When You Come to My Life 13/?

when you come to my life posterTittle:: When You Come to My Life 13/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon, Jung Jihye, Ahn Jaemin

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: DBSK – Love in the ice. 

Previous Chapter::  1  2  7  8  9  10  11  12

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~Happy Reading~

PS: I suggest you guys to listen Love In The Ice when reading this chapt!

That song is so beautiful! XD

Your small, cold hands and trembling lips
Able to carry on as if nothing has happened

Are you afraid of remembering someone?
Struggling to swallow the words bubbling up to your lips

Your back view resembles falling white snow
Melting bit by bit

 (DBSK – Love In the Ice)

Lily berjalan perlahan di sepanjang jalan yang dikenalnya. Jalan yang sering ia dan ibunya lalui saat ia masih kecil. Yeosu, kota kecil di tepi pantai provinsi Jeolla selatan adalah kota kelahirannya. Tempat ia dibesarkan oleh ibu kandungnya sampai berumur 8 tahun. Hampir 20 tahun ia tidak kesini, dan kota ini sudah banyak berubah.

Lily masih bisa melihat kenangan-kenangannya bersama almarhum ibunya disana. Saat ia mengikuti ibunya bekerja di restoran. Ia akan dengan senang hati menggandeng tangan ibunya, bersenandung riang saat berjalan. Ibunya akan menggodanya dengan mengatakan jika suaranya jelek, dan Lily kecil akan membalas dengan memeletkan lidahnya, membuat ibunya tertawa, lalu mereka berdua bernyanyi bersama.

Lily masih bisa ingat dengan jelas jika saat kecil ibunya selalu tersenyum padanya. Apapun yang dikatakan orang tentang mereka, ibunya selalu tersenyum dan menyuruh Lily kecil untuk menghadapinya juga dengan tersenyum. Tapi ibunya berubah setahun sebelum Lily kecil pergi ke Gwangju. Lily kecil tidak pernah lagi melihat ibunya tersenyum. Ibunya selalu marah padanya, dan selalu mengatakan hal-hal yang menyakitkan untuk Lily kecil. Ia sama sekali tidak pernah tahu apa penyebab berubahnya sikap ibunya. Bahkan sampai sebelum ia pergi ke Gwangju, Lily kecil masih tidak tahu.

Kemudian Lily melihat jalan yang paling dihindarinya. Sumber trauma yang dialaminya. Yang bertahun-tahun berusaha ia lupakan, tapi selalu muncul di alam bawah sadarnya. Tapi sekarang ia memutuskan untuk menghadapinya. Ia tidak ingin lari lagi. Dan ketika ia berjalan semakin dekat, kenangan buruk itu kembali menghantamnya.

*Flashback*

Yuuri tersenyum melihat keempat anggota keluarganya menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Terutama Yunho yang bernyanyi dengan suara paling keras. “Saengilchuka hamnida… saengilchuka hamnida…. saranghaneun Jung Yuuri…. Saengilchuka hamnidaaaaaaaa…”

Setelah selesai menyanyikan lagu itu Yuuri meniup lilin di atas kue ulang tahunnya, dan keluarganya bertepuk tangan.

“Gamsahamnida!”ucap Yuuri gembira. Ini tahun ketiga Yuuri tinggal bersama keluarga ayahnya, dan dalam tiga tahun ini juga ia merasakan bahagianya merayakan hari ulang tahun beramai-ramai seperti ini. Tapi ia tetap merasa ada yang kurang.

“Yuu, ini hadiah dari Oppa!”ucap Yunho gembira memberikan kado boneka kucing berwarna putih pada Yuuri.

“Gomawo, Oppa.”ucap Yuuri senang dengan mengecup pipi Yunho.

“Eonnie, ini Jihye gambar buat Eonnie.”kata si kecil Jihye. Yuuri tersenyum lebar melihat gambar buatan adiknya itu. Selama tiga tahun ini Jihye selalu memberikan hadiah ulang tahun berupa gambar yang dibuatnya sendiri, dan Yuuri merasa senang menerima kado yang sama setiap tahun, dan bisa melihat perkembangan gambar Jihye setiap tahun.“Ini Eomma, Appa, Yunnie Oppa, Jihye dan Yuu Eonnie.”jelas si kecil Jihye dengan menunjuk gambar yang ia buat satu-satu.

“Bagus sekali! Gomawo Jihye chagiyaaa!”Yuuri mengecup kedua pipi Jihye lalu mencubit pelan hidung mungilnya, membuat Jihye terkikik kecil.

Kemudian Eommoni –ibu Yunho dan Jihye, memberikannya kado sebuah gaun putih yang sangat cantik. Mata Yuuri melebar senang melihat gaun indah itu.

“Uwaahhh~ yeppeudaaa!!!”ucap Jihye gembira.

“Yuu pernah bilang kalau Yuu ingin cantik seperti putri, jadi Eommoni belikan Yuu gaun ini. Yeppeo ne?”tanya Eommoni lembut.

Yuuri tidak bisa berkata-kata. Ia hanya mengangguk bersemangat. Ia sangat  gembira. Eommoni selalu baik padanya, menyayanginya, seolah-olah ia adalah anak kandung wanita cantik itu.

“Gamsahamnida, Eommoni.”ucap Yuuri akhirnya dengan tersenyum lebar. Lalu ia menatap ayahnya penuh harap. Ulang tahunnya tahun-tahun sebelumnya ayah mereka bertiga tidak pernah memberikan hadiah saat ulang tahun Yuuri. Hal itu membuat Yuuri kecewa. Tapi Yunho selalu bilang jika ayahnya hanya tidak tahu harus memberikan apa. Karena Yuuri kan baru saja menjadi anggota keluarga mereka. Tapi bukan berarti ayah mereka tidak pernah memberikan Yuuri hadiah. Ia selalu bertanya, apa yang diinginkan Yuuri saat hari ulangtahun, dan nanti, ia akan mengabulkan permintaannya.

Kali ini ia akan meminta sesuatu lagi.

“Mau hadiah apa?”tanya ayahnya dengan senyum tipis, senyum yang jarang sekali diperlihatkannya pada Yuuri.

Yuuri menatap ayahnya dengan takut dan penuh harap. Sebenarnya ini hal yang sangat diinginkannya sejak hari kedua ia tinggal di keluarga Jung. Tapi ia tidak pernah berani memintanya. Kalau sekarang, ia ingin memintanya. Walaupun ayahnya selalu bersikap dingin padanya, tapi Yuuri yakin, ayahnya adalah orang yang baik. Jadi ia pasti mengabulkan keinginannya kan?

“Ayo, Yuu, mau hadiah apa dari Appa?”tanya Eommoni lembut. Yuuri merasa bersalah memandang Eommoni. Apa sebaiknya ia tidak meminta hal ini? Tapi ia tidak bisa tidak memintanya.

Dengan takut-takut Yuuri berkata, “A… Appa… jeoseongieyo…”Ayahnya langsung mengernyit ketika Yuuri mengatakan hal itu, curiga dengan apa yang ingin diminta Yuuri, membuat Yuuri menunduk takut. Tapi Yuuri tetap melanjutkan ucapannya. “Yuu… mau bertemu Eomma…”

 Dan dari ekspresi ayahnya, Yuuri langsung merasa menyesal mengatakan hal itu.

***

Yuuri melihat jalan yang dikenalnya dengan senyum lebar. Walaupun tiga tahun berlalu, tidak ada banyak hal yang berubah. Ia masih bisa mengingat jalan yang sering dilaluinya sejak kecil.

Sejak permintaan Yuuri di hari ulang tahunnya, ayahnya menghukumnya. Ia tidak boleh keluar kamar berhari-hari sampai ia melupakan keinginannya. Tapi Yuuri tidak bisa melupakan keinginannya. Ia sangat merindukan ibunya. Jadi dengan membawa seluruh uang celengannya, Yuuri kabur dari rumah dan pergi ke Yeosu, tempat ia dilahirkan.

 Yuuri menyeberang jalan menuju restoran tempat ibunya bekerja. Sekarang memang sudah malam, dan jalan mulai sepi. Tapi ia yakin ibunya masih berada di restoran itu. Kemudian Yuuri berlari sampai depan restoran dan tersenyum lebar melihat ibunya berada disana.

“Eomma!”panggil Yuuri. Wanita cantik yang sedang mengelap meja itu berbalik dan ia terlihat sangat terkejut.

Yuuri berlari memeluk ibunya erat-erat. 

“Yuu, sedang apa kau disini?!”tanya ibunya, berusaha melepaskan pelukan Yuuri dari tubuhnya. Tapi Yuuri tidak mau melepaskannya. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Bogoshipdda, eomma.”

“Yuu!”ibunya melepas paksa pelukan Yuuri. “Sama siapa kesini?”tanya ibunya dengan wajah terkejut, dan Yuuri bisa melihat ada sedikit senyuman disana. Kemudian ekspresi wajah ibunya berubah. “Kau kabur dari Gwangju?!”

Yuuri memandang takut ibunya yang sekarang terlihat marah. “A… appa melarang Yuu untuk bertemu Eomma. jadi Yuu pergi sendiri…”

Tiba-tiba ibunya menariknya keluar dari restoran dan menariknya sepanjang trotoar jalan. “Kau harus kembali ke Gwangju! Mereka pasti sedang mencarimu sekarang!”

“Andwaeyo, Eomma! Yuu nggak mau!”kata Yuuri berusaha melepaskan tangan ibunya, tapi tidak bisa.

“Aku akan menelpon ayahmu dan menyuruhnya segera kesini menjemputmu.”

“Shireoyo! Yuu mau sama Eomma!”

Tiba-tiba ibunya melepaskan genggamannya dari tangan Yuuri, membuat gadis kecil itu terjatuh. “Bukankah sudah kubilang jika hidupku akan jauh lebih baik jika kau tidak ada?!”serunya pada Yuuri.

Yuuri menangis mendengar perkataan itu. Ia tahu hal itu. Sangat tahu. Tapi apa salah jika ia ingin selalu berada bersama ibu kandungnya? Di Gwangju, ia tidak merasa itu rumahnya. Semua orang selalu menganggapnya hanya menumpang disana. Karena yang mereka tahu dirinya hanya anak angkat. Jika disini, ia tidak perlu peduli semuanya. Yang penting disini ada ibunya. Baginya ibunya adalah rumahnya.

“Bangun! Kau harus segera kembali ke Gwangju!”

“Shireo!”seru Yuuri lalu ia bangkit dan berlari ke jalan raya yang sepi, kemudian terjatuh di tengah-tengah jalan.

“Yuu!”

Saat berusaha untuk berdiri, tiba-tiba Yuuri merasakan tubuhnya terdorong keras ke pinggir jalan dan terdengar suara benturan yang memekakkan telinga. Ia merasakan sakit di tangan dan kakinya, lalu Yuuri membuka mata.

Saat ia membuka mata, Yuuri melihat ibunya terbaring dengan darah di sekujur tubuhnya. Mata cokelat indahnya memandang Yuuri dengan airmata, dan senyuman yang sudah jarang dilihat Yuuri terulas dengan cantiknya.

“Eomma senang Yuu baik-baik saja…”

Dan ucapan itu adalah kenangan terakhir Yuuri akan ibunya.

*End of flashback*

“Eomma!”ucap Lily saat terbangun dengan napas terengah-engah.

“Ah, kau sudah bangun? Gwenchana?”

Lily mengerjap-ngerjapkan mata melihat wajah orang di hadapannya. Ia bangkit dari posisi tidurnya lalu melihat ke sekelilingnya. Semua terlihat buram, tapi Lily yakin ia tidak mengenal tempat ini.

“Kacamata…”pinta Lily.

Lalu seseorang di hadapannya memberikannya kacamata milik Lily dan Lily pun langsung memakainya. Sekarang sudah terlihat jelas wajah seseorang itu. Seorang nenek yang sedang tersenyum ramah padanya.

“Annyeonghasseyo.”ucap Lily langsung dengan sedikit membungkukkan tubuhnya. Kebiasaannya jika berhadapan dengan orang yang jauh lebih tua.

“Nak, tidak perlu terlalu formal.”ucap nenek itu tertawa kecil. “Gwenchana? Tadi kau pingsan di trotoar tidak jauh dari restoran milikku. Lalu cucuku menolongmu dan membawamu kesini.”

“Gamsahamnida halmeoni. Mianhamnida saya merepotkan halmeoni.”ucap Lily lagi.

Halmeoni tersenyum lalu mengusap lembut rambut panjang Lily. “Tidak apa-apa. Apa kau lapar? Sekarang kita makan yuk, Yuuri.”

Mata Lily melebar kaget mendengar halmeoni memanggil nama aslinya. Darimana ia tahu?

Sepertinya pertanyaan itu dapat terbaca di wajah Lily, karena kemudian halmeoni menjawab. “Kau mirip sekali dengan JangMi, nak. Kau sudah besar sekarang. Kau sama cantiknya dengan ibumu…”ucapnya lembut dengan masih mengusap lembut rambut Lily.

“Soon Ja halmeoni…”ucap Lily menangis ketika mengingat siapa halmeoni yang sangat baik padanya ini.

***

“Apa maksudmu kau tidak tahu dimana ia berada?”tanya Yunho tajam pada Ang Hyeon. Ia baru saja sampai di apartemen Lily karena Ang Hyeon sebelumnya menelponnya dan mengatakan jika Lily menghilang. Saat ditelpon Ang Hyeon hanya ada ia dan Junsu di dorm mereka, karena yang lain sedang ada schedule masing-masing. Mendengar berita itu dari Ang Hyeon, segera saja ia pergi ke apartemen Lily bersama dengan Junsu.

“Nan mollayo. Tadi malam saat di rumah sakit, ia bilang ia akan pulang ke apartemen. Tapi saat aku datang pagi tadi. Ia sudah tidak ada. Dan ia juga membawa tas ranselnya yang biasa ia pakai untuk bepergian.”jelas Ang Hyeon cemas.

“Kau benar-benar tidak tahu ia kemana? Sama sekali?”tanya Yunho kesal.

“Yak! Jangan marah-marah padanya!”bela Jaemin marah. “Justru kami menyuruhmu kesini untuk menanyakan dimana ia!”

Manager Lily menepuk bahu Jaemin, menyuruhnya diam. “Kemarin Lily bilang pada mereka berdua jika ia akan pergi ke Jepang karena ada schedule disana. Tapi ia berbohong.” Manager Lily menghela napas. “Sebenarnya setelah drama selesai, kontrak Lily sebagai artis managemen kami juga selesai. Kami sudah beberapa kali membahas untuk memperpanjang kontrak, tapi Lily selalu menundanya. Dan tadi pagi kami menemukan surat permintaan maafnya untuk pimpinan managemen. Ia bilang ia minta maaf jika ia tidak bisa memperpanjang kontrak, karena ia ingin berhenti berakting.”

“Mwo?!”Yunho terperangah. “Apa alasannya? Sebenarnya apa yang dipikirkannya sih?”

“Hyung…”panggil Junsu.

“Justru itu yang ingin kutanyakan padamu! Semenjak kau muncul lagi ia jadi lebih kacau! Ia semakin menjauh dari kami! Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?!”bentak Jaemin.

“Kenapa kau menyalahkanku?!”balas Yunho marah.

“Yunho hyung…”

“APA?!”jawab Yunho keras membuat Junsu terlonjak kaget.

“Ada masalah lagi…”jawab Junsu takut saat membaca sms Yoochun di ponselnya. Kemudian Junsu segera mengambil remot tivi dan menyalakannya.

Mereka berempat merasa bingung dengan maksud Junsu. Untuk apa Junsu menyalakan tivi? Tapi wajah mereka berubah  kaget ketika melihat apa yang ditayangkan di tivi.

“Skandal lagi?! Apa-apaan mereka!”umpat manager Lily kesal.

“Shit! Aku tahu ini pasti akan terjadi!”umpat Jaemin.

“Hyung! Anak Lily?”tanya Junsu bingung pada Yunho saat melihat berita di tivi mengenai anak dari Lily Jung.

Tapi Yunho tidak menghiraukan pertanyaan Junsu. “Kenapa mereka bisa tahu tentang Youngri?”tanyanya pada Jaemin.

 “Dokter menyarankan Youngri untuk dipindahkan ke RS Seoul, jadi kemarin lusa Lily memindahkannya kesana.”jelas Ang Hyeon, kemudian berkata putus asa. “Kenapa mereka bisa tahu secepat ini?”

Yunho memandang tivi dengan kesal. Kenapa lagi-lagi adiknya tertimpa skandal? Apa salahnya sampai ia harus menerima perlakuan seperti itu terus?!

Tiba-tiba Yunho tersadar. “Siapa yang menjaga Youngri di rumah sakit?”tanyanya cemas.

“Aku sudah menduga ini akan terjadi cepat atau lambat. Jadi aku sudah menyuruh orang rumah sakit lebih menjaganya.”jawab Jaemin, “Daripada itu, bukankah lebih baik kau mengkhawatirkan dirimu sendiri?”

Yunho mengernyit. “Musunmariya?”

Jaemin menghela napas, kesal dengan masalah baru yang sebentar lagi akan muncul. “Kau pikir siapa yang akan mereka perkirakan sebagai ayah Youngri?”ucapnya kesal, membuat Junsu menahan napas saking terkejutnya.

“Jaemin benar, Yunho-ssi. Sebaiknya kau kembali sekarang. Masalah ini mungkin semakin menjadi besar dan melibatkanmu.”kata manager Lily cemas.

“Hyung! Kau dan Lily punya anak?!”

Yunho tidak menjawab pertanyaan Junsu. Ia terdiam cukup lama memikirkan perkataan Jaemin. Jaemin benar. Berita mengenai Lily yang memiliki anak pasti akan semakin melebar jauh ke pertanyaan ‘siapa ayahnya?’. Dan pers pasti akan berspekulasi ke dirinya. Apa yang harus Yunho lakukan? Seandainya sekarang ada Lily…

“Hyeon-ah, kau bilang dia meninggalkan ponselnya kan? Mana?”tanya Yunho pada Ang Hyeon.

“Di kamar….”Langsung saja Yunho masuk ke kamar Lily diikuti dengan Junsu. Ia mengambil ponsel Lily yang berada di tempat tidur dan menyalakannya.

“Apa passwordnya?”tanya Yunho saat Ang Hyeon tiba di kamar Lily.

“Kurasa ulang tahun Youngri. 04062007.”jawab Ang Hyeon cepat.

Yunho mengetikkan angka itu dan berhasil membuka kunci ponsel Lily. Kemudian Yunho terkejut ketika melihat fotonya yang sedang tertidur menjadi walpaper ponsel Lily. Dari pakaian yang dikenakan Yunho, Yunho memperkirakan jika foto itu diambil saat ia tertidur di kamar rawat Youngri.

“Dongsaeng-ah, sekarang kau ada dimana…?”

Junsu memperhatikan wajah Yunho yang berubah sedih. Apa sebegitu berartinya kah Lily untuknya? Lalu perhatiannya teralihkan oleh bingkai foto yang dipajang di dinding kamar.

Foto-foto siapa itu? Lily? Tapi kenapa penampilannya berbeda dan wajahnya seperti tidak asing…?

***

“Yunho hyung!”ucap Yoochun yang langsung menghampiri Yunho saat ia dan Junsu baru sampai di depan pintu dorm apartemen mereka. “Bagaimana Lily? Youngri? Kenapa kau tidak bisa dihubungi sih?!”

Yunho mengerjap kaget melihat wajah cemas Yoochun. “Ah… ne. Ponselku tertinggal di kamar.”jawab Yunho pelan kemudian masuk ke apartemen diikuti Junsu dan Yoochun.

“Hyung, Lily eotteyo? Gwenchana?”tanya Yoochun yang masih tidak dihiraukan Yunho. Pikiran Yunho hanya terfokus ke tempat mana adiknya pergi. Ia terus berjalan ke kamarnya tanpa memperhatikan sekelilingnya, membuat yang lain bingung.

Dikamarnya Yunho masih melamun memikirkan Lily. Ia mengambil album foto di rak bukunya lalu membuka album itu. Ia tersenyum ketika melihat foto-foto masa kecilnya bersama Lily. Kemudian airmatanya menetes saat melihat foto mereka saat terakhir kali bersama.

 *Flashback*

“Yuu… ayo makan.”kata Yunho lembut pada Yuuri.

Yuuri hanya diam memandang kosong ke depan. Ia sama sekali tidak menjawab bahkan ia tidak melihat ke arah Yunho. Yunho menghela napas sedih lalu menyuapi bubur ke mulut Yuuri, yang hanya mengemutnya perlahan.

Sejak kecelakaan yang menimpa ibu Yuuri sebulan yang lalu, Yuuri tidak pernah berbicara. Ia selalu diam dan hanya memandang kosong ke depan. Dokter mengatakan jika Yuuri mengalami trauma dan harus dirawat untuk menjalani terapi. Tapi Yunho menentangnya. Yunho yakin adiknya tidak gila. Adiknya akan sembuh. Yunho memohon pada ayahnya untuk tidak membawa Yuuri dirawat di RS. Ia yang akan merawat adiknya sampai sembuh.

 Dan Yunho membuktikannya. Ia merawat Yuuri dengan baik. Menyuapinya makan dan memberi obat tepat waktu. Ia juga tak pernah berhenti mengajak Yuuri berbicara dan menemaninya tidur.

“Yuu… Oppa mau mengajak Yuu ke taman bermain lagi. Tapi kalau Yuu sudah sembuh dan gak sekurus ini lagi.”kata Yunho pedih saat melihat tubuh kurus Yuuri.

“Nah, Yuu sudah selesai makan. Sekarang tidur ya.”kata Yunho setelah setengah jam menyuapi Yuuri. Ia membaringkan Yuuri di tempat tidur lalu menyelimutinya.

“Jaljayo, Yuu.”kata Yunho lalu mengecup kening Yuuri. “Mimpi indah. Oppa akan selalu bersamamu.”

Yuuri memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Tapi ucapan Yunho tadi tidak terwujud. Ia tidak bermimpi indah. Kecelakaan ibunya terekam sangat jelas di kepalanya dan terus-menerus terputar membuatnya ketakutan. Ia yang menyebabkan ibunya pergi dari hidupnya. Ia penyebabnya. Ia penyebab ibunya hidup menderita. Dan ia membenci dirinya akan hal itu.

Segera saja ia terbangun dengan nafas terengah-engah.

Dengan tenaga yang lemah dan nafas terengah-engah Yuuri keluar kamar lalu masuk kamar Yunho yang berada di sebelah kamarnya. Ia langsung naik ke tempat tidur Yunho dan memeluk tubuh Oppanya yang tidur dari belakang.

“Yuu…?”ucap Yunho lalu berbalik agar menghadap Yuuri.

Yuuri masih tetap memeluknya dan semakin membenamkan wajahnya di dada Yunho.

“Yuu kenapa? Mimpi buruk lagi?”

Yuuri mengangguk pelan. Yunho mengusap-usap lembut punggung Yuuri, berusaha menenangkannya. “Yuu nggak usah takut, ada Oppa disini.”

Ada satu hal yang sangat menakutkan untuk Yuuri. Jika tidak ada ibunya, kemana tempat ia pulang? Ia sendirian. Ia takut sendirian.

“O… Oppa… tidak akan pernah meninggalkan Yuu kan?”tanya Yuuri dengan suara serak.

Yunho terkejut mendengar suara Yuuri yang sudah sebulan tidak didengarnya. “Yuu… lihat Oppa” Ia memegang lembut wajah Yuuri untuk membuat adiknya itu menatapnya. Yuuri menangis memandangnya.

“Oppa…. tidak akan meninggalkan Yuu seperti Eomma kan?”tanya Yuuri dengan terisak.

Yunho mengusap lembut airmata Yuuri. “Tidak. Tidak akan.”

“Yuu cuma punya Oppa sekarang…”

Yunho menangis mendengar ucapan adiknya, ia lalu memeluk Yuuri erat dan mencium keningnya. “Oppa sayang Yuu. Oppa akan terus bersama Yuu. Oppa akan selalu menjaga Yuu dengan baik.”

Yuuri tersenyum kecil dan mulai memejamkan matanya karena lelah. “Yunho Oppa adalah tempat Yuu pulang… seperti Eomma…”ucapnya dengan suara makin pelan karena tertidur.   

Yunho tersenyum mendengar ucapan Yuuri. Ia semakin memeluk Yuuri lalu memejamkan mata. “Oppa janji akan selalu bersama Yuu… Oppa janji…”katanya lalu terlelap.

***

“Yuu, kau mendukung Oppa kan? Kau mengizinkan Oppa untuk mengejar impian Oppa kan?”

Yuuri memandang sedih wajah muram Yunho. Suasana rumah sedang dalam keadaan panas setelah Yunho dan ayah mereka berdebat karena keinginan Yunho untuk mengejar impiannya sebagai penyanyi. Yunho akan pindah ke Seoul untuk menjalani training di salah satu managemen artis terbesar di Korea.

Yuuri tahu jika ini kesempatan yang sangat bagus untuk Yunho. Tapi Yuuri takut. Yuuri takut berpisah dari Oppa yang sangat dicintainya ini. Ia takut berpisah dengan satu-satunya orang yang menyayanginya dan melindunginya di rumah ini. Jihye mungkin menyayangi Yuuri, tapi Yuuri tidak bisa bergantung pada adik kecilnya itu kan? Sementara Eommoni, Yuuri tidak bisa dekat dengannya. Sebaik apapun Eommoni padanya.

“Yuu, kau tidak mengizinkan Oppa juga?”tanya Yunho dengan nada kecewa karena Yuuri tidak juga menjawab.

Tapi mana mungkin Yuuri bersikap egois pada Yunho. Sejak mereka berdua kecil, Yunho selalu berada di sisinya, melindunginya, menjadi satu-satunya tempat ia bergantung. Tidak pernah mengeluh walau Yuuri selalu merepotkannya. Yunho sangat menyayanginya. Bahkan Yuuri yakin jika ia tidak mengizinkan Yunho pergi, Yunho pasti tidak akan pergi. Tapi ia tidak mungkin melakukan hal seegois itu pada Yunho.

“Yuu mendukung Oppa kok.”ucap Yuuri dengan tersenyum tulus.

“Jinjjayo? Yuu mengerti Oppa kan?”ucap Yunho senang.

Yuuri mengangguk pelan. “Oppa selalu terlihat keren saat bernyanyi dan dance. Yuu ingin suatu saat nanti bisa melihat Oppa bersinar tampil di atas panggung yang megah.”ucap Yuuri masih dengan tersenyum melihat wajah Yunho yang terlihat sangat gembira.

Yunho langsung memeluk Yuuri erat. “Gomawo dongsaengie! Oppa janji jika Oppa akan jadi penyanyi hebat nantinya!”

Yuuri membalas pelukan Yunho. Ia merasa senang melihat Yunho yang optimis seperti ini. Tapi ia juga sedih karena ini berarti ia akan berpisah dengan Yunho. Kemudian Yuuri mengalihkan pandangannya ke pintu kamarnya yang terbuka. Disana berdiri ayah mereka yang memandang Yuuri dengan ekspresi kecewa.

“Mianheyo Appa. Yuu tidak mungkin menyuruh Oppa untuk melepaskan impiannya. Mianheyo…”

***

“Tunggu Oppa ne? Oppa akan segera kesana sekarang.”ucap Yunho dengan cemas ketika mendengar suara tangis adiknya di telpon. Kemudian Yunho mendengar manager memanggilnya. Ia bingung harus mencari cara untuk bisa ke Gwangju secepatnya, sementara sebentar lagi ia dan keempat membernya harus tampil.

“Oppa, kumohon datanglah secepatnya. Appa mengusirku… aku takut sekali…”

Yunho menjadi semakin panik mendengar isakan Yuuri yang semakin keras. Sementara suara managernya yang tidak sabaran terus memanggilnya. “Ne. Aku janji akan segera kesana. Kau harus tunggu Oppa ya.”kata Yunho mengakhiri telponnya, lalu segera ke backstage.

Yunho tidak bisa tenang memikirkan adiknya. Untuk pertama kalinya ia merasa sekacau ini saat akan tampil.

“Yunho-ya, gwenchana?”tanya Jaejoong cemas melihat wajah Yunho yang tidak tenang.

“Nan gwenchana.”kata Yunho tersenyum kecil, berusaha meyakinkan Jaejoonng jika ia baik-baik saja. Jaejoong masih memandangnya cemas.

“Jangan khawatir. Kita pasti bisa tampil dengan bagus seperti biasanya.”kata Yunho dengan nada bicara ‘leader’nya. Keempat membernya tersenyum mendengar ucapan optimisnya.

“Aku mau minum dulu.”kata Yunho lalu pergi ke sudut ruang bakcstage itu untuk mengambil minum. Tiba-tiba ada seorang gadis remaja menghampirinya.

“Yunho Oppa, aku fans beratmu.”ucap gadis itu dengan wajah malu saat menghampiri Yunho. Yunho tersenyum kecil padanya. Gadis itu terlihat seumuran Yuuri, membuatnya teringat lagi pada adiknya itu.

“Gomawo.”ucap Yunho tulus, “Kenapa kau bisa masuk kesini?”

“Ng… aku diam-diam menyusup kesini untuk mendukungmu secara langsung.”ucapnya dengan menundukkan wajah malu-malu. Kemudian ia memberikan sebotol minuman pada Yunho. “Ini untuk Oppa.”

“Gomawo. Kebetulan aku haus.”kata Yunho tersenyum mengambilnya, lalu membuka minuman itu dan meminumnya.

“Kalau begitu aku pergi dulu. Hwaiting, Oppa!”kata fangirl itu lalu pergi dari backstage. Yunho hanya tersenyum memandangnya lalu kembali meminum minuman itu. Tiba-tiba ia merasakan sakit yang amat sangat di perutnya, lalu muntah.

“Yunho!”teriak Jaejoong saat melihat Yunho muntah darah. Semua orang yang sebelumnya sibuk masing-masing, terkejut melihat Jaejoong yang sedang memegang Yunho yang terjatuh dengan darah mengalir dari mulutnya.

“Hyung!”jerit ketiga member yang lain. Yunho merasakan perutnya yang masih sakit dan telinganya berdengung karena berbagai teriakan dan suara panik. Hanya satu hal yang ia ingat sebelum kesadarannya perlahan meninggalkannya.

“Yuuri…”

*End of flashback*

Keempat member DBSK merasa cemas melihat Yunho yang seterusnya hanya diam. Bahkan saat mereka akan tampil, Yunho masih terlihat tidak fokus dan memikirkan hal lain. Mereka tahu apa dan siapa yang dipikirkan Yunho.

 “Yunho-ya, gwenchana?”tanya Jaejoong cemas melihat wajah Yunho yang tidak tenang.

Yunho mengerjap-ngerjap ketika melihat wajah cemas Jaejoong. Ia seperti merasakan deja vu saat ini. Hari dimana ia terpaksa harus mengingkari janjinya pada adiknya karena ia diracuni oleh antifans.

Saat ia bangun tiga hari kemudian, hal pertama yang ditanyakannya adalah ‘dimana Yuuri?’. Tapi tidak ada satupun anggota keluarganya yang bisa menjawab. Yuuri pergi, dan Yunho menyalahkan ayahnya karena hal itu. Tapi ia lebih menyalahkan dirinya sendiri karena… seandainya. Yunho berulang kali berpikir. Seandainya ia bisa lebih berhati-hati, ia pasti tidak akan diracuni siapapun. Ia akan bisa tampil dengan baik dan segera menyusul adiknya ke Gwangju.

Tapi semuanya sudah terlambat. Ia kehilangan adik yang sangat dicintainya selama enam tahun. Lalu sekarang? Apa sekarang semuanya akan terlambat juga?

Mata Yunho berkaca-kaca ketika mengingat semuanya.

“Yunho!”ucap Jaejoong cemas. “Hyung…”kata yang lain.

“Jaejoong-ah, aku… aku pasti bisa menemukannya kan? Aku pasti bisa menemukannya kan? Aku tidak akan terlambat lagi seperti waktu itu kan?”tanya Yunho frustasi.

Keempat membernya menatap Yunho khawatir. Mereka tahu siapa yang dipikirkan Yunho, dan mereka merasa bingung harus menjawab apa.

Kemudian Jaejoong memegang kedua bahu Yunho dan berkata dengan nada menenangkan. “Kau pasti bisa menemukannya. Ia hanya perlu waktu untuk menenangkan dirinya, jadi aku yakin ia akan segera kembali padamu. Yang kau harus lakukan hanya mempercayai perasaannya padamu, dan perasaanmu padanya.”

“Always keep the faith, hyung.”ucap Yoochun dengan tersenyum.

“Ya, kau benar. Always keep the faith.”ucap Yunho sedikit tenang, lalu membalas senyuman Yoochun.

Kemudian tiba saatnya mereka naik ke stage untuk tampil. Yunho merasa sedikit lega karena kali ini mereka tidak menampilkan dance mereka. Karena ia tidak bisa berkonsentrasi untuk dance saat ini. Mereka menyanyikan salah satu lagu ballad mereka yang berjudul Love In the Ice.

Your small, cold hands and trembling lips
Able to carry on as if nothing has happened

Are you afraid of remembering someone?
Struggling to swallow the words bubbling up to your lips

Your back view resembles falling white snow
Melting bit by bit

            Yunho merasa semakin sedih ketika mendengar Jaejoong dan Changmin menyanyikan part awal mereka di lagu itu. Ia merasa jika lagu itu menceritakan tentang Lily, saat awal mereka bertemu dan itu membuat Yunho lebih memikirkan adiknya itu.

Just like the star that doesn’t leave the dark night sky
We’ll carry this dream forever together with love and trust
If I were that person
Once again
I’d hug your hardened heart tightly in my arms forever

Against the wall of reality
Even the coldest of hearts
At the end of the flowing tears

The fuzzy stream of light
Shines brightly in the darkness
Passing through that time

Able to feel each other’s body heat
In the heart that stops breathing

Everyone has scars and heavy sighs
I’m trying to find that space in time  when I can draw you into my arms

I can’t believe how just whispering to you make me so nervous
Till we can be together in my world

Alone in the end of time, my heart
Don’t be afraid because you were left alone
Till the end of time I’ll let you know my love
I’ll protect you, you know
Because I love you, I’ll let you know my love

Just like the star that doesn’t leave the dark sky
We’ll carry this dream forever together with love and trust
If I were that person
Once again
I’d hug your hardened heart tightly in my arms forever

Mata Yunho berkaca-kaca ketika mereka menyanyikan reff lagu itu bersama-sama.

Love in the ice. Saat Yunho menemukan Lily kecil di bawah langit bersalju, ia sudah mencintai adiknya itu. Saat itu, saat melihat mata cokelat yang penuh kesedihan itu, Yunho berharap agar selalu bisa memberikan kehangatan untuknya. I’d hug your hardened heart tightly in my arms forever…”

***

“Maldo andwae…”ucap Jee Won ketika ia berhasil masuk ke kamar rawat Youngri dan melihat anak yang terbaring koma itu, lalu bingkai foto yang terpajang di meja di samping ranjang Youngri. Foto Youngri yang masih bayi dan juga kedua orangtuanya, Lily dan Joo Won.

Sebelumnya saat ia mendapatkan berita dari orang suruhannya jika Lily Jung mempunyai anak, ia yakin jika ayah anak itu adalah Yunho. Jee Won tahu dari kakaknya jika Yunho adalah namja yang paling dekat dengan Lily sejak kecil, sejak Lily tinggal dan dibesarkan di keluarga Yunho. Dari kakaknya, Jee Won tahu jika Yunho cemburu dan tidak suka pada Joo Won. Dan ia juga tahu, jika hubungan kakaknya dan Lily ditentang keluarga Jung karena keluarga itu sudah menjodohkan Lily dengan namja lain. Jee Won yakin jika namja itu adalah Yunho, karena yang ia tahu, Yunho dan Lily tidak ada hubungan darah.

“Jung Yunho? nugu?”tanya Jee Won di telpon.

Jee Won mendengar Oppa-nya menghela napas. “Saingan beratku. Yuuri sangat menyayanginya. Yunho adalah orang yang paling dekat dengannya sejak ia diangkat anak oleh keluarga itu.”

Jee Won terkikik.“Oppa jealous ya?”

“Sangat. Tapi Yunho juga sangat jealous padaku dan sepertinya tidak suka padaku. Aku merasa cemas. Apa aku bisa mendapatkan izin darinya untuk menikahi Yuuri ya?”

Jee Won tersenyum mendengar suara cemas Joo Won. “Tenang saja. Jika ia mencintai Yuuri ia pasti akan melepaskannya demi kebahagiaan kalian berdua.”

“Hmm… ne. Aku percaya padamu. Lagipula Yuuri kan sangat mencintaiku. Ia pasti lebih memilihku.”ucap Joo Won percaya diri membuat Jee Won tertawa.

Jee Won mengingat semua cerita Oppa-nya mengenai Jung Yuuri dan Jung Yunho. Bahkan ia masih bisa mengingat bagaimana suara sedih Oppa-nya saat ia becerita di telpon jika keluarga Jung, terutama Yunho, sangat menentang pernikahan mereka. Tapi kenapa Youngri… Moon Youngri? Apa sejak awal Lily tidak pernah mengkhianati oppa-nya?

Jadi ini semua karena Jung Yunho? Apa Jung Yunho yang memisahkan mereka berdua dan secara tidak langsung membunuh Oppa-nya?

“Kau siapa?”

Jee Won terkejut ketika mendengar suara dibelakangnya. Ia berbalik perlahan lalu berhadap-hadapan dengan Jaemin yang juga terlihat terkejut.

“Kim Jee… Won?”ucap Jaemin sedikit ragu. Di belakangnya Yunho dan Ang Hyeon menatap mereka berdua penasaran.

“Nugu?”tanya Yunho.

Tanpa mengalihkan pandangannya dari Jee Won, Jaemin menjawab Yunho. “Ia adik Joo Won hyung dari ibu yang sama. Aku pernah sekali bertemu dengannya saat…”Kemudian mata Jaemin melebar karena terkejut lalu ia menatap Jee Won tajam. “Apa kau yang menyebarkan berita mengenai Lily dan Youngri?”tanyanya tajam.

Yunho dan Ang Hyeon terkejut dengan tuduhan Jaemin pada Jee Won. Mereka langsung menatap Jee Won yang kini hanya menampilkan senyum sinisnya. “Kau pintar sekali, Jaemin-ssi. Pantas saja kau menjadi dokter.”

Mendengar itu ketiganya langsung menatap marah Jee Won. “Apa yang kau lakukan pada uri Yuuri?”tanya Yunho tajam.

“Possessive much.”kata Jee Won berdecak sinis melihat ekspresi Yunho. “Aku hanya menyuruhnya pergi jauh. Sejauh mungkin sampai aku tidak bisa menemukannya. Mungkin sekarang ia sedang mencari jalan untuk pergi ke tempat seperti itu.”ucap Jee Won sinis.

Yunho mengepalkan tangannya karena marah mendengar ucapan Jee Won. Jadi Jee Won penyebab Lily pergi?

Ang Hyeon mengernyit.“Untuk apa ia mengikuti suruhanmu? Apa alasannya sampai ia mau pergi?”

“Karir Jung Yunho,”ucap Jaemin dengan menggertakkan gigi karena kesal. Ia tahu latar belakang keluarga Jee Won. “Kau pasti menggunakan koneksi ayahmu di industri pers untuk menyebarkan skandal. Skandal yang dengan mudah membuat karir seseorang hancur.”

Yunho dan Ang Hyeon terkejut mendengar penjelasan Jaemin.

“Kenapa kau melakukan itu padanya?!”ucap Yunho marah.

“Karena aku membenci dia juga kau, Jung Yunho!”balas Jee Won dengan nada lebih keras. “Kau begitu mencintai Jung Yuuri-mu itu sampai berusaha menghalangi hubungannya dengan Oppa-ku. Dan ia, ia pasti lebih mencintaimu sampai bersedia meninggalkan Oppa-ku. Lalu saat ia akan meninggalkan Oppa-ku, ia malah menyebabkannya mati! Semua salah kalian!”ucap Jee Won dengan terisak keras. Ia teringat ucapan sedih Oppa-nya. “Kami tidak bisa menikah, Jee Won-ah…”

Yunho memandangnya dengan ekspresi keras. “Kau benar. Seperti kau yang begitu mencintai Oppa-mu sampai berniat membalas dendam pada kami, aku juga begitu mencintai Yuuri sampai berniat memisahkan mereka berdua.” ucap Yunho pelan.

“Jangan samakan aku denganmu!”ucap Jee Won marah.

“Aku yakin perasaan kita sama.”jawab Yunho dingin. Kemudian nada bicaranya berubah sedih dan frustasi. “Tapi aku tidak pernah menentang keinginannya jika hal itu bisa membuatnya bahagia. Jika saja Moon Joo Won bukan orang yang menabrak almarhum ibu kandung Yuuri dan penyebab Yuuri trauma, aku tidak akan menentang hubungan mereka.”

 Semua yang ada disana terkejut mendengarkan ucapan Yunho. Yunho hanya menatap ke depan dengan ekspresi wajah sedih dan kesal. Kali ini ia tidak punya pilihan lain. Akhirnya ia ungkap, penyebab semua yang terjadi selama ini.

Sementara itu tanpa mereka sadari, jari kecil Youngri bergerak perlahan. “Eomma…”bisiknya dengan suara sangat kecil.

***

Lily mengalihkan pandangannya dari pantai di hadapannya dan menoleh ke belakang. Ia merasa mendengar suara kecil yang sangat dicintainya. “Youngri…?”

~TBC~

It’s been almost a month since my last update. I’m so sorry to keep u guys waiting for so long. *deep bow*

Sebenarnya aq baru aj turun gunung abis penelitian buat skripsi, camping di hutan selama hampir sebulan dan gk bs ngetik lanjutan story ini. So….

*readers: udh deh gk usah byk alasan!* *tabok author* (=,=)”

This fanfic is too much drama, rite?*sigh*

Tapi gimana dong, udah dari awal mikirin cerita yang rumit begini sih (=___=)”

Hope u guys liked this chapter. ^^

Maybe next chapter bakalan banyak flashback,, hehe~ udah mau ending sih^^

Kuusahain bisa update secepatnya. Thanks bgt yg udah baca ‘n komeennn XD

Patience is indeed a virtue!

9 pemikiran pada “When You Come to My Life 13/?

  1. dari awal cerita sampeg akhir galau terus… 😦
    jadi ikutan galau…. 😀
    meskipun hampir setengah cerita isinya flashback,, tapi tetep keren eon…
    ayo cepat endingnya eon… hehehe
    dtggu next chapternya yg lebih bikin galau… 😀

  2. 1 per 1 problemnya mlai terungkap..
    n jd mkin seru aza nih..
    v mo ending smpe part brp nih eon …
    gk sbar mo tau endingnya..
    nan hansang dangsineul gidarigoissda ,eonni
    ^_~

  3. I read ur story in a blog u are the author. Story ni dark ya. Suasananya kelabu trus but i love it a lot. Cant wait for every part to come. kkkkkkk. See u in the next chap #hughug

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s