel playlist yang berjudul ‘For Yuu-chan’.

Dan dari lagu itu terdengarlah alunan suara merdu yang sangat Yuuri kenal.

 

“Forever you… You’re so beautiful…”

Mendengar suara merdu nan lembut itu membuat jantung Yuuri berdebar kencang, sampai-sampai Yuuri takut jika jantungnya akan keluar dari rongganya. Mendengar suara merdu nan lembut itu membuat hati Yuuri menghangat.

Dan ketika mendengar kalimat terakhir lagu itu, Yuuri sangat yakin dengan perasaannya.

“Neol saranghanda… neol saranghanda….”

“Na do saranghae, Jun-chan Oppa.”

Itulah alasan keempat Jung Yuuri yang membuatnya benar-benar jatuh cinta kepada Kim Junsu.

Suara merdunya.

~Every little thing: everything~

“Jadi sekarang Yuu-chan sudah tidak marah lagi kan?”tanya Junsu pada Yuuri yang duduk di sebelahnya.

Yuuri menggeleng lalu merangkul lengan Junsu semakin erat. “Sejak kapan Oppa mencintaiku? Bukankah Oppa dulu pernah bilang aku lebih cocok jadi adik Oppa?”tanya Yuuri penasaran.

Junsu mengernyit. “Aku pernah bilang begitu?”

Yuuri mengangguk. “Pernah. Waktu kita pertama kali bertemu di Jepang.”

Junsu terlihat berpikir-pikir, berusaha mengingat hal itu. “Hmm~ iya ya, aku pernah mengatakan hal itu.”katanya.

“Lalu?”

“Itu karena kau masih kecil.”kata Junsu dengan senyum lebarnya.

“Umur 15 tahun bukan anak kecil!”ucap Yuuri dengan cemberut.

“Ah! Neomu kyeoptaaaa!!”ucap Junsu gemas melihat ekspresi Yuuri, lalu ia mengecup lembut bibir cemberut Yuuri. Membuat wajah gadis itu merona merah.

“Jun-chan belum menjawab pertanyaanku!”protes Yuuri masih dengan wajah memerah.

Junsu tersenyum. “Umur 15 tahun memang bukan anak kecil lagi. Tapi sikapmu yang kekanak-kanakan dengan kabur dari rumah itu yang membuktikan jika dirimu masih kecil.”kata Junsu dengan mencubit pelan pipi Yuuri.

“Awalnya aku memang menganggapmu sebagai adikku. Tapi kemudian aku menyukaimu. Hanya saja aku tidak ingin punya yeojachingu dengan sifat kekanakan. Jadi aku menunggu kau dewasa dulu. Dan ternyata, melihatmu semakin dewasa setiap harinya membuatku semakin jatuh cinta padamu.”ucap Junsu dan menatap Yuuri dengan senyuman lembutnya.

“Jinjjayo?”tanya Yuuri dengan senyum lebarnya. Mereka saling berhadapan sekarang.

Junsu menatap Yuuri dalam-dalam. “Kau tahu Yuu-chan? Aku memang menganggap ekspresi marah atau kesalmu itu sangat manis. Tapi melihatmu tersenyum bahagia disampingku adalah hal terindah dalam hidupku.”Junsu tersenyum lalu mengelus lembut pipi Yuuri. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Yuuri. Jantung Yuuri berdebar kencang menanti ciuman lembut dari Junsu, ia memejamkan matanya. Dan ketika bibir mereka menempel dan Junsu melumat lembut bibirnya, Yuuri merasakan kebahagiaan membuncah di dadanya. Sama seperti Junsu yang menganggapnya adalah hal terindah dalam hidupnya, Yuuri pun juga menganggap Junsu begitu.

Junsu adalah hal terindah yang pernah terjadi dalam hidup Yuuri.

Setelah beberapa saat mereka lalu melepaskan ciuman mereka. Junsu menatap Yuuri dengan pandangan cinta darinya.

“Forever you…. You are so beautiful…”nyanyinya.

Yuuri tersenyum. “Neol saranghanda… neol saranghanda…”Yuuri menyanyikan bagian lain dari lagu itu.

Junsu tertawa kecil. Kemudian ia kembali mengelus pipi Yuuri dengan lembut dan berkata: “Jung Yuuri, will you marry me?”

Mata Yuuri terbelalak lebar mendengar pertanyaan yang sangat dinantikannya itu. ini bukan mimpi kan? Junsu mengajaknya menikah? Kim Junsu yang ia cintai selama enam tahun ini?

“Kau yang lebih dulu menyatakan perasaanmu padaku. Tapi sekarang aku yang menyatakan keinginanku untuk menikahimu. Aku tahu ini terlalu cepat. Tapi aku sudah cukup lama mengenalmu dan mencintaimu untuk yakin bisa hidup bersamamu sepanjang hidupku. So… will you marry me, my beautiful Yuu-chan?”

Airmata Yuuri menetes perlahan. Ia langsung memeluk Junsu dengan erat. “I will! I will!”ucapnya cepat dengan perasaan bahagia.

Junsu balas memeluknya erat. Berkali-kali membisikkan kata-kata cinta yang membuat Yuuri merasa lebih bahagia lagi.

Yuuri merasakan hidupnya semakin sempurna dengan kehadiran Junsu. Ia merasa segala yang ada di diri Junsu membuat hari-harinya menjadi lebih berwarna. Dan ia akan memastikan jika dirinya akan selalu membuat hari-hari Junsu menjadi lebih berwarna.

Karena Kim Junsu adalah everything untuk Jung Yuuri.

Dan Jung Yuuri adalah everything untuk Kim Junsu.

~END~

SAENGILCHUKA HAMNIDA, JUN-CHAN! LOVE YOU ALWAYS!^^

Btw, aku baru aja kecelakaan, dan tangan kananku harus diperban. Karena aku nulis atau ngapa2in pake tangan kanan, jadi cukup kerepotan juga tangan kanannya gak bisa dipake. Apalagi buat makan, nulis sama ngetik. Sekarang sih masih diperban, tapi ni FF udah kutulis lama untuk junsu, jadi aku minta tolong temen aja buat publish.

Aku rencananya mau bikin versi Jun-chan. Jadi ntar tuh ceritanya tentang perasaan Jun-chan dan bagaimana Jun-chan bisa suka sama si pemarah Yuu-chan. Tapi nanti lah ya, nunggu tangan sembuh dulu.

Buat yang nunggu FFku yg lain, maaf bgt y belum bs dipublish skrg2 ni. Cz keadaan tanganku begini. So, comment pleaseee… biar aku semangat buat cepet sembuh trus bisa ngetik lagi deh^^

5 pemikiran pada “Every Little Thing (Special Junsu’s birthday)

  1. .uuuuuuunnnnnniiiiiiiiiiieeeeeeeee……
    .miaaaaaaaaann baru komen sekaraaaaaang >.<
    .siang tadi aku pas baca ff ni tuh lakok aku kebablasan tidurrrr =.=
    .baru bangun sore tadi, trus mandi, akhirnya aku baca ulang lagi dari awal hehehehehe…mian buat unni nungguuuu…..*nyengir*
    .hoah, lama aku ga baca ff.mu unn, komedinya ga jayus kok unn…..
    .beneran deh, ga bo.ong…..
    .ciri khas ff.nya unni kn mesti ada komedinya yah, itu yang kusuka, sweet tp tetep kocak….
    .scene pas yuu nendang bokong junsu itu, favoritkuuuu…XD
    .abis lucu siiiihhhh, abis nyatain perasaannya nendang bokong XD
    .junsu itu juga koplak kuadrat…kupikir dia itu ga pekaaa, mana seneng banget ma pohon kelapaaa XD XD XD
    .jujur aja unn, aku lbh dapet feel dari ff ini ketimbang FON part trakhir……
    .tp ga tau juga yah, waktu itu mungkin aku sedikit Bad Mood juga sih bacanyaaaa……
    .tp dari pada yang FON ituu, aku lbh nikmatin bc ff unni yang iniiii,,ga tau knp pas aku bc ff unni yang FON itu kayak aku bukan bc ff unni yang biasa…
    .cenderung dipaksakan kalo duluuu /maaf/ ._.v
    .walaupun dulu aku bilang humornya kerasa trus aku juga sempat mau nangis, tp pas itu aku kerasa ada yang berbedaaaa….
    .cuman waktu itu aku ga bilang, mian unniiii…..
    .pas waktu baca ff unni yang ini, aku baru ngrasa, "nah ini loh ff fina unni yang biasanyaaaa.." gitu unn….
    .tp mungkin waktu ntu aku sedikit bad mood juga yah, jd kurang maksimal nikmatin ceritanyaaaa….lupa juga sih u,u hehehehe mian uuunnn….
    .tp pas itu aku tetep suka ma ffnya unni kok, cuman ya itu tadi, aku ngrasa kurang ada jiwanya unni gituuu……
    .tp ga tau juga sihh, kok aku sotoy banget gini yahhh???
    .mian ya unn, aku baru ksh kritik yg FON skrg, abis waktu itu aku agak ga enak ma unnii…:(
    .mian yah unn, ga enak aku jadinyaaaa….:(
    .eh, ngomong* aku blm bc ff baru nya unni tuh, apa namanya aku lupa =.= hehehehehe….
    .ohya, aku juga punya utang bc ffnya unni yang in my camera juga =.=
    .hahahahaha mian unn kebanyakan ngutang……
    .btw, cpt sembuh unn….
    .jgn ceroboh lagiiiii, yang lebih hati hati….
    .tetep semangat nulis yah unn, jangan patah semangat, ne? ^^ SEMANGAT (ง'̀⌣'́)ง

  2. .eh unn, tp komenku di atas jgn terlalu dipikirin yah….
    .kesannya aku sotoy banget -,-
    .mungkin aja yg keliru itu aku juga, soalnya akhir* ini aku sering bc ff cast.nya seokyu terusss….
    .jadinya aku kayak nemu sesuatu yg fresh gitu setelah baca ffnya unni yang castnya beda….
    .tp keseluruhan ffnya unni aku suka semua kok, bagus bagus trus mesti ada humornya, ciri khas ff unni ^^
    .aku ga bohong loh, ciyusss deeehhh ._.v

  3. Bru bca keren bgt.. Jun-chan mw trm sifat Yuu-chan apa adany…

    Smg cpt sembuh ya min, jd bsa cpt nulis ff lg…
    Semangat!!!! ^^

  4. UNNIE!!!!! AKU BARU BACA FF INI! KENAPA KEREN?! AAAAAAAAA AKU MELTED BACANYA UNNIEE!!!!!!!! TANGGUNG JAWAB UNNIEE!!!!!! AAAAAAAAAA JJUN OPPAA AAAAAAAA *cakar tembok*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s