{SungRi’s Sweetdays} Our New Family Members

sungri2{SungRi’s Sweetdays} Our New Family Members

Tittle               :{SungRi’s Sweetdays} Our New Family Members

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast        : Yesung Super Junior, Jung Yuuri

Support cast   :

  • Jung Yunho DBSK
  • Lee Ang Hyeon
  • Kim Jong Jin

Genre             : Romance

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story and Yesung is MINE! >///< *dibantai Clouds*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

~Happy Reading~

*Yuuri’s pregnancy: First Trimester*

“Ahjusshiii!!!! Ppalli!”seru Yuuri tidak sabaran saat mendengar suara Yesung yang baru pulang. Yesung yang terkejut mendengar teriakan Yuuri langsung berlari ke arah suara Yuuri di ruang tengah.

“Waegurae Yuu?”tanya Yesung dengan nada panik.

Yuuri menutup buku yang sebelumnya dibacanya lalu tersenyum pada Yesung.“Aku lapaaaarrr~”ucap Yuuri dengan nada cute dan puppy eyes yang dapat membuat Yesung meleleh melihatnya.

Yesung tersenyum mendengar permintaan istri tercintanya itu. Ia menghampiri Yuuri lalu mengecup lembut bibirnya. “Mau makan apa?”

“Pasta!”jawab Yuuri senang, “Tapi Oppa yang masak!”

Mata sipit Yesung membelalak lebar. “Ne?!”

Kehamilan Yuuri sekarang sedang menginjak dua bulan. Dan seperti kata semua orang yang sudah berpengalaman dalam kehamilan, tiga bulan pertama memang masa-masa yang berat untuk suami. Dalam dua bulan pertama ini Yuuri menjadi orang yang sangat moody. Kadang Yesung seperti ingin menarik rambutnya karena frustasi menghadapi Yuuri yang semakin emosional. Apalagi saat Yuuri ngidam dan meminta makanan-makanan tertentu pada jam-jam yang sulit untuk mencari makanan tersebut. Yuuri pernah menangis meraung-raung seperti anak kecil ketika Yesung berusaha memberi pengertian jika tidak ada yang menjual es krim banana split jam 3 pagi. Karena kebingungan melihat Yuuri yang terus menangis akhirnya Yesung membawa Yuuri pergi keluar untuk mencari es krim tersebut. Tentu saja mereka tidak menemukan tempat yang menjualnya walaupun sudah berputar-putar di kota Seoul selama sejam. Akhirnya Yesung terpaksa menelpon Yoochun pada jam 4 pagi. Memintanya menghubungi ibunya agar membuka TimeOut Gelato, kafe es krim milik ibu Yoochun sepagi itu agar Yuuri bisa makan banana split yang diinginkannya. Untungnya saat itu Yoochun baru pulang syuting. Kalau tidak akan susah membangunkan si tukang tidur itu di pagi buta.

Berkali-kali keinginan Yuuri itu membuat repot orang-orang. Tapi tentu saja mereka bisa mengerti karena hal seperti itu sangat wajar untuk ibu hamil. Yesung sendiri berusaha memenuhi semua keinginan Yuuri saat dia ngidam, membuat ia merasa frustasi dan capek. Tapi sebagai suami yang sangat mencintai seorang Jung Yuuri yang bawel dan merepotkan, Yesung tidak pernah sekalipun mengeluh. Membuat Yuuri semakin dan semakin mencintai si ahjusshi imut itu.

Hanya saja Yuuri tidak bisa tidak membuatnya repot. Dan sekarang, masak?!

“Eotte?”tanya Yesung cemas saat Yuuri mencicipi pasta buatannya. Yuuri mengernyit sambil sesekali menjilat bibirnya. Kemudian ia memandang Yesung dengan tatapan mengerikan.

“Tidak enak?”tanya Yesung ngeri dengan pandangan istrinya. Buru-buru ia mencoba mencicipi pasta itu. Ia mengernyit. Ia sudah mengikuti resep di internet, dan menurut Yesung rasanya lumayan enak kok.

“Rasanya lumayan enak kok.”kata Yesung. Yuuri meletakkan garpunya dengan kesal dan menatap Yesung cemberut. Kemudian perlahan ekspresinya berubah menjadi sedih lalu ia mulai menangis.

“Yuu! Waegurae?”tanya Yesung cemas dengan menggenggam tangannya lembut. Tapi Yuuri menepis tangan suaminya itu dengan kesal.

“Oppa curang!”ucap Yuuri kesal di sela-sela tangisnya.

“Ne? Curang kenapa?”tanya Yesung bingung. Mulai lagi deh moody-nya Yuuri. Dan seperti biasa Yesung tidak mengerti apa yang membuat istrinya bad mood itu.

“Pasta yang Oppa bikin enak!”

“Ng… lalu?”Yesung semakin tidak mengerti. Bagus kan kalau enak?

“Curang! Tadi sebelum Oppa pulang aku juga bikin pasta, dan rasanya tidak enak! Kenapa pasta Oppa lebih enak?!”seru Yuuri kesal dengan tangis semakin keras.

 Yesung menggaruk-garuk kepalanya bingung. Antara senang dan juga kecewa. Senang karena ternyata ia lumayan berbakat juga dalam hal memasak, kecewa karena Yuuri yang masih juga payah dalam hal memasak. Yesung mendekap mulutnya dengan satu tangan. Ia malah jadi ingin tertawa.

“Kau menertawaiku ahjusshi?!”tanya Yuuri tajam dengan pandangan mengerikan bagi Yesung.

“A… anhiyo!”jawab Yesung cepat. “Nah, Yuu, kalau enak, dihabiskan ya?”tanya Yesung sabar.

“Disuapi ya?”tanya Yuuri dengan bibir mengerucut imut.

Yesung tersenyum melihat mood Yuuri yang berubah lagi.  “Tapi kita makannya di ruang tengah ya, sambil nonton tivi?”

Yuuri mengangguk bersemangat, lalu mengulurkan kedua tangannya. “Gendoonngg~”ucapnya manja.

Yesung tertawa mendengar nada manja Yuuri. Ia mendekat ke Yuuri yang sedang duduk di kursi makan lalu menggendongnya bridal style ke ruang tengah. Yuuri mengalungkan kedua tangannya di sekeliling leher Yesung dan menempelkan hidungnya disana, menghirup aroma khas  tubuh suaminya.

“Wanginya enak…”gumam Yuuri, menghirup cologne pilihannya untuk Yesung. Sebelumnya cologne yang dipakai Yesung selalu membuat Yuuri mual, sehingga Yesung mengganti cologne dengan aroma yang terasa enak di penciuman Yuuri.

Dan Yesung tentu saja merasa senang jika istrinya itu terus-menerus menciumnya karena menyukai aroma tubuhnya. Mungkin ini satu-satunya ngidam Yuuri yang membuat Yesung senang.

***

*Pregnant status: 5 months*

“Oppa benar kan?”tanya Yesung dengan tertawa, sementara Yuuri sibuk memperhatikan foto USG dengan mengerutkan kening.

“Aku yakin sekali kalau laki-laki…”gumam Yuuri sambil mengelus-elus perutnya yang membuncit lebih besar dari ukuran normal. Karena ternyata Yuuri hamil anak kembar.

Yesung mengambil satu tangan Yuuri lalu mencium lembut tangan istrinya itu. “Waegurae, Yuu? Kau tidak suka jika anak kita perempuan?”

Yuuri  hanya diam.

“Kalau kau begitu ingin anak laki-laki, nanti setelah mereka lahir kita bisa mencoba lagi…”

“Bukan begitu Oppa.”jawab Yuuri akhirnya dengan menghela napas.

“Lalu?”

“Aku senang kita dapat bayi perempuan kembar. Tapi aku takut. Bagaimana kalau mereka mirip denganku?” (=,=)

Yesung mengernyit. “Aku malah senang jika mereka secantik ibunya.”

Yuuri memutar bola matanya mendengar komentar cheesy suaminya itu. “Maksudku, bagaimana kalau mereka jadi gadis merepotkan sepertiku? Aish! Aku jadi ingat kata-kata Eomma saat marah denganku ketika aku bersikap menyebalkan. ‘Kau rasakan sendiri Yuu kalau nanti punya anak dan ia merepotkan sepertimu!’” (O,O)”

Yesung meledak tertawa saat Yuuri menirukan kata-kata ibunya. “Kau baru sadar kalau selama ini kau itu merepotkan Yuu?”

Yuuri mendelik. “Aku sadar sejak dulu Oppa…”ucap Yuuri tajam. Kemudian ia menghela napas. “Bagaimana kalau nanti mereka sepertiku? Aku bingung bagaimana harus bersikap pada mereka! Aku takut tidak bisa jadi ibu yang baik seperti Eomma…”

Yesung tersenyum lalu merangkul Yuuri, membuat istrinya itu bersandar di bahunya. “Aku juga takut. Tapi aku yakin kita akan menjadi orang tua yang hebat. Percaya padaku ne?”

Yuuri tersenyum lalu mengecup pipi Yesung.

“Jadi sesuai perjanjian, aku yang memberi nama kan?”tanya Yesung.

Yuuri berdecak melihat cengiran lebar Yesung. Jauh-jauh hari sebelum umur kandungan Yuuri cukup untuk dites sonogram/USG, mereka membuat perjanjian. Jika anak laki-laki, Yuuri yang memberi nama, dan jika anak perempuan, Yesung yang memberi nama.

“Oppa sudah menyiapkan dua nama?”

“Dangyunhaji! Pas sekali ada dua nama yang kusuka. Kim Se Ri dan Kim Se Hee. Eotte? Cute kan?”

Yuuri mengangguk dan tersenyum senang melihat wajah bersemangat Yesung. “Perfect Oppa! Aku suka namanya.”puji Yuuri membuat Yesung senang.

Yesung mengelus lembut pipi Yuuri lalu mengecup lembut bibir istrinya itu. “Kalau anak kita laki-laki, kau mau memberi nama siapa?”

“Hmm… apa itu perlu dibahas? Anak kita nanti kan sudah pasti Se Hee dan Se Ri.”

“Aku berencana punya anak laki-laki setelah ini.”ucap Yesung dengan nada menggoda, lebih ke pervert di mata Yuuri, membuat Yuuri mencubit perut Yesung gemas.

“Aww! Memangnya kau tidak mau punya anak laki-laki?”

Yuuri memutar bola matanya. “Neeee~ aku mau punya anak laki-laki!”

“Nah, jadi, namanya?”

“Hmm… Kim Jin Hee? Aku suka nama itu. Tapi mungkin nanti akan terpikir banyak nama lagi. Lagipula nanti saja dipikirkannya. Se Ri dan Se Hee saja belum lahir.”

 Tiba-tiba Yesung menundukkan wajahnya sejajar dengan perut buncit Yuuri dan mengelus-elusnya lembut. “Se Hee-ya, Se Ri-ya, kalian harus cepat lahir ne? Appa tidak sabaran ingin memberi kalian adik laki-laki.”

Ucapan Yesung itu membuat Yuuri memberinya jitakan gemas.

***

*Pregnant status: 7 months*

Yesung dan Yuuri berjalan-jalan di mall dengan riang. Mereka berdua tahu jika mereka sekarang sangat menarik perhatian. Siapa yang tidak tertarik untuk melihat mereka? Yesung dan Yuuri pasangan yang sangat terkenal, dan terlihat sebagai pasangan yang sempurna. Yesung yang terlihat tampan dengan penampilan kasualnya, kaos putih polos dan rompi berwarna hitam dengan bawahan celana jeans biru. Sementara Yuuri yang terlihat cantik dan cute dengan flower dress dan sweater putih.

Mereka berdua tidak peduli dengan ramainya sekitar karena kehadiran mereka. Yesung merangkul bahu Yuuri sambil mendengarkan dengan penuh perhatian  ucapan-ucapan riang istrinya, menikmati kebersamaan mereka. Kandungan Yuuri sekarang sudah menginjak usia 7 bulan, dan pasangan muda ini pun memutuskan untuk berbelanja baju dan perlengkapan bayi. Sebenarnya keluarga dan teman-teman mereka sudah banyak memberi hadiah perlengkapan bayi dan baju bayi. Tapi Yuuri ingin membeli sendiri baju untuk kedua calon bayinya. Makanya hari ini ia meminta Yesung menemaninya berbelanja bayu bayi.

“Oppa! Ayo kita kesana!”ucap Yuuri bersemangat dengan menunjuk toko pakaian bayi.

“Hati-hati chagiya… ”ucap Yesung sabar ketika Yuuri menarik tangannya dan berusaha berjalan cepat dalam keadaan perut sebesar itu.

Yuuri tersenyum mendengar ucapan perhatian Yesung. Ia berhenti berjalan cepat dan berjalan dengan lebih pelan sambil menggenggam erat tangan Yesung.

Saat masuk ke toko perlengkapan bayi, Yuuri langsung menarik Yesung untuk menghampiri rak sepatu berisi sepatu bayi. “Ahhh~ neomu kyeopta!”ucap Yuuri riang saat melihat sepasang sepatu bayi berwarna biru muda. Ia mengambilnya dan mengelusnya lembut. “Apa kaki bayi itu memang sekecil ini ya?”gumamnya.

“Mm-hmm. Kau itu benar-benar tidak tahu apa-apa ya.”ucap Yesung, tertawa kecil sambil mengelus lembut perut buncit Yuuri. Yuuri cemberut.

“Ini kan pertama kalinya aku hamil Oppa.”

“Tenang saja, nanti kau akan hamil lagi.”kata Yesung bercanda, yang mendapat cubitan gemas di perutnya dari Yuuri.

“Mau beli sepatu warna apa? Pink?”

Yuuri memutar bola matanya. “Tidak semua anak perempuan harus dipakaikan warna pink kan Oppa. Aku sih maunya beli warna oranye muda dan biru muda. Nanti untuk kamarnya aku lebih suka suasana kamar yang cerah tapi lembut. Ada warna biru langit, oranye senja, hijau pepohonan… ”Yuuri memejamkan mata membayangkannya. “Hmm… pasti terlihat keren!”

Yesung tersenyum memandangi wajah Yuuri. “Nanti kita akan buat kamar seperti itu untuk si kembar.”katanya.

Yuuri membuka mata. “Jinjjayo Oppa?”tanyanya dengan mata bersinar-sinar gembira. Yesung tertawa dan mengangguk.

Yuuri berjinjit sedikit lalu mengecup lembut bibir Yesung. “Gomawo Oppa.”

***

*Pregnant status: 8 months*

 “Oppa, cepat dibukaa….”rengek Yuuri dengan mata masih tertutup dasi merah Yesung.

“Sabar chagiya…”kata Yesung dengan merangkul Yuuri dan menuntunnya pelan ke salah satu kamar di rumah mereka. Ia ingin memberi kejutan untuk Yuuri di hari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Kejutan yang sederhana, tapi berarti sekali untuk mereka.

Yesung membuka pintu kamar dan membawa Yuuri masuk ke kamar itu. Lalu ia membuka dasi di mata Yuuri.

Yuuri mengerjap-ngerjapkan matanya pelan, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya setelah beberapa menit tertutup dasi. Kemudian setelah berhasil melihat dengan baik apa yang ada di hadapannya, mata Yuuri melebar kaget dan ia ternganga.

Di hadapannya adalah salah satu kamar kosong di rumah mereka. Kamar yang sebelumnya benar-benar kosong itu kini sudah berubah menjadi lebih berwarna-warni. Dindingnya berwarna kuning pucat dengan berbagai macam gambar-gambar hewan lucu dan bunga berwarna-warni. Ada beberapa permainan berukuran mini disitu, seperti perosotan kecil, ayunan, baby toys, boneka-boneka berbagai ukuran, bahkan ada boneka teddy bear berukuran sangat besar. Ada juga tenda kecil berwarna putih dengan corak bergambar hewan dengan warna-warna cerah. Ada 2 lemari baju berwarna oranye cerah yang Yuuri tebak isinya pasti baju-baju bayi, serta rak sepatu kecil dengan berbagai macam model sepatu bayi aneka warna.

Masih dengan terkesima Yuuri masuk ke tengah ruangan kamar itu, mendekati benda paling penting yang berada disana. Dua buah tempat tidur bayi dengan kelambu warna oranye muda dan biru muda yang di dalamnya dipasangi seprai berwarna senada dan terdapat boneka-boneka kecil.

“Eotte?”tanya Yesung, tersenyum melihat Yuuri yang masih terkesima. Yuuri menoleh memandang Yesung dengan mata berkaca-kaca. “Neomu cheoa.”

Yesung tersenyum senang. “Jinjja?”Yuuri mengangguk kemudian Yesung memeluknya erat dari belakang (karena gak mungkin bisa meluk dari depan) dan mengusap-usap lembut perut besar Yuuri.. “Aku senang kau menyukainya.”katanya dengan mengecup lembut leher Yuuri.

Yuuri tersenyum lebar dalam pelukan hangat Yesung. “Tapi aku merasa kamar ini malah seperti tempat playgroup Oppa.” (=_=)”

“Karena terlalu banyak mainan?”Yuuri mengangguk.

“Bukan aku yang sengaja membeli mainan sebanyak ini. Kau kan tahu si kembar punya banyak samchon.” (samchon=paman)

“Oppa-deul yang membelikan?”tanya Yuuri. Yesung mengangguk.

“Ah ya, ada satu lagi kejutan.”kata Yesung lalu melepaskan pelukannya di Yuuri dan berlari keluar kamar. Tidak berapa lama Yesung kembali ke kamar dengan membawa cake besar berwarna-warni dengan coklat berbentuk dua pasang sepatu bayi di atasnya. Di tengah-tengah dua pasang sepatu itu diletakkan lilin berbentuk angka 1 yang menyala, dan di atas cake itu ada tulisan ‘Happy 1st Wedding Anniversary Yesung-Yuuri’.

Yesung membawa Yuuri duduk di sofa kecil di sudut kamar.

“Happy anniversary, yeobo.”ucap Yesung senang. Yuuri tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca. “Happy anniversary, Oppa.” Kemudian mereka berdua sama-sama meniup lilin itu.

“Saranghae.”ucap Yesung kemudian mencium lembut bibir Yuuri. Setelah mereka berciuman cukup lama, Yuuri mencolek gula cake itu dan mengoleskannya ke pipi Yesung.

“Yak! Jung Yuuri!”protes Yesung, kemudian ia membalas Yuuri dengan membelepoti wajah cantik istrinya itu. Yuuri terkikik geli ketika setelah itu Yesung malah menjilati gula cake itu di bibir dan pipi Yuuri.

“Nah, sekarang, foto bareng!”ucap Yesung senang. Kemudian mereka berdua berfoto dengan wajah penuh noda cake dan memegang cake yang bentuknya sudah tidak sempurna di depan mereka.

Yesung  ‏@shfly3424

Happy 1st Wedding Anniversary, my dear wife @natureYuu. Saranghae~ ^3^ pic.twitter.com/HsFFio

View photo  Reply  Retweet  Favorite  More
***

*Pregnant status: 9 months*

“Gak bisa! Sakiiiiitttttt!!!!”jerit Yuuri merasakan kesakitan yang amat sangat di tubuhnya. Ia menggenggam erat tangan Yesung dan memejamkan matanya. Airmatanya terus menerus mengalir dari sudut matanya yang terpejam ketika ia menangis tersedu-sedu menahan rasa sakitnya.

“Yang kuat, chagi…”ucap Yesung dengan berusaha menahan sakit di tangannya karena genggaman Yuuri yang sangat erat. Ia mengecup kening Yuuri dengan lembut berusaha menenangkan istrinya yang kesakitan saat akan memulai persalinan itu.

“Gak bisa, gak bisa! Badanku serasa terbagi dua! Sakit sekali!”

Yesung sebenarnya sudah mulai panik melihat keadaan istrinya yang seperti itu, tapi ia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Karena ia harus tetap kuat agar bisa mendampingi istrinya di saat seperti ini.

  “Ayo dorong sekarang Yuuri!”kata dokter.

Yuuri’s POV

Aku berkali-kali mencoba mendorong keluar bayi-bayiku dengan sekuat tenaga. Setelah mendorong selama lebih dari tiga jam dan masih juga tidak keluar aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh karena berpikir melahirkan normal akan lebih baik daripada operasi cesar. Rasanya sakit sekali! Seharusnya aku memilih untuk operasi saja! Kalau dengan operasi aku mungkin tidak akan merasakan sakit seperti ini karena dibius. Rasanya tubuhku seperti tercabik-cabik dan bagian bawah tubuhku terasa lebih sakit lagi. Aku ingin semuanya cepet berakhir. Aku tidak ingin melahirkan seperti ini lagi. Malahan aku memutuskan tidak akan mau hamil lagi! Tidak akan pernah!

Aku mendorongnya lagi dengan sekuat tenaga dan menjerit keras. Di sampingku, Jongwoon Oppa menggenggam tangan kiriku erat, lebih tepatnya aku yang menggenggam dengan sangat erat. Tangan kanannya mengelus-elus lembut keningku yang sudah berkeringat. Ia membisikkan kata-kata yang menenangkan, tapi itu tidak cukup menenangkanku. Aku malah merasa sangat kesal karena ia membuatku hamil bayi kembar dan membuatku merasakan sakit yang amat sangat seperti ini karena harus melahirkan normal.

Awas saja kalau ia mau aku hamil lagi! (=,=)”

“Bagus Yuuri! Kau hebat! Ayo dorong lagi!”kata dokter.

Aku mendorong lagi dengan sekuat tenaga dan menjerit keras kemudian tiba-tiba rasa sakit yang sebelumnya kurasakan berubah menjadi rasa lega dan sedikit kosong di dalam tubuhku. Aku yang sebelumnya dalam posisi setengah duduk saat berusaha mendorong bayiku keluar, sekarang jatuh ke posisi berbaring. Aku bisa mendengar suara bayi menangis, membuatku ikut menangis juga karena lega dan bahagia.

“Kau hebat, chagiya…”kata suamiku dengan suara serak dan mencium keningku yang basah. Aku tahu ia menangis dari tetes-tetes airmatanya di keningku.

Kemudian aku kembali merasakan kontraksi dan rasa sakit itu muncul lagi.

“Dorong lagi Yuuri! Ini bayi keduamu!”kata dokter.

Aku mendorongnya sekuat tenaga, tetapi tidak selama yang pertama, kali ini bayi keduaku keluar saat dorongan kelima. Aku kembali jatuh berbaring dan dengan napas terengah-engah merasakan rasa sakit di bagian bawah tubuhku mulai berkurang saat melihat seorang perawat membawa salah satu bayi kembarku yang sudah dimandikan.

Aku menangis terharu saat melihat bayiku. Kudengar Jongwoon Oppa tertawa gembira dengan suara serak lalu ia mencium keningku. Kuulurkan tanganku untuk meraih bayi cantikku.

“Bayi pertama laki-laki…”

Aku terkejut mendengar ucapannya saat meraih bayi pertama kami. Bukankah saat di USG bayi kami perempuan? “Laki-laki? Jinhee?”gumamku bingung saat mengelus lembut wajah bayiku. Wajah yang begitu sempurna dimataku. Ia tampan sekaligus cantik, mirip sekali dengan Jongwoon Oppa. Aku mengecupnya dengan perasaan cinta yang besar.

 “Ia tampan sekali, Oppa. Mirip sekali denganmu…”ucapku tersenyum dengan memandang mata Jongwoon Oppa. Matanya terlihat berkaca-kaca, dan senyum bahagia yang menghiasi wajah tampannya membuatnya semakin tampan. Ia mengelus lembut pipi bayi kami lalu menunduk untuk mencium wajah kecil bayi kami. Kemudian Oppa mencium lembut bibirku.

Lalu datang perawat dengan bayi kami yang satu lagi. Aku tersenyum lebar saat perawat meletakkan bayi kedua kami di sisi sebelah kananku, sementara bayi yang pertama berada di sebelah kiri di dekat suamiku.

“Kalau yang ini perempuan…”kata perawat itu tersenyum pada kami.

Aku memandangnya tidak berkedip dan mengecupnya. Cantik sekali…

“Yang ini secantik ibunya…”kata Jongwoon Oppa tertawa, lalu mengecup wajah kecil si cantik. “Kim Se Hee.”

“Sepertinya aku salah memperkirakan. Ternyata kedua bayi kalian berbeda jenis kelamin.”kata dokter tersenyum saat menghampiri kami. “Namanya siapa?”

Aku tersenyum lalu memandang suamiku tercinta. “Kalau Oppanya, Kim Jinhee.”kataku.

Jongwoon Oppa balas tersenyum padaku. “Kalau dongsaengnya, Kim Se Hee.”katanya.

Kemudian aku meminta perawat untuk memindahkan Se Hee ke sebelah kiriku agar bisa dekat dengan Oppa. Aku bergeser sedikit ke kanan untuk memberi ruang di sebelah kiri untuk kedua bayi kami. Agak sakit, tapi aku tidak peduli. Jongwoon Oppa naik ke atas ranjang rumah sakit yang cukup besar untuk memuat kami berdua dengan kedua bayi mungil kami di tengah-tengah.

Aku memperhatikan dengan sayang ketiga orang yang kucintai itu. Jongwoon Oppa mengelus lembut dan bergantian menciumi wajah si kembar. Kemudian ia menatapku lembut.

“Mereka sangat sempurna. Dan kau, kau benar-benar menakjubkan Yuu…”

Aku tersenyum lalu mengelus lembut pipi suamiku itu. ia memegang tanganku yang berada di pipinya dan menciumi tanganku.

“Gomawo, jeongmal gomapta.”ucapnya penuh perasaan.

Aku tertawa kecil. “Untuk apa?”

Jongwoon Oppa tersenyum lebih lebar. Ia menyisipkan tangannya di belakang leherku, menjadikan tangannya sebagai alas kepalaku. “Aku merasa berterima kasih padamu karena segalanya, karena melahirkan mereka. Jeongmal gomapta, yeobo.”

Melihatnya memandangku penuh cinta dan rasa terima kasih seperti itu membuatku melupakan rasa sakit yang tadi kurasakan saat persalinan. Dan kurasa aku tidak akan keberatan untuk hamil dan melahirkan lagi jika hal itu bisa membuatku melihat wajah bahagianya itu.

“Saranghae, Jin Hee dan Se Hee Eomma.”ucapnya penuh rasa cinta.

“Na do saranghae, Jin Hee dan Se Hee Appa.”

Aku yakin aku tidak akan pernah bosan mengatakan hal itu padanya.

***

 

Yesung POV

“Cantik sekali, mirip sekali dengan Yuu…”

Aku tersenyum mendengar komentar Yunho saat melihat bayi perempuanku dan Yuuri yang sedang digendong oleh ibuku. Memang, Se Hee mirip sekali dengan Eomma-nya, dan aku bersyukur karena hal itu. Aku memandang Yuuri yang berbaring terlelap di pelukanku di atas kasur rumah sakit. Kuusap lembut pipinya. Ia terlihat kelelahan sekali. Saking lelahnya ia bahkan tidak bangun mendengar suara berisik kami. Tentu saja ia kelelahan setelah berusaha melahirkan si kembar selama lebih dari empat jam. Ia menangis kesakitan saat itu, membuatku merasa ketakutan sekali melihat ekpresinya. Hal itu membuatku menangis juga. Saat itu aku berharap aku bisa mengambil rasa sakit itu darinya.

“Memang mirip dengan Yuu…”kata ibuku dengan mengelus lembut pipi Se Hee.

“Kalau JinHee mirip sekali dengan Yesung Oppa.”kata Ang Hyeon memperhatikan JinHee yang digendong oleh ibu mertuaku, ibu Yuuri dan Yunho.

“Masa’?”tanyaku, tersenyum.

“Haha… mereka seperti cermin dari kedua orangtuanya!”kata ayah mertuaku.

“Kami tidak menyangka jika akan mendapatkan cucu sepasang, Jongwoon-ah.”kata ayahku. “Bukannya saat tes USG kata dokter bayi perempuan kembar?”

“Kata dokter karena alat kelaminnya JinHee saat di USG tidak terlihat dokter menyimpulkan kalau ia juga perempuan. Tapi ternyata laki-laki.”jelasku.

“Bagus dong, sekali melahirkan dapat anak sepasang.”kata ibu mertuaku.

“Iya. Kan sebelumnya Yuuri ingin sekali anak laki-laki.”kata Jongjin, adikku.

Aku tertawa kecil. “Yuu ingin sekali anak laki-laki karena ia ingin anak kami mirip denganku. Kalau aku ingin anak perempuan karena ingin anak perempuan kami secantik ibunya. Tapi aku merasa keduanya mirip Yuu. Walaupun Yuu bilang JinHee mirip denganku.”

“Ia tampan seperti Oppa…”

Aku terkejut mendengar suara serak istriku itu. Aku menunduk dan menatapnya yang sudah terbangun. “Morning Oppa…”ucapnya dengan senyuman lembutnya. Wajahnya yang cantik dan masih terlihat lelah sehabis melahirkan itu membuatku tambah menggilainya. Ia terlihat begitu mengagumkan buatku.

“Morning baby…”balasku dengan mengecup lembut bibirnya.

“Jin Hee dan Se Hee…”pinta Yuuri pada kedua ibu kami. Mereka membawa bayi kami dan memberikan mereka ke Yuuri agar Yuuri bisa menciumi mereka. Kemudian keluarga kami pulang dan membiarkan kami untuk menghabiskan waktu berempat.

Aku memandang sayang istriku yang sedang menyusui Se Hee ASI, sementara Jin Hee berada di gendonganku yang duduk di tepi ranjang rumah sakit.

“Uuhh…. aegi-ya, lapar sekali ya?”tanya Yuuri sayang dengan mengelus lembut pipi merah Se Hee. Tidak berapa lama Se Hee selesai disusui, dan kali ini Jin Hee yang disusui oleh Yuuri, sementara Se Hee kugendong.

“Jin Hee tampan sekali ya! Mirip Appa!”ucap Yuuri lembut dengan mengelus lembut pipi Jin Hee. Aku tertawa senang mendengar pujian istriku itu, kemudian mengecup lembut kening istriku itu.

“Kau cantik sekali JinHee-SeHee Eomma.”ucapku saat memandang istriku tercinta itu. Ia tertawa kecil, tawa yang sangat cantik bagiku.

“Oppa tidak bosan mengatakan aku cantik?”tanyanya.

Aku menggeleng. “Mungkin nanti aku akan lebih sering lagi mengatakannya.”

“Walaupun aku jadi gendut sehabis melahirkan?”

“Mm-hm. Walaupun kau gendut sehabis melahirkan. Sekarang saja kau terlihat sangat cantik.”

“Eyy~ ahjusshi! Aku kan terlihat kusut dan pucat sekali sehabis melahirkan! Apanya yang cantik!”

“Tapi bagiku kau terlihat mengagumkan sehabis melahirkan!”

Mata Yuuri menyipit curiga. “Oppa mengatakan itu bukan karena ingin punya anak lagi kan sehabis ini?”

Aku tertawa. “Aku mengatakan itu karena itu memang kenyataannya Yuu. Kau terlihat sangat mengagumkan! Itu tidak ada hubungannya dengan aku ingin kau hamil lagi.”

“Tapi Oppa ingin aku hamil lagi kan?”

“Tentu saja. Akan lebih menyenangkan kalau nanti rumah kita ramai dengan anak-anak kan? Memangnya kau tidak mau punya anak lagi?”

“Saat melahirkan si kembar rasanya begitu sakit Oppa. Rasanya seperti tubuhku tercabik-cabik dan aku merasa sekarat…”cerita Yuuri membuatku tersenyum sedih. Aku ingat betapa takutnya aku saat melihat Yuuri kesakitan seperti itu. “…saat itu aku berpikir aku tidak mau hamil dan melahirkan lagi.”

“Keundae…”Yuuri kembali melihat Jin Hee yang disusui di pelukannya. Tatapan matanya melembut setiap kali melihat bayi kembar kami. “…melihat mereka lahir dan berada di pelukanku sekarang membuatku melupakan semua rasa sakit itu. Rasa bahagianya jauh lebih besar Oppa. Dan aku tidak keberatan untuk merasakan sakit itu lagi kalau itu akan membuatku mendapatkan lagi malaikat-malaikat kecil seperti mereka…”

“Jadi… kau tidak akan keberatan kan kalau aku menghamilimu lagi?”tanyaku dengan nada menggoda.

Yuuri mendelik menatapku. “Ahjusshi genit!”desisnya sebal.Aku tertawa.

“Memangnya Oppa mau punya anak berapa?”

“Mm… 11?”ucapku dengan cengiran lebar.

Yuuri melotot. “Oppa mau bikin kesebelasan sepakbola?!” (O_o)”

“Aku hanya senang jika rumah kita ramai dengan suara anak-anak. Dan ya… bagus juga kalau bisa jadi tim sepakbola.”ucapku dengan nada iseng, membuat Yuuri melotot kaget. Tapi jujur, itu memang keinginanku sebelumnya untuk punya banyak anak.

“Tapi tidak jadi.”ucapku sebelum istriku itu menyuarakan protesnya. Aku memandangnya sayang. “Melihatmu kesakitan seperti itu saat melahirkan si kembar membuatku merasa takut dan sakit juga. Aku tidak ingin kau seperti itu…”

Yuuri tersenyum lembut padaku. “Kalau 3 anak lagi… aku mau melahirkannya.”

“Jinjja?”tanyaku kaget. Padahal dari sifatnya yang manja aku pikir istriku itu tidak akan mau melahirkan lagi sebanyak itu. Sekali saja terlihat begitu sakit, apalagi 3 kali melahirkan lagi. Kecuali kalau ia hamil lagi dan lahir kembar tiga. Tapi… tetap saja pasti sakit sekali. (=___=)”

“Hmm~ 5 anak itu maksimal aku mau melahirkannya ya Oppa.”kata Yuuri dengan tersenyum lebar, membuatku tersenyum lebar juga melihat ketulusannya. “Gomawo chagi!”ucapku senang dengan menciumi wajahnya.

“Oppa! Aku sedang menyusui Jin Hee nih!”protes Yuuri dengan terkikik saat aku masih juga menciumi wajahnya.

Setelah menyusui Jin Hee kami berempat tiduran di atas ranjang rumah sakit, dengan si kembar tidur di tengah-tengah kami.

“Saranghae, Jin Hee, Se Hee…”Kami berdua mengucapkannya bersamaan, membuat kami tertawa kecil setelahnya. Aku mengelus lembut pipi Yuuri.

“Kau menakjubkan, Jin Hee-Se Hee Eomma.”ucapku lembut padanya.

Ia tersenyum lebar. “Kurasa aku tidak akan bosan mendengarkanmu mengatakan hal itu Oppa.”

“Kau memang tidak boleh bosan, karena aku akan sering mengatakannya.”

Dan Yuuri tersenyum dengan sangat cantik. Aku yakin aku tidak akan pernah bosan memandangnya dan mengatakan hal itu.

“Kau memang menakjubkan, Yuu. Dan aku semakin mencintaimu.”

“Dan aku juga semakin mencintaimu Oppa.”

~Welcome to the Kim Family (^0^) ~

Yeeeyyyy~ finally SungRi punya anak! *cetaaarr taarrr* *tebar confetti*

Heboh gak sih? Tadinya mau dibikin banyak komedinya, pengen bikin Yuuri ngejambak-jambak rambut Yeye waktu dia lahiran, tapi akunya yang bikin cerita malah gak tegaan bikin Yeye terjambak-jambak. Alhasil gak jadi deh komedinya (=,=)”

Nama Jin Hee dan Se Hee tuh emang nama korea favoritku, makanya aku jadiin aja nama anak SungRi. Hehe~ bagus kaaann? (^_~)

Mau sequel lagi? Hayo komeeeennnn~

Iklan

27 pemikiran pada “{SungRi’s Sweetdays} Our New Family Members

  1. wah yg prtma komen nih?asiiik……
    akhirnyaaaaa lahir juga babynya…selamaaaat…/=D/
    ayo sungri semangat bkin baby lagiii…!#eh hehehehe
    dtunggu cerita selanjutnya yaaah.. 😀

  2. ketawa dulu ahh… hihihi
    bentar yya author… sy mau merangkap jd yuuri krn mau marahin jong woon dulu…
    heh! pikirmu hamil itu mudah?! pikirmua melahirkan itu tidak sakit?! pikirmu anak banyak tidak dikasih makan… dasar ahjussi mesum, pria menyebalkan… jika kau ingin anak selanjutnya maka aku rela hamil dan harus kau yang melahirkan!!!
    huuuh…. legaaa XD
    comment gag penting yya ==a ahh, yg penting comment kan kkk~
    chukkae new baby born ^^~ lucu kali yya klo next sequel point of view.a dr ke2 anak kembar itu… hihihi
    *kecupun jinhee dan sehee satu2*

  3. Chukkae sungri tuk 1st anniversary wedding dan tuk kehadiran kim jin hee + kim se hee.. So sweet banget sii yeppa, senangnya jd yuuri.. Welcome to the world twins.. D tungge sequelnya ya yuuri. ^^

  4. sungri come back…. kyaaa kyaa kyaa…. hehhe
    ya ampun kalian itu bertapa dmn sih kok lama bgt gag balik2,, lupa jalan pulang kah??? =_=”
    padahal ngarepnya si yeye di aniaya sama yuu pas lahiran,, tpi knp gag jdi eon… kn seru bgt tuh kalo si ahjussi digituin… kekeke~~~
    sungri nya kereeeeennnnn….

  5. Pertama-tama cukkae atas pernikahannya yng sudah 1 th.

    seneng banged pas tiap moment Sungri.. berasa jadi moment yang unik dan jarang terjadi. hihihi..

    aku suka anak kembar.. berharap nanti aku punya anak kembar.. apalagi cowok sama cewek.. #curcol..

    tp aku suka pas rencana Fina buat mereka jd namja and yeoja.. huhh.. berasa rencana Tuhan terindah di waktunya.. selalu ketawa ngakak pas Yuuri plin-plan bakalan hamil n ngalihirn lagi.

    beh.. jd lupa kata2 lg..

    pokoknya ditunggu sequel2 nya.. pas mereka balita Fina.. tingkah mereka yang kadang ngeselin tp bikin kangen abis…

    eia.. yng Kyuhyun itu loh.. sama changmin n minho.. aku lupa judul.. ditunggu ya Fina..
    sukses buat skripsinya.. moga cepet di acc n di wisuda. amien

  6. wah,, gak nyangka klo bakal dapet kembar…
    sebenernya mengharap acara ngidamnya yuuri bakalan lama n menyiksa yesung =D
    gak sabar nunggu’in sungri sweetdays yg selanjutnya,, jgn lama2 ya~ ^^

    after story-nya FON kapan nih..???

  7. horeee…yeyeyeye….akhirnyaa lahir babynya, kembar pula. keluarga bahagia 😀

    Tapi story yg ini kayaknya agak pendek ya, eon. aku ngerasa bacanya cepet bgt, tau2 abis aja. hehehe…aku tunggu lanjutannya ya. kkkk… 😀
    jadi ketagihan baca sungri’s stories nihh…Yesungnya sweet banget.

  8. Chukae akhirnya babynya yesung oppa dan yuuri lahir juga ga nyangka ternyata kembar yeoja dan namja.pasti lucu deh namanya juga bagus jin hee dan se hee
    ditunggu next ceritanya ga sabar nunggu aegi mereka cepet gede pasti lucu deh

  9. congratulation eon,,, 🙂
    waaaahhhhh aQ punya ponakan 😀

    sekuel..sekuel..sekuel#DEMO
    😛

    bikin acara syukuran lahiran eon, trus Hyeon eonni kapa nyusul?? *Lirik Rachel eonni#

    Eoonnnniiiiii, aQ udah lunasin hutang2Q yah……
    Lunas hehehehe

  10. Wahhhhhh eonnniii…
    Akhirnya cerita SeungRi couple muncul juga…
    aku udh nunggu lama banget…
    Mian kalau aku komennya telat banget.. T_T
    chukae buat Yesung and Yuuri yg sekarang menjadi keluarga yg lengkap.. 🙂
    Mau sekuelnya lagi dong hehehe…

  11. Wahhhhhh eonnniii…
    Akhirnya cerita SeungRi
    couple muncul juga…
    aku udh nunggu lama
    banget…
    Mian kalau aku komennya
    telat banget.. T_T
    chukae buat Yesung and
    Yuuri yg sekarang menjadi
    keluarga yg lengkap.. 🙂
    Mau sekuelnya lagi dong
    hehehe…

  12. Hahaha.sneng bget dnger yeppa pny baby twin.
    Psti cntix n gnTeng kyk or2 nya.
    Next seq c4 ea eon, qu tg2u…^_~

  13. wah sepasang anak kembar… chukae jong woonie appa & yuuri eomma…
    suka banget dengn anak kembar, double2 nih sukanya, suka main castny suka kim twins nya, hehehehe
    ini msh ad lanjutannya???ttg perkembangan sikembar gtu???
    ff ny bikin senyum2 ikt bahagia jg nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s