[After Story of FON] Everlasting Love3/?

sungri2

Author            : YuuriJung 

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri

Support cast  :Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length          : Secuel 

Prev                : 1     2

Disclaimer : This story  is MINE! aku harap Yesung juga >///< *plaak*

 Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

~Happy Reading~

Yesung merasakan kepalanya berdenyut-denyut sakit saat terbangun dari tidurnya. Suara dering ponselnya terdengar begitu kencang membuat kepalanya terasa semakin sakit. Ia meraba-raba kasurnya untuk mencari ponselnya. Kemudian ketika mendapatkannya ia langsung saja mengangkat telpon itu.

“Yeoboseyo…”ucapnya masih dengan nada mengantuk.

“Jongwoon-ah, kau dimana sekarang?”Tanya Leeteuk di telpon.

“Hyung? Aku di…”Yesung melihat sekelilingnya dengan mata sipitnya yang masih separuh terbuka. “… di kamarku di rumah. Waeyo?”

Leeteuk menghela napas. “Segera bangun dan lihat berita.”kata Leeteuk lalu menutup telpon.

“Hyung? Hyung? Aish! Sebenarnya ada apa sih?!”gerutunya kesal, “Mengganggu tidurku saja.”Lalu Yesung mengambil bantal dan menutup kepalanya dengan bantal itu.

Yesung baru akan tidur lagi ketika suara ketukan pintu mengganggunya. “Masuk!”ucapnya kesal.

“Hyung?”

“Apa Jongjin?”Tanya Yesung kesal dari balik bantalnya.

“Kau… harus lihat berita.”ucap Jongjin ragu-ragu.

Yesung menarik bantal dari wajahnya. “Sebenarnya ada apa dengan berita sih?! Tadi Teukie hyung, sekarang kau juga menyuruhku menonton berita!”

Jongjin kemudian mengotak-atik ponselnya lalu memberikannya pada Yesung. Yesung menerimanya dengan pandangan bertanya-tanya. “Di internet ada fotomu dan Sunhee Noona.”kata Jongjin, membuat mata Yesung membelalak kaget. Ia menscroll page internet di ponsel Jongjin dan melihat foto-foto ciumannya dengan Sunhee.

“Itu terjadi tadi malam kan hyung?”Tanya Jongjin. Yesung melihat adiknya sekilas lalu kembali menatap page internet itu. “Tadi malam Sunhee Noona membawa hyung pulang dalam keadaan mabuk berat. Untung saja Sunhee Noona tidak suka minum, jadi dia tidak mabuk dan bisa membawamu pulang.”

Yesung tidak menanggapi ucapan adiknya. Ia lalu menyerahkan ponsel itu pada Jongjin lalu kembali berbaring tidur.

“Memangnya kapan hyung dan Sunhee Noona jadian? Kok hyung tidak memberitahuku sih?”gerutu Jongjin.

“Itu bukan urusanmu, Saengie.”ucap Yesung malas lalu memejamkan mata.

“Huh! Hyung gimana sih! Aku kan mengkhawatirkan Hyung. Kukira kau akan terus-terusan depresi karena ditinggal Yuu Noona.”ucapan Jongjin membuat Yesung kembali membuka mata. “Tapi sekarang aku lega Hyung mau membuka hati Hyung buat Sunhee Noona. Ia yeoja yang baik, dan aku setuju dia jadi kakak iparku.”

Yesung tidak tahan mendengar ocehan Jongjin lalu melempar bantal ke adiknya itu. “Pergi sana! Aku masih mau tidur!”usirnya.

***

Dua jam kemudian ketika Yesung bangun dan keluar dari kamarnya, ia mendengar suara ibunya berkata dengan gembira.

“Jadi kalian sekarang sudah mulai berhubungan serius ya? Aigoo~ aku senang sekali!”

“Hubungan kami belum sampai sana Ahjumma…”ucap Sunhee malu-malu.

“Bagaimana mungkin belum serius sementara kalian sudah berciuman seperti itu?”

“Ng… itu…”

“Sunhee?”sapa Jaejoong ketika ia ke ruang tamu dan melihat Sunhee bersama ibunya.

“Yak! Kim Jongwoon! Apa maksudnya foto-foto itu?! Padahal Sunhee bilang kalian belum berhubungan serius!”omel Ny. Kim ketika anak sulungnya itu menghampirinya.

Yesung menatap Sunhee yang sekarang memasang raut wajah malu, kemudian ia tersenyum kecil. “Kita serius kok, Eomma. Cuma belum benar-benar diresmikan saja.”kata Yesung santai, membuat Sunhee menatapnya bingung.

“Jinjjayo?”ucap Ny.Kim gembira.

“Nah, kalau begitu sekarang aku dan Sunhee akan berkencan dulu, Eomma.”kata Yesung dengan menarik tangan Sunhee sampai ia berdiri dan mengajak gadis itu keluar.

“Aigoo~ dasar anak muda!”gerutu Ny.Kim tapi Yesung bisa mendengar nada gembira di suara ibunya itu.

“Jongwoon-ssi, sekarang kita mau kemana?”Tanya Sunhee ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil Yesung.

“Kita akan berkencan.”kata Yesung, tersenyum menatap Sunhee. Lalu menyalakan mobilnya.

“Eh? Tapi aku kan sebentar lagi harus ke rumah sakit.”kata Sunhee.

Yesung mengernyit menatap Sunhee. “Bukannya kau datang kesini untuk mengajakku berkencan?”tanyanya dengan nada menggoda.

Sunhee tertawa kecil. “Percaya diri sekali. Aku datang kesini karena Kim Ahjumma menelpon dan menyuruhku datang untuk meminta penjelasan.”

“Lalu apa yang kau jelaskan pada Eomma-ku?”

“Kalau hubungan kita belum sampai pada tahap yang serius.”

Yesung menatap mata Sunhee dalam-dalam. “Bagaimana kalau aku mau kita mulai serius berkencan?”

Sunhee sebenarnya gugup ditatap seperti itu oleh mata tajam Yesung, tapi ia dengan segala kepercayaan dirinya, menatap balik mata itu. “Maksudmu Go Public?”

Yesung tersenyum. “Oke, berarti sudah diputuskan ya!”katanya lalu menjalankan mobilnya.

“Lho? Kata siapa!”protes Sunhee, membuat Yesung tertawa.

“Jongwoon-ssi, aku harus ke rumah sakit dua jam lagi!”

“Kalau begitu kita ke café-ku saja, dan mengobrol disana. Setelah itu aku akan mengantarmu ke RS.”kata Yesung.

“Ok.”jawab Sunhee tersenyum senang.

***

“Noona, aku mau tambah. Boleh tidak?”tanya seorang anak laki-laki berumur delapan tahun, dengan malu-malu menyodorkan piringnya yang kosong kepada Yuuri.

“Tentu saja boleh. Hari ini kita masak banyak kok.”kata Yuuri tersenyum lembut pada anak itu. Ia lalu mengambil piring yang disodorkan lalu mengisinya dengan seporsi besar nasi goreng kimchi dan lauk lainnya. Anak laki-laki itu tersenyum lebar ketika menerima makanannya. Anak-anak lain memperhatikan mereka berdua penuh minat.

“Gomawoyo, Noona!”ucapnya gembira, lalu kembali ke tempat duduknya dan meneruskan makan.

“Lihat! Kihoon boleh tambah! Aku mau juga!”kata anak laki-laki yang lain. “Noona, aku mau tambah!”

“Eonnie, aku mau juga!”

“Aku juga!”

Yuuri dan beberapa petugas panti langsung kerepotan menghadapi anak-anak yang meminta tambahan makanan. Dengan tegas Yuuri menyuruh anak-anak itu untuk antri dengan tertib, jika tidak, tidak akan mendapat tambahan makanan. Yuuri tertawa kecil melihat anak-anak itu langsung berbaris rapi. Setelah mendapatkan tambahan makanan, mereka kembali duduk dan makan dengan lahap, membuat Yuuri tersenyum melihat wajah gembira mereka.

Yuuri tahu jika anak-anak di panti asuhan kecil ini hanya mendapatkan makanan seadanya setiap jam makan. Dari keterangan ibu panti, kesempatan mereka untuk makan enak seperti ini hanya sebulan sekali ketika Yuuri mengirimkan uang sumbangan. Walaupun jumlah uang sumbangan yang diberikan Yuuri cukup besar, tapi jika harus dibagi untuk berbagai keperluan semua anak panti selama sebulan, uang itu tetap harus dihemat. Yuuri merasa sangat menyesal karena sebelumnya ia hanya dapat ke panti asuhan ini saat mengantarkan uang sumbangan, dan tidak tahu keadaan mereka saat makan. Jika ia tahu, ia pasti akan berusaha menyumbang lebih banyak.

Sejak kecil orangtua Yuuri selalu mengajaknya dan adiknya yang berusia empat tahun lebih muda darinya ke panti asuhan untuk memberi sumbangan. Ayahnya selalu berkata kepada Yuuri dan Yuki adiknya untuk selalu bersyukur karena dibanding anak-anak panti asuhan itu, mereka berdua lebih beruntung dengan mempunyai orangtua yang sangat menyayangi mereka berdua. Yuuri tentu saja merasa bersyukur dengan semua itu. Tapi dua tahun yang lalu saat Yuuri merasakan ada yang salah di tubuhnya, ia mendapatkan dua kenyataan yang menyakitkan.

Yuuri bukan hanya menderita penyakit yang parah, dokter juga mengatakan penyakit itu merupakan penyakit turunan. Penyakit yang ia tahu tidak pernah dialami oleh kedua orangtuanya maupun keluarga kedua orangtuanya. Lalu darimana ia mendapat penyakit turunan itu?

Saat itulah Yuuri menyadari, ia tidak punya kemiripan apapun dari kedua orangtuanya. Semua orang yang mengenal mereka selalu mengatakan jika sifat keras kepalanya sangat mirip dengan ayahnya, dan sifat lemah lembutnya terhadap anak-anak sama persis seperti ibunya. Tapi hanya itu. Ia tidak pernah mendengar ada bagian tubuhnya yang mirip dengan kedua orangtuanya.

Saat itulah merupakan titik kehancuran dirinya. Yuuri bukan hanya mengetahui jika selama ini ia hanya orang asing di keluarga Jung, ia juga tidak bisa mendapatkan donor yang sesuai dengan dirinya. Karena sangat sulit mencari donor sum-sum tulang belakang yang sesuai untuk penyakit kanker darah yang dideritanya.

Saat itu tidak ada satu orang pun yang mengetahui penyakit Yuuri. Yuuri berjuang sendiri berobat dan mencari donor, tapi ternyata masih tidak berhasil. Kemudian ia sampai pada titik putus asa. Ia pergi meninggalkan Korea untuk menjadi relawan di Negara konflik. Hal yang Yuuri pikirkan saat itu adalah, jika ia ditakdirkan untuk cepat mati, alangkah lebih baik ia mati saat melakukan hal baik.

Setiap dua bulan sekali Yuuri akan ke rumah sakit untuk memeriksakan diri dan membeli obat. Walaupun dokter sudah memaksanya untuk segera kemoterapi, tapi ia selalu menolak dan hanya terus mengkonsumsi obat-obatan. Sampai pada akhirnya tiga bulan lalu ia bertemu dengan Sangwook di kantor organisasi kemanusiaan tempatnya menjadi relawan. Lalu atas bujukan Sangwook ia bersedia untuk menjalani kemoterapi.

Dan setelah itu hanya seperti inilah yang sehari-hari dikerjakan Yuuri. Berobat dan menjadi relawan di organisasi kemanusiaan ataupun ke panti asuhan.

Yuuri menghela napas. Ia sangat merindukan aktivitasnya yang dulu. Rapat dan mencari berita sepanjang hari. Lalu saat lelah, ia akan menelpon Yesung dan mendengarkan suara namja yang selalu menjadi penyemangatnya.

Tapi itu dulu. Karena sekarang, ia bahkan tidak bisa menelpon namja itu hanya untuk mendengar suaranya.

***

Setelah mengantar Sunhee ke RS, Yesung melajukan mobilnya ke SM building. Ia memang sudah tahu fotonya dan Sunhee sudah beredar luas dan menjadi gossip hangat, tapi ia sama sekali tidak menyangka jika jalan menuju kantor manajemennya akan penuh dengan mobil para wartawan dan fans. Bahkan ia sama sekali tidak bisa melewati jalan itu untuk masuk ke pintu belakang gedung.

Yesung menghela napas. Sekarang ia harus kemana? Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan nama Leeteuk tertera di display ponsel Yesung.

“Hyung.”

“Neo eodiya?”

“Di jalan dekat kantor. Aku tidak bisa lewat sama sekali.”

Leeteuk terdengar menghela napas. “Sebaiknya kau pergi ke tempat lain dulu. Jangan ke dorm, kau tidak mungkin bisa masuk kesana sekarang. Hari ini schedule-mu hanya latihan vokal, dan sudah dibatalkan. Untuk masalah ini kita bicarakan nanti malam di dorm.”

“Ne, hyung.”kata Yesung lalu mematikan ponselnya. Yesung memperhatikan keramaian di jalan depan kantor manajemennya. Sekarang ia harus kemana? Tapi sebelum ia bisa menjawab pertanyaan itu, mobilnya sudah melaju dan sampai ke apartemen yang sudah jadi rumah ketiganya setelah rumah orangtuanya, dan dorm SUJU.

Yesung mematikan kendaraannya di parkiran basement gedung apartemen yang sangat dikenalnya. Bahkan tanpa sempat berpikir pun ia sudah secara refleks menjalankan mobilnya kesini. Tanpa sempat berpikir pun seluruh indra di tubuhnya akan mengarah pada Yuuri.

“Kenapa harus sesulit ini aku melupakanmu Yuu?”gumam Yesung lirih dengan menyandarkan kepalanya di setir.

***

“Gomawoyo, Yuuri-ssi. Anak-anak hari ini senang sekali.”ucap pengurus panti, Yoon Eommoni, saat Yuuri akan pulang.

“Ne, Eommonim. Saya juga senang sekali datang kesini. Memang benar jika bermain dengan anak-anak kita akan merasa lebih muda.”ucap Yuuri tersenyum lebar membuat Yoon Eommoni tertawa.

“Mengenai uang sumbangan, saya usahakan bulan depan agar bisa mengirim dalam jumlah lebih besar.”lanjut Yuuri.

“Gomawoyo, Yuuri-ya. Jika bukan karena sumbangan yang kau berikan panti ini mungkin sudah ditutup dan anak-anak akan dipindah ke panti asuhan yang lain. Panti asuhan ini memang sudah lama sekali tidak mendapat sumbangan yang cukup. Sumbangan dari dinas sosial tidak mencukupi, dan seharusnya kami mencari donatur tetap. Tapi kami kesulitan untuk meminta sumbangan karena orang-orang yang mengurus panti ini hanya sedikit.”

Yuuri menatap wajah sedih Yoon Eommoni. Panti asuhan ini memang tergolong kecil dibandingkan panti asuhan yang lain dan juga terletak di daerah terpencil yang cukup kumuh di pinggiran Kota Seoul. Sebenarnya banyak dari anak-anak disini yang awalnya bekerja serabutan di jalan. Tapi karena kepedulian Yoon Eommoni, ia membuat panti asuhan untuk anak-anak kecil yang tidak punya orangtua itu, sehingga secara legal dinas sosial bisa memberikan bantuan, walaupun ternyata masih kurang.

“Untuk donatur, nanti akan saya bantu mencarinya Eommonim.”ucap Yuuri. “Saya aktif di organisasi kemanusiaan dan banyak relasi yang memungkinkan untuk memberikan sumbangan. Mudah-mudahan mereka bisa membantu.”

Yoon Eommoni memandang Yuuri dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk gadis itu erat. “Gomawoyo, adeul-ah.”ucapnya terharu. “Semoga kau secepatnya bertemu dengan ibu kandungmu nak,”

Ya. Alasan lain kenapa Yuuri sering ke panti asuhan ini adalah karena setelah ia telusuri, Yoon Eommoni pernah bekerja di panti asuhan di Gwangju tempat Yuuri diadopsi. Yoon Eommoni juga lah yang menerima Yuuri yang masih bayi dari ibu kandung Yuuri.

“Eommoni akan terus berusaha mencari informasi mengenai ibumu.”ucap Yoon Eommoni lalu mengelus lembut pipi Yuuri. “Semoga kau bahagia nak.”

Yuuri tertegun mendengar doa itu. Bahagia? Sudah dua tahun ini ia tidak merasakan hal itu. Apa doa ibu panti ini akan terkabul?

“Ne, Eommonim.”ucap Yuuri lembut.

***

Namja tampan bertubuh tinggi itu memandang apartemen di hadapannya dengan ragu. Sudah lama sekali ia tidak kesini dan ia tidak yakin jika penghuninya sedang berada di dalam, apalagi dengan keadaan apartemen yang terlihat gelap. Ketika ia memutuskan untuk menekan bel, suara yang sudah lama tidak didengarnya, memanggilnya.

“Seo Ji Seok sunbae?”

Namja bertubuh tinggi itu berbalik dan melihat yeoja cantik yang dicarinya itu. “Yuuri! Oremanieyo.”ucapnya senang lalu memeluk Yuuri akrab.

Yuuri tersenyum dan balas memeluk Ji Seok. “Oremanieyo, sunbae. Sunbae kesini mencariku?”

“Yak! Tentu saja aku mencarimu! Kau ini setelah menghilang dua tahun seharusnya mengabari kami ketika kembali.”

Yuuri terkekeh kecil. “Daripada sunbae memarahiku disini, lebih baik kita ke dalam apartemenku.”kata Yuuri. Ia membuka pintu apartemennya dan mengajak Ji Seok masuk. Yuuri menyalakan lampu apartemennya dan mempersilahkan Ji Seok duduk di ruang tamu.

“Sunbae mau minum apa? Teh hijau, susu, atau orange juice? Disini tidak ada kopi.”kata Yuuri sambil berjalan ke dapur.

Ji Seok mengernyit. “Tumben sekali tidak ada kopi. Padahal dulu setiap tim kita rapat disini kau selalu punya stok kopi yang banyak.”

Yuuri terkekeh. “Aku sedang mencoba gaya hidup sehat, Sunbae. Tidak baik terlalu banyak mengkonsumsi kaffein.”

Ji Seok berdecak. “Kalau begitu teh saja.”

Yuuri membuat dua cangkir teh, memberikan salah satunya pada Ji Seok, lalu ia duduk di hadapan sunbaenya itu.

Yuuri dan Ji Seok menyesap the mereka masing-masing, lalu setelah hening sebentar, Yuuri membuka percakapan. “Sunbae tahu darimana kalau aku sudah kembali?”

“Kau tahu kan kalau aku dekat dengan Changmin. Dan Changmin tahu dari Kyuhyun.”

Yuuri mengernyit. Ia yakin jika Yunho tidak akan memberitahu Changmin dan teman-temannya di KBS TV, tapi Yuuri sama sekali lupa jika Kyuhyun mungkin akan memberitahu Changmin. Dan Changmin akan memberitahu Ji Seok, yang merupakan teman dekatnya sekaligus sunbaenya Yuuri. Padahal ia tidak berniat bertemu dengan teman-temannya.

“Lalu ada apa Sunbae mencariku?”

Ji Seok pura-pura kesal. “Yak! Memangnya tidak boleh aku mengunjungi hoobae-ku? Aku kan merindukannya!”

Yuuri berdecak. “Aku cukup mengenalmu, Sunbae. Kau merindukanku kalau ada hubungannya dengan pekerjaan kan?”

“Aku tidak segila itu dengan pekerjaanku.”

Yuuri memberinya tatapan ‘oh ya?’

“Oke, oke. Kau benar-benar mengenalku rupanya. Sekarang kau bekerja dimana?”

“Aku jobless sekarang. Dan kalau Sunbae menawarkan pekerjaan yang sama seperti dua tahun lalu aku menolak.”

“Kenapa kau tidak mau? Dua tahun yang lalu kau sangat mencintai pekerjaanmu sebelum resigned secara tiba-tiba.”

“Aku menyukai pekerjaanku yang dulu. Alasanku resigned waktu itu karena aku menyadari kalau aku terlalu sibuk sampai tidak punya waktu luang untuk menikmati hidupku. Jadi kalau Sunbae menawarkan posisi yang dulu, tidak, terima kasih.”

“Lalu selama dua tahun ini kau bekerja dimana?”

“Aku tidak bekerja. Hanya travelling, menikmati hasil kerja kerasku selama bertahun-tahun di KBS.”ucap Yuuri dengan cengiran. Yah sebenarnya ia berbohong sih. Uang tabungannya kan untuk berobat, bukan travelling.

Ji Seok menatapnya tak percaya. “Lalu memangnya tabunganmu masih ada?”

“Tentu saja sudah berkurang banyak. Aku juga berniat mencari pekerjaan, tapi tidak yang sesibuk dulu. Dulu tingkat stress-ku sangat tinggi. Jinjjayo, sunbae, aku tidak mau kembali lagi kesana.”

Lagi-lagi Yuuri berbohong. Ia sebenarnya ingin kembali bekerja di dunia news broadcast, tapi dengan kondisi kesehatannya sekarang hal itu benar-benar tidak memungkinkan.

“Aku ingin mengajakmu kembali ke KBS TV.”ucap Ji Seok sunbae.

“Sunbae, kan sudah kubilang…”

“Tapi dengan jabatan yang berbeda dari sebelumnya dan waktu kerja yang lebih singkat.”

Yuuri mengernyit. “Apa?”

“Trainer jurnalis baru. Kau cukup mengajar mereka di hari tertentu saja.”

“Aku kan bukan jurnalis senior, sunbae.”

“Kau sudah cukup senior dan veteran, Jung Yuuri. Dan yang paling penting: kau juga terkenal.”ucap Ji Seok menekankan.

“Itu kan dua tahun yang lalu, sunbae…”

“Tapi acara diskusi politik yang kau bawakan saat itu sangat terkenal, Yuuri. Bahkan Mi Young yang menggantikanmu tidak mendapat apresiasi sebesar dirimu.”

Yuuri tersenyum sedih. Sejujurnya ia sangat merindukan saat-saat itu, puncak karirnya. Tapi dengan kondisi tubuhnya yang seperti ini…

“Kau hanya akan mengajar mereka selama dua hari dalam seminggu Yuu.”

Yuuri berpikir sebentar. Saat ini ia butuh pekerjaan, dan Ji Seok menawarkan pekerjaan yang tidak menghabiskan waktunya selama seminggu full.

Ini kesempatan yang tidak mungkin Yuuri tolak kan? Walaupun tidak sama seperti dulu, tapi setidaknya ia masih bisa berada di lingkungan pekerjaan yang dicintainya. Dan setelah selama dua tahun ini semua keinginannya terhalang oleh penyakitnya, kali ini Yuuri tidak akan melepaskan kesempatan ini.

Yuuri kemudian tersenyum. “Aku bersedia, Sunbae.”

“Good! Besok kita diskusikan ini lebih lanjut di KBS ya!”kata Ji Seok bersemangat. Yuuri mengangguk.

Sepertinya doa ibu panti langsung terkabul. Hal ini salah satu hal yang akan membuat Yuuri merasa bahagia.

***

“Jadi hubungan Hyung dengan Sunhee-ssi sudah lebih serius? Hyung sudah pacaran dengannya?”tanya Sungmin pada Yesung saat mereka berkumpul di dorm.

Yesung mengangguk tak acuh, lebih fokus pada game di ponselnya.

“Jadi benar hyung?”timpal Donghae. Tapi Yesung hanya menjawab dengan ‘Hmm..’ membuat Kyuhyun yang duduk di sebelah Yesung menghela napas.

“Ini tidak seperti yang kuharapkan.”gerutu Kyuhyun pelan, tapi ternyata terdengar oleh Yesung.

“Memangnya apa yang kau harapkan Kyu?”

Kyuhyun langsung menjawab tanpa pikir panjang. “Tentu saja hyung kembali pada…”Tapi Kyuhyun segera  menghentikan kalimatnya ketika membernya yang lain melempar tatapan memperingatkan.

Yesung berdecak lalu mematikan ponselnya. “Aku berhubungan dengan Sunhee justru karena hubunganku dengan Yuuri sudah tak ada harapan. Buat apa aku terus memikirkan Yuuri sementara ia dengan mudahnya mendapatkan penggantiku.”ucap Yesung getir.

“Hyung, Yuuri tidak pernah mencari pengganti hyung! Aku yakin alasannya meminta putus dari hyung bukan karena ada namja lain!”bantah Kyuhyun.

“Alasan apapun itu, tetap saja ia lebih memilih meninggalkanku daripada mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dengannya.”ucap Yesung dingin. “Hubungan itu didasari oleh kejujuran dan kepercayaan satu sama lain Kyu, dan sikap Yuuri sudah tidak menunjukkan kedua hal itu lagi dalam hubungan kami. Jadi buat apa aku mempertahankannya?”

“Tapi kau tidak bermaksud untuk membalas Yuuri dengan menggunakan Sunhee-ssi kan?”tanya Heechul tajam. “Sunhee-ssi akan sakit hati jika tahu alasan sebenarnya.”

Yesung terkekeh. “Aku tidak berniat seperti itu. Sunhee terlalu baik untuk sekedar dijadikan pelarian. Aku berniat untuk serius dengannya, lagipula keluargaku juga sangat menyukainya.”

“Baguslah kalau begitu.”ucap Shindong. “Jadi sekarang hubungan kalian sudah resmi? Apa perlu diadakan PressCon, Teukie hyung?”

“Kurasa tidak perlu. Yesung cukup menjelaskan secara resmi di website kita dan SM.”jelas Leeteuk.

“Tapi Sunhee-ssi sudah tahu kan resikonya go public?”Tanya Eunhyuk.

“Aku sudah menjelaskan kepadanya dan dia tidak keberatan. Lagipula foto-foto kami sudah telanjur beredar. Jadi mau gimana lagi.”

Pikiran Yesung menerawang. Bagaimana perasaanmu Yuu saat melihat foto-foto kami?

***

Saat Yesung terus memikirkan bagaimana perasaan Yuuri jika melihat fotonya bersama yeoja lain, Yuuri malah merasa senang dan bersemangat karena besok kembali bekerja di bidang yang ia sukai.

Yuuri harap rasa senangnya bisa menghilangkan Yesung dari mimpinya malam ini.

Karena rasanya lebih sakit jika memimpikan yang indah tentang namja itu, tapi harus terbangun dan menyadari itu semua hanya mimpi.

Itulah hal yang terjadi padanya setiap hari selama dua tahun ini.

~TBC~

Mianheeeeeee~

berbulan2 ff ini gk update, tapi skrg cuma bisa update sedikit. mudah2an masih pd mau baca yaaa…

untuk FF ini dan FF2ku yg lain aku gk janji bisa sering2 update atau bisa update cepet. kalian pasti ngerti lah ya, hidupku kan bukan cuma buat nulis FF doang. FF ini cuma selingan trus klo lg byk dpt ide bru bisa nulis.

tapi aku usahain update walopun dikit dan mungkin bakalan lama.

jeongmal gomawo yg msh setia mampir kesini. i love u ^3^ *bow*

oh ya, chapter2 selanjutnya mgkn gk bisa panjang lg kayak biasanya, jd harap maklum ya. skrg lg proses bikin chapter 4. 

spoiler chapt 4: sungri scene at KBS  *wink*

Iklan

9 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love3/?

  1. Gwaenchana unnie, kami sabar menunggu update mu :). Yuu pasti bahagia. Tpi gmana reaksi yuuri kalo ngeliat foto yesung oppa ya ? Apa jadi lebih down ? Apa yunho oppa juga tau kalo yuu cman ank angkat ya ? Yuu jngan nyari ibu nya lah, kasian ntar dy malah tambah stres trus jdi lebih sakit. Bingung mau comment apa, cman berharap yuu ama yesung oppa bisa bahagia 🙂

  2. eonni bogoshipeoyo,,, hahaha lama gk ngunjungi wp ini jdi kangen bgt sama sungri eumm eonni kyknya sibuk bgt sampek gk sempat post ya,,, semoga buat part berikutnya cpt dipost….

  3. makin penasaran nih dgn ff ni, harus marathon lg bacanya…
    suka konflikny, bikin g ke tebak jalan ceritanya gmn…
    semangat terus y author…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s