[After Story of FON] Everlasting Love 4/?

sungri2

Tittle               :Everlasting Love 4/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   :Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel,

Prev                : 1     2   3   

Disclaimer      : This story and Yesung  is MINE! >///< *pengennya. hihi~*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

Sudah selama dua minggu ini Yuuri menjalani aktivitasnya menjadi trainer bagi jurnalis baru di KBS TV. Pekerjaannya memang hanya dijadwalkan selama dua hari, tetapi kegiatannya penuh sampai malam hari. Awalnya buat Yuuri hal itu tidak menjadi masalah karena menurutnya ini menyenangkan mempunyai kesibukan. Tapi ternyata tidak.

Karena dalam empat hari ia bekerja selama dua minggu itu, ia bertemu dengan Yesung.

Mereka seringkali berpapasan di basement parkir ketika di malam hari Yuuri selesai bekerja dan Yesung baru datang untuk jadwal siaran Radio Sukira di gedung KBS yang sama. Hubungan mereka memang sudah berakhir, dan Yuuri tidak memungkiri jika ia berharap bisa bertemu dengan Yesung untuk sesekali mengobati rasa rindunya.

Tapi ia tidak mau seperti ini.

Berita mengenai hubungan Yesung dengan yeoja bernama Sunhee sudah diketahui Yuuri, dan ia bisa menerima hal itu. Hatinya bisa ia paksakan menerima hal itu. Tapi yang menyakitkan adalah sikap Yesung ketika mereka berpapasan di basement parkir.

Pandangan dingin yang tidak pernah diterimanya dari namja itu, membuat hatinya sangat sakit. Bahkan melebihi rasa sakit yang biasa dirasakannya karena penyakitnya kambuh.

Tapi bodohnya dirinya, walaupun ia tahu akan menyakitkan menyapa Yesung yang dibalas dengan tatapan dingin, ia tetap melakukannya setiap kali mereka bertemu.

Yuuri merasa dirinya seperti masochist. Walaupun hal itu menyakitkan hatinya, tapi hatinya selalu mendorongnya untuk menyapa Yesung.

Karena lebih baik ia masih bisa tetap melihat namja yang ia cintai.

***

“Oke, class dismissed.”ucap Yuuri setelah ia selesai memberikan materi di kelas journalist development. Beberapa jurnalis baru tersebut berpamitan kepada Yuuri sebelum keluar kelas. Setelah kelas kosong, Yuuri menyandarkan tubuhnya di kursi dan memejamkan matanya sejenak, merasa sangat kelelahan. Dokternya pasti akan memarahinya lagi karena kondisi tubuhnya menurun.

“Yuuri-ya?”

Yuuri membuka matanya ketika mendengar namanya dipanggil. “Ne? ah, Heera-ya?”

“Gwenchana?”

Yuuri menenggakkan tubuhnya dan tersenyum. “Nan gwenchana. Kau belum pulang?”

Rekan kerja Yuuri tersebut memandangnya ragu-ragu, kemudian pandangannya terpaku pada topi rajut putih yang Yuuri kenakan. Yuuri mengernyitkan keningnya. “Waeyo? Ada yang aneh di topiku?”

“Aniya. Sebaiknya kau cepat pulang ne.”kata Heera tersenyum.

Yuuri mengangguk tersenyum. “Kau tidak pulang?”tanya Yuuri sambil membereskan file-filenya di meja, mengambil tas dan memakai jaketnya lalu mengikuti Heera ke pintu kelas.

“Aku masih ada pekerjaan.”jawab Heera.

“Kalau begitu aku pulang duluan ya. Nan kalkae.”ucap Yuuri lalu pergi.

Heera memandang kepergian Yuuri dengan khawatir. Ia larut dalam kekhawatirannya sampai-sampai tidak menyadari jika Ji Seok sudah ada di sampingnya, memandangnya heran.

“Kim Heera!”

“Kapchagi! Yak! Sunbae! Kau membuatku kaget!”ucap Heera kesal.

Ji Seok tertawa. “Makanya jangan melamun! Yuuri sudah pergi dari tadi!”Kemudian tawa Ji Seok berhenti ketika melihat wajah cemas Heera. “Waeyo? Kenapa wajahmu seperti itu?”

“Sunbae tidak melihat ada yang berbeda dari Yuuri?”

“Apa? penampilannya? Memang berbeda kan. Sebelumnya kulitnya putih bersih, dan rambutnya panjang. Sekarang kulitnya lebih coklat dan rambutnya pendek sekali. Dia juga selalu memakai topi. Yah… style-nya memang jauh berbeda dibanding dulu.”

“Iya, sangat berbeda. Sunbae tidak berpikir kenapa kulitnya bisa menghitam begitu?”

Ji Seok memutar bola matanya. “Dia kan baru kembali dari Afrika, Kim Heera.”

“Tapi di mataku dia terlihat seperti pasien kemoterapi.”ucap Heera pelan.

“Huh? Kemoterapi? Terapi kanker itu?”ucap Ji Seok bingung.

“Ne. Kakakku pernah kena kanker darah dan ikut kemoterapi. Saat kakakku kemo rambutnya rontok dan ia harus memotong rambutnya sampai pendek. Ia harus selalu memakai topi untuk menutupi kepalanya yang hampir botak dan terkadang pakai wig. Kulitnya menghitam karena terkena radiasi, dan ia juga jadi cepat lelah. Fisik Yuuri sekarang seperti pasien kemoterapi.”

Wajah Ji Seok memucat. “Maldo andwae! Kebetulan saja penampilan Yuuri seperti itu, Heera-ya.”bantah Ji Seok, walaupun sebenarnya ia jadi memikirkan kemungkinan itu.

Heera menghela napas. “Ne. mudah-mudahan kecurigaanku tidak benar.”katanya muram. “Sunbae, aku kembali ke ruang siaran lagi ya.”

Dan kali ini Ji Seok yang melamun memikirkan Yuuri. “Maldo andwae…”bisiknya. ia memutuskan untuk menanyakannya nanti pada Yuuri. Jika benar, ia tidak akan membolehkan Yuuri bekerja lagi.

***

Yuuri berjalan perlahan ketika rasa lelah membuat tubuhnya menjadi sangat lemas. ia masuk ke dalam lift dan setelah menekan lantai tujuannya, ia bersandar di dinding lift yang dingin dan memejamkan matanya. Ketika lift berhenti di lantai basement parkir, dengan terhuyung-huyung Yuuri berjalan keluar dari lift menuju mobilnya yang diparkir.

Yuuri berhenti sebentar dan melihat sekeliling. Ia lupa dimana meletakkan mobilnya. ‘Seharusnya aku tidak bawa mobil…’pikir Yuuri saat ia menekan tombol kunci mobil dan mencari arah dari suara mobilnya. Yuuri merasakan tubuhnya semakin lemas dan kepalanya pusing, ia berusaha mempercepat kakinya untuk segera sampai di mobilnya. Ia ingin segera duduk, meredakan rasa pusingnya. Tapi tubuhnya semakin melemas ketika ia sampai di mobilnya. Tasnya terlepas dari tangannya, tubuhnya merosot hampir jatuh ketika ia merasakan tangan seseorang memegang kedua lengannya, mencegahnya untuk tidak mencium lantai.

***

Yesung menyadari kehadiran Yuuri ketika ia keluar dari mobilnya. Yesung yakin Yuuri akan menyapanya saat yeoja itu melihat dirinya. Walaupun benci mengakuinya, Yesung sebenarnya menanti-nantikan Yuuri menyapanya seperti biasa. Yesung tidak bisa memungkiri, jika ia sangat merindukan yeoja itu.

Yuuri terlihat sangat berbeda sekarang, membuat Yesung hampir tidak mengenalinya karena penampilannya yang jauh berbeda. Tidak ada lagi rambut panjang yang tergerai indah dan kulit putih bersih. Sekarang yang ada hanya Yuuri yang berkulit cokelat dengan rambut pendek sebahu dan topi rajutnya. Penampilan yang sangat jauh berbeda tapi tetap mampu membuat Yesung berdebar ketika melihatnya. Yuuri masih tetap terlihat cantik di mata Yesung.

Yesung yakin jika sebentar lagi Yuuri akan menoleh ke arahnya dan menyapanya. Tapi harapan Yesung langsung surut saat Yuuri terus berjalan tanpa menolehkan wajahnya pada Yesung dan tidak menyapa namja itu seperti biasa. Apa yeoja itu tidak melihatnya? Tapi dari jarak sedekat itu tidak mungkin yeoja itu tidak melihatnya. Apa sekarang Yuuri memutuskan untuk tidak menyapanya lagi setelah sekian kali Yesung sama sekali tidak mengacuhkan sapaannya?

Yesung terus memperhatikan Yuuri sampai kemudian ia menyadari jika yeoja tersebut berjalan dengan terhuyung-huyung ke arah mobilnya. Perasaan cemas menghinggapi Yesung, takut terjadi sesuatu dengan yeoja yang sekarang bukan siapa-siapanya itu. Kakinya melangkah perlahan mengikuti langkah tidak stabil yeoja itu. Yuuri terlihat akan jatuh sebentar lagi, dan benar saja. Tas Yuuri jatuh dan Yesung menangkap tubuh yeoja itu sebelum sempat menyentuh lantai mengikuti tasnya.

“Gwenchana?”tanya Yesung, masih berusaha menopang tubuh lemas Yuuri.

“Ne…. gwen.. gwenchana…”ucap Yuuri dengan bibir bergetar dan mata terlihat tidak fokus. Yesung yakin jika tidak segera duduk atau dibaringkan, Yuuri bisa pingsan. Segera saja ia menggendong Yuuri bridal style. Yesung terkejut merasakan tubuh Yuuri yang sangat ringan, kemudian ia membuka kursi penumpang dan mendudukkan Yuuri disana.

“Kau sakit?”tanya Yesung cemas, meletakkan tangannya di kening Yuuri untuk memeriksa suhu tubuhnya. Demam.

“Apartemen… tidur…”gumam Yuuri lemah. Yuuri memang masih sadar, tapi matanya setengah terpejam dan terlihat tidak fokus ketika memandang Yesung, bulir-bulir keringat bermunculan di keningnya. “To…long… panggilkan taksi…”

Yesung mengernyit. “Aku tidak mungkin membiarkanmu pulang sendiri dalam keadaan begini.”ucapnya cemas. Yesung menutup pintu mobil. Ia mengambil tas Yuuri yang tadi terjatuh lalu membawanya masuk mobil, meletakkannya di kursi belakang, sementara ia duduk di kursi kemudi.

“Dingin…”rintih Yuuri. Yesung melepas jaketnya lalu menyelimutinya ke tubuh Yuuri yang gemetar. Yesung mengusap kening Yuuri yang berkeringat lalu mencium kening yeoja itu.

“Sabar, chagi… kita pulang.”ucap Yesung tanpa sadar mengucapkan panggilan kesayangannya pada Yuuri, lalu menjalankan mobilnnya menuju apartemen Yuuri.

***

Sesampainya di apartemen Yuuri, dengan kesusahan karena sambil menggendong Yuuri, Yesung menekan key code pintu apartemen. Ragu-ragu ia menekan nomor yang sama, dan merasa terkejut sekaligus senang ketika pintu terbuka. Ternyata Yuuri tidak mengganti key code apartemennya yang merupakan tanggal bersejarah untuk mereka.

Setelah menutup pintu apartemen, Yesung langsung pergi ke kamar Yuuri dan membaringkan tubuh yeoja itu di queen size bed-nya, lalu menyelimutinya. Yesung sudah sangat cemas melihat Yuuri yang masih terus merintih. Ia pergi ke dapur untuk mengambil es batu dan mengambil handuk kecil di lemari. Yesung merendam handuk itu di baskom berisi es batu, membuka topi Yuuri untuk mengompres kening yeoja itu.

Yesung mengernyit ketika menyadari rambut Yuuri jadi lebih tipis. Apa Yuuri sedang banyak masalah sekarang? Karena setiap Yuuri mengalami stress, ia akan mengeluh ke Yesung betapa banyak rambutnya yang rontok.

Yesung menaikkan poni Yuuri dan mengompres kening yeoja itu. Entah kenapa Yesung merasa tidak yakin jika demam Yuuri akan turun. Segera saja ia menelpon orang pertama yang ia yakin bisa menolongnya.

“Sunhee-ssi? Eodigaseyo?”tanya Yesung ketika Sunhee mengangkat telponnya. “Baru mau pulang dari rumah sakit?”Ketika mendengar suara Sunhee, Yesung langsung merasa bersalah. Apa yang dipikirkannya sih? Ia meminta yeojachingunya yang sekarang untuk menolong mantan yeojachingunya? Tapi rintihan Yuuri membuat perasaannya tidak tenang.

“Bisakah kau menolongku? Tadi aku menemukan temanku hampir pingsan di parkiran, ia demam tinggi. Sekarang aku ada di apartemennya. Bisa tolong kesini memeriksa keadaannya?”tanya Yesung dengan cemas. Ia merasa lega sekali ketika Sunhee mengiyakan dan segera memberikan alamat apartemen Yuuri pada yeoja itu.

Yesung kembali mengompres kening Yuuri. Kemudian ia menyadari tubuh Yuuri yang basah karena berkeringat. Ia naik ke atas ranjang, sedikit mengangkat tubuh Yuuri untuk membuka jaket yang dipakai yeoja itu. ketika melepaskan jaket Yuuri, ia merasakan getaran di jaket itu dan menemukan ponsel Yuuri yang bergetar di saku jaket.

Ponsel Yuuri terus bergetar dan Yesung membaca nama yang tertera di panggilan masuk.

“Sangwook Oppa?”

Yesung tidak mengenal nama tersebut. Rasa cemburunya bangkit saat mengetahui panggilan ‘oppa’ pada namja yang tidak dikenalnya itu. ia tahu jika ia tidak seharusnya menjawab panggilan itu, tapi sepertinya ada hal yang penting sampai seseorang bernama Sangwook itu terus-menerus menelpon Yuuri.

Yesung menjawab panggilan itu. “Yuuri? Gwenchana? Kenapa baru mengangkat telponku?”

Yesung merasa benar-benar tidak suka mendengar panggilan akrab itu dari namja ini. Ia berdeham. “Ini bukan Yuuri. Tadi aku menemukan Yuuri yang hampir pingsan di parkiran, jadi aku membawanya pulang ke apartemennya.”jelas Yesung.

“Nuguseyo?”

Yesung ragu-ragu memberitahukan siapa dirinya, tapi kemudian bagian yang egois di dirinya ingin menunjukkan pada namja-entah-siapa itu, jika ia pernah menjadi bagian dari kehidupan Yuuri. Lalu ia menjawabnya dengan nada dingin. “Kim Jongwoon.”

Sangwook terdiam cukup lama, membuat Yesung berpikir jika sambungan mereka terputus. Tapi kemudian Sangwook bertanya. “Bagaimana keadaannya sekarang?”

Yesung merasa heran karena Sangwook tidak menanyakan apa hubungannya dengan Yuuri. Berarti namja itu sudah tahu mengenai hubungannya dengan Yuuri. Yesung tidak membiarkan rasa penasarannya bertahan lama ketika mendengar rintihan Yuuri. “Aku sudah mengompresnya, tapi ia masih demam dan terlihat kesakitan.”ucap Yesung memandang cemas Yuuri.

“Apa di kamarnya ada obat?”

Yesung melihat sekelilingnya, kemudian menemukan beberapa botol obat di meja samping tempat tidur. Yesung mengernyit. Kenapa banyak sekali botol obat? “Ada 5 botol obat.”

Kemudian Sangwook menyebutkan nama obat yang harus diminumkan ke Yuuri.

“Chankaman. Kenapa kau bisa tahu obat mana yang harus diminum Yuuri? Memangnya kau siapa?”tanya Yesung curiga.

“Aku temannya, dan aku juga seorang dokter. Obat itu aku yang meresepkannya.”kata Sangwook tenang.

Yesung merasa sangat cemas sekarang. “Yuu sakit apa? kenapa obatnya banyak sekali?”

“Hanya sakit biasa. Tapi karena ia terlalu sering kelelahan, aku memberikan beberapa suplemen untuknya. Obat yang tadi untuk menurunkan panasnya. Sebaiknya kau segera memberikannya.”

Setelah selesai berbicara dengan Sangwook, Yesung memberikan obat yang disebut Sangwook tadi kepada Yuuri. Yesung kebingungan untuk memberikan obat itu ke Yuuri, karena yeoja itu sudah tertidur sambil terus merintih pelan. Akhirnya Yesung membuka mulut Yuuri, meletakkan obat itu di mulut Yuuri. Yesung menopang kepala Yuuri agar sedikit lebih tinggi, kemudian ia meminum air, menempelkan bibirnya ke bibir Yuuri lalu menyalurkan air yang berada di mulutnya ke mulut Yuuri. Refleks Yuuri menelan obatnya.

Kerinduan Yesung membuncah saat merasakan bibir Yuuri. Ia tidak ingin cepat-cepat melepaskan bibir manis Yuuri dan membiarkan bibirnya merasakan manisnya bibir Yuuri, sampai yeoja itu melenguh pelan. Dengan rasa tidak rela Yesung melepaskan bibir Yuuri dan menatap wajah cantik yeoja itu. Yesung tertegun ketika melihat senyuman kecil di bibir Yuuri.

“Jongwoon Oppa…”ucap Yuuri seakan-akan tahu jika Yesung-lah yang menciumnya. Sesaat Yesung pikir Yuuri terbangun, tapi ternyata tidak. Yuuri tetap tersenyum dan bergerak sedikit, terburu-buru Yesung menurunkan kepala Yuuri ke bantal. Yeoja itu menyamankan dirinya di ranjang dan terlelap dengan senyuman.

Yesung merasakan hatinya menghangat melihat reaksi Yuuri itu. Bahkan dalam tidurnya pun Yuuri masih mengingatnya, dan tersenyum saat Yesung menciumnya. Tapi kenapa yeoja ini bersikeras untuk memutuskan hubungan mereka?

“Apa yang harus kulakukan Yuu?”ucap Yesung dengan menggenggam erat tangan Yuuri, kemudian mencium lama punggung tangan Yuuri. “Sebenarnya ada apa denganmu?”ucap Yesung putus asa kemudian kembali mencium tangan Yuuri. Ia memejamkan mata dan merasakan kulit tangan Yuuri yang tidak sehalus dulu itu.

***

Sunhee sampai di pintu apartemen yang alamatnya diberi tahu oleh Yesung. Ia tidak tahu siapa teman Yesung yang akan diperiksanya. Tapi dari nada khawatir namja itu, ia yakin orang yang akan diperiksa olehnya merupakan orang yang sangat penting bagi Yesung.

Sunhee akan mengetuk pintu apartemen itu saat sadar jika pintu apartemen itu terbuka sedikit. Ia memutuskan untuk masuk langsung ke dalam. “Jongwoon-ssi?”panggilnya beberapa kali dengan suara yang diusahakan tidak terlalu besar, takut mengganggu seseorang yang sakit disini, tapi tak ada jawaban. Kemudian ia melihat pintu kamar yang terbuka dan mendekati ruangan itu. Ia tertegun dengan apa yang dilihatnya.

Yesung mencium tangan seorang yeoja yang sedang berbaring di ranjang. Ekspresi Yesung saat itu membuat hati Sunhee serasa teriris. Yesung memejamkan matanya dan wajahnya terlihat penuh cinta dan kerinduan saat mencium tangan yeoja itu.

‘Apa dia yeoja yang waktu itu dibayangkannya saat menciumku?’batin Sunhee miris. Sunhee merasakan hatinya pedih dan memutuskan untuk pergi. Tapi ia tahu yeoja itu butuh pertolongannya sebagai dokter, jadi ia memutuskan untuk sedikit mundur dari tempatnya berada agar tidak terlihat Yesung, lalu memanggil Yesung dengan suara cukup keras.

Yesung yang mendengar suara Sunhee langsung melepaskan ciumannya dari tangan Yuuri dan dengan lembut meletakkan tangan Yuuri di perut yeoja tersebut. “Sunhee-ssi? Kami di kamar.”

Tidak lama kemudian Sunhee masuk kamar Yuuri. “Mianheyo aku langsung masuk. Kau meninggalkan pintu depan terbuka.”

“Jinjja? Aku terlalu panik tadi jadi buru-buru membawanya kesini.”kata Yesung,

Sunhee melirik Yuuri yang tertidur tenang di ranjang. “Sepertinya ia sudah tidak apa-apa.”

“Ne. Tadi ada temannya yang seorang dokter menelpon, dan menyuruhku memberikan obat ini padanya. Sekarang ia sudah tidak sepanas tadi dan tidurnya lebih tenang.”kata Yesung lalu menunjukkan botol obat milik Yuuri pada Sunhee.

Sunhee mengernyit melihat obat itu. Obat ini kan obat untuk pasien kanker. Sunhee melirik Yuuri dan memperhatikan fisik yeoja itu.

“Kau tahu dia sakit apa?”tanya Sunhee pelan. “Obatnya banyak sekali.”

“Dokter itu bilang hanya sakit biasa, dan obat-obatan yang lain itu adalah suplemen kesehatan.”jelas Yesung, kemudian menghela napas. “Yuuri memang sering sakit, walaupun sakit-sakit yang ringan. Tapi ia selalu berhasil membuatku cemas setengah mati.”Kata-kata terakhir diucapkannya dengan sangat pelan, walaupun begitu Sunhee dapat mendengarnya.

Hati Sunhee semakin sakit saat menyadari sedikit demi sedikit hubungan Yesung dengan yeoja yang bernama Yuuri itu dan masalah penyakitnya.

Yeoja itu kemungkinan besar di masa lalu mempunyai hubungan spesial dengan Yesung, dan Yesung sama sekali tidak tahu penyakit yeoja ini. Karena yeoja ini sepertinya berusaha menutup-nutupi keadaannya dari Yesung. Bahkan dokter itu berbohong juga pada Yesung.

“Bisa kau mengecek keadaannya? Apa obat itu memang benar-benar bekerja?”tanya Yesung cemas. Sunhee mengangguk kecil lalu memeriksa keadaan Yuuri. Ia memeriksa Yuuri dengan stetoskop, lalu mengecek tensi darah dan suhu tubuh yeoja itu.

“Obatnya bekerja. Sekarang biarkan ia beristirahat lalu berikan lagi obat ini saat ia terbangun nanti.”kata Sunhee kemudian merasa cemas dengan jawaban dari pertanyaan yang akan ia ajukan. “Apa kau akan menemaninya disini?”

“Ne. ia tinggal sendiri dan tidak ada keluarga disini yang bisa mengurusnya.”jawab Yesung. “Bolehkan?”tanya Yesung lagi karena merasa tidak enak dengan Sunhee.

Sunhee berusaha menampilkan senyum tulusnya. “Kau tidak perlu meminta izin padaku. Lagipula temanmu sedang sakit.”

Yesung tersenyum kecil. “Gomawo.”

Sunhee tersenyum, walaupun dalam hati ia merasa sedih sekali. Yeoja ini masih menempati posisi yang sangat penting di dalam hati Yesung. Apa haknya untuk melarang namja itu?

“Jadi Yuuri sakit apa?”tanya Yesung setelah mereka terdiam lama.

“Ah… itu…”Sunhee terlihat ragu. Jika Yesung tidak tahu dan dokter yang menelpon barusan berbohong pada namja itu, berarti mereka memang tidak ingin Yesung tahu kan? Jadi walaupun Sunhee merasa tidak enak berbohong pada Yesung, ia juga tidak mungkin mencampuri urusan mereka.

“…hanya kelelahan. Antibodinya sedang lemah jadi ia terserang demam. Tapi jika kau memberikannya obat yang sama besok pagi, ia akan baik-baik saja…” untuk sementara. Tambahnya miris dalam hati.

Yesung mengangguk-angguk mengerti.

“Kalau begitu aku pulang dulu, Jongwoon-ssi.”kata Sunhee. “Ah kau tidak usah mengantarku ke pintu. Kau disini saja menemaninya, lagipula pintu akan terkunci sendiri saat aku menutupnya kan?”kata Sunhee saat melihat Yesung mengikutinya sampai keluar pintu kamar.

“Ne. sekali lagi gomawo, Sunhee-ssi.”ucap Yesung tulus.

Sunhee memaksakan seulas senyum terukir di bibirnya. “Cheonmaneyo. Aku pulang dulu.”

Sunhee merasa dirinya sudah kalah bahkan sebelum memulai peperangan.

***

Yuuri merasa tidurnya sangat nyenyak semalam. Awalnya tubuhnya memang terasa sangat sakit, kemudian sakit itu perlahan menghilang dan ia merasakan sentuhan yang membuatnya sangat nyaman. Sentuhan yang memberikan ketenangan dan kenyamanan, sentuhan yang begitu ia rindukan.

Yuuri membuka matanya perlahan dan merasakan hangat tubuh seseorang yang sangat ia kenal di sisi sebelah kanannya. Lengan Yesung memeluk pinggangnya, sementara kepalanya ia sandarkan di sisi kepala Yuuri. Napas Yuuri tertahan sejenak karena terkejut. Bagaimana mungkin Yesung ada disini? Apa yang terjadi kemarin?

Walaupun ia sangat menginginkan pelukan Yesung lebih lama lagi, tapi Yuuri tahu ini sesuatu yang salah. Ia tidak boleh bergantung lagi pada namja itu. Dengan perlahan ia melepaskan pelukan Yesung di pinggangnya dan menjauhkan dirinya dari tubuh namja itu.

Pergerakan Yuuri membuat Yesung terbangun. Ia menggeliat kecil lalu membuka matanya dan melihat Yuuri yang kini sudah duduk sedikit menjauh darinya. “Eoh kau sudah bangun.”ucap Yesung lalu ikut duduk. Ia menguap kecil.

“Kenapa… kau ada disini?”tanya Yuuri ragu tanpa memandang Yesung.

Yesung menghela napas. “Kemarin aku menemukanmu hampir pingsan di depan mobilmu di basement parkir, kau demam. Jadi aku mengantarmu pulang.”

Yuuri hanya diam. Ia bertanya-tanya dengan cemas di dalam hati. Apa Yesung tahu ia sakit? Tapi dilihat dari reaksinya yang biasa-biasa saja, namja itu tidak mungkin tahu kan?

“Kau lapar? Aku akan membuatkanmu bubur setelah itu kau harus minum obatmu.”kata Yesung lalu beranjak dari ranjang.

“Obat?”

“Ah ne. Kemarin ada temanmu yang bernama ‘Sangwook Oppa’ menelpon. Katanya kau sakit lagi dan ia menyuruhku memberikanmu obat yang kau letakkan di meja nakas.”jelas Yesung. Ia menekankan kata ‘Sangwook Oppa’ dengan nada tidak suka.

Kali ini Yuuri memandang Yesung yang sudah berdiri di sisinya. Ia bisa melihat kecemburuan di mata sipit Yesung.

“Nugu?”

“Huh?”

“Apa hubunganmu dengan namja itu?”tanya Yesung tanpa repot-repot menghilangkan nada posesif di suaranya.

“Chingu.”ucap Yuuri pelan.

“Kenapa aku tidak pernah tahu tentangnya?”tanya Yesung lagi, kali ini nada suaranya terdengar sangat menuntut dan Yuuri tidak suka hal itu. Mereka bukan siapa-siapa sekarang, dan Yesung tidak berhak bertanya apapun lagi tentang dirinya.

“Kau tidak tahu semua hal tentang diriku, Yesung-ssi.”ucap Yuuri dengan memandang tajam Yesung.

Yesung merasakan amarahnya memuncak, dan sebelum sempat berpikir untuk menahannya, ia meledak marah. “Ne! aku memang tidak tahu apa-apa lagi tentang dirimu! Bahkan sekarang ini aku tidak yakin jika semua yang terjadi di antara kita adalah benar perasaanmu yang sesungguhnya! Kau memaksa untuk meninggalkanku lalu dengan santainya menyapaku di saat kita bertemu seakan-akan tidak terjadi apa-apa?! Kau pikir semuanya akan baik-baik saja bagiku jika kau terus melakukan itu?! apa kau ingin menyiksaku?!”teriak Yesung marah, mengeluarkan unek-uneknya.

Yuuri merasakan airmatanya mulai tergenang di pelupuk matanya. Ia menundukkan wajahnya, tidak berani menatap Yesung karena takut jika namja itu dapat membaca hatinya yang rapuh saat ini.

“Jika kau memutuskan untuk pergi dari kehidupanku, seharusnya kau melakukannya sekaligus! Jangan pernah muncul di hadapanku lagi dan menyiksa perasaanku!”teriak Yesung final sebelum pergi meninggalkan apartemen Yuuri.

Setelah bantingan pintu depan apartemennya, suasana apartemen itu terdengar sangat hening. Airmata Yuuri kini mengalir bebas setelah tadi mati-matian ditahannya.

“Kajima…”ucap Yuuri lirih, lalu tersedu-sedu. “Kajima… Jongwoon Oppa… aku membutuhkanmu… kajima….”

Kenapa kalimat itu tidak bisa diucapkannya langsung di hadapan Yesung? Kenapa hidupnya harus semenyedihkan ini setelah berpisah dengan namja itu?

***

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Tiga jam setelah itu, Yesung baru bisa meredakan amarahnya dan merasa menyesal sudah meledak seperti itu. Padahal Yuuri sedang sakit, dan karena kemarahan Yesung tadi ia sampai lupa untuk membuatkan Yuuri bubur. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa yeoja itu bisa membuat sarapan sendiri?

Yesung berusaha meringankan perasaannya dengan mengatakan berulang-ulang di dalam hati jika keadaan Yuuri sudah tidak apa-apa. Tapi ternyata ia sama sekali tidak bisa tenang. Langsung saja Yesung mengambil kunci mobilnya di meja nakas kamarnya dan berlari keluar. Ia harus segera mengecek keadaan Yuuri.

Sesampainya di apartemen Yuuri, Yesung tidak memperdulikan bel. Ia langsung saja menekan key code pintu yang sangat dikenalnya dan masuk ke apartemen Yuuri.

“Yuu?”panggilnya ragu dan pelan, tapi tidak ada jawaban. Dengan ragu-ragu ia membuka pintu kamar Yuuri dan mendapatkan ruangan itu kosong.

“Yuuri?”panggil Yesung sekali lagi. apa yeoja itu ada di kamar mandi? Kemudian Yesung menyadari jika ranjang Yuuri terlihat rapi. Yeoja itu tidak pernah merapikan ranjangnya jika ia tidak akan pergi lama. Kesadaran itu membuat wajah Yesung memucat. Langsung saja ia membuka lemari Yuuri dan menemukan lemari itu hampir kosong, hanya tersisa beberapa pakaian dan sepatu heels yang sekarang ini tidak pernah ia lihat dipakai Yuuri. Yesung bahkan tidak menemukan koper merah besar milik Yuuri.

Yesung jatuh terduduk dan mulai kalut. Ia tidak menyangka jika kata-kata yang diucapkannya saat marah tadi akan berakibat seburuk ini. Yuuri pergi, bahkan dengan keadaan lemah seperti itu ia memutuskan untuk memenuhi permintaan yang dilontarkan Yesung dalam keadaan marah.

“Mianhe, Yuu… aku tidak bermaksud mengatakannya… kau dimana sekarang…?”ucap Yesung lirih tanpa bisa menahan airmatanya.

~TBC~

lagi semangat ngetik ni FF, tapi entah kenapa selalu ngerasa feel-nya kurang dapet deh. jadinya ngetik ulang terus dan lama update juga ujung-ujungnya =____=”

Mianhe ya yeoreobeuunnn~

how do you think about this story?^^

Iklan

6 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love 4/?

  1. Astaga, jngan sampe yuu pergi lagi kan kasian yesung oppa. Tapi kalo sampe yesung oppa tau sakit yuu pasti dy ga bakalan ngelepasin yuu lagi. Tpi emang ya kalo org yg kanker kulitnya jadi item ? Aku kira yuu kena tb bukannya yg tb juga kulitnya jdi menghitam ? Knapa sih pada engga jujur ma yesung oppa ? Tpi yuu masih mungkin buat sembuh kan ? Ahhh tiba” kangen liat yesung oppa.. 😦 semanget nerusin ff nya ya eonnie, ayo ramein lagi pagenya Fightiiiiiing

    1. kakak iparku skrg jg lg kemoterapi, emg efeknya gtu. soalnya obat kemo itu bkn hanya nyerang sel-sel kanker, tp sel sehat jg. mknya rambut jd rontok, antibodi jd lemah trus kalo terpapar sinar matahari dikit aja kulit jd cepet gosong.
      sbnrnya sih bkn cerita ini trinspirasi dr keadaan kk iparku sih. agak ngenes emg jdnya ==”

  2. Sedihnya…:-(
    Gmn kelanjutannya????
    yuuri pergi kmn? konflikny udah kaya drama2 nih..
    Semoga akhirny happy end ni jong woon-yuuri 🙂
    G sabar bc lanjutanx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s