When You Come to My Life 10/?

when you come to my life poster

Tittle:: When You Come to My Life 10/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon, Jung Jihye, Ahn Jaemin

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: Tohoshinki – I Know 

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~Happy Reading~

“Kenapa kesini lagi?”tanya Lily saat ia sampai di kamar rawat Youngri dan melihat Yunho disana.

Yunho tersenyum menatapnya. “Aku hanya ingin menjenguk keponakanku.”katanya, kemudian memeluk Lily dan mencium lembut puncak kepala gadis itu.

Lily sedikit terkejut dengan sikap Yunho. Ini memang kebiasaan Yunho sejak mereka kecil. Ia akan mencium puncak kepala kedua adiknya ketika mereka lama tidak bertemu.  Lily tidak pernah lupa kebiasaan ini, tapi ia juga tidak menyangka akan merasakannya lagi.

Karena merasa tidak nyaman dengan perlakuan lembut yang sudah lama tidak diterimanya, dengan perlahan Lily melepaskan pelukan Yunho dan menghampiri Youngri yang masih tertidur koma. Ia mengelus lembut rambut Youngri dan mengecup kedua pipi dan keningnya.

Yunho menatap lembut Lily. Ia tidak pernah menyangka gadis kecil yang dulu sangat cengeng itu sekarang sudah menjadi ibu. “Ia anak yang periang. Aku menyukainya.”kata Yunho.

Lily menatap Yunho bingung.

“Aku pernah bertemu dengannya dua kali. Di tempat syuting dan saat aku ke apartemenmu.”jelas Yunho.

Lily tersenyum kecil lalu kembali memandang Youngri. “Youngie menceritakannya padaku. Ia memohon padaku untuk meminta kalian menyanyikan lagu Balloons untuknya.”

“Lalu?”

“Lalu aku katakan padanya aku tidak mungkin membawa kalian padanya karena bayaran kalian sangat mahal.”

Yunho menghela napas. Ia mengerti jika Lily mengatakan hal itu karena tidak ingin Youngri bertemu dengannya. Yunho lalu menggenggam lembut tangan Youngri. “Youngri-ya, cepat bangun ne? Nanti saat Youngri bangun, Samcheon akan bernyanyi untuk Youngri.”ucap Yunho lembut, lalu ia mencium tangan Youngri.

Lily tersenyum melihat sikap Yunho pada Youngri. Walaupun ia tidak ingin mengakuinya, ia sebenarnya merasa lebih baik sekarang dengan adanya Yunho di sisinya.  Tapi ia tidak mungkin membiarkan Yunho terus berada di dekatnya. Akan tidak baik jika pers tahu hubungan mereka.

“Aku harus pergi sekarang karena ada pemotretan Evisu. Nanti malam kita makan malam bareng ya?”

Lily terlihat ragu. “Mianhe, aku tidak bisa. Syuting drama mungkin akan sampai malam sekali.”tolak Lily halus tanpa menatap Yunho yang sekarang pasti terlihat sangat kecewa. Yunho tahu dengan pasti bagaimana schedule drama Lily karena Yoochun juga syuting drama yang sama. Makanya ia tahu jika saat ini Lily berbohong dan menolaknya secara halus.

“Geurae.”kata Yunho akhirnya. Kemudian ia menghampiri Lily dan memeluknya erat. “Aktinglah yang bagus dan jangan lupa makan ne?”

Lily hanya bisa mengangguk pelan dalam pelukan Yunho.

“Good.”kata Yunho lalu melepaskan pelukannya. Setelah itu Yunho berpamitan pada Youngri. Dan ia mencium kening Lily kemudian pergi dari kamar rawat Youngri.

Lily menyentuh keningnya yang dicium Yunho dan tersenyum kecil. Betapa ia merindukan sentuhan hangat Yunho.

***

 

“Bagaimana mungkin mereka mengenaliku?”gumam Yoochun kesal saat terus-menerus berlari di daerah pertokoan Gangnam-gu. Ia baru saja selesai melakukan syuting drama disana dan memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian dengan memakai penyamaran. Tapi sekarang Yoochun menyesali keputusannya.

Inilah salah satu hal yang mungkin disesali Yoochun selama sepuluh tahun ini berkarir. Melihat mereka mengikutinya kapanpun dan kemanapun ia pergi, selama 24 jam seminggu full, membuatnya merasa tidak nyaman. Apa para sasaeng fans itu tidak punya pekerjaan lain selain mengikutinya seperti ini? Pertanyaan yang selalu Yoochun tanyakan di dalam pikirannya setiap kali ia dalam posisi seperti ini. Tapi tentu saja ia juga sudah menyerah akan jawabannya.

Yoochun tidak ingin berhenti berlari dan membiarkan para fans pengganggu itu mengerubunginya. Ia sangat kesal sekarang dan ia bisa saja menampar salah satu dari mereka, seperti yang dulu pernah sekali dilakukannya karena saking kesalnya. Tapi ia juga tidak mungkin terus berlari karena Yoochun bisa merasakan asmanya sudah mulai kambuh.

Yoochun berhenti sebentar dan dengan nafas terengah-engah melihat ke belakang. Ia melihat jika para sasaeng tertinggal cukup jauh di belakangnya. Mata Yoochun mencari-cari tempat untuk bersembunyi. Kemudian ia melihat basement parkir salah satu pusat perbelanjaan tempat mobilnya tadi diparkir dan berlari masuk kesana.

Yoochun yakin jika sebentar lagi para sasaeng akan sampai di tempatnya, jadi dengan nafas terengah-engah ia berlari mencari mobilnya. Hal yang sangat sulit karena ia sudah sulit bernafas dan tidak bisa berpikir dengan baik. Ia harus segera masuk mobil dan mencari inhaler asmanya.

Yoochun mulai merasa sedikit lega ketika matanya berhasil melihat dimana mobilnya berada. Tapi ketika ia yang sudah mulai lemas berjalan menghampiri mobilnya yang terparkir itu, sebuah mobil melaju ke arahnya.

CKIITT.

***

“Ah ne. Tadi ada yang ingin kubeli dulu Oppa.”kata Lily berbicara dengan handsfree phone saat sedang mengeluarkan mobilnya dari parkir. Syuting drama tadi selesai lebih cepat, dan besok adalah hari liburnya. Jadi Lily memutuskan untuk pergi membeli beberapa pakaian untuk Youngri dan memberikannya besok saat ia mengunjungi anak itu. Tapi karena terburu-buru dan tidak ingin diikuti oleh paparazzi, Lily memutuskan untuk menyamar dan langsung pergi begitu syuting selesai sampai ia lupa untuk memberitahu managernya. Lily baru menghubungi managernya sekarang setelah dua jam berbelanja.

“Mianhe, aku lupa. Lainkali aku tidak akan seperti itu lagi.”ucap Lily pelan, malas berdebat dengan managernya yang sekarang sibuk mengomel panjang lebar karena sudah menghilang tiba-tiba.

Saat mematikan sambungan telponnya tiba-tiba ada seseorang yang melintas tidak jauh di depan mobilnya membuat Lily terkejut dan mengerem mendadak.

CKIITT.

“Damn it!”ucap Lily kaget. Walaupun jarak mobilnya dengan orang itu cukup jauh, tapi Lily tidak bisa tidak merasa kaget karena pengalaman sebelumnya saat ia hampir saja menabrak orang. Dan orang itu sepertinya cukup kaget sehingga ia terjatuh.

Dengan terburu-buru Lily keluar dari mobil dan berlari ke arah orang yang terjatuh itu.

Lily terkejut saat menyadari siapa itu. “Yoochun-ssi?!”ucapnya kaget saat melihat pasangan dramanya yang terlihat sangat pucat dengan wajah berkeringat dan napas terengah-engah.

Lily berlutut di sebelah Yoochun. “Gwenchana?”tanyanya cemas melihat wajah pucat Yoochun.

“Sa…sasaeng…”ucap Yoochun dengan napas terengah-engah.

Lily mengernyit. “Sasaeng? Kau dikejar sasaeng?”

Tapi Yoochun tidak bisa menjawab. Napasnya sudah mulai berbunyi keras, menandakan jika ia sudah mulai merasa sesak.

Lily membelalakkan matanya, menyadari apa yang terjadi dengan Yoochun. “You have ashtma!” Segera saja ia memegang lengan Yoochun dan membantunya berdiri. Ia mengalungkan satu tangan Yoochun ke bahunya dan memapahnya ke mobil. Dengan kesulitan Lily membuka pintu penumpang mobilnya dan membaringkan Yoochun perlahan disana.

Napas Yoochun mulai berbunyi dengan keras.

“Oh God! Hospital!”jerit Lily panik melihat keadaan Yoochun. Ia menutup pintu mobil dan berlari ke pintu pengemudi.

“Jangan… ke rumah sakit… terlalu jauh…”ucap Yoochun terengah-engah saat Lily akan menyalakan mobilnya. “Inhaler… di mobilku…”

“Mobil?!”

“Di tasku… kunci mobil…”

Saat Lily mencondongkan tubuh ke kursi belakang untuk mengambil tas Yoochun yang masih dipakai namja itu, tiba-tiba terdengar suara ramai. Lily melihat keluar dan terkejut melihat banyaknya fans Yoochun berlari ke arah mobilnya. Ia khawatir jika mereka mengenali mobilnya, tapi ternyata tidak. Mereka melewati mobil Lily dan terus berlari ke belakang ke arah mobil Yoochun yang diparkir. Untung saja kaca mobil Lily memakai pelindung sehingga tidak akan ada orang yang bisa melihat ke dalam mobil dengan jelas. Tapi tetap saja Lily tidak bisa pergi mengambil inhaler ke mobilnya Yoochun.

Lily merasakan sesak dan ketakutan yang amat sangat di dadanya saat melihat wajah pucat dan berkeringat Yoochun. Ia pernah merasakan hal ini sebelumnya, dan ia tidak sanggup untuk merasakannya lagi sekarang. Ia benar-benar takut dan panik. Airmatanya mengalir deras.

“Hhh… hh… Lily…”

 

“Oppa… Oppa kumohon bertahanlah… Ambulans akan datang sebentar lagi…”

 

“Bertahanlah! Akan kuambil obatnya!”

 

“Yuu…”

 

“Li… Lily…”

 

“Oppa! Bertahanlah!”

 

“Bertahanlah!”

 

“Maafkan aku… aku mencintaimu…”

 

Akhirnya dalam keadaan terdesak dan panik melihat keadaan Yoochun, Lily pindah ke kursi belakang yang sempit, dan berjongkok di hadapan wajah Yoochun. Ia memegang wajah pucat dan berkeringat Yoochun dengan kedua tangannya lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Yoochun.

***

Yoochun bisa melihat kepanikan di wajah Lily saat ia terengah-engah di kursi belakang mobil Lily. Ia sendiri juga merasa panik dan sangat sakit. Dadanya benar-benar terasa sangat sesak, ia takut tidak bisa bernapas lagi.

Tiba-tiba Lily pindah ke kursi belakang yang sempit dan jongkok di hadapan wajah Yoochun. Yoochun bisa melihat ekspresi cemas dan airmata di wajah Lily saat gadis itu memegang wajahnya dengan lembut. Tiba-tiba bibir lembut yang sebelumnya pernah dirasakannya itu kini dapat ia rasakan lagi diikuti dengan udara yang mengalir dari mulut gadis itu.

Bukan. Lily bukan menciumnya. Lebih tepatnya gadis itu memberikan nafas buatan padanya. Beberapa kali Lily menghembuskan napasnya ke dalam mulut Yoochun. CPR mungkin tidak bisa menghentikan asma, Yoochun masih butuh obat inhalernya, tapi setidaknya pertolongan pertama yang diberikan Lily cukup membuat nafas Yoochun sedikit lebih stabil dan ia bisa bertahan lebih lama.

Setelah lebih dari sepuluh kali memberikan CPR pada Yoochun dan melihat nafas namja itu mulai teratur, Lily berhenti melakukan CPR. Ia melihat keluar jendela untuk melihat masih ada atau tidaknya sasaeng di sekitar mobil Yoochun. Ketika dilihatnya sudah tidak ada, ia membuka tas Yoochun untuk mencari kunci mobil.

“Dimana kuncinya….? dimanaa…?”gumam Lily gemetar, mengacak-acak isi tas Yoochun. Airmatanya terus mengalir karena ketakutan. Ia takut keadaan Yoochun semakin memburuk jika ia tidak bisa segera menolong namja itu.

Lily kemudian memekik senang ketika menemukan inhaler asma yang masih tersegel rapi. “Ada!”ucapnya gembira dan lega. Dengan cepat Lily membuka segel inhaler dan langsung memasang inhaler itu di mulut Yoochun dan memencetnya, menyemprotkan cairan obat itu ke mulut Yoochun. Setelah beberapa kali memakai inhaler, Yoochun sudah mulai bernapas dengan normal dan asmanya mulai berhenti.

“Sudah? Mau pakai lagi?”tanya Lily. Yoochun menggeleng pelan.

“Gwenchana.”ucap Yoochun pelan, kemudian ia mengulurkan satu tangannya ke wajah Lily dan menghapus airmata di pipi Lily. “Gomawo.”

Lily mendesah lega kemudian membalas senyuman Yoochun. Tadi ia merasa sangat takut melihat keadaan Yoochun. Ia tidak ingin merasakan perasaan takut itu lagi. Tidak akan pernah ingin lagi.

“Maafkan aku… aku mencintaimu…”

***

“Ini. Silakan diminum.”

Lily tersenyum kecil saat ibu Yoochun memberikan secangkir teh hangat untuknya. “Gamsahamnida, ahjumoni.”ucapnya pelan.

“Panggil saja Eommoni.”ucap ibu Yoochun ramah.

Lily terkejut dengan permintaan itu. “Ng~ ne, Eommoni.”ucapnya ragu.

Saat ini Lily sedang berada di rumah keluarga Yoochun. Keaadan Yoochun tadi cukup mengkhawatirkan sebenarnya. Tapi karena Yoochun tidak mau dibawa ke rumah sakit, Lily akhirnya mengantarkannya ke rumah keluarga Yoochun atas permintaan Yoochun sendiri. Sebelum sampai di rumah Yoochun, Lily sudah menghubungi ibu Yoochun dan mengabarkan bagaimana keadaan namja itu. Sehingga sudah ada dokter keluarga ketika Lily dan Yoochun sampai di rumah besar keluarga itu. Dan sekarang setelah dokter memeriksanya, Yoochun sudah mulai membaik.

Ny. Park menggenggam tangan Lily yang berada di atas meja dan mengelusnya lembut. “Sekali lagi gomapta, Lily-ssi. Eommoni tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Yoochun jika kau tidak menolongnya…”ucap Ny. Park dengan mata berkaca-kaca.

Lily tersenyum kecil kemudian balas mengelus lembut tangan ibu Yoochun. “Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama ketika mereka berada dalam posisi saya Eommoni. Yoochun-ssi sudah tidak apa-apa sekarang.”hibur Lily.

Ny. Park menghela napas. “Eommoni tidak tahu apa yang terjadi jika tadi pagi Eommoni tidak memasukkan obat inhaler ke dalam tasnya Yoochunnie.  Yoochun biasanya selalu membawa inhaler, tapi ia sering meninggalkannya di mobil. Mungkin karena firasat seorang ibu, jadi Eommoni memasukkan inhaler yang baru dibeli ke dalam tasnya. Ternyata benar Yoochun membutuhkannya tadi.”

Lily memperhatikan wajah lembut ibu Yoochun. Firasat ibu? Semenjak Youngri lahir, Lily sudah seringkali merasakan hal itu. Tapi Lily tidak pernah tahu apakah ibu kandungnya pernah merasakan hal itu untuknya. Atau ibu Yunho dan Jihye, ibu tiri Lily pernah merasakan hal itu? Memikirkan hal itu membuat Lily merasa sedih.

“Ng~ ahjumoni.”panggil Lily.

“Eommoni,”ralat Ny. Park lembut.

“Ah ne, Eommonie. Sudah sangat malam, saya harus pulang sekarang.”ucap Lily berpamitan.

“Besok ada schedule?”

“Eopseoyo. Tapi besok saya harus pergi ke suatu tempat.”

Ny. Park tersenyum. “Kalau begitu menginap saja disini. Dan besok pagi baru berangkat.”

“Keundae…”

“Sekarang sudah sangat malam, Eommoni tidak mungkin membiarkanmu menyetir malam-malam. Eommoni siapkan kamar tamu dulu ya.”kata Ny. Park memaksa, lalu pergi menyiapkan kamar tamu.

Lily menghela napas saat menyadari jika ia tidak bisa menghindari Yoochun.

***

Esok paginya Lily mengantar Yoochun ke lokasi syuting CF DBSK karena jalannya searah dengan tujuannya ke Gwangju. Mereka pergi dengan menggunakan mobil Lily dan Lily yang menyetir.

“It was embarassing,”gerutu Yoochun.

Lily berdecak mendengar gerutuan Yoochun. Saat sarapan tadi ibu Yoochun dan adiknya, Yoohwan, menceritakan pada Lily jika Yoochun adalah fans beratnya semenjak ia debut sekitar lima tahun lalu. Cerita-cerita mereka membuat Yoochun merasa sangat malu sekali pada Lily, sementara Lily hanya tersenyum kecil menanggapinya. Karena ia sama sekali tidak tahu bagaimana harus menanggapi hal itu.

“Kenapa kau diam saja?”tanya Yoochun pada Lily yang menyetir.

“Apa yang harus kukatakan?”tanya Lily balik tanpa mengalihkan pandangannya pada jalan di hadapannya.

“Well, you do know I like you so much.”

“Thank you. And I appreciate it.”jawab Lily dengan nada final, tanda ia tidak mau membahasnya lebih jauh lagi.

Yoochun menatap Lily yang masih terfokus pada jalan. Ia bertanya-tanya, bagaimana caranya untuk membuat gadis ini membuka diri padanya?

“Can you stop the car?”pinta Yoochun. Lily tidak mengerti apa mau Yoochun, tapi ia menghentikan juga mobilnya di pinggir jalan.

“Waeyo? Do you need anything? Your inhaler?”tanya Lily cemas dengan memperhatikan wajah Yoochun seksama.

Yoochun tersenyum kecil melihat perhatian Lily padanya. Melihat kekhawatiran Lily padanya kemarin malam membuatnya bertanya-tanya, apa gadis ini punya perasaan yang sama dengannya? Kalau tidak, ia tidak mungkin menangis seperti itu kan saat melihat Yoochun sekarat?

“Gwenchana. No need to worry. I’m okay now.”ucap Yoochun tersenyum lembut pada Lily, membuat Lily seperti merasakan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. Perasaan yang aneh. Sama seperti perasaannya saat melihat Yoochun sekarat kemarin. Saat melihat Yoochun kehabisan napas, Lily merasa sangat takut. Ketakutan yang dulu pernah dirasakannya. Rasa sakit yang sama saat merasa cemas. Kenapa ia merasakan hal itu lagi?

Lily memalingkan wajahnya dari Yoochun. “Lainkali jangan pernah sekarat di dekatku. Aku tidak mau dijadikan tersangka pembunuhan.”kata Lily sarkastik. Tapi Yoochun tahu maksud dari kata-kata itu tidak sekasar yang terdengar. Yoochun tahu bagaimana khawatirnya Lily dengan keadaannya.

“Wanna be my date?”tanya Yoochun tiba-tiba.

Lily kembali menatap Yoochun bingung. Kenapa topiknya melenceng lagi?

“I don’t do relationship, Yoochun-ssi.”

“Aku hanya mengajakmu berkencan.”

“Dan aku tidak berminat untuk berkencan juga. Aku tidak berminat untuk menjalin hubungan apapun denganmu selain partner kerja.”tolak Lily tajam.

Tapi Yoochun tidak menyerah. “Just one date. Lagipula tadi kau sudah berjanji untuk datang kan?”

“Datang kemana?”tanya Lily bingung.

“Resepsi pernikahan sepupuku. Dia fansmu. Bukankah tadi kau sudah mengatakan pada ibuku untuk bisa menghadiri acara itu malam ini?”

Lily berdecak ketika mengingatnya. Ibu Yoochun memintanya untuk datang, lebih tepatnya memaksa. Lily tidak bisa mengatakan tidak pada ibu Yoochun. Lagipula malam ini ia memang tidak ada schedule apapun. Dan walaupun ia tidak suka dipaksa datang, tapi ia merasa tidak enak jika berbohong pada ibu Yoochun mengenai schedule-nya, jadi ia mengiyakan saja hal itu.

“Aku kan sudah berjanji, jadi aku akan datang.”jawab Lily dengan nada final, tidak ingin membahasnya lagi.

“Bagaimana kau bisa masuk jika tidak ada undangan?”

“Lho? Seharusnya kalian memberiku. Kan kalian yang mengundangku.”kata Lily sebal.

“Tidak ada lagi undangan yang tersisa. Jadi kau harus datang bersama orang yang punya undangan.”kata Yoochun dengan senyum liciknya.

Lily menatap Yoochun terperangah, mengerti maksud Yoochun. “You’re cheating!”umpatnya kesal.

Yoochun tertawa kecil. “Well, i’m not yet your boyfriend. So I’m not cheating you.”

Lily melotot kesal.

“Ibuku benar-benar pemaksa, Lily. Ia punya nomor ponselmu kan? Eomma bisa menelponmu terus untuk memastikan kau benar-benar datang. So… wanna be my date?”

Lily rasanya ingin melempar sesuatu ke wajah Yoochun yang sekarang sedang tersenyum licik. “Fine!”ucap Lily kesal.

Dan jawaban Lily itu menghadirkan senyuman yang sangat lebar di wajah tampan Yoochun. Kesempatan ini tidak akan dilewatkan Yoochun.

***

“Sebenarnya ada apa denganmu? Kau terlihat ceria sekali sejak pagi ini.”tanya Jaejoong penasaran melihat wajah Yoochun yang ceria sekali.

Yoochun tidak menjawab dan masih terus tersenyum sambil mengotak-atik smartphone-nya. Mereka baru saja selesai syuting CF dan sedang dalam perjalanan pulang ke dorm mereka menggunakan mobil van.

“Aku rasa serangan asmanya kemarin membuat otaknya bermasalah.”ucap Changmin sarkastik. Tapi Yoochun tidak membalas ucapan pedas Changmin seperti biasanya, membuat membernya yang lain heran.

“Yak! Chunnie! Otakmu benar-benar bermasalah!”jerit Junsu dengan suara dolphinnya membuat member yang lain mengernyit mendengar suara melengkingnya itu.

“Aish! Junsu-ya! kau berisik sekali!”gerutu Yoochun, tapi wajahnya masih penuh senyuman.

“Yak! Aku ini khawatir padamu tahu! Tadi malam kau kena serangan asma, tapi pagi ini kau ceria sekali. Apa terjadi sesuatu?”tanya Junsu.

“Hmm… kurasa aku bisa menebaknya hyung.”ucap Changmin dengan wajah berpikirnya yang sok serius itu. “Yoochunnie hyung itu sedang menampilkan wajah mesumnya. Jadi kurasa ini ada hubungannya dengan yeoja.”

“Yak! Apa maksudmu dengan wajah mesum?! Memangnya salah jika aku memikirkan yeoja?!”omel Yoochun.

“Ha! Aku benar kan?”kata Changmin senang, “Nuguya, hyung? Lily Noona?”

Pertanyaan Changmin ini membuat senyuman Yoochun semakin lebar, dan Yunho yang sedang minum air mineral tersedak. Tapi hanya Jaejoong yang menyadari reaksi Yunho, sementara Junsu dan Changmin menatap Yoochun dengan mata terbelalak lebar.

“Serius?! Lily?!” –Junsu.

“Lily Noona?!” –Changmin.

“Kalian melakukan apa?!”tanya keduanya bersemangat.

Yoochun hanya bisa nyengir lebar.

“Lily menolongnya kemarin saat ia terkena asma. Mungkin karena itu ia senang.”kata asisten mereka yang sedang menyetir.

“Kurasa lebih dari itu.”Changmin mulai beranalisis lagi.

“Ne. Kau benar, Changminnie.”ucap Yoochun senang. Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada Junsu dan Changmin yang duduk di hadapannya, lalu berbisik. “Malam ini Lily akan jadi pasangan date-ku ke acara keluargaku.”

“Eyy~ maldo andwae!”jawab Junsu tidak percaya.

“Acara keluarga? Kau serius dengannya hyung?”tanya Changmin dengan ekspresi antara penasaran dan juga heran.

“Mm-hmm, aku serius dengannya! Dan nanti malam aku akan menjemputnya ke apartemennya.”ucap Yoochun riang. “Jaejoong hyung, menurutmu aku harus pakai apa?”

Jaejoong yang sedari tadi hanya mengawasi ekspresi Yunho, terkejut dengan pertanyaan Yoochun. “Hah? Kau bilang apa tadi?”tanya Jaejoong bingung.

“Aish! Hyung! Aku minta kau membantuku mencari pakaian yang cocok untuk malam ini. Selera fashionmu kan bagus sekali.”

Jaejoong tersenyum dengan pujian Yoochun. “Bukankah kau selalu percaya diri dengan selera fashionmu, kenapa sekarang tiba-tiba seperti tidak percaya diri seperti ini sih?”tanya Jaejoong dengan nada menggoda.

“Well, I don’t know. Aku tidak pernah menyangka ia bisa membuatku merasa seperti ini.”ucap Yoochun pelan dengan pandangan menerawang.

Yunho mengernyit memandang senyuman di wajah Yoochun. Ia menggeleng pelan. Ini pertama kalinya ia melihat Yoochun seserius ini terhadap yeoja. Jika seperti ini, apa ia bisa mempercayai Yoochun untuk Lily? Tapi bagaimana nanti kalau Yoochun tahu masa lalu Lily yang sebenarnya? Apa ia masih bisa menerima Lily? Yunho mencemaskan hal itu.

Jika Yoochun tidak bisa menerima masa lalu Lily dan keadaannya sekarang, lebih baik ia menghentikan Yoochun sekarang. Ia tidak ingin Lily terluka.

Kemudian Yunho menatap wajah bahagia Yoochun saat membicarakan Lily.

Tapi bagaimana caranya?

***

“Perhatikan jalan di depanmu.”ucap Lily sebal karena Yoochun yang sedari tadi terus mengalihkan pandangan dari jalan dan menatap wajah Lily.

“Apa aku sudah mengatakan padamu kalau kau terlihat cantik sekali?”tanya Yoochun dengan tersenyum lebar.

“Kau sudah mengatakannya lebih dari sepuluh kali sejak tadi kau menjemputku.”jawab Lily dengan nada bosan.

Lily memang bosan sekali. Sejak ia membuka pintu apartemennya saat Yoochun datang, Yoochun sudah terperangah menatapnya dan pujian cantik itu langsung terlontar begitu saja. Padahal Lily merasa penampilannya cukup sederhana. Ia memakai dress putih dengan model sederhana. Make-up yang dipakainya juga cukup natural. Lily memang tidak berencana untuk tampil cantik malam ini. Karena menurutnya pada hari pernikahan, yang berhak tampil secantik mungkin hanya sang pengantin wanita. Ia tersenyum sedih memikirkan pernikahan impian yang tidak pernah bisa didapatkannya.

Yoochun masih terus tersenyum dengan sesekali melirik Lily. Lily memang cantik, ia tidak meragukannya. Tapi Yoochun lebih menyukai penampilan Lily yang biasa. Jadi malam ini, saat melihat Lily memakai dress putih sederhana dan make-up natural, Yoochun justru melihat kecantikannya begitu berkilau.

Cantik dalam kesederhanaan. Itu yang Yoochun pikirkan.

Yang pasti Yoochun merasa bangga sekali bisa menjadi date Lily malam ini.

***

“Han Hyuna-ssi?”

Pengantin wanita itu terpaku menatap Lily yang tersenyum di hadapannya. Kemudian setelah dua detik, ia mulai menjerit senang. “Lily Jung! Kau datang!”

Lily tertawa kecil melihat reaksinya. “Congratulations.”ucap Lily tulus dengan mengulurkan tangan. Tapi pengantin bernama Han Hyuna itu tidak membalas uluran tangan Lily tetapi malah memeluk erat Lily.

“Gomapta! Aku senang sekali kau datang!”ucap Han Hyuna gembira. Kemudian ia melepaskan pelukannya pada Lily. Lily tersenyum melihat wajah bahagia pengantin itu. “Aku kira kau tidak akan datang karena sibuk.”

“Jika sempat, aku pasti tidak akan melewatkan undanganmu. Terima kasih karena sudah mengundangku di hari pentingmu.”ucap Lily tersenyum tulus.

“Kami yang seharusnya berterima kasih padamu. Hyuna sangat mengidolakanmu. Ia berharap sekali kau bisa datang.”kata suami Hyuna.

“Kau harusnya berterima kasih padaku, Hyuna-ya.”kata Yoochun yang berada di sebelah Lily. “Kan aku yang mengajaknya kesini.”

“Jangan ngaku-ngaku deh Oppa! Memangnya aku tidak tahu kalau yang sebenarnya mengundang Lily-ssi ini adalah ibumu! Seharusnya kau malu karena tidak berani mengundangnya sendiri!”ucap Hyuna dengan mendelik pada Yoochun.

“Yak! Jangan bicara aneh-aneh! Lagipula kan ia datang sebagai pasangan date-ku!”protes Yoochun. Ia lalu merangkul pinggang ramping Lily, membuat Lily terkejut. Sebenarnya Lily merasa tidak nyaman dengan sentuhan Yoochun, tapi ia tidak ingin memperlihatkannya pada pasangan pengantin di hadapannya ini.

“Kurasa Yoochun terlihat lebih gembira dari kita, Hyuna-ya.”goda suami Hyuna saat melihat rangkulan Yoochun pada Lily. Hyuna yang melihat hal itu juga tersenyum penuh arti pada Yoochun.

Lily menggerutu dalam hati melihat pandangan mereka terhadapnya dan juga Yoochun. Ia jadi ingin cepat-cepat pulang.

Kemudian waktunya pasangan pengantin berdansa. Lily tersenyum memperhatikan Hyuna dan suaminya sedang berdansa. Ia ingin sekali berdansa juga. Tiba-tiba Yoochun mengulurkan tangannya pada Lily. Ia tersenyum lebar. “Shall we?”

Lily menatapnya dengan ekspresi yang tak bisa ditebak. Tapi Yoochun tidak menyerah. Ia terus membiarkan tangannya terulur. Lily masih tetap menatap Yoochun dengan wajah tanpa ekspresi. Otaknya berputar cepat, berpikir. Apa ia harus menerima ajakan Yoochun? Jika ia menerima ajakan Yoochun, namja itu akan berpikir jika ia bisa mempengaruhi Lily. Dan Lily tidak mau itu. Tapi jika menolak…

“Bisakah kau menerima tanganku agar aku tidak terlihat memalukan di hadapan keluargaku?”pinta Yoochun dengan nada memelas, berusaha membuat Lily bersedia menerima ajakannya.

Mata yang menatapnya penuh harap itu membuat Lily tak kuasa menolak. Ia mendesah tidak rela saat menerima uluran tangan Yoochun. Ia berharap jika pilihannya untuk berdansa dengan namja itu tidak membuat hubungan di antara mereka semakin rumit. Tapi semua pikiran itu mendadak hilang ketika Lily melihat reaksi Yoochun.

Yoochun tersenyum sangat lebar padanya. Senyuman yang entah kenapa bisa diterjemahkan Lily dengan baik. Dari senyuman itu Lily bisa membaca jika Yoochun merasa hari itu adalah hari terbaiknya.

Dan anehnya, Lily tidak merasa menyesal membuat Yoochun merasa seperti itu.

~TBC~

ChunLy moment! XD Eotte?? gimana perkembangan hubungan mereka mnrt I-dears?? ^^

12 pemikiran pada “When You Come to My Life 10/?

  1. hahahaha…
    ini kayak flashback hubungan Lily sama namja itu ya.. FIn>???
    Tapi aku penasaran deh sama hubungan Lily and namja itu deh.,. apa part sebelumnya udah dijelasin dan aku nya ga nyimak…

    waktu itu tanya2 park yoochun yng mana ya ehh abis nonton rooftop prince… jdi tahu deh.. dan itu bisa jd refernsi buat ngimajinasi Yoochun sama Lily… #curcol

  2. emmm, like it!
    Senyum2 sendiri wkt bcanya,,
    Yunho kykx udh mulai setuju jika Lily ma Yoochun berhubngn..,
    aihhh, udh d kenalin ma sang eomma, berarti Chunnie serius nih ma Lily-nya..
    Ciyee.. Yg lagi seneng.., permintaan date-nya diterima nih..
    Next part, ditunggu eonnie..

  3. chunie oh chunie… baru dapet perhatian udah kayak gtu senengnya…
    gmn kalo dapet yg laen??? wah pasti udah kayak org menang lotre 1M tuh… wkwkwkwk
    suka bgt momennya ChunLy… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s