When You Come To My Life 14/?

 

when you come to my life posterTittle:: When You Come to My Life 14/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon, Jung Jihye, Ahn Jaemin

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Previous Chapter:  1  2  7  8  9  10  11  12 13

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: DBSK – Love in the ice. 

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~Happy Reading~

Jee Won menangis terus-menerus dengan memeluk bingkai foto kakaknya. Hanya hal itu yang dilakukannya sejak ia sampai di apartemen mewahnya. Ia merasa hatinya sakit sekali mengingat cerita Yunho tentang kakaknya. Walaupun ia ingin mengelak akan hal itu, tapi ia tahu yang sebenarnya. Dan itu menyakitkan hatinya.

Ia ingat 16 tahun lalu, di Yeosu, saat mereka sekeluarga berlibur. Malam itu Joo Won remaja keluar dari mobilnya dan masuk ke vila mereka dengan menangis ketakutan. Ia masuk ke kamarnya dengan menangis sesengukan duduk di pojok kamar. Jee Won yang saat itu baru berusia 10 tahun memandang kakaknya cemas.

“Oppa kenapa?”tanyanya.

“Aku pembunuh…. aku pembunuh….”ucap Joo Won histeris di sela tangis kerasnya. Jee Won ikut menangis mendengar ucapan kakaknya. Ia masih terlalu kecil untuk mengerti. Tapi ia mengerti satu hal, kakaknya melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Setelah itu semua terjadi dengan cepat. Ibu mereka berusaha menenangkan Joo Won yang masih histeris, bahkan karena masih juga tidak tenang, dokter harus menyuntiknya dengan obat tidur. Jee Won masih ingat sekali. Esok harinya, ibu mereka berkata jika orang yang ditabrak Joo Won berhasil diselamatkan. Ia bisa melihat raut wajah Joo Won yang berubah lega. Joo Won merasa jika keputusannya untuk langsung memanggil ambulans saat itu merupakan hal yang tepat.

Joo Won ingin menemui orang yang ditabraknya untuk meminta maaf, tapi ibunya tidak mengizinkan. Karena ia tidak ingin Joo Won berurusan dengan polisi. Yang penting orang yang ditabraknya selamat. Hal itu setidaknya membuat Joo Won sedikit tenang.

Tapi semua rasa tenang itu hanya sementara. Karena seminggu setelah itu, ibu mereka mengatakan akan memindahkan Joo Won keluar negeri. Padahal ia sudah diterima oleh managemen bisnis SNU dengan jalur akselerasi.

Saat itulah Joo Won sadar, jika orang yang ditabraknya tidak selamat. Hal yang membuatnya merasa frustasi karena rasa bersalah yang besar.

Jee Won ingat enam bulan setelah mereka pindah ke US, Joo Won kabur ke Korea. Orang suruhan keluarga mereka tidak bisa menemukan dimana ia berada, bahkan di Yeosu, tempat pertama yang mereka pikir akan dikunjungi Joo Won. Setahun kemudian mereka mendapatkan kabar jika Joo Won menjadi mahasiswa penerima beasiswa di jurusan kedokteran Universitas Gwangju.

Joo Won merasa jika ini satu-satunya hal yang bisa dilakukannya untuk menebus dosanya. Ia ingin menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa orang lain.

Tapi kenangan buruk itu tetap menghantuinya. Jee Won bisa melihat jika kakaknya masih terus teringat akan hal itu dan tidak bisa bahagia karenanya. Joo Won baru bisa berbahagia ketika ia bertemu dengan Jung Yuuri.

“Oh Tuhan, apa yang sudah kulakukan?”ucap Jee Won tersedu-sedu ketika mengingat hal-hal yang dilakukannya demi membalas dendam pada Lily.

Lily tidak pernah salah. Jee Won baru menyadarinya sekarang.

“Maafkan aku, Oppa…”

***

 

“Yuuri-ya, So Hee-ya, antar pesanan ke meja depan ya.”

“Ne, halmeoni!”jawab Lily dengan tersenyum kecil. Ia mengambil hanjeongshik yang baru selesai dimasak oleh halmeoni lalu bersama So Hee, cucu halmeoni, mengantarnya satu persatu ke meja depan. (hanjeongshik = berbagai macam seafood asli Yeosu)

“Selamat menikmati.”kata Lily ramah pada pelanggan setelah mengantar pesanan yang banyak itu. Dua orang dari empat pelanggan itu menatap Lily penasaran, membuat Lily bingung. “Ada lagi yang ingin kalian pesan?”tanyanya.

“Agassi, kau mirip sekali dengan seseorang.”kata salah satu namja pelanggan itu.

“Ne. Kau sekilas mirip dengan Lily Jung, aktris terkenal itu.”kata namja yang lain.

“Ne?”Lily merasa terkejut dengan ucapan mereka. Buru-buru ia merapikan kacamata yang dipakainya.“A… anhiyo! Mana mungkin aku mirip dengan aktris terkenal itu!”elak Lily sedikit panik.

So Hee memandang sikap Lily dengan curiga. Entah kenapa ia juga merasakan hal yang sama seperti pelanggan itu.

“Dia benar. Tidak mungkin ia mirip dengan Lily Jung. Mereka jauh sekali!”kata satu-satunya yeoja disana. “Walaupun aku malas mengakuinya, tapi si bitchy itu cantik. Kalau dia…”Yeoja itu memandang Lily dari atas sampai bawah, dengan ekspresi meremehkan.

So Hee tidak suka melihat ekspresi yeoja itu yang seakan menghina. Ia ingin menegurnya.“Cheogiyo–”tapi kalimatnya terhenti karena Lily menyentuh tangannya lembut, isyarat untuk tidak mengatakan apapun.

“Eyyy~ jangan mengatakan hal seperti itu tentang Lily Jung!”kata namja yang lain. “Ia itu cantik dan berbakat lho! Sexy juga!”

“Tapi bitchy!”

Akhirnya So Hee dan Lily pergi meninggalkan keempat turis yang masih sibuk menggosipkan mengenai Lily Jung. Mereka masuk ke dapur untuk membantu halmeoni dan ibu So Hee yang memasak.

Lily mendesah dalam hati. Dimana-mana pendapat orang tentangnya ternyata sama saja. Yang yeoja membencinya, dan yang namja memujanya, karena sexy? Lily menggeleng pelan. Walaupun ia berada di tempat lain yang jauh dari Seoul, ternyata selama di tempat itu ada tivi, semua orang akan tahu mengenai dirinya.

“Jangan didengarkan kata-kata mereka Eonnie.”

“Ne?”Lily tersadar dari pikirannya sendiri saat mendengar ucapan So Hee. Ia memandang So Hee yang berbicara dengan melihat ke arah lain. “Yeoja itu hanya suka merendahkan orang lain padahal ia tidak lebih baik.”

Lily tersenyum kecil mendengar kata-kata menghibur dari gadis berumur 17 tahun itu. “Gomawo, So Hee-ya.”

Tiba-tiba So Hee memandang Lily intens. “Tapi namja itu benar, Eonnie. Kau mirip dengan Lily Jung.”ucap So Hee dengan nada curiga.

Lily mati-matian menahan rasa gugupnya. Ia tidak mau ada orang disini yang tahu siapa dia sebenarnya. Ia hanya ingin jadi orang biasa disini. “Nan Jung Yuuri, Lily Jung anhiya.”tegas Lily, kemudian ia tersenyum. “Tapi terima kasih kau sudah memujiku cantik.”

“M…Mwo?! aku tidak memuji Eonnie cantik!”

“Kan kata mereka Lily Jung cantik. Kalau kau bilang aku mirip dengannya, berarti aku cantik kan?”ucap Lily bercanda.

“Aish! Kau percaya diri sekali Eonnie!”protes So Hee. Lily hanya tertawa lalu mulai mencuci piring kotor yang ada disana. Sementara So Hee masih memandangnya.

Ia merasa, walaupun Jung Yuuri Eonnie yang baru dikenalnya beberapa hari ini selalu tersenyum padanya, tapi tidak dengan tatapan matanya. Tatapan mata dibalik kacamata itu terlihat begitu kosong. Ia bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya apa yang menyebabkannya?

Hanya saja, ada yang lebih membuatnya bertanya-tanya. Ia yakin Jung Yuuri itu mirip sekali dengan Lily Jung. Apa mereka orang yang sama?

***

Lily meletakkan buket bunga kecil berisi bunga lily putih di pinggir trotoar tempat ibunya kecelakaan. Lily memutuskan untuk berusaha melawan traumanya dengan terus-menerus datang ke tempat ini setiap hari. Awalnya ia masih sering bermimpi buruk. Tapi dua hari ini ia tidak mengalaminya. Ia memimpikan kenangan-kenangan indahnya bersama ibunya.

Lily tersenyum mengingat mimpinya semalam. Ia bermimpi ibunya membacakannya dongeng sebelum tidur dan mengelus-elus lembut rambutnya sampai ia tertidur. Lily memejamkan matanya dan berdoa sebentar.

“Kenapa Eonnie meletakkan bunga disana setiap hari?”tanya So Hee setelah Lily selesai berdoa.

“Ibuku kecelakaan disini saat aku masih kecil.”jawab Lily pelan dengan tersenyum sedih.

“Oh… mianhe, Eonnie….”ucap So Hee, merasa menyesal menanyakan hal yang menyedihkan seperti itu.

“Gwenchana. Aku meletakkan bunga disini karena makam ibuku jauh dari sini. Kata haelmoni makamnya berjarak 5km dari sini. Aku ingin kesana nanti bersama haelmoni.”jelas Lily.

“Apa Eonnie punya Oppa?”tanya So Hee tiba-tiba.

“Ne?”

“Saat aku kecil aku sering melihat ada seorang namja tampan yang suka meletakkan bunga lily disini juga. Ia datang setiap sebulan sekali. Tapi sejak enam tahun lalu aku tidak melihatnya lagi.”

Mata Lily berkaca-kaca mendengar cerita So Hee. “Joo Won Oppa…”

So Hee menatapnya bertanya. Yuuri tersenyum dengan mata berkaca-kaca. “Ia… namja yang sangat kucintai.”

*Flashback*

“Yuu, kau harus menghibur Joo Won. Pasien yang ditanganinya selama sebulan ini meninggal di meja operasi. Ini pasien pertamanya yang meninggal, jadi ia pasti shock.”

Yuuri berlari kecil di lorong rumah sakit setelah mendengar hal itu dari Dokter senior di rumah sakit itu. Ia segera mencari Joo Won ke ruang prakteknya, ke ruang istirahat dokter, kemanapun di rumah sakit itu. Tapi tidak ada. Ia merasa sangat cemas sekarang. Kemudian Yuuri teringat atap rumah sakit. Biasanya ia dan Joo Won suka bertemu disana. Itu adalah tempat favorit mereka berdua.

Yuuri berlari menaiki tangga menuju atap. Lalu dengan napas terengah-engah ia membuka pintu menuju atap. Disana ia melihat Joo Won yang duduk di pojok dengan memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya itu.

Yuuri berjalan pelan menghampiri Joo Won. Ia lalu berlutut di hadapan Joo Won dan memanggilnya pelan. “Oppa…”

Joo Won mengangkat wajahnya mendengar suara yeoja yang sangat dicintainya itu. Yuuri terkejut saat melihat wajah Joo Won yang kini basah karena airmata dan matanya yang memerah. Belum pernah dilihatnya Joo Won sehancur ini dan itu menyakitkan hatinya.

“Oppa… uljimara…”ucapnya dengan mengusap lembut airmata yang mengalir di pipi Joo Won.

“Aku… aku pembunuh….Yuu….”ucapnya dengan suara serak.

“Anhi…. anhiyo…. Oppa tidak membunuhnya. Pasien itu memang sudah tidak bisa bertahan lagi. Itu bukan salah Oppa…”ucap Yuuri yang mulai ikut menangis mendengar ucapan Joo Won. Ia merangkulkan kedua tangannya di leher Joo Won dan menyandarkan wajah Joo Won di dadanya. Yuuri mengelus-elus lembut rambut Joo Won.

Joo Won masih menangis, membuat bagian depan baju Yuuri basah.

“Aku… seberapa banyak pun aku menyelamatkan nyawa orang… aku tetap saja pembunuh Yuu…”ucapnya tersedu-sedu.

“Tidak… itu tidak benar Oppa….”

“Kau akan membenciku dan meninggalkanku jika kau tahu…”

“Tidak… tidak akan Oppa…”

“Berjanjilah….”

“Aku berjanji Oppa…”

Kemudian Joo Won mengangkat wajahnya lalu menatap Yuuri dengan mata yang terlihat sangat kosong. “Tujuh tahun lalu saat malam musim panas… aku… aku pernah menabrak orang di Yeosu…. dan ia…. ia meninggal, Yuu…”

Yuuri menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking shocknya mendengar hal itu.

Ekspresi Joo Won berubah ketakutan. “Wanita itu… ia menyelamatkan anaknya yang sedang berlari menyeberang jalan. Aku… aku kaget Yuu… aku tidak bisa mengerem dengan cepat. Saat itu aku baru bisa menyetir… dan wanita itu… ia… tertabrak mobilku…”

 

Malam. Musim panas. Yeosu. Wanita dan anak?

 

Napas Yuuri berubah sesak. Ia mengingat hari itu, saat ibunya menolongnya yang akan tertabrak mobil.

“Aku… aku takut… aku kabur dari sana dan menelpon ambulans. Aku tidak berani menemui keluarga mereka. Eomma bilang wanita itu tidak apa-apa. Tapi seminggu kemudian saat Eomma menyuruhku kuliah di luar negeri, aku tahu itu tidak benar. Wanita itu meninggal Yuu…. dan aku yang membunuhnya….”

Yuuri tidak bisa mengatakan apapun. Ia bangkit berdiri dan matanya berkaca-kaca memandang Joo Won.

Joo Won ketakutan melihat ekspresi Yuuri. Ia berlutut di hadapan gadis itu dan memeluk kaki Yuuri. “Jebal…. jangan membenciku Yuu…. jangan meninggalkanku… Aku sudah melakukan segala yang kubisa untuk menebus dosaku. Aku bisa bertahan karena hal itu… tapi aku tidak bisa kehilanganmu…”

Yuuri masih juga tidak berkata apapun. Joo Won melepaskan pelukannya dan memandang wajah Yuuri di atasnya. Dan saat melihatnya ia langsung menyesal menceritakan hal itu pada gadis yang sangat ia cintai itu.

Yuuri tidak mau memandangnya. Gadis itu berjalan mundur lalu berbalik dan berlari pergi dari sana.

***

“Eonnie, sebenarnya Eonnie kenapa?”tanya Jihye cemas melihat Yuuri yang terus menangis di kamarnya. Sudah sangat lama ia tidak melihat Yuuri sehancur ini dan ia mulai ketakutan. “Eonnie…”Jihye mulai menangis melihat Yuuri yang tersedu-sedu, meringkuk di atas tempat tidur dan memeluk foto ibu kandungnya.   

Selama seminggu Yuuri terus terdiam di kamarnya. Ia tidak pergi kuliah dan hanya keluar saat jam makan. Itu pun ia hanya menyentuh makanannya sedikit. Kalau bisa, Yuuri tidak mau makan sama sekali. Tapi ia tidak tega melihat keluarganya mencemaskannya. Bahkan Yunho menelponnya dari Seoul dan terdengar sangat mencemaskannya.

Yuuri tidak bisa melakukan apapun. Pikiran dan hatinya penuh sesak dengan kenyataan yang baru saja diterimanya. Namja yang ia cintai adalah penyebab ibu kandungnya meninggal. Hati Yuuri sangat sakit saat mengetahui hal itu. Ia tidak tahu harus bagaimana. Ia tidak mau mengangkat telpon dari Joo Won.

Kenapa di saat ia sudah bisa merelakan kepergian ibunya, ia mengetahui semua ini?

Kenapa saat ia mulai merasa bahagia dengan kehadiran Joo Won, ia mengetahui hal ini? Seolah-olah Tuhan tidak suka melihatnya bahagia.

“Jebal…. jangan membenciku Yuu…. jangan meninggalkanku… Aku sudah melakukan segala yng kubisa untuk menebus dosaku. Aku bisa bertahan karena hal itu… tapi aku tidak bisa kehilanganmu…”

Ia teringat perkataan Joo Won. Ia bisa melihat jika Joo Won sangat menyesali semuanya, dan terus terbayang-bayang akan kesalahannya. Tapi apa Yuuri bisa melupakan semuanya?

“Eonnie, ada telpon dari Jaemin Oppa…”kata Jihye menyerahkan ponselnya pada Yuuri. “Ponsel Eonnie tidak aktif, jadi Jaemin oppa menelponku.”

Yuuri mengambil ponsel Jihye. “Jaemin?”

“Syukurlah, Yuu!”kata Jaemin terdengar lega. “Kenapa ponselmu tidak aktif? Apa kau sedang bertengkar dengan Joo Won hyung? Sudah seminggu ini ia tidak keluar dari apartemennya, ia bahkan tidak pergi praktek ke rumah sakit. Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya, ia kan tinggal sendirian.”

“Kau sudah ke apartemennya?”tanya Yuuri cemas.

“Sudah. Tapi ia tidak mau keluar. Ia bahkan berteriak mengusirku…”

Yuuri merasa semakin cemas. Setelah semua hal menyakitkan yang diketahuinya, ia ternyata tetap peduli pada Joo Won. “Aku kesana sekarang.”kata Yuuri.

***

Yuuri memasukkan kunci apartemen Joo Won yang dimilikinya dan membuka pintunya. Saat membuka pintunya lebih lebar Yuuri dan Jaemin terkejut melihat apartemen ini sangat berantakan.

Kursi terjengkang, pot bunga pecah, meja terbalik, raku buku yang jatuh, gorden jendela yang robek…. Ia tidak pernah melihat apartemen kecil yang biasanya rapi ini menjadi seperti ini. Apa apartemen ini kerampokan?

Yuuri melihat ke sekelilingnya. Tapi tidak ada seseorang yang dicarinya, dan ia merasa cemas.

“Joo Won Oppa?”panggilnya. Kemudian ia menuju kamar Joo Won yang pintunya terbuka.

“Oppa!”jeritnya ketika ia melihat Joo Won yang meringkuk di atas tempat tidur. Kamarnya sama berantakannya dengan di luar, dan Yuuri terkejut melihat bekas darah di dinding. Yuuri berlari menghampiri Joo Won yang terlihat sangat pucat. Ia memangku kepala Joo Won dan menepuk-nepuk pipi namja itu untuk membangunkannya. Tapi Joo Won belum juga bangun. Dengan panik Yuuri menjeritkan nama Jaemin.

“Kenapa?!”tanya Jaemin kaget mendengar jeritan Yuuri dari kamar Joo Won. Kemudian matanya melebar kaget melihat Joo Won yang terlihat pucat pasi. Segera saja ia menghampiri Joo Won dan dengan bantuan Yuuri menggendong Joo Won di punggungnya.

Yuuri menangis saat melihat Jaemin yang menggendong Joo Won ke mobilnya. Berkali-kali hatinya berucap, berdoa agar Joo Won akan baik-baik saja.

Joo Won harus baik-baik saja. Karena apapun yang terjadi, Yuuri tetap akan mencintainya.

***

“Perutnya kosong karena tidak makan selama beberapa hari, itulah penyebab ia pingsan. Tapi ia sudah tidak apa-apa sekarang.”kata dokter yang memeriksa Joo Won.

Yuuri dan Jaemin menghela napas mendengar penjelasan dokter. Setelah itu mereka masuk ke kamar rawat Joo Won. Yuuri langsung duduk di sebelah kanan Joo Won, lalu menggenggam tangannya. Ia terkejut ketika melihat tangan kanan Joo Won diperban.

“Kurasa luka itu karena ia meninju dinding kamar.”kata Jaemin saat melihat tangan kanan Joo Won.

“Oppa…”ucap Yuuri sedih. Ia memperhatikan wajah Joo Won yang pucat, lalu mengelusnya lembut.

Jaemin menghela napas pelan. “Aku tidak tahu masalah kalian apa sampai kalian berdua seperti ini. Tapi aku sudah melihatnya sendiri, dan kau juga tahu, jika kalian sama sekali tidak bisa berpisah. Jadi untuk apa berpisah kan? Lebih baik kalian bereskan masalah kalian secara baik-baik.”

Yuuri tidak menjawab apa-apa dan terus menatap Joo Won. Jaemin tersenyum kecil lalu menepuk lembut kepala Yuuri. “Aku pulang dulu. Besok setelah kuliah aku kesini lagi.”

Yuuri menjawab dengan anggukan kecil. Setelah Jaemin pergi, Yuuri terus tetap pada posisinya. Ia terus mengelus lembut tangan Joo Won.

Joo Won bergerak merasakan sentuhan tangan Yuuri, tapi ia tetap tidur. “Yuu… jangan tinggalkan aku… aku mencintaimu…”ucapnya dalam tidurnya. Airmata mengalir dari sudut matanya yang terpejam.

Airmata Yuuri mengalir mendengar ucapan tulus Joo Won itu. Ia naik ke atas tempat tidur yang kecil dan berbaring di sebelah Joo Won lalu memeluknya lembut. Joo Won yang merasakan kehangatannya balas mendekap Yuuri dengan erat.

“Tidak akan Oppa… tidak akan… Aku akan terus berada di sisimu…”ucap Yuuri lembut, membuat Joo Won tersenyum kecil dalam tidurnya, dan Yuuri bisa mendengar nafasnya lebih teratur dan tenang.

Jaemin benar. Yuuri tidak bisa berpisah dari Joo Won, begitupun sebaliknya.

Ia memutuskan tidak akan mengingat kesalahan Joo Won. Karena perasaan cinta Joo Won yang sangat besar padanya, dan perasaan cintanya yang sangat besar untuk Joo Won, cukup untuknya memaafkan namja itu.

“Mianheyo Eomma… Aku mencintainya….”

Yuuri lalu mengecup lembut pipi Joo Won, dan mereka terus tidur berpelukan di tempat tidur kecil itu.

Yuuri tidak akan mengingat masa lalu, selama Joo Won selalu di sisinya. Karena sekarang lah yang terpenting.

***

Yuuri menunggu di apartemen Joo Won dengan perasaan cemas. Ia takut usaha Joo Won untuk berbicara dengan ayah Yuuri gagal, dan Yuuri tetap harus dijodohkan.

Saat tadi mendengar ayahnya marah padanya dan mengusirnya jika ia tidak mau dijodohkan, Yuuri begitu ketakutan. Ia tidak ingin pergi dari rumah keluarga itu. Walaupun ia tidak dekat dengan ayahnya, ia begitu menyayanginya. Ia menyayangi semua orang di rumah itu. Tapi ia tidak mau menuruti keinginan ayahnya dan berpisah dengan Joo Won.

Dengan airmata yang masih mengalir karena sedih dan cemas, akhirnya Yuuri menelpon Yunho. Dengan tersedu-sedu ia menceritakannya pada Yunho.

“Tunggu Oppa ne? Oppa akan segera kesana sekarang.”suara Yunho terdengar sangat cemas dan bingung.

 “Oppa, kumohon datanglah secepatnya. Appa mengusirku… aku takut sekali…”

“Ne. Aku janji akan segera kesana. Kau harus tunggu Oppa ya.”ucapnya dengan nada panik lalu memutuskan telponnya.

“Oppa…”ucap Yuuri sesengukan dengan memeluk ponselnya. Ia berharap Yunho segera pulang ke Gwangju. Ia tahu jika Oppanya itu sibuk. Tapi dalam keadaan seperti ini Yunho pasti akan lebih mementingkan Yuuri kan? Yunho akan datang kan?

Sudah dua jam Joo Won tidak kembali. Akhirnya karena tidak tahan dengan rasa cemas yang melingkupinya, Yuuri keluar dari apartemen Joo Won. Ia memutuskan untuk menunggu Joo Won di perempatan jalan yang tidak jauh dari apartemen itu. Saat itu memang baru jam delapan malam, tapi daerah sekitar situ sudah sangat sepi.

Yuuri menunggu Joo Won di halte bus. Karena Joo Won tidak pernah suka naik mobil atau taksi, Yuuri yakin jika ia akan kembali dengan bus. Jadi ia menunggu setiap bus yang lewat, tapi tidak ada Joo Won sampai bus terakhir lewat. Membuatnya semakin cemas.

Kemudian, ketika Yuuri melihat ke seberang jalan, ia melihat Joo Won yang berjalan kaki dengan menunduk. Yuuri memandangnya bingung.

Kenapa ia berjalan? Apa ia berjalan kaki dari rumahku?  

Yuuri menunggu Joo Won untuk sampai ke tempatnya. Ketika ia bisa melihat Joo Won lebih dekat, jantungnya berdegup kencang.

Ekspresi wajahnya dan matanya yang terlihat kosong itu, sama seperti dua tahun lalu ketika ia mengatakan pada Yuuri jika ia menabrak orang.

Ia tidak mungkin tahu kan? Appa tidak mungkin memberitahu Joo Won Oppa kan?

Kemudian mata Joo Won menangkap sosok Yuuri di halte seberang jalan. Dan hati Yuuri langsung merasa sangat sakit saat melihat mata yang sekarang mulai berkaca-kaca itu. Rasa bersalah yang tidak pernah ingin dilihatnya disana.

Sejak ia mengetahui hal itu dua tahun lalu, ia tidak pernah memberitahu Joo Won hal yang sebenarnya. Ia tidak ingin Joo Won tahu jika wanita yang ditabraknya adalah ibu kandung Yuuri. Yang ingin Yuuri lihat dari Joo Won saat Joo Won menatapnya hanyalah perasaan cintanya pada Yuuri, bukan rasa bersalah. Karena rasa bersalah hanya akan mengingatkan mereka berdua pada kenangan buruk mereka.

Tapi kali ini Yuuri melihatnya, dan ia tidak tahan akan hal itu.  

Yuuri berlari berusaha menghampiri Joo Won ke seberang jalan. Matanya terus tertuju pada namja itu. Ekspresi Joo Won yang sedih berubah menjadi panik akan sesuatu. Kemudian ketika Yuuri melihat ke sebelah kiri, ke arah pandangan mata Joo Won, tiba-tiba ia merasakan benturan keras di tubuhnya dan ia terlempar ke trotoar.

Yuuri merasakan lengannya sangat sakit. Dengan perlahan ia bangkit dari posisinya terjatuh. Kemudian ia teringat Joo Won. Ia mengalihkan pandangannya ke tengah jalan dan matanya melebar menangkap sosok namja yang dicintainya sudah berlumuran darah disana.

Yuuri bergegas menghampirinya dengan menangis.

“O… Oppa…”ucapnya dengan suara tersedak. Ia memangku kepala Joo Won yang kini mengeluarkan darah kemudian menggenggam tangannya. Yuuri melihat jika supir truk yang menabrak Joo Won sedang menelpon ambulans.

“Oppa… Oppa kumohon bertahanlah… Ambulans akan datang sebentar lagi…”kata Yuuri dengan suara tersedak karena tangis.

“Yuu…”

“Oppa! Bertahanlah!”

“Ke… kenapa kau… tidak mengatakannya padaku…?”tanya Joo Won lirih dengan menahan sakitnya. Walaupun Joo Won tidak mengatakan dengan jelas maksud pertanyaannya, tapi Yuuri mengerti maksudnya. Ia bertanya tentang kecelakaan itu.

“Jangan berkata apapun dulu Oppa…. Ambulans akan segera datang…”ucap Yuuri dengan terisak –isak.

Joo Won menggeleng lemah. “Aku… mem…buatmu… se… dih…”

“Anhiyo Oppa…. itu hanya masa lalu. Aku tidak lagi memikirkannya…”kata Yuuri berusaha meyakinkannya. “Kumohon… jangan pikirkan hal itu….”

Tangan Joo Won menggenggam tangan Yuuri semakin erat. Joo Won menangis menatapnya.

“Maafkan aku… aku mencintaimu…”

*End of flashback*

Airmata Lily menetes saat mengingat kenangan buruk yang berusaha dilupakannya itu. Padahal ia tidak pernah ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Joo Won. Karena ia bisa melihat jika namja itu tersiksa oleh perasaan bersalahnya selama bertahun-tahun. Bagi Lily, sudah cukup untuk Joo Won menebus semua kesalahannya itu. Lily terlalu mencintainya sampai ia ingin mereka berdua melupakan semuanya.

Hal itulah yang membuat Lily membenci ayahnya. Padahal ia sudah memohon pada ayahnya untuk tidak mengatakan hal itu pada Joo Won. Tapi pada akhirnya Joo Won mengetahuinya, dan hal itu selalu membuat hati Lily merasa tersiksa ketika mengingat pandangan mata Joo Won padanya.

Lily memandang matahari terbenam di pantai. Pemandangan yang begitu indah. Dulu ia berharap ia bisa menikah dengan Joo Won di pantai. Di bawah langit biru, disinari cahaya matahari, dan diiringi suara deburan ombak. Hanya pernikahan sesederhana itu yang diinginkannya, tapi ternyata Tuhan tidak juga mau memberikannya.

Walaupun begitu Lily tidak pernah berhenti berdoa dan berharap, jika Youngri bisa sembuh dan hidup normal bersamanya.

Lily memejamkan matanya, berusaha menggambarkan sosok anak yang sangat dirindukannya itu. Tiba-tiba Lily membuka matanya dan mengalihkan pandangannya dari pantai di hadapannya lalu menoleh ke belakang. Ia merasa mendengar suara kecil yang sangat dicintainya. “Youngri…?”

***

Yunho menatap keluar dari jendela kantor managemennya. Suasana sangat riuh di bawah sana. Banyak pers dan fans yang menuntut kebenaran darinya.

Jaemin benar. Sekarang pers beralih padanya. Semua orang berspekulasi mengenai Lily Jung yang mempunyai anak dari U-know Yunho, leader DBSK. Dan ini membuat manajemen DBSK kalang kabut. Imej Yunho sebelumnya sudah jatuh karena dipergoki mempunyai hubungan khusus dengan Lily Jung secara diam-diam. Sekarang imejnya semakin jatuh karena pemberitaan ini.

Yunho menghempaskan dirinya di kursi. Ia menghela napas. Lelah.

“Kau lihat kan disana Jung Yunho?! Ini akibatnya jika kau terlalu dekat dengan artis pembuat skandal itu!”seru manager hyung. Managernya itu baru akan memarahinya lagi ketika Presiden SM management mengangkat tangan untuk menghentikannya bicara.

“Sekarang aku minta penjelasan darimu.”kata Lee Soo Man  tenang. “Apa anak itu anakmu?”

Yunho hanya menunduk diam dan tidak menjawab. Matanya terlihat kosong seperti melamunkan sesuatu. Keempat membernya menatapnya cemas.

“Kau tidak mau menjawab? Ini masalah serius, Jung Yunho. Kau tahu kan jika skandal ini terus terjadi akan berdampak buruk pada DBSK?”tanya Lee SM serius.

“Arrayo.”jawab Yunho pelan.

“Lalu? Kau mau melakukan apa untuk memperbaikinya?”tanya Lee SM dengan nada tinggi.

Yunho terdiam lagi. Ia teringat pembicaraannya dengan ibunya kemarin malam. Yunho berkata pada ibunya jika ia ingin mengungkap semuanya mengenai Lily, dan ibunya setuju.

“Tidak apa-apa, adeul-ah. Memang seharusnya sejak awal kita tidak merahasiakannya. Lagipula ayahmu juga bilang itu yang terbaik untuk semuanya.”kata ibunya saat itu.

Sebenarnya Yunho tidak peduli pada perasaan ayahnya, karena ayahnya lah penyebab semua kekacauan di keluarga mereka. Tapi Yunho memikirkan perasaan ibunya. Ibu yang secara tulus menerima dan membesarkan anak suaminya dari wanita lain. Ia memikirkan apakah ibunya siap atau tidak mendengarkan orang-orang membicarakan hal-hal yang jelek tentang keluarga mereka.

“Songsaengnim, aku akan menjelaskannya padamu. Tapi hanya kita berdua.”kata Yunho.

Lee SM mengangkat alisnya mendengar permintaan Yunho. Kemudian ia menyuruh manager DBSK dan keempat member yang lain keluar dari ruangan itu, meninggalkan mereka berdua.

“Aku penasaran dengan penjelasan Yunho hyung.”kata Changmin saat mereka menunggu diluar ruangan. “Jae hyung, ia tidak pernah bercerita padamu?”

Jaejoong menatap Changmin cemberut. “Yunho tidak menceritakan apapun padaku. Kurasa masalah ini cukup serius dan berhubungan dengan keluarganya. Jadi ia tidak bisa menceritakannya pada siapapun.”

“Keluarganya?”tanya Yoochun.

“Ne. Keluarganya. Satu-satunya masalah yang tidak pernah Yunho ceritakan padaku untuk meminta pendapat hanyalah masalah keluarganya. Ya… masalah keluarga yang sangat serius. Dan kurasa ini salah satu masalah keluarga yang sangat serius.”

“Tentu saja serius. Kalau benar anak Lily Jung adalah anak Yunho juga, kan itu termasuk masalah keluarga yang rumit.”komentar manager hyung.

Mereka berempat terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang sebenarnya mengenai hubungan Yunho dan Lily. Sementara Junsu terdiam memikirkan sesuatu.

Junsu masih berusaha mengingat-ingat dimana Lily yang berpenampilan dalam foto itu pernah dilihatnya. Junsu merasa sangat familier dengan Lily yang berpenampilan sangat biasa itu.  Ia yakin ia pernah bertemu dengan Lily sebelum mereka jadi partner kerja.

“Kau kenapa diam saja, Junsu-ya?”tanya Yoochun.

“Aku sedang berusaha mengingat…”Kemudian ingatan itu muncul tiba-tiba di pikiran Junsu, membuat mata sipitnya melebar kaget.

“Kau kenapa?”tanya Yoochun bingung.

“Aku tahu apa hubungan Yunho hyung dan Lily Jung!”ucap Junsu dengan terkesima.

Keempatnya menatapnya penasaran.

“Apa?!”tanya Yoochun.

“Aku pernah bertemu dengan Lily dulu saat Yunho hyung masih tinggal di rumahku ketika kita masih trainee. Dan dulu juga kita pernah bertemu dengan Lily-ssi satu kali. Saat sebelum ia debut menjadi artis.”

“Hah? Aku tidak ingat.”kata Jaejoong.

“Kau tidak mungkin ingat hyung. Penampilannya yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang.”Junsu menghela napas. “Dia anggota keluarga kelima di keluarga Yunho hyung.”

“Anggota keluarga kelima? Yunho cuma punya satu adik kan?”tanya manager hyung bingung.

Tiba-tiba mata Changmin melebar kaget. “Yuuri Noona sepupu Yunho hyung?!”ucap Changmin dengan shock. Yoochun juga menatap Junsu dengan shock. Ia kini bisa mengingatnya. Gadis pemalu yang dulu pernah dikenalkan Yunho sebagai sepupunya.

Seharusnya Yoochun mengingatnya saat ia melihat penampilan biasa Lily Jung malam itu. Malam ketika ia menuduh Lily sebagai stalkernya.

“Ne. Aku ingat.”kata Jaejoong dengan mengerutkan kening. “Yuuri adalah orang pertama yang ditanyakan Yunho saat ia bangun dari koma. Saat itu Yuuri kabur dari rumah dan tidak pernah ditemukan. Jadi ternyata dia Lily Jung…”

Yoochun memikirkan semua yang dikatakan Junsu dan Jaejoong tentang Yunho dan Lily. kalau diingat-ingat memang mereka berdua tidak pernah menjelaskan secara jelas apa hubungan mereka sebenarnya. Yoochun saja yang berasumsi jika mereka sepasang kekasih. Dan sekarang ia lega jika ternyata hubungan mereka tidak seperti yang dikiranya. Berarti ia masih ada kesempatan kan?

“Jika Yunho hyung dan Lily adalah sepupu, jadi siapa ayah anak itu?”Yoochun bertanya-tanya. Yang lain hanya diam, tidak tahu apa jawabannya.

***

“Eonnie, sebaiknya Eonnie mengaku saja siapa Eonnie yang sebenarnya?!”

Lily menatap malas gadis di hadapannya ini. Kim Nayoung, sahabat So Hee yang adalah Cassiopeia dan antifans Lily Jung ini sudah mencurigainya sebagai Lily Jung sejak awal bertemu dengannya. Lily sebenarnya agak panik saat gadis itu langsung mengenalinya dua hari lalu. Ia sudah berakting sebaik mungkin untuk tidak menimbulkan kecurigaan Nayoung padanya. Tapi tetap saja gadis ini percaya jika ia adalah Lily Jung dan setiap hari sibuk mengkonfrontasinya.

Lily menghela napas. “Kan sudah kubilang jika namaku Jung Yuuri…”

“Tapi aku masih tidak percaya!”

Lily menggeleng pelan. “Terserah padamu.”katanya lalu kembali meneruskan mengepel restoran haelmoni yang akan dibuka sejam lagi.

“Nayoung-ah, Yuuri Eonnie dulu pernah tinggal disini waktu ia masih kecil, lalu pindah ke Gwangju. Ia bukan Lily Jung seperti yang kau bilang.”kata So Hee. “Ya kan Eonnie?”

“Ne…”ucap Lily pelan, merasa bersalah karena sudah berbohong kepada So Hee dan juga keluarganya. Tapi setidaknya, dia tidak benar-benar berbohong.

Nayoung menyipitkan matanya pada Lily. Ia sangat yakin jika Lily yang ada di hadapannya ini adalah Lily Jung, karena ia bisa melihat kesamaan wajah mereka. “Aku masih tidak percaya pada Eonnie.”

Lily menyandarkan alat pel di dinding dengan kesal lalu berbalik untuk menatap Nayoung tajam. “Kalau aku memang Lily Jung, memangnya apa yang akan kau lakukan padaku?”tanyanya menantang, membuat Nayoung kaget.

“A… aku…”Nayoung bingung ketika ditanya seperti itu. Sebelumnya kan ia yang selalu mencecar Lily dengan berbagai pertanyaan menuduh. Tapi jika dibalikkan seperti ini ia jadi bingung.

Lily mengangkat sebelah alisnya, membuat Nayoung semakin kesal karena merasa ditantang oleh Lily.

“Aku akan mengatakan pada reporter jika Lily Jung ada disini! Biar dia tidak bisa hidup tenang!”ucap Nayoung marah.

Lily menatap Nayoung tanpa ekspresi. “Kenapa kau tidak ingin Lily Jung hidup tenang?”tanyanya pelan.

“Aku benci Lily Jung! Gara-gara ia Yunho Oppa sekarang mengalami masalah! Aku tidak akan mengganggunya jika ia tidak mendekati Oppa-ku!”

“Tapi dia adalah Oppa kandungku…”

Lily hanya bisa mengucapkan hal itu dalam hati. Sampai kapan pun ia tidak akan bisa mengatakan dengan bangga jika Yunho adalah Oppa-nya. Dan ia harus menerima hal itu.

Nayoung terkejut saat melihat ekspresi Lily di hadapannya. Mungkin ekspresinya terlihat datar. Tapi tatapan mata dibalik kacamata itu terlihat sangat sedih.

“Eo… Eonnie…”panggil So Hee, tapi Lily tidak menjawab.

Tiba-tiba ponsel Lily berdering, mengejutkan mereka bertiga. Segera saja Lily mengalihkan pandangannya dari Nayoung lalu mengangkat teleponnya dan berjalan keluar.

“Lee Uisa-nim?”ucap Lily dengan suara tegang. “Youngri kenapa?”

Dr. Lee adalah satu-satunya orang yang mengetahui nomor baru Lily. Lily memang tidak mau ada yang mengetahui dimana dirinya berada sekarang ini. Tapi ia tetap ingin mengetahui perkembangan Youngri, dan ia yakin Dr. Lee akan menghormati privasinya dengan tidak memberitahukan nomornya pada siapapun. Terutama kepada managernya, ataupun sahabat-sahabatnya.

“Youngri baik-baik saja, Lily-ssi.”ucap Dr.Lee membuat Lily mendesah lega. “Ia anak yang kuat. Sekarang keadaannya sudah mulai lebih stabil, dan kami memutuskan akan segera mengoperasi jantungnya. Lagipula Youngri sempat sadar kemarin dan ia mencari ibunya.”

“Jinjjayo?”tanya Lily dengan suara tercekat menahan tangis harunya. “Aku… aku tidak salah dengar kan?”

“Tidak, Lily-ssi. Youngri memang sempat sadar kemarin, dan ia akan segera bangun lagi.”

“Oh, God!”ucap Lily bahagia. “Aku akan segera kesana Uisa-nim!”

Lily mendekap erat ponselnya dengan kedua tangan di dadanya. Seolah-seolah dengan begitu kebahagiaannya karena mendengar berita gembira itu tidak akan hilang. Setelah beberapa menit Lily menghapus bekas airmatanya di pipinya lalu kembali masuk ke restoran halmeoni. Ketika ia masuk, ia melihat kedua gadis remaja itu sedang menatap tivi dengan serius.

Lily memperhatikan keduanya penasaran, lalu ia melihat acara yang ditampilkan di tivi. Ia terkejut ketika melihat wajah Yunho di acara itu. Ia memperhatikannya seksama, lalu menyadari jika itu adalah acara press conference. Lily mengernyit bingung. Apa yang akan dikatakan Oppanya disana?

Kemudian, seolah-olah menjawab pertanyaan di pikiran Lily, Yunho berkata. “Lily Jung adalah adik kandungku. Kami… adik kandung satu ayah.”

Dan Lily tanpa sengaja menjatuhkan ponselnya karena kaget ketika mendengarkan ucapan Yunho itu. Suara benturan ponsel di lantai membuat kedua gadis yang sebelumnya serius melihat tivi, kini menoleh ke Lily yang berdiri tegang dengan wajah pucat pasi.

“Eonnie…”panggil Nayoung pelan.

Lily tidak mendengarkan panggilan Nayoung ataupun melihat ekspresi menyesal gadis itu. Matanya tidak bisa lepas dari wajah Yunho di tivi dan airmatanya mengalir begitu saja ketika mendengar Yunho mengatakan jika mereka berdua adalah kakak-adik yang sangat dekat.

Entah bagaimana perasaannya sekarang, Lily sendiri tidak bisa mengerti, karena perasaannya terlalu campur aduk. Yang pasti, saat Lily mendengar Yunho berkata jika Oppa-nya itu sangat menyayanginya dan menyesal tidak bisa selalu berada di sisinya pada saat-saat tersulit dalam hidupnya, Lily merasakan kelegaan yang amat sangat di hatinya.

Yunho dengan bangga mengakui Lily sebagai adiknya. Hal yang sejak kecil Lily selalu katakan jika ia tidak pernah membutuhkan pengakuan itu, tapi sebenarnya sangat ia inginkan.

“Oppa…”ucap Lily dengan terisak. Kemudian Lily membiarkan saja kedua gadis remaja itu memeluknya dan berusaha menenangkannya.

Lily ingin segera pulang.

~TBC~

Mianheeeeee~ lagi-lagi aku kelamaan update! (=,=)

FF ini udah semakin mendekati ending, tapi aku belum mutusin mau dibikin endingnya di chapter 15 atau 16. Antara dua itu lah. Kuusahain bisa update cepet, biar aku cepet publish FF yang lain jg.

Gomawo bagi readers yang suka baca ‘n komen, trus silent readers juga^^

Patience is indeed a virtue!

13 pemikiran pada “When You Come To My Life 14/?

  1. first??? yiipiiii… 😀
    part ini bener2 menguras emosi eon,, apalgi pas baca flashbacknya yuu sama joo won… 😦
    tapi cukup terbayarkan di ending,, karna yunho udah ngaku ke publik… 🙂
    buruan endingkan ceritanya,, pokoknya harus happy ending… #maksa
    part 15 aja eon endingnya,, biar cepet lega sama ceritanya…
    trs bisa publish cerita yg laennya… 🙂

    1. hehe~ klo di part 15 kyknya bkln krng ChunLy momentnya, liat ntar deh ya aku usahain cpt selesai.
      tp tenang aja, aq lg proses bkn ff yg lain kok. jd walopun ff ni blum ending aq udh bs publish ff lain^^
      gomawo udh komeeennn ^3^

      1. jinja?!! Aigoo.. Fina .. bagaimana nasib Kyu ?? kasihan banged dia .. ckckc.. pasti evil sangar tuh jalan ceritanya ilang… kekekekek….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s