[After Story of FON] Everlasting Love5/?

sungri2

Tittle               :Everlasting Love5/?

Main cast: Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   :Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre              : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Prev                : 1     2   3   4

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///<*plaak*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

Yuuri cemberut melihat baju yang baru saja dipakainya. “Mm… chogiyo… Bolehkah aku memakai pakaianku sendiri?”tanya Yuuri pada perawat yang sedang memeriksa selang infusnya.

Perawat itu tersenyum kecil. “Akan lebih mudah jika Anda memakai baju pasien, Yuuri-ssi. Jika Anda memakai pakaian sendiri, rumah sakit tidak berkewajiban untuk mencucinya.”

Yuuri menghela napas. “Tahu begini aku tidak perlu susah-susah bawa koper kesini.”gerutu Yuuri.

“Kau kira ini hotel?”ucap sebuah suara yang dikenalnya. Yuuri menoleh ke arah suara itu dan melihat Sangwook yang masuk dengan membawa buket bunga lily segar.

“Eoh oppa?”

Perawat langsung permisi keluar kamar setelah tugasnya selesai.

“Bunga Yuuri untuk si cantik Yuuri.”kata Sangwook lalu memberikan bunga itu pada Yuuri. Yuuri menerimanya dengan senyuman lebar lalu menghirup aroma segar bunga itu.

“Gomawo, Oppa.”ucapnya gembira. Perasaannya sudah sedikit lebih baik saat ini. Dirawat di rumah sakit ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan. Ia tidak perlu membeli makanan atau memasak sendiri disini walaupun menunya memang tak enak. Tapi memang selama sakit ini semua makanan tidak ada yang terasa enak di lidah Yuuri. Ia makan hanya untuk kebutuhan saja, tidak ada kepuasan lidah lagi. Selain itu ia tidak perlu membuat reminder di ponselnya untuk jadwal meminum obat, karena perawat disini akan selalu memastikan ia meminum obat sesuai waktunya. Ia juga tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit untuk check-up. Hanya saja ada hal yang tidak menyenangkannya. Rumah sakit terlalu membosankan untuknya.

“Kau bosan?”tanya Sangwook seolah-olah mengerti apa yang dipikirkannya.

Yuuri menghela napas “Ne. apa aku tidak bisa keluar rumah sakit sebentar?”tanyanya penuh harap.

“Tidak bisa, Yuuri-ya. Kau sudah melanggar janjimu untuk beristirahat cukup jika aku membolehkanmu tetap tinggal di apartemen. Tapi nyatanya kau malah bekerja seharian penuh sampai kau kecapekan. Walaupun hanya dua kali seminggu tapi tetap saja itu membuat tubuhmu kelelahan.”

Yuuri cemberut mendengar penolakan itu. “Aku hanya ingin menikmati sisa waktuku untuk hal-hal yang kusenangi.”ucapnya lirih.

Sangwook duduk di sisi tempat tidur dan memegang bahu Yuuri, membuat yeoja itu memandangnya. “Aku yakin kau bisa sembuh dengan kemo, jadi sebaiknya kau menuruti perkataanku dan tetap optimis.”ucap Sangwook dengan tersenyum, berusaha meyakinkan Yuuri.

Yuuri tersenyum kecil. “Ne. aku akan berusaha bertahan mendengar kata-kata cerewetmu, Oppa.”

“Ish! Kau ini!”ucap Sangwook lalu menjitak kepala Yuuri pelan.

“Ya Oppa! Kenapa kau menjitak pasien?!”omel Yuuri dan menyingkirkan tangan Sangwook.

“Kau itu pasien yang menyusahkan. Makanya aku gemas ingin menjitakmu.”kata Sangwook dengan tertawa.

“Mana ada pasien yang tidak menyusahkan dokternya.”gerutu Yuuri.

Sangwook berhenti tertawa dan tersenyum menatap yeoja itu. “Nanti akan ada dokter baru yang akan menanganimu.”

“Huh? Wae? Oppa tidak jadi dokterku lagi?”

“Aku dokter kepala disini, kewajibanku banyak. Jadi lebih baik kau dirawat oleh dokter lain yang waktunya lebih senggang dariku. Kau tenang saja, ia dokter muda yang hebat, dan yang lebih penting lagi… ia adalah seorang yeoja.”

“Yeoja?”

“Ne. Ia bisa jadi temanmu juga. Umurnya tidak terlalu berbeda jauh denganmu.”

Yuuri mengangguk kecil. “Eh Oppa, memangnya tidak ada dokter namja yang masih muda terus tampan? Lumayan kan buat cuci mata.”ucap Yuuri iseng dengan memasang senyum genitnya.

Sangwook tersenyum. “Lalu bagaimana dengan Kim Jongwoon itu?”

Yuuri terkejut. “Ba… bagaimana Oppa tahu?”

“Mana mungkin aku tidak tahu jika kau sering mengigaukan namanya ketika tidur.”

Wajah Yuuri memerah malu. “Jeongmal? Aku sering mengigaukan namanya?”

“Ne. jadi… bagaimana hubunganmu dengannya? Kemarin malam ia terdengar cemas sekali ketika aku menelponmu.”

Yuuri menatap keluar jendela, wajahnya terlihat sangat murung. “Kami sudah tidak ada hubungan apapun lagi.”

“Karena penyakitmu?”

Yuuri mengangguk kecil. “Salah satunya karena itu.”

“Tapi ia tidak tahu kau sakit.”

Yuuri mengangguk lagi. Sangwook menghela napas. “Dengar Yuu. Kau masih bisa sembuh. Jangan karena penyakit ini kau jadi menjauhkan dirimu dari orang-orang yang mencintaimu. Aku yakin jika ia benar-benar mencintaimu, ia akan setia mendampingimu melawan penyakit ini.”

“Aku juga yakin akan hal itu. Tapi… lebih baik aku menderita sendirian daripada aku harus melihatnya sedih karena diriku, Oppa…”ucap Yuuri dengan airmata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. “Butuh waktu bertahun-tahun agar aku bisa benar-benar sembuh. Aku tidak ingin menyusahkannya karena harus mengurusku. Ia bisa mendapatkan yeoja lain yang lebih sempurna dibanding diriku, dan… membangun keluarga yang diimpikannya bersama yeoja itu. Aku yakin ia sudah mendapatkan seseorang seperti itu sekarang…”

Yuuri tidak bisa menahan tangisannya lagi dan mulai menangis tersedu-sedu. Kemudian Sangwook merengkuhnya dalam pelukannya, mengelus-elus punggung Yuuri berusaha menenangkan yeoja itu.

***

“Waeguraeyo? Ada yang sedang kau pikirkan?”

Yesung mengangkat wajahnya dari makanan yang sedari tadi hanya diaduk-aduknya, lalu menatap Sunhee, memberinya senyuman kecil. “Anhiyo.”

Sunhee tentu saja tidak mempercayai ucapan Yesung. Sudah hampir sejam ini mereka makan siang disini, dan Yesung hanya berbicara sedikit sekali. Ia sama sekali tidak berusaha membuka percakapan dan hanya menjawab apa yang dikatakan Sunhee.

Apa Yesung sedang memikirkan Yuuri? Sunhee memutuskan untuk menanyakannya.

“Keadaan temanmu bagaimana?”tanya Sunhee.

Yesung mengernyit. “Nugu?”

“Temanmu yang waktu itu sakit dan harus kuperiksa.”jawab Sunhee dengan memperhatikan seksama ekspresi Yesung. Benar saja, wajah Yesung langsung berubah makin keruh.

“Mollayo.”jawab Yesung muram.

“Kenapa tidak tahu? Bukankah kau menginap di apartemennya sampai pagi? Apa kau menitipkannya kepada orang lain?”

“Aku langsung pulang saat ia bangun esok paginya.”

“Kau sudah memastikan ia minum obat?”

“Aku sudah mengatakan hal itu padanya lalu pulang. Kurasa ia sudah cukup mampu untuk makan sarapannya sendiri dan meminum obatnya.”kata Yesung dengan nada kesal yang sulit untuk disembunyikannya. “Ia selalu merasa bisa melakukan segalanya sendiri. Terkadang aku tidak suka sifatnya yang satu itu.”ucap Yesung pelan seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Sunhee memandang sedih Yesung. Walaupun mereka baru kenal sebentar, Sunhee sudah merasa ia mulai menyukai Yesung.Tapi jika Yesung terus-menerus memikirkan yeoja lain, apa Sunhee bisa memasuki hati Yesung?

“Aku tahu hubungan kalian bukan sekedar teman.”ucap Sunhee pelan.

“Ne?”ucap Yesung terkejut.

Sunhee menatap Yesung, lalu tersenyum kecil. “Nama kecilnya Yuu kan?”

“Bagaimana kau tahu?”tanya Yesung bingung. Seingatnya ia tidak menyebut panggilan ‘Yuu’ Sunhee saat yeoja itu memeriksa Yuuri.

Sunhee tersenyum miris. “Jadi benar ya…”gumamnya lirih.

Yesung mulai merasa tidak enak melihat ekspresi Sunhee. “Kau tahu darimana?”

“Waktu di bar kau menciumku, kau menyebut namanya. ‘Yuu’ kau memanggilnya seperti itu. Ia pasti punya hubungan yang spesial denganmu. Jika tidak, mana mungkin kau terlihat begitu cemas saat ia sakit.”

Yesung mengusap wajahnya frustasi. “Mianhe. Seharusnya aku mengatakannya padamu.”ucap Yesung menyesal. “Jika kau sudah tahu, kenapa kau membolehkanku menginap di tempatnya?”

Sunhee menghela napas. “Sebelum menjalin hubungan denganmu, aku sudah lebih dulu menjadi dokter. Prioritasku adalah pasien. Makanya aku membiarkanmu menemaninya saat itu. Lagipula… hubungan kita belum benar-benar seserius itu sampai aku bisa melarangmu melakukan hal-hal yang kau inginkan.”

Yesung mengambil tangan Sunhee yang berada di atas meja lalu menggenggamnya. “Aku serius denganmu.”ucap Yesung tulus.

“Arrayo.”ucap Sunhee tersenyum. “Tapi akan sulit jika kau masih memikirkan orang lain.”

“Kau tidak bermaksud untuk putus denganku kan?”tanya Yesung cemas.

“Anhiyo!”bantah Sunhee cepat-cepat. Ia tahu akan sulit untuk menaklukan hati Yesung, tapi setidaknya ia harus mencoba dulu kan? “Aku hanya ingin bilang kalau kita tidak perlu terburu-buru. Kita akan menjalani hubungan ini senyaman mungkin untuk kita.”

Yesung menghela napas lega.

“Lagipula tidak mudah kan untuk menghapus perasaanmu darinya? Makanya boleh kan aku mengetahui seperti apa dia?”

Yesung mengernyit. “Untuk apa?”

“Aku hanya ingin tahu apa yang membuatmu benar-benar menyukainya. Agar aku bisa belajar memasuki hatimu dan menggeser posisinya disana…”ucap Sunhee dengan wajah memerah malu. Ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Yesung, walaupun tidak secara langsung, dan itu sungguh membuatnya malu. Karena selama mereka berhubungan, Sunhee belum pernah menunjukkan bagaimana perasaannya pada Yesung.

Yesung pun menyadari hal itu, dan dia tersenyum. “Kenapa wajahmu memerah begitu? Apa kau benar-benar menyukaiku?”goda Yesung.

“Ja… jangan terlalu pede ya!”

Yesung tertawa melihat wajah Sunhee yang semakin memerah. Mereka saling bercanda-canda, dan itu yang membuat Yesung menyukai Sunhee. Sifatnya yang pengertian dan selalu bisa menghiburnya.

“Gomawo, karena sudah mau mengerti.”ucap Yesung lembut.

Sunhee balas tersenyum. Ia berharap hubungan mereka akan baik-baik saja. Selama Yesung tidak tahu keadaan Yuuri yang sebenarnya, hubungannya dengan Yesung pasti akan baik-baik saja.

***

“Ne, sunbae. Mianhe, aku tidak bisa bekerja lagi. aku ada urusan pribadi yang harus segera diselesaikan. Ne, urusan keluarga. Mianheyo sunbae… karena ternyata mendadak begini. Gomawoyo, sunbae.”

Yuuri menghela napas sedih setelah memutuskan percakapannya dengan Ji Seok. Ia sudah tidak bisa kemana-mana lagi sekarang karena Sangwook melarangnya. Lagipula intensitas kemoterapinya sekarang jadi lebih sering. Biasanya hanya sebulan sekali, sekarang jadi harus dua minggu sekali karena ternyata efeknya kurang begitu berpengaruh jika dilakukan sebulan sekali.

Besok ia akan menjalani kemoterapi lagi, dan hari ini ia akan bertemu dengan dokter baru yang akan menanganinya. Sangwook bilang ia akan lebih merasa nyaman dengan dokter wanita yang mungkin bisa menjadi temannya. Tapi Yuuri tidak yakin. Semua hal yang berada di rumah sakit sudah sangat membuatnya tidak nyaman.

Yuuri mengarahkan kameranya keluar jendela kamarnya dan memotret daun-daun yang berguguran. Pemandangan yang sama selama beberapa hari ia berada disini. Jika beruntung ia bisa memotret burung yang bertengger di dahan pohon. Ia ingin sekali berjalan-jalan keluar, tapi tubuhnya lemas. Jadi hiburannya hanya membaca buku, nonton televisi atau memotret objek yang sama setiap hari. Semua itu begitu membosankan untuk Yuuri yang selalu senang beraktivitas di luar ruangan.

Yuuri melihat-lihat hasil potretannya di display kamera ketika suara ketukan pintu mengejutkannya. “Ne, masuk.”jawabnya sambil tetap memusatkan perhatiannya pada kameranya.

“Annyeonghasseyo, Jung Yuuri-ssi. Aku dokter baru yang akan menanganimu.”

“Ne?”Yuuri mengangkat wajahnya dan memandang dokter barunya. Yuuri mengernyit, ia sepertinya pernah melihat wajah dokter itu. Tapi ia tidak bisa mengingatnya. Cantik sekali, pikir Yuuri. “Annyeonghasseyo, Uisa-nim.”ucap Yuuri tersenyum.

Dokter itu tersenyum. “Namaku Lee Sunhee. Tidak usah memanggilku dokter, kau bisa memanggilku Sunhee saja. Atau mungkin Eonnie, karena umurku lebih tua setahun darimu.”

“Jinjjayo? Umurmu baru 29 tahun tapi sudah jadi spesialis onkologi? Wow! Daebak!”ucap Yuuri kagum, membuat Sunhee tertawa.

“Kurasa kita punya prestasi di bidang masing-masing. Aku tahu jika Yuuri-ssi adalah salah satu jurnalis yang berbakat di KBS TV. Acara diskusi politik yang kau bawakan selalu menarik.”

Yuuri tersenyum sedih. “Gomapseumnida. Tapi itu dua tahun lalu…”

Sunhee menyadari jika ia sudah menyinggung topik sensitif bagi Yuuri, dan ia jadi merasa bersalah.

“Kau suka memotret?”tanya Sunhee mengalihkan pembicaraan ketika menyadari kamera profesional yang dipegang Yuuri.

“Ne. Ini salah satu hobiku. Sebenarnya aku ingin sekali jalan-jalan ke taman rumah sakit untuk memotret, tapi tubuhku masih lemas.”ucap Yuuri dengan cemberut.

“Bisakah kau berbaring agar aku bisa mengecek tubuhmu?”

Yuuri meletakkan kameranya di meja lalu berbaring di ranjangnya. Sunhee mulai memeriksa dadanya dengan stetoskop, kemudian denyut nadinya. “Aku sudah menjadwalkan waktu kemoterapi besok jam tiga sore. Tidak apa-apa kan?”

“Hmm… apa paginya aku bisa berjalan-jalan dulu di taman?”

Sunhee tersenyum. “Jika masih terasa lemas kau bisa keluar dengan menggunakan kursi roda.”

“Gomawoyo, Sunhee-ssi.”Yuuri tersenyum. “Ah ya, sepertinya aku pernah melihatmu. Tapi dimana ya?”

Sunhee langsung gugup mendengar pertanyaan itu. Sebenarnya sejak awal ia masuk ke ruangan ini dan mengenali siapa Yuuri, ia berharap Yuuri tidak mengetahui hubungannya dengan Yesung. Walaupun Sunhee yakin Yuuri pasti tidak tahu jika Sunhee mengetahui hubungan yeoja itu dengan Yesung.

“Kau pasti pernah melihatnya di tivi atau internet.”kata perawat yang baru saja masuk, wajahnya tersenyum lebar. “Sunhee Uisa adalah yeojachingu Yesung Super Junior!”

Sunhee memperhatikan seksama ekspresi Yuuri, khawatir dengan reaksi yeoja itu. Awalnya Yuuri terlihat terkejut, kemudian ia tersenyum. Dan kali ini Sunhee yang terkejut melihat senyuman itu. “Kalian terlihat serasi.”Senyum Yuuri terlihat tulus, tanpa dipaksakan.

“Jinjjayo?”tanya Sunhee tidak percaya dengan reaksi Yuuri.

Yuuri mengangguk. “Sunhee-ssi cantik, seorang dokter, dan walaupun baru pertama kali bertemu aku merasa kau orang yang baik, bukan hanya sekedar dokter yang baik. Dan yang paling penting: sehat. Ia sangat beruntung kan mendapatkan yeoja sesempurna dirimu.”ucap Yuuri tersenyum, walaupun Sunhee bisa menangkap nada sedih ketika Yuuri mengatakan sehat.

Sunhee menggenggam erat tangan Yuuri. “Kau harus yakin jika kau bisa sembuh.”

“Berapa lama?”tanya Yuuri sedih.

“Memang mungkin akan butuh waktu lama, tapi kau pasti bisa sembuh.”

“Gomawoyo.”Yuuri tersenyum lagi. “Kau memang pantas untuknya.”bisik Yuuri dengan nada lega, seolah-olah mengatakan pada dirinya sendiri.

Mata Yuuri terpejam perlahan, kemudian ia tertidur karena rasa lemas dan lelah yang ia rasakan saat memikirkan banyak hal. Sunhee bisa melihat napasnya yang naik turun teratur.

“Apa tidak ada yang menjaganya?”tanya Sunhee kepada perawat.

“Eopseoyo. Sepertinya ia merahasiakan penyakitnya pada keluarganya.”jawab perawat itu muram. “Seharusnya ia tidak melakukan itu. Akan sulit menghadapi penyakit ini sendirian.”

“Lalu bagaimana dengan walinya?”

“Walinya Sangwook Uisa. Kudengar mereka berteman sejak kecil.”

Sunhee mengamati Yuuri baik-baik. Bahkan dalam keadaan fisik yang sakit seperti ini ia masih bisa melihat kecantikan Yuuri. Dan dari percakapan mereka tadi, Sunhee tahu jika Yuuri sangat mencintai Yesung. Yuuri bahkan tersenyum ketika mengetahui dirinyaadalah yeojachingu Yesung yang sekarang. Ia bahkan terlihat sangat lega mengetahui jika Sunhee-lah yang bersama Yesung sekarang.Seolah-olah Yesung lah yang terpenting di atas segalanya.

Sunhee bisa melihat rasa cinta Yuuri yang besar untuk Yesung.

Apa Sunhee bisa bersaing dengan yeoja yang mempunyai rasa cinta sebesar itu?

***

Yuuri terbangun sejam kemudian karena mual. Ia duduk perlahan dan mengambil gelas yang berisi air putih di meja nakas lalu meminumnya. Obat-obatan yang dikonsumsinya selalu membuatnya merasa mual. Yuuri berusaha menahan rasa mualnya dan kembali berbaring. Tiba-tiba ponselnya berdering, dan Yuuri tersenyum melihat nama yang tertera di display ponselnya.

“Ne, Seohyun-ah?”sapanya setelah menjawab panggilan itu.

“Eonnie eodiga?”

“Wae? Kau kangen diriku ya?”Yuuri tidak menjawab pertanyaan Seohyun dan malah balik bertanya.

“Ne. jinjja bogoshipda, Eonnie! Kyu dan Hyuna juga menanyakan Imo-nya terus.”

Yuuri tersenyum lembut mengingat kedua anak pasangan Cho itu. “Aku juga merindukan kalian. Nanti jika aku punya waktu aku janji akan mengunjungi kalian.”

Seohyun ber-hmm, kemudian mereka sama-sama terdiam. “Eonnie…”Seohyun merasa ragu, apa ia harus mengatakan pada Yuuri jika Yesung sedang mencari yeoja itu. “…sedang dimana?”

Yuuri bisa merasakan keraguan Seohyun, ia punya feeling jika Yesung pasti sedang mencarinya sekarang.

Yuuri menghela napas.“Jika dia mencariku, kau bilang saja tidak tahu.”

Kalimat ini adalah isyarat jika tidak apa-apa bagi Seohyun untuk membahas masalah ini. “Kenapa Eonnie harus selalu menghindarinya? Semuanya tidak akan selesai jika Eonnie terus menghindar.”

“Aku sudah berusaha menyelesaikannya baik-baik. Tapi ia tetap tidak mau mengerti keputusanku. Lagipula… dia sudah punya orang lain sekarang.”ucap Yuuri muram.

“Eonnie tahu?”

Yuuri tertawa, tapi terdengar seperti tawa yang menyedihkan bagi Seohyun. “Beritanya ada dimana-mana Seohyunnie…”

“Tapi kan… bisa saja mereka tidak cocok. Bisa saja yeoja itu bukan yeoja yang baik. Bisa saja…”

“Lee Sunhee adalah yeoja yang baik, Seohyun-ah…”ucap Yuuri sedih. Ia mengingat betapa sempurnanya Sunhee, dan itu membuatnya iri sampai hatinya terasa sakit.Tapi Yuuri sadar ia tidak boleh merasakan hal itu. Perasaan itu hanya akan membuat segalanya lebih sulit, dan Yuuri tidak mau hal itu terjadi. “Aku harap mereka bahagia…”

Rasanya Seohyun ingin menangis mendengar nada sedih Yuuri. Ia seperti bisa merasakan rasa sakit di hati Yuuri.

“Benarkah tidak apa-apa?”tanya Seohyun pelan.

“Aku sudah melepaskannya sejak dua tahun lalu. Aku yakin seiring berjalannya waktu kami akan baik-baik saja.”

Itu harapan Yuuri. Tapi Seohyun tahu akan butuh waktu yang lama untuk mereka berdua merasa ‘baik-baik saja’.

***

Yunho benar-benar merasa cemas sekarang. Tadi siang ia bertemu dengan Yesung di kantor agency mereka, dan Yesung mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan seputar Yuuri. Yesung terlihat sangat kacau, sama seperti dua tahun lalu ketika Yuuri tiba-tiba pergi jauh. Padahal sekarang hubungan kedua orang itu sudah selesai. Entah apa lagi yang terjadi pada mereka.

Yunho baru saja akan masuk ke kamarnya dan langsung ingin tidur ketika Changmin menyetopnya tiba-tiba.

“Hyung, Jiseok hyung ingin berbicara denganmu.”kata Changmin yang langsung menyodorkan ponselnya pada Yunho. Yunho mengangkat alis, bingung. Ia tidak pernah mengenal Jiseok secara pribadi, walaupun Jiseok adalah teman Changmin, jadi untuk apa namja itu menelponnya?

“Ia mau menanyakan sesuatu tentang Yuuri.”jelas Changmin. Tanpa banyak tanya lagi Yunho mengambil ponsel Changmin. “Nanti antarkan ponselku ke kamar ya.”

Yunho mengangguk lalu menyapa penelponnya. “Ne, Jiseok-ssi. Ada apa?”

“Apa kau tahu Yuuri sedang sakit?”tanya Jiseok tanpa basa-basi.

“Sakit? Terakhir kali aku melihatnya mungkin sekitar dua bulan yang lalu, dan selebihnya aku hanya menelponnya. Apa kau bertemu dengannya? Dia sakit?”tanya Yunho cemas.

“Sudah dua minggu kemarin ini Yuuri kembali bekerja disini. Tapi kemarin ia menelponku dan bilang ingin berhenti karena urusan keluarga. Ia tidak menjelaskan apapun lagi setelah itu.”

“Setahuku keluarga kami tidak ada masalah apapun.”jawab Yunho bingung.

Jiseok menghela napas. “Aku tahu Yuuri berbohong, Yunho-ssi. Ia sudah kelihatan sakit kemarin. Dan… apakah kau memperhatikan fisiknya yang berubah drastis?”

Yunho mengernyit. “Yuuri baru pulang dari Afrika.”

“Tapi dengan sekian banyak kosmetik kecantikan di Korea kenapa kulit Yuuri tetap lebih gelap? Dan ia jauh lebih kurus dan pucat. Aku khawatir ia terkena…”

“Terkena apa?”tanya Yunho waspada.

“Salah satu rekan kerjaku bilang Yuuri seperti pasien kemoterapi kanker.”ucap Jiseok khawatir.

Wajah Yunho memucat mendengar penjelasan Jiseok. Apa itu penyebab tingkah aneh Yuuri selama ini? Pergi menjauh dari semuanya, dan fisiknya yang berubah total. Jika dipikirkan lagi, hal itu mungkin saja. Yuuri tidak pernah memberitahu siapapun jika ia sakit. Ia tidak suka jika orang lain cemas karena dirinya.

“Aku sudah mengecek nama Yuuri di rumah sakit-rumah sakit yang berada di Seoul, dan aku menemukan nama Jung Yuuri di Seoul Hospital.”

“Kau yakin?”

“Ne. itu namanya. Tapi aku belum tahu jika itu memang Jung Yuuri yang kita kenal. Lebih baik kau yang mengeceknya, karena kau oppa-nya.”

“Sekarang aku akan kesana.”kata Yunho, buru-buru mengambil jaket dan topi di kamarnya.

“Kabari aku hasilnya.”kata Jiseok.

“Ne. gomawoyo, Jiseok-ssi.”

Tidak lama setelah itu Yunho segera pergi menuju Seoul Hospital. Ia harus mengetahui keadaan adik sepupunya itu secepatnya.

***

Yuuri menyadari jika sekarang sudah malam ketika ia terbangun. ia mengecek jam di ponselnya. Jam sembilan malam. Apa tubuhnya selelah itu sampai ia tertidur berjam-jam? Seingatnya ia mengobrol dengan Sunhee Uisa ketika siang hari dokter cantik itu memeriksanya.

Ah ya. Yuuri tersenyum miris. Sunhee Uisa adalah yeojachingu Yesung yang sekarang. Ada rasa cemburu di hatinya melihat dokter cantik itu. Tapi rasa leganya jauh lebih besar lagi. Ia berharap Sunhee bisa memberikan kebahagiaan yang tidak bisa Yuuri berikan pada Yesung.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka perlahan, membuatnya sedikit terkejut. Ia melihat ke arah pintu dan sangat terkejut melihat Yunho.

“Yu…Yunho Oppa!”ucapnya kaget dan langsung bangun dari posisi berbaringnya, “Uuhh…”ringis Yuuri karena rasa pusing yang muncul ketika ia tiba-tiba bangun.

Yunho langsung buru-buru menghampirinya. “Gwenchana?”tanyanya cemas.

“Eottohke…?”

Yunho merengkuh Yuuri ke dalam pelukannya. “Paboya. Kenapa kau tidak memberitahuku?”tanya Yunho dengan suara bergetar. “Kenapa kau tidak memberitahuku kau sakit… sakit leukimia…?”

Yuuri merasa airmatanya mulai mengumpul di pelupuk matanya. “Aku hanya… tidak ingin Oppa cemas…”

“Aku merasa diriku Oppa yang buruk karena tidak tahu keadaanmu…”

“Anhi! Ini bukan salah Oppa! Mianhe… mianhe Oppa…”ucap Yuuri terisak-isak dan memeluk erat Yunho.

Setelah beberapa saat saling berpelukan dan menangis, keduanya kini terdiam cukup lama. Yunho menggenggam erat tangan Yuuri dan memperhatikan fisik adiknya itu. Jiseok benar, fisik Yuuri sudah menunjukkan ada yang tidak beres dengan dirinya.

Yuuri membenarkan posisi topi rajutnya dengan kedua tangan. “Aku jelek ya?”tanya Yuuri, tersenyum ketika menyadari Yunho terus memperhatikan fisiknya.

“Kurasa kau adalah pasien kanker tercantik disini.”jawab Yunho sedikit menggoda, membuat Yuuri tertawa.

“Sejak kapan?”

Yuuri menghela napas, tahu jika ia sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi dari Yunho. “Dua setengah tahun lalu.”

“Jadi itu alasanmu pergi?”tanya Yunho sedih. “Apa Samchon dan Imo tahu?”

Yuuri menggeleng. “Aku tidak tega jika harus memberitahu mereka, Oppa.”

“Tapi mereka harus tahu Yuu! Ada kemungkinan mereka bisa mendonorkan sumsum tulang belakang untukmu!”

Mata Yuuri kembali berkaca-kaca mendengar ucapan Yunho. “Aku bukan anak kandung mereka Oppa…”

“Mwo?”

“Ketika aku mengetahui penyakit ini, aku juga mengetahui kalau…. kalau Eomma dan Appa bukan orangtua kandungku….”Airmata Yuuri menetes. “Penyakit ini kuterima secara genetis, dan bumonimku tidak pernah menderita penyakit ini. Lalu… lalu aku menyelidikinya. Ternyata aku hanya anak angkat, Oppa…”

Yunho tidak mempercayai apa yang didengarnya. Memang Yuuri tidak terlihat mirip kedua orangtuanya, tapi ia tidak pernah berpikir jika Yuuri bukan anak kandung mereka. Apa kenyataan ini memang benar seperti itu?

Yuuri mulai terisak-isak keras, dan Yunho kembali merengkuhnya erat. “Sampai kapanpun kau tetap adikku, Yuu… sampai kapanpun…”bisik Yunho.

***

“Kau terlihat ceria hari ini.”kata Sunhee ketika memeriksa keadaan Yuuri pagi harinya.

Yuuri tersenyum. “Tadi malam Oppa-ku datang dan menemaniku disini sampai aku tertidur lagi. Nanti juga ia akan menemaniku terapi.”jelas Yuuri senang.

Sunhee tersenyum. “Aku senang jika ada keluarga yang menemanimu. Keluarga akan menjadi penyemangat untuk segera sembuh.”

“Ne. kurasa juga begitu. Kasihan Oppa, tadi malam ia menangis melihat keadaanku.”ucap Yuuri sedih. “Itu sebabnya aku tidak ingin mereka tahu…”bisiknya.

“Itu apa?”tanya Sunhee melihat sketsa yang berada di pangkuan Yuuri.

“Ah… ini… aku sedang mendesain baju.”kata Yuuri lalu melanjutkan sketsanya.

Sunhee terlihat terkejut. “Kau bisa mendesain juga?”

“Eomma adalah seorang desainer. Sebenarnya dulu Eomma tidak setuju aku jadi jurnalis dan sempat memaksaku sekolah desain. Hanya dua tahun kemudian aku kabur dari New York ke Korea untuk kuliah jurnalistik disini. Karena Eomma tidak setuju aku jadi jurnalis, makanya aku harus kuliah dengan beasiswa. Sekarang sih aku masih suka memberikan desainku ke Eomma, jadi mendesain hanya sekedar selingan.”

Sunhee melihat hasil sketsa Yuuri dan terlihat takjub. “Ini sih seharusnya tidak hanya jadi selingan, Yuuri-ssi. Kau berbakat!”puji Sunhee.

Yuuri tertawa kecil. “Gomawo. Tapi aku sering sulit mencari inspirasi, jadi sebenarnya pekerjaan sebagai desainer kurang cocok untukku.”

“Kalau begitu, sekarang inspirasinya apa? kau membuat gaun?”

“Wedding dress. Hmm… Inspirasinya ya?”Yuuri tersenyum ketika ingatannya kembali ke beberapa tahun lalu.

 

*Flashback*

“Aku bosan.”keluh Yuuri sambil memandang sekelilingnya. Ia sudah berkeliling di pusat perbelanjaan sejak tadi siang, untuk menikmati hari liburnya yang jarang sekali ia gunakan. Awalnya ia mengambil jatah liburnya karena ia sudah hampir kolaps setelah berminggu-minggu tidak istirahat cukup karena mengurus pemberitaan pemilu yang menjadi topik hangat selama berminggu-minggu. Tapi ternyata untuk seorang yang workaholic sepertinya, libur itu benar-benar membosankan.

Sebenarnya ia ingin sekali hang out bersama chingu-deulnya, dan ia janjian dengan salah satu temannya disini. Tapi temannya mendadak membatalkan janji. Sementara teman-temannya yang lain sedang sibuk dan tidak ada yang bisa ditemuinya. Yuuri juga bukan wanita yang suka berbelanja. Jadi setelah tidur yang cukup dan memutuskan untuk makan siang di luar, ia sekarang kebingungan harus melakukan apa lagi. ia tidak terbiasa menghabiskan waktu luang di tempat ramai. Kemudian ia memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dan memotret.

Bagi Yuuri, pemandangan musim gugur selalu menyenangkan untuk dipotret. Daun-daun berwarna merah kecokelatan yang terbang berguguran terlihat sangat indah untuknya. Ia tersenyum melihat hasil potretannya dan memutuskan untuk duduk di salah satu bangku taman. Kemudian perhatiannya teralihkan pada keramaian yang tidak jauh dari tempatnya duduk.

“Ah… foto pra-wedding ya…”gumam Yuuri saat melihat yeoja yang memakai wedding dress dan namja yang memakai setelan tuxedo. Ia tersenyum melihat betapa bahagianya sepasang kekasih itu, kemudian memotret momen-momen itu.

Yuuri tersenyum melihat hasil potretannya. “Apa yeoja itu tidak kedinginan ya memakai gaun dengan bahu terbuka seperti itu di cuaca seperti ini…?”gumamnya.

“Kurasa ia kedinginan.”

Yuuri terkejut mendengar jawaban dari sampingnya. Ia menoleh dan lebih terkejut lagi melihat seseorang yang tidak pernah ia sangka akan ada disini. “Ki… Kim Jongwoon-ssi?”

“Ah… kau mengenaliku ya.”ucap Yesung dengan tersenyum.

“Tentu saja! kau hanya memakai kacamata dan topi! Bagaimana kalau ada yang lihat?!”ucap Yuuri panik melihat ke sekeliling. Untungnya di sekitar mereka tidak ramai dan posisi mereka cukup tersembunyi karena terhalang pohon. Yuuri menghela napas lega, membuat Yesung berdecak kecil.

“Ini tempat favoritku kalau sedang bosan, tapi ternyata ada yang sudah menempatinya lebih dulu.”

Yuuri cemberut. “Ini kan tempat umum. Aku juga berhak duduk disini. Dan karena aku sudah lebih dulu disini, kalau kau tidak suka, kau yang harus pergi.”

“Aku merasa beruntung pergi kesini hari ini.”ucap Yesung dengan tersenyum. Yuuri mengernyit bingung karena ucapan Yesung yang tidak nyambung dengan ucapannya.

“Apa maksud…”

“Kau suka memotret?”tanya Yesung sebelum Yuuri sempat melanjutkan pertanyaannya.

“Ah, ne. ini salah satu hobiku.”kata Yuuri dengan tersenyum lebar. Kemudian kembali mengintip yeoja ber-wedding dress itu dari balik viewfinder kameranya. “Yeppeoda~”pujinya melihat yeoja itu.

Yesung melihat ke arah pengantin itu lalu memandang Yuuri dengan seksama. “Ne. neomu yeppeo.”ucapnya tersenyum lembut. Tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya mendekati wajah Yuuri. Ingin menatap wajah cantik yeoja itu lebih dekat.

“Ne! jinjja yeppeoda!”ucap Yuuri bersemangat lalu menoleh pada Yesung. Kemudian ia tertegun ketika bibirnya tanpa sengaja menyentuh bibir Yesung.

*End of flashback*

 

Yuuri menyentuh bibirnya dan tersenyum mengingat kenangan itu. Saat ia berjalan-jalan ke halaman rumah sakit dan melihat daun-daun yang berguguran, ia langsung mengingat kenangan itu. Saat Yesung, yang baru ditemuinya tiga kali, berani menciumnya di tempat umum. Padahal mereka tidak ada hubungan apapun. Saat itulah ciuman pertama mereka.

“Apa inspirasinya?”tanya Sunhee penasaran melihat ekspresi wajah Yuuri.

“Inspirasinya… si namja pabo…”gumam Yuuri, merasa geli mengingat tingkah Yesung saat itu. Apalagi pertemuan mereka setelah hari itu. Tidak pernah membuat Yuuri berhenti tersenyum ketika mengingatnya. Lalu Yuuri kembali melanjutkan sketsanya dengan bibir yang tersenyum tapi dengan sorot mata sedih, menyadari jika kenangan manis itu selamanya hanya akan menjadi kenangan.

Sunhee tahu, dari senyuman di wajah Yuuri, jika inspirasi yeoja itu adalah namja yang kini menjadi namjachingunya, dan perasaan ini sangat tidak menyenangkan untuknya.

***

“Kau benar-benar tidak tahu dimana Yuuri?”tanya Yesung tajam pada Seohyun. Seohyun meneguk ludah, takut melihat tatapan tajam Yesung. Kemudian ia menggeleng pelan.

Kyuhyun menghela napasnya mendengar nada menuntut dari Yesung. “Jangan menakuti istriku hyung! Seohyun benar-benar tidak tahu. Lagipula untuk apa hyung menanyakannya? Kalian kan sudah tidak ada hubungan apapun.”

“Masalah kami belum selesai.”ucap Yesung kesal. Ia sudah mencari Yuuri kemana pun tempat yang mungkin dikunjungi yeoja itu. Bertanya ke rekan kerjanya di KBS TV, teman-teman kuliahnya yang Yesung kenal. Tapi ia sama sekali tidak menemukan petunjuk dimana yeoja itu berada. Bahkan ia juga baru tahu jika dua hari yang lalu Yuuri mengundurkan diri dari KBS TV. Ini sama seperti dua tahun yang lalu, saat Yuuri tiba-tiba menghilang setelah mereka berdua bertengkar hebat.

“Jaemin bilang Yuuri mengundurkan diri dengan menelpon Jiseok-ssi dan mengatakan alasannya mengundurkan diri karena ada urusan keluarga yang mendesak. Aku sudah menanyakan hal itu pada Yunho tapi Yunho tidak mau memberitahuku apa masalahnya.”ucap Yesung frustasi. “Apa kau tidak tahu masalah keluarga apa, Seohyun-ah?”

Seohyun menggeleng. “Mianheyo. Aku memang dekat dengan keluarga Jung, tapi bukan berarti aku tahu semua urusan mereka, Oppa.”

“Jika ia menghindar untuk bertemu dengan hyung, seharusnya hyung mengerti kalau ia sudah benar-benar ingin menyelesaikan hubungan kalian hyung.”kata Kyuhyun.

“Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya, Kyuhyun-ah…”Aku mengkhawatirkannya, ucap Yesung dalam hati.

“Lalu bagaimana dengan Sunhee-ssi? Kau tidak serius dengannya?”

Yesung terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun. Ia sama sekali tidak memikirkan Sunhee karena terlalu khawatir dengan Yuuri, dan itu membuat rasa bersalah muncul di hatinya. “Aku… aku serius dengannya.”ucap Yesung ragu.

Kyuhyun menatap Yesung tajam, ia bisa melihat apa yang dipikirkan Yesung hanya dari ekspresi wajahnya. “Kalau hyung masih ragu bisa melepaskan Yuuri, seharusnya hyung tidak berhubungan serius dulu dengan yeoja manapun. Kau hanya akan menyakiti yeoja itu.”

“Kau pikir akan mudah untuk melupakan yeoja yang sudah bertahun-tahun mengisi hatiku?!”ucap Yesung marah.

“Aku tahu itu tidak mudah. Tapi aku juga tidak melihat hyung yang berusaha melupakannya. Contohnya saja sekarang. Kenapa hyung harus bersikeras ingin menemui Yuuri? Untuk apa? untuk menanyakan lagi alasannya meninggalkan hyung? lalu bagaimana kalau ia masih tidak mau memberitahu alasannya? Bagaimana kalau alasannya ternyata membuat hyung sangat membencinya? Atau bagaimana jika alasannya masih bisa hyung terima dan hyung mau memaafkannya, tapi ia tetap tidak mau kembali pada hyung karena di sisi kalian masing-masing sudah ada seseorang?”pertanyaan beruntun Kyuhyun itu membuat hati Yesung merasa tertohok. Yesung sama sekali tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu.

Yesung mengusap kepalanya, bingung. Apa alasan Yuuri kembali menghilang adalah karena yeoja itu tahu mengenai Sunhee? Yesung yakin tidak ada namja lain yang mengisi hati Yuuri karena yeoja itu bahkan masih mengigaukan namanya ketika tidur.

“Apa Yuu tahu… tahu tentang Sunhee?”tanya Yesung pada Seohyun. Seohyun menatap sedih Yesung yang kini terlihat sangat kacau.

Kyuhyun mendengus kesal. “Beritanya sudah tersebar dimana-mana. Mana mungkin dia tidak tahu.”

Yesung tidak mengacuhkan Kyuhyun dan terus menatap Seohyun, meminta jawaban.

“Eonnie bilang kalian sangat cocok.”ucap Seohyun pelan, merasa tidak enak pada Yesung karena jawabannya itu.

Yesung tertegun.

“Eonni bilang… ia sudah melepaskanmu sejak dua tahun lalu. Dan… dan ia harap kalian berbahagia.”

“Dia… benar-benar mengatakan itu?”tanya Yesung dengan suara yang mulai serak.

Seohyun memegang tangan Yesung dan meremasnya pelan, berusaha memberikan kenyamanan. “Jebal oppa… lepaskan Yuu Eonnie eoh? Kalian tidak akan bisa bahagia jika seperti ini terus. Eonnie sudah melepaskan Oppa, jadi Oppa pun harus melakukannya juga dan memulai hidup baru. Ne?”

Mata Yesung menatap kosong ke depan. “Dia… benar-benar sudah melepaskanku?” Aku tidak percaya hal itu.

“Oppa…”

“Kalau begitu… aku akan lakukan apa yang ia mau…”ucap Yesung datar lalu beranjak pergi dari rumah pasangan itu.

Yesung menyetir pelan mobilnya tak tentu arah.Ia terus memikirkan kata-kata Seohyun tadi. Hatinya serasa pecah berkeping-keping ketika mendengar jika Yuuri sudah melepaskannya. Bagaimana mungkin Yuuri bisa melakukannya setelah semua hal yang mereka lalui bersama selama bertahun-tahun ini?

Yesung memandang ke depan dan matanya terpaku melihat daun-daun berguguran. Ingatannya melayang kembali ke waktu tujuh tahun lalu, saat ia pertama kali berciuman dengan Yuuri di bawah pohon yang daunnya berguguran.

 

*Flashback*

Yesung tidak bisa berhenti melumat bibir Yuuri. Bibir gadis itu begitu manis, dan ia merasa dirinya ketagihan dengan rasa manis itu. Ia meletakkan kedua tangannya di pinggang ramping Yuuri dan menarik tubuh gadis itu agar semakin menempel padanya. Tapi ia terkejut ketika merasakan benda keras yang menekan dadanya, ia sama sekali lupa jika kamera Yuuri tergantung di leher gadis itu. Dan Yesung pun dengan tidak rela melepaskan ciumannya.

Ketika melihat ekspresi wajah Yuuri yang terkejut, dan mata gadis itu yang terbelalak lebar, Yesung baru tersadar dengan apa yang dilakukannya.

“Mi… Mianheyo…”ucap Yesung gugup, dan dalam kepanikan ia bangkit tiba-tiba dan pergi meninggalkan Yuuri yang masih terkejut.

Yesung merasa jika dirinya bodoh sekali. Ia mencium gadis yang ia sukai tanpa seizin gadis itu, lalu meninggalkannya begitu saja. Sekarang sudah hampir seminggu sejak kejadian itu, dan ia tidak berani menemui Yuuri untuk sekedar meminta maaf. Hal itu membuatnya menjadi uring-uringan.

“Yesung hyung kenapa sih?”tanya Kyuhyun dengan berbisik pada Ryeowook. Mereka berdua memperhatikan Yesung yang sedang membaca lirik lagu terbaru mereka dengan wajah masam. Ketiga vokalis utama ini sedang menghapal lirik lagu terbaru album mereka di ruang latihan sebelum mulai latihan vokal. Sementara member yang lain mempunyai jadwal yang berbeda-beda.

“Molla. Sudah seminggu ini ia seperti itu. Ia jadi sensitif sekali, dan aku tak tahu apa yang terjadi sampai ia seperti itu. Aku jadi takut menegurnya.”bisik Ryeowook.

Tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka dan menampakkan sosok Jaejoong. “Annyeong.”sapanya pada ketiga orang itu yang hanya dijawab oleh Kyuhyun dan Ryeowook. “Apa aku mengganggu?”tanya Jaejoong tanpa masuk ke dalam ruangan dan hanya berdiri di depan pintu.

“Eoh, anhieyo. Ada apa hyung?”tanya Kyuhyun.

“Aku disini mengantar dongsaeng Yunho.”

“Nugu? Jihye-ssi?”tanya Ryeowook, ia menjulurkan kepalanya ke arah pintu untuk melihat siapa yang bersama Jaejoong diluar.

“Anhi. Dia adik sepupu Yunho. Katanya ia ingin bertemu Yesung hyung.”jawab Jaejoong melirik ke arah Yesung yang masih belum menyadari kehadirannya.

Ryeowook dan Kyuhyun berpandangan bingung. Kemudian Yuuri muncul dari balik Jaejoong dan masuk ke dalam ruangan itu. Ia tersenyum kecil pada kedua vokalis utama SUJU yang sekarang sedang menatapnya bingung, kemudian menghampiri Yesung yang masih serius membaca lirik.

“EHEM!”Yuuri berdeham tapi Yesung tidak sadar. Kemudian ia berdeham lagi, kali ini lebih keras, dan Yesung mengalihkan perhatiannya dari lirik yang dibacanya untuk mencari asal suara. Ia terkejut ketika melihat Yuuri dan bangkit tiba-tiba dari duduknya. Membuat mereka berdiri berhadapan dengan posisi yang sangat dekat.

“Yuu… Yuuri-ssi!”ucapnya terkejut.

Yuuri menatapnya tajam lalu menampar pipi kanan Yesung. Jaejoong, Kyuhyun dan Ryeowook terkesiap kaget. Apalagi Yesung yang kini melihat Yuuri dengan ternganga. Kemudian Yuuri menampar Yesung lagi, kali ini pipi sebelah kirinya. Ketiga namja yang menonton meringis melihat hal itu.

“Tamparan pertama karena sudah menciumku tanpa seizinku.”kata Yuuri lalu mensedekapkan kedua tangannya di depan dada. Ketiga namja yang menonton hal itu terbelalak mendengar ucapan Yuuri. “Tamparan kedua karena meninggalkanku yang terkejut setelahnya.”

Yesung meringis memegang pipinya.

“Karena aku sudah menghukummu untuk kedua kesalahanmu itu, sekarang jelaskan dengan jujur alasanmu melakukannya.”perintah Yuuri tajam.

“Aku…”Yesung bingung bagaimana harus menjawabnya. Ia merasa malu sekali karena kedua membernya, dan juga Jaejoong, melihat hal itu. Ia yakin setelah ini member-member dari TVXQ dan SUJU akan mengetahui hal ini, dan akan dengan senang hati mengejeknya.Tapi sekarang sudah kepalang basah, dan ia juga tidak mau Yuuri semakin marah padanya. “… aku merasa kau sangat cantik saat itu, dan aku… ingin menciummu…”kata Yesung akhirnya. “Tapi aku merasa malu sekali padamu setelahnya, makanya aku langsung pergi.”

Ketiga namja yang menonton hal itu berusaha menahan tawanya mendengar alasan Yesung. Sementara Yuuri masih memandang tajam Yesung.

“Lalu, apa kau menyesal?”

Yesung sudah memikirkan pertanyaan Yuuri itu baik-baik selama seminggu ini. “Aku menyesal karena meninggalkanmu begitu saja setelah ciuman itu. Maafkan aku untuk hal itu.Tapi aku sama sekali tidak menyesal menciummu.”ucap Yesung sungguh-sungguh dengan menatap mata Yuuri.

Yuuri mengangkat sebelah alisnya, sedikit terkesan dengan ucapan Yesung yang berani. “Kenapa tidak menyesal?”tanyanya.

“Karena kau sangat cantik saat itu.”

“Apa kau selalu mencium yeoja manapun yang menurutmu terlihat cantik?”tanya Yuuri sinis.

“Tidak. Aku hanya akan mencium yeoja yang kusukai.”kali ini Yesung tidak malu-malu lagi mengutarakan perasaannya.

Perlahan bibir Yuuri melengkungkan senyumnya. “Jadi kau menciumku karena kau menyukaiku?”

Wajah Yesung memerah, ia mengangguk. Kemudian Yuuri tertawa.

Dan Yuuri tertawa dengan sangat cantik di mata Yesung. Ia merasa jika dirinya jatuh cinta sekali lagi pada Jung Yuuri.

*End of flashback*

 

Yesung tersenyum mengingat kenangan itu. Setelah itu memang semua member-membernya dan member TVXQ jadi meledek-ledeknya terus. Tapi itu semua tidak dihiraukannya. Karena semuanya tidak sebanding dengan rasa bahagianya ketika mengingat ucapan Yuuri sebelum ia pergi.

“Mulai sekarang, kau hanya boleh menciumku.”bisik Yuuri pada Yesung sebelum pergi.

Jika semua kenangan itu masih begitu segar di ingatan Yesung, bagaimana mungkin ia memulai hidup barunya bersama yeoja lain?

~TBC~

Iklan

11 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love5/?

  1. Huwaaaa, sedih banget. Kapan sih yuu ama jongie oppa bisa barengan lagi. Kangen masa” manis mreka. Ayo yuu semanget buat sembuh, biar bisa sehat bisa seperti semula. Sunhee bkalan tetep mertahanin jongie oppa kah ? Ga kbayang kalo sampe yg lainnya tau soal sakitnya yuu ? Apalgi jongie oppa kalo tau sunhee sendiri yg jadi dokternya yuu,, haaaaah sediiihnya

  2. Ohh.. Kyu nasehatin Yeye nih ceritanya.. Kyaknya belajar dari pengalaman sebelumnya tuh… Kan di FON itu, Kyu ngambil jalan yg salah dan malah berujung jd penyesalan…
    Kira2 Yesungie bakalan memikirkan kembali keputusannya ga yaa..
    Dan Yuu.. Semangat yaaa, biar cepat sembuh 🙂 terus balikan deh ma bang Yesungie 😀 , jgn minder lagi dong.
    Tapi kalo bgtu Sunhee ma sapa??
    Emm, next part ditunggu yaa..

  3. Klo sedih bgini.., brhrap yuuri bs sembuh dn sm yesungie smpai akhir, dlm bngt rasany..
    Sun her sm dokter joo aj, hehehe
    Suka dgn konflik d ff ni, ikutan sedih jg bc ff ny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s