[After Story of FON] Everlasting Love 7/?

sungri2

Tittle               : Everlasting Love 7/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Prev                : 1  2   3   4  6

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak* Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

 

Terkejut dan setelahnya tidak bisa berhenti menangis. Itulah reaksi Seohyun saat mendengar kabar dari Yunho mengenai Yuuri. Yunho merasa bersalah sekali saat melihat Seohyun yang terus-menerus menangis saat ia memberitahu yeoja itu jika Yuuri sekarang sedang sakit parah. Yunho sebenarnya tidak ingin memberitahu yeoja itu karena ia sudah berjanji pada Yuuri untuk merahasiakannya. Tapi namja itu tidak punya pilihan lain.

Yunho mempunyai jadwal syuting drama yang sangat padat, sehingga ia tidak bisa selalu mendampingi Yuuri. Jika ia tahu mengenai penyakit Yuuri sebelum ia menandatangani kontrak drama tersebut, ia pasti akan lebih memilih untuk tidak ikut akting di drama dan lebih memilih untuk menjaga Yuuri. Tapi sekarang hal itu tidak bisa dilakukannya. Jadi yang bisa dilakukannya sekarang adalah berakting sebaik-baiknya di drama terbarunya lalu mencari seseorang untuk menjaga Yuuri. Dan orang itu adalah Seohyun.

Tapi melihat Seohyun menangis seperti itu, membuat Yunho ragu apakah ini keputusan yang benar atau tidak. Apalagi saat Kyuhyun pulang bersama kedua anaknya dan melihat Seohyun menangis. Yunho berani bersumpah jika ekspresi Kyuhyun saat itu adalah ekspresinya yang paling mengerikan.

“Kau… apakan istriku, Jung Yunho?”tanya Kyuhyun dengan nada mengerikan, tanpa menggunakan bahasa formal, membuat Yunho menelan ludah takut. Bahkan dengan menggendong Hyuna yang tersenyum ceria tidak bisa menghilangkan efek seram dari ekspresi marahnya Kyuhyun.

“Eomma…”ucap Kyu bingung melihat ibunya menangis.

Yunho berusaha mengendalikan dirinya. Masa’ ia harus takut pada dongsaengnya? Lagipula dirinya tidak memiliki salah apapun pada Kyuhyun. Yah… membuat Seohyun menangis salahnya sih.

“Aku memberitahukan Seohyun sesuatu yang membuatnya sedih.”ucap Yunho muram.

“Apa itu?”tanya Kyuhyun.

Tapi bukan Yunho yang menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Yuu Eonnie… hiks… hiks…”ucap Seohyun sesengukan.

Ekspresi Kyuhyun berubah bingung. “Yuuri? Kenapa Yuuri?”

“Yuu sakit.”ucap Yunho.

“Sakit? Sakit apa?”

Yunho melirik Kyu dan Hyuna lalu kembali menatap Kyuhyun yang langsung mengerti maksudnya.

“Kyu, bawa Hyuna ke kamar ya.”ucap Kyuhyun lalu menyerahkan Hyuna pada anak pertamanya itu. Kyu langsung meraih adiknya dan menggendongnya. Dengan raut penasaran Kyu memandang Yunho kemudian kedua orangtuanya, tapi melihat ayahnya yang melotot, ia tanpa berkata-kata apapun melangkah menuju kamarnya bersama adiknya.

“Leukimia.”ucap Yunho setelah dilihatnya Kyu dan Hyuna sudah memasuki kamar.

“Mwo? Hyung serius?!”tanya Kyuhyun kaget.

“Aku harap aku masih bisa bercanda di saat seperti ini.”ucap Yunho muram.

“Sejak kapan?”

“Sudah lebih dari dua tahun. tapi aku baru tahu belakangan ini.”

Penjelasan Yunho membuat Kyuhyun menyadari sesuatu. “Apa karena itu ia meninggalkan Yesung hyung?”

Yunho mengangguk. “Tapi bukan hanya itu. Leukimia harus disembuhkan dengan donor sumsum tulang belakang, dan donor yang biasanya cocok berasal dari anggota keluarga. Tapi… Yuuri ternyata hanya anak angkat.”jelas Yunho sedih.

“Mwo?”Seohyun terkejut. Sebelum Kyuhyun datang, Yunho tidak mengatakan apapun tentang ini karena ia sudah menangis histeris mendengar berita jika Yuuri sakit. “Yuu Eonnie… anak angkat?”

“Aku sendiri juga baru tahu saat Yuu cerita. Makanya ia memilih lari ke benua yang jauh. Karena ia sendiri tidak yakin bisa sembuh jika tidak ada donor. Ia putus asa.”

Seohyun kembali terisak mendengar penjelasan Yunho. Kyuhyun merengkuh istrinya itu dan berusaha menenangkannya dengan mengusap-usap bahunya.

“Lalu bagaimana keadaannya sekarang?”tanya Kyuhyun.

“Kondisinya memburuk karena ia membiarkan penyakitnya tanpa ditangani sebelumnya. Sekarang karena belum juga mendapatkan donor, ia harus sering menjalani kemoterapi dan radiasi. Aku baru saja menemaninya kemo tadi pagi, dan baru kutinggalkan ketika ia sudah berhenti muntah-muntah dan sudah tidur.”Kemudian Yunho memandang pasangan suami istri itu penuh permohonan. “Bisakah aku meminta tolong padamu, Seohyun-ah? Tolong jenguk Yuu. Temani dia. Aku ingin sekali selalu berada di sisinya. Sebisa mungkin aku selalu menemaninya. Tapi pekerjaanku tidak bisa begitu saja kutinggalkan, dan Yuu tidak suka ketika aku meninggalkan pekerjaanku demi dia. Ia selalu mengusirku ketika aku terlalu lama bersamanya. Aku tahu kau juga sibuk mengurus kedua anakmu dan butik, tapi aku bingung harus minta to…”

“Oppa,”Seohyun memotong perkataan Yunho yang semakin panjang dan semakin panik itu. “Aku akan menemani Yuu Eonnie. Aku akan menyemangatinya.”kemudian Seohyun menatap Kyuhyun. “Boleh kan, Oppa?”

Kyuhyun tersenyum lembut memandang mata Seohyun yang berkaca-kaca. “Ne. tentu saja boleh.”

Yunho menghela napas lega mendengarnya. “Tapi jangan beritahu ini pada siapapun ya? Termasuk Yesung hyung.”

Kyuhyun mengangguk muram. “Walaupun aku tidak menyukai permintaanmu yang ini, hyung, tapi akan kulakukan. Aku akan merahasiakannya dari Yesung hyung.”

***

Seohyun memandang sendu Yuuri yang tertidur di ranjang rumah sakit dan menggenggam erat tangan kiri yeoja itu. Sudah dua jam sejak ia datang ke kamar rawat ini, dan sudah berjam-jam sejak Yuuri tidur, tapi yeoja itu belum juga membuka matanya. Dokter Jo Sangwook bilang jika Yuuri baru saja tertidur setelah terkena serangan panik yang parah dan menangis histeris, sehingga harus disuntik obat penenang.

Hati Seohyun serasa teriris melihat fisik Yuuri yang berubah drastis. Sebelumnya ia berpikir jika Yuuri semakin kurus karena aktivitasnya saat menjadi relawan. Tapi sekarang Yuuri tidak hanya kurus, bahkan semakin pucat dan rambutnya pun berguguran. Seohyun mengusap kepala Yuuri yang ditutupi beanie lalu airmatanya menetes lagi.

Seohyun menoleh ketika pintu kamar terbuka dan menampakkan suaminya yang membawa plastik berisi jeruk.

“Oppa tidak memakai penyamaran?”tanya Seohyun.

Kyuhyun meletakkan plastik tersebut di meja nakas. “Tidak perlu. Disini tidak terlalu ramai. Lagipula syal ini sudah cukup menutupi wajahku.”katanya sambil membuka syal putih yg dipakainya. “Bagaimana keadaan Yuuri?”

“Belum ba…” Kemudian Seohyun merasakan jari-jari Yuuri yang digenggamnya bergerak, lalu ia melihat kelopak mata Yuuri bergerak dan membuka.

Kyuhyun dan Seohyun terkejut melihat hal itu. “Yuuri!”

“Eonnie! Yuu Eonnie!”ucap Seohyun senang melihat Yuuri membuka mata dan menatapnya. Seohyun terisak dengan bibir melengkungkan senyuman melihat Yuuri menatapnya. Tapi setelah beberapa saat ia menyadari jika tatapan mata Yuuri begitu kosong.

“Eo… Eonnie…”ucap Seohyun takut-takut, ia menggenggam tangan Yuuri dengan erat. “Ini Seohyun, Eonnie. Seohyunnie.”Tapi Yuuri masih juga tidak bereaksi.

Dengan panik Kyuhyun menekan bel perawat berkali-kali. Tidak berapa lama Sangwook masuk bersama dua perawat.

“Ada apa?”tanya Sangwook.

“Ia sudah bangun tapi tidak bereaksi sama sekali ketika dipanggil.”jelas Kyuhyun sementara Seohyun terus menangis terisak.

Sangwook segera memeriksa denyut nadi Yuuri, kemudian menyenter kedua mata Yuuri. Yuuri mengerjap sebentar, tapi masih tidak menunjukkan reaksi jika ia tersadar akan keadaan sekitarnya.

“Yuu? Yuuri?”panggil Sangwook. “Kau bisa mendengarku?”

Tapi Yuuri tidak memberikan reaksi dan masih menatap kosong ke langit-langit kamar.

Sangwook mengernyit. “Sepertinya ia masih shock dengan kejadian kemarin.”gumam Sangwook. “Aku akan memanggil psikiater untuk memeriksanya.”katanya pada Seohyun.

“Psikiater?”ucap Seohyun shock. Ia mengamati Yuuri yang kini kembali memejamkan matanya. “Apa yang sebenarnya terjadi kemarin sampai Eonnie jadi seperti itu?”

“Ada pasien leukimia yang meninggal saat Yuu menjenguknya. Sebelumnya mereka janji untuk bertemu lagi. Tapi ketika Yuuri ke kamar pasien itu, pasien itu baru saja meninggal. Lalu…”Sangwook ragu-ragu untuk meneruskan kalimatnya. Ia mendesah saat mengingat pembicaraan dengan seseorang yang menelpon Yuuri. Ponsel Yuuri tidak rusak saat terjatuh, hanya retak di layar. Rasa penasarannya membuatnya menelpon kembali nomor terakhir yang berbicara dengan Yuuri. “…ia menerima telpon yang memberitahunya kalau orangtua kandungnya sudah meninggal. Jadi kemungkinan besar tidak ada donor untuknya.”

Seohyun menutup mulutnya yang mengeluarkan isakan keras. Mata Kyuhyun memanas. Ia merengkuh tubuh Seohyun dan mengusap lembut lengan Seohyun, berusaha menguatkan istrinya itu.

Sangwook menatap pasangan itu sedih. “Malam ini biar Yuuri melanjutkan istirahatnya. Besok pagi dokter Yuuri dan psikiater akan datang untuk memeriksanya lagi.”

“Bukankah kau dokternya Yuuri?”tanya Kyuhyun bingung.

“Awalnya Yuuri memang pasienku. Lalu penyakit Yuuri ditangani oleh dokter lain, dokter perempuan yang seumuran Yuuri, agar bisa menjadi teman Yuuri. Saat kejadian itu, dokternya sudah pulang dan tidak bisa dihubungi sampai sekarang. Makanya aku yang memeriksanya.”jelas Sangwook.

Seohyun mengusap lembut kepala Yuuri yang ditutupi beanie dan bersenandung kecil. Sentuhan lembut di kepalanya dan suara senandung yang merdu itu membuat Yuuri merasa nyaman lalu matanya menutup perlahan. Kyuhyun menatap sedih keduanya.

“Besok aku akan kembali kesini bersama dokter Lee dan psikiater.”kata Sangwook lalu keluar dari ruang rawat Yuuri.

“Oppa… kenapa yeoja sebaik dia harus menderita seperti ini?”tanya Seohyun dengan suara bergetar. “Ini tidak adil untuknya…”

Kyuhyun menggenggam erat ponsel di tangannya, berusaha menahan keinginan untuk menelpon Yesung.

***

Yesung masih merasa cemas akan firasat buruk yang tiba-tiba muncul. Yuuri memang sering muncul di mimpi-mimpinya, tapi firasat buruk yang muncul tiba-tiba saat ia terbangun siang tadi membuatnya tidak bisa tenang sampai sekarang.

Sunhee menatap Yesung yang gelisah. Sejak sore tadi ia tiba di rumah keluarga Yesung, namja bermata sipit itu terlihat lebih sering melamun. Biasanya namja itu selalu menanggapi pembicaraan yang terjadi ketika keluarganya dan Sunhee makan malam bersama, tapi sekarang Yesung hanya sesekali menanggapinya.

“Sunhee-ah, kau harus makan yang banyak ya.”ucap ibu Yesung sambil memberikan lauk ke piring Sunhee.

“Ne, Eommoni.”jawab Sunhee tersenyum, ia kembali menatap Yesung yang makan dalam diam. Orangtua Yesung dan juga Jongjin jadi ikut memperhatikan Yesung.

“Hyung!”tegur Jongjin, membuat Yesung terkejut.

“Ne!”

“Aigoo… Jongwoon-ah, jangan melamun seperti itu saat makan. Kau seharusnya mengajak Sunhee ngobrol.”ucap ibunya.

“Sudahlah, yeobo. Jongwoon pasti masih kelelahan karena baru pulang pagi tadi.”kata ayah Yesung.

Yesung tidak menjawab lalu kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dan mengunyah pelan. Lalu matanya kembali menatap kosong ke depan.

“Aigoo anak ini. Melamun lagi.”gerutu ibunya.

“Gwenchana Eommoni. Benar kata Abeonim, Jongwoon-ssi pasti masih capek.”kata Sunhee tersenyum.

“Jongwoon-ssi? Kenapa kau masih memanggilnya begitu? Seharusnya kau memanggilnya Oppa, Sunhee-ah.”

Sunhee menunduk malu. “Mm… kami kan belum lama berhubungan. Pelan-pelan saja Eommoni.”

“Eiyy… tidak bisa begitu! Kau harus mulai membiasakannya dari sekarang. Coba panggil Oppa.”

Wajah Sunhee memerah. “Nanti saja, Eommoni… rasanya kurang nyaman menyebutnya sekarang.”tolak Sunhee halus.

“Wah, wajah noona memerah sekali!”ucap Jongjin tertawa.

“Aiss! Anak ini! Jangan tertawakan dia! Nanti semakin malu.”omel ibu Yesung pada anak bungsunya, kemudian ia tersenyum kembali pada Sunhee. “Ayo dicoba, Sunhee-ah.”

“Jangan dipaksa, yeobo.”ucap Ayah Yesung, tersenyum kecil melihat wajah Sunhee yang masih memerah. Tapi istrinya tidak menghiraukan perkataannya dan masih menyuruh Sunhee memanggil Yesung dengan sebutan ‘Oppa’.

Walaupun sangat malu, akhirnya Sunhee memberanikan diri memanggil Yesung. “Jongwoon Oppa…?”

Semua mengharapkan Yesung bereaksi mendengar panggilan itu. Hanya saja reaksi yang diberikan bukanlah reaksi yang mereka harapkan.

“Ne, Yuu?”jawab Yesung dengan tersenyum. Dua detik kemudian ia baru tersadar jika bukan Yuuri yang memanggilnya, dan sedang berada dimana ia sekarang ini. Senyumnya pun memudar.

“Yuu?”ucap Ibu Yesung tak percaya. Ia menjadi sangat kesal. “Kau masih juga mengingat yeoja itu?!”

Yesung bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruang makan tanpa berkata apapun lagi.

“Yak! Jongwoon-ah!”panggil ibunya kesal.

Sunhee hanya bisa menatap sedih Yesung yang berjalan menjauh.

***

Yesung duduk di bangku teras belakang rumahnya dan memandang langit malam yang cerah. Ia menghela napas. Sebenarnya ia merasa bersalah pada Sunhee karena sudah menyebut nama Yuuri saat makan tadi, tapi ia juga merasa kesal karena ibunya menyebut nama Yuuri dengan nada suara yang begitu kesal.

Yesung tahu jika ibunya menjadi kesal seperti itu karena merasa sakit hati pada Yuuri. Saat ia dan Yuuri berpisah, bukan hanya dirinya yang sedih dan sakit hati, orangtua dan adiknya pun merasakan hal itu. Mereka sangat menyukai Yuuri, terutama ibunya. Jika ia dan Yuuri bertengkar, ibunya selalu membela Yuuri (karena memang sebagian besar alasan mereka berdua bertengkar adalah salahnya). Tapi dari seringnya Yuuri menghabiskan waktu bersama ibunya, daripada dengan Yesung sendiri, membuktikan jika hubungan ibunya dan Yuuri benar-benar istimewa.

Makanya sekarang ini mendengar ibunya menyebut nama Yuuri dengan nada kesal dan marah, membuat Yesung menjadi lebih sedih. Seharusnya ia tidak merasa seperti itu, karena sudah ada Sunhee. Tapi ia tidak bisa menahan perasaannya.

 

*Flashback*

Yesung masuk ke rumahnya dengan tubuh yang benar-benar kelelahan. Ia baru saja menyelesaikan schedule-nya jam 12 malam ini dan ia ingin segera tidur di kasurnya. Bayangan kasurnya yang empuk membuat Yesung yang setengah terpejam, tersenyum berjalan ke arah kamarnya. Tapi tiba-tiba tepukan keras mendarat di kepalanya, membuatnya terkejut.

“Eomma!”ucap Yesung kaget.

“Yak! Kim Jongwoon! Neo… kenapa kau tidak menemui Yuuri seminggu ini eoh?! Ia menangis karena kau tidak menemuinya sama sekali dalam seminggu ini!”omel Ibunya.

“Eomma! Ini sudah tengah malam. Bisa tidak bicara besok saja?”gerutu Yesung.

“Eomma baru saja selesai berbicara dengan Yuuri di telpon. Ia menangis terus, arra?!”

“Aku sibuk, Eomma… Tapi kan aku menelponnya setiap hari!”ucap Yesung membela diri.

“Kau pikir itu cukup?! Eomma dengar dari Yuuri kau malah sibuk makan-makan bersama yeoja cantik di SM! Kalau kau sempat makan bersama yeoja lain, kenapa kau tidak meluangkan waktumu untuk calon menantu Eomma?!”

“Mwo?!”ucap Yesung terkejut. Yeoja mana? Pikirnya. Kemudian Yesung paham apa maksud ibunya. “Aahh… mungkin maksud Eomma, Taeyeon? Dia kan hoobae-ku di SM, leader SNSD. Lagipula kami tidak hanya makan berdua, tapi dengan member yang lainnya juga.”jelas Yesung.

“Lagipula Eomma, Yuuri sekarang sedang sangat sensitif, makanya cemburuan. Kalau sudah begitu, aku menjelaskan apapun ia takkan mau mendengarku.”

Ibunya mengernyit. “Sensitif?”

“Ne, sensitif. Sekarang tanggal berapa?”Yesung kemudian mengecek tanggal di ponselnya. “Tanggal 21. Yuuri menstruasi sejak tanggal 17, makanya ia jadi sangat sensitif.”

“Mwo? Kau sampai tahu tanggal menstruasinya?!”

Yesung nyengir lebar. “Aku bahkan tahu ukuran dadanya.”ucapnya yang menghasilkan pukulan sekali lagi di kepalanya.

“Kalian ini! Aigoo~ anak jaman sekarang! Kalian harus secepatnya menikah sebelum Yuuri hamil!”

Yesung meringis, mengusap-usap kepalanya yang dipukul ibunya, tapi bibirnya menyunggingkan senyuman mendengar omelan ibunya. “Eomma, aku masuk ke kamar ya. Aku mau menelpon calon menantu kesayangan Eomma itu.”kata Yesung lalu pergi ke kamarnya.

“Awas ya kalau besok Yuuri masih menangis juga!”

“Neeee~”jawab Yesung sebelum menutup pintu kamarnya.

Yesung segera mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek lalu merebahkan tubuhnya di kasur. Ia mengambil ponselnya lalu menekan speed dial 1 yang langsung menghubungi Yuuri.

“Chagiya~”panggil Yesung ketika telponnya tersambung. Tapi tidak ada jawaban. Yesung melihat screen ponselnya, mengecek apakah sudah tersambung. Ia mengernyit ketika melihat telponnya sudah tersambung, tapi kenapa tidak ada suara?

“Yuu?”panggil Yesung lagi.

Akhirnya Yuuri menjawab. “Wae?”tanyanya ketus.

Yesung meringis dalam hati. ‘Dia masih marah.’

“Bogoshippo.”ucap Yesung lembut.

Sepertinya ucapan Yesung itu membuat Yuuri sedikit melunak. “Kalau merindukanku kenapa tidak menemuiku?”ucap Yuuri kesal, tapi Yesung bisa mendengar nada manja dibaliknya. Ia tersenyum. Yuuri memang menjadi lebih sensitif dan manja ketika menstruasi.

“Oppa capek sekali. Ini saja baru pulang.”ucap Yesung dengan mendesah.

Yuuri terdiam sebentar. “Oppa sebaiknya cepat tidur.”

“Mm-hmm. Tapi aku ingin melihat wajahmu dulu.”kata Yesung lalu mengaktifkan video call. Ia tersenyum lebar saat melihat wajah cantik Yuuri, tapi senyumnya memudar ketika dilihatnya mata bengkak Yuuri. “Kau menangis?”

Sebenarnya Yesung sudah tahu Yuuri menangis karena ia sedang sensitif, tapi melihatnya membuat Yesung merasa bersalah.

Yuuri mengangguk pelan. “Karena merindukan Oppa.”

“Mianhe. Besok pagi Oppa ada waktu senggang, Oppa akan menjemputmu dan mengantarmu bekerja ne?”

Yuuri tersenyum lebar. “Tidak perlu Oppa. Sebaiknya Oppa istirahat saja yang cukup. Oppa tidak boleh kurang tidur.”

“Hajiman… nan bogoshippo…”ucap Yesung dengan mata setengah terpejam.

Yuuri tersenyum melihat Yesung yang hampir tertidur, kemudian ia bersenandung. Rasa lelah dan senandung merdu Yuuri membuat Yesung perlahan tertidur.

“Jaljayo, Oppa.”ucap Yuuri lembut.

Keesokan paginya, Yesung merasakan kehangatan yang familiar memeluk tubuhnya. Ia tersenyum, tangannya balas memeluk erat tubuh seseorang yang memeluknya itu.

“Hmm… Yuu…”gumamnya dengan menempelkan hidungnya di rambut Yuuri yang harum. “Bogoshippo…”

Yuuri mengangkat kepalanya dan menatap Yesung yang terpejam. Perlahan Yesung membuka matanya dan tersenyum melihat wajah cantik Yuuri di pelukannya. “Na do Oppa…”ucap Yuuri lalu mencium lembut bibir Yesung. Yesung mengeratkan pelukannya dan semakin memperdalam ciuman mereka. Mereka terus berciuman untuk menyalurkan kerinduan mereka. Setelah beberapa menit berciuman mereka berdua tertidur berpelukan dengan senyuman di wajah.

“Jongwoon-ah, Yuuri-ya, ayo sarapan dulu!”kata Ibu Yesung lalu membuka pintu kamar Yesung. Ia tersenyum melihat Yesung dan Yuuri yang tidur berpelukan, lalu kembali keluar dan menutup pintu kamar dengan perlahan.

*End of flashback*

Yesung tersadar dari lamunannya ketika mendengar derap langkah kaki mendekatinya. Ia menoleh dan melihat Sunhee yang tersenyum kecil padanya. Yeoja itu duduk di sebelahnya. Lalu mereka terdiam selama beberapa saat.

“Mianheyo.”ucap Yesung, membuka pembicaraan. Ia menatap ke depannya, merasa bersalah untuk menatap wajah Sunhee. “Aku seharusnya tidak menyebut namanya. Tapi terlalu banyak hal mengenainya yang saat ini sedang kupikirkan.”

“Aku mengerti. Wajar jika dirimu merasa seperti itu. kalian bersama selama bertahun-tahun. tidak mudah untuk melupakannya begitu saja.”

“Empat tahun 7 bulan 12 hari. Dan dalam waktu selama itu, bukan hanya diriku dan Yuuri yang tak terpisahkan, tapi juga Yuuri dan Eomma. Yuuri menganggap Eomma sebagai ibu keduanya, karena ibu kandungnya berada jauh di Amerika. Sementara Eomma menganggap Yuuri sebagai anak perempuan yang tidak pernah ia punya.”ucap Yesung getir, merasa hatinya semakin sakit ketika mengatakan hal itu. “Aku tidak bisa menyalahkan Eomma jika Eomma selalu marah setiap aku menyebut nama Yuuri, karena aku tahu Eomma juga terluka karena kepergiannya yang tiba-tiba. Tapi aku juga tidak bisa menahan perasaan sedih yang muncul ketika mendengar Eomma menyebut nama Yuuri dengan kemarahan. Padahal dulu yang selalu kudengar adalah nada lembut Eomma saat menyebut nama Yuuri.”

Sunhee menatap bagian samping wajah Yesung yang terlihat begitu sedih. Hatinya merasa sakit melihat Yesung begitu sedih. keinginannya untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai Yuuri begitu kuat. Tapi ia takut Yesung akan meninggalkannya jika ia melakukan itu.

Ia takut…

“Mianheyo.”kali ini Yesung mengatakannya dengan menatap Sunhee. Ekspresi wajah namja itu penuh dengan rasa bersalah dan rasa sedih yang terlihat begitu menyakitkan. “Karena aku tidak tahu apakah hatiku benar-benar bisa melupakan Yuuri dan berpaling padamu.”

….patah hati.

***

Sunhe berlari-lari panik di koridor rumah sakit. Beberapa kali ia berhenti untuk bertanya pada perawat dimana keberadaan Sangwook, sampai akhirnya ia melihat sendiri dokter yang dicarinya itu baru keluar dari ruangan Yuuri bersama dua orang perawat.

“Sunbae!”panggilnya.

Sangwook menoleh ke arah suara Sunhee dan melihat dokter muda itu yang berhenti berlari di hadapannya dengan napas terengah-engah. “Yuu… Yuuri…hh…hh… bagaimana keadaannya?”

Sangwook menatap kesal Sunhee. “Lee Sunhee. Kau tahu kan apa kesalahanmu saat ini?”tanyanya tajam.

Sunhee menegakkan tubuhnya, menatap Sangwook sekilas lalu menundukkan wajahnya karena merasa bersalah dan malu. “Ne, Sunbae.”

“Sebagai seorang dokter kau pasti tahu kalau ponselmu harus selalu aktif. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang gawat terhadap pasienmu, dan itu terjadi kemarin!”ucap Sangwook dengan nada tinggi, membuat bukan hanya Sunhee yang terkejut, tapi dua perawat yang berada di belakangnya.

“La… lalu bagaimana keadaan Yuuri sekarang? Apa yang terjadi padanya?”tanya Sunhee panik setelah bisa mengatasi rasa terkejutnya.

Sangwook masih menatap Sunhee tajam. “Kemarin siang ia melihat Hyewoo, pasien yang kutangani, meninggal. Dan sekarang ia terkena serangan shock. Perawat Kim bisa menemanimu memeriksanya sekarang.”

Sunhee bergegas ke pintu ruang rawat Yuuri. Ia membukanya, tapi sebelum masuk ia menoleh ke arah Sangwook. “Mianheyo Sunbae. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”katanya, lalu masuk ke dalam ruang rawat Yuuri.

Sunhee yang panik langsung saja menghampiri Yuuri yang berbaring di ranjangnya, tanpa memperhatikan jika ada seseorang yang menatapnya bingung.

“Kau siapa?”tanya suara yang mengejutkan Sunhee. Sunhee menoleh dan mengernyit melihat yeoja cantik yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya.

“Ah. Jeoseonghamnida. Saya adalah dokter yang menangani Yuuri. Lee Sunhee imnida.”ucap Sunhee dengan sedikit membungkukkan badan.

“Saya Seo Hyun. Adik Jung Yuuri.”kata Seohyun dengan membungkukkan badan.

Sunhee mengernyit. “Adik?”

Seohyun tersenyum. “Kami teman sejak kecil. Tapi kemudian orangtua Yuuri Eonnie mengasuhku dan adikku setelah orangtua kami meninggal. Jadi kami sudah seperti kakak-adik.”jelasnya.

Sunhee mengangguk-angguk kecil. Ia kemudian memeriksa kondisi Yuuri yang masih tertidur. Dari keadaan tubuhnya, Yuuri terlihat baik-baik saja.

“Apa yang sebenarnya terjadi padanya kemarin?”tanya Sunhee pada Seohyun.

Pertanyaan itu membuat Seohyun mengalihkan pandangannya pada Yuuri yang tertidur. Ia menatap sedih Yuuri. “Aku hanya mendengarnya dari Jo Uisa.”ucap Seohyun murung. “Ia bilang kemarin Yuu Eonni melihat seorang pasien leukimia meninggal, padahal mereka berjanji akan bertemu beberapa hari sebelumnya. Lalu…”Seohyun tercekat, ia merasa airmatanya akan keluar ketika mengatakan hal ini. “…ia mendapatkan kabar kalau kedua orangtua kandungnya yang selama ini dicarinya ternyata sudah lama meninggal.”

Seohyun terisak kecil setelah selesai menjelaskan. Sunhee yang mendengar hal itupun merasakan matanya mulai memanas. Ia tahu jika dokter tidak boleh menunjukkan sisi emosional di depan pasien, bahkan kalau pasien itu meninggal sekalipun. Tapi ia sulit untuk menahannya. Walaupun belum lama mengenal Yuuri, ia sudah mulai menyukai yeoja itu. Senyumnya yang begitu cantik, sifatnya yang ramah, bahkan ketika bad mood pun ia tetap berusaha ramah kepada orang lain, juga… sifatnya yang selalu memikirkan kepentingan orang lain. Selalu menyuruh Yunho cepat pulang agar bisa cukup beristirahat, menanyakan kabar dokter dan perawat yang ditemuinya dan merahasiakan penyakitnya dari orang lain, juga… Yesung.

Padahal baru sebentar, tapi Sunhee sudah mulai menyukai Yuuri yang terlihat begitu rapuh. Jadi sama sekali tidak mengherankan jika Yesung jatuh cinta pada Yuuri di saat yeoja itu terlihat begitu sempurna.

Keheningan mereka terpecahkan oleh suara pintu yang terbuka. Kyuhyun masuk ke ruang rawat Yuuri dengan membawa sebuket bunga lily dan terkejut ketika melihat Sunhee disana. Yesung memang belum pernah memperkenalkan Sunhee pada member-membernya, tapi Kyuhyun mengenalinya dari foto yang pernah diperlihatkan Yesung padanya.

“Kau kan…”

Sunhee pun begitu. Walaupun ia bukan penggemar kpop, tapi ia tahu Super Junior karena ia dekat dengan Yesung. Ia tahu siapa namja yang sekarang sedang memandangnya bingung itu.

“Oppa… ini Lee Sunhee Uisa. Dokternya Yuu Eonnie.”jelas Seohyun.

Kyuhyun terkejut mendengarnya. “Dokter?”

“Ne. Jeoseonghamnida karena baru datang pagi ini. Kemarin saya sedang ada acara dan ponselnya mati.”jelas Sunhee sedikit takut akan pandangan Kyuhyun padanya.

“Acara?”ucap Kyuhyun sinis. Ia tahu acara apa itu. Yesung sendiri yang memberitahunya kalau kemarin malam orangtua Yesung mengundang Sunhee untuk makan malam di rumah keluarga mereka.

Ironis sekali. Di saat Yesung bersenang-senang dengan keluarganya dan pacar barunya, Yuuri malah mengalami hal yang buruk. Kenyataan ini membuat Kyuhyun merasa marah. Ia merasa semuanya tidak adil untuk Yuuri, dan perasaan itu begitu jelas tergambar di wajahnya. Sampai-sampai Sunhee mengalihkan wajahnya ke arah lain karena tidak sanggup menerima tatapan kemarahan Kyuhyun.

Seohyun yang tidak tahu apa-apa menatap keduanya dengan bingung. Ia pikir Kyuhyun marah pada Sunhee karena tidak ada saat Yuuri membutuhkan dokter itu.

“Mm… Lee Uisa. Ini Cho Kyuhyun, suamiku.”jelas Seohyun.

Walaupun terkejut dengan informasi itu, Sunhee tidak begitu menampakkannya karena masih grogi dengan tatapan Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun sudah menikah dan punya anak. Tapi ia tidak tahu jika istri Kyuhyun adalah kerabat dekat Yuuri.

“Ah, ne.”jawab Sunhee seadanya.

“Lalu, bagaimana keadaannya?”tanya Seohyun.

“Aku dengar jika ia mengalami shock karena kejadian kemarin. Jadi kita harus menunggu ia bangun dulu untuk melihat adanya perubahan atau tidak.”jelas Sunhee.

“Kedua orangtua kandung Eonnie sudah meninggal. Apa… apa Eonnie masih bisa mendapatkan donor?”tanya Seohyun dengan susah payah menahan tangisnya.

Sunhee menghela napas. “Bisa. Tapi kemungkinannya sangat kecil untuk mendapatkan donor yang cocok dengan tubuh Yuuri.”

Airmata Seohyun mengalir mendengar penjelasan itu. “Walaupun begitu, kita tetap harus berusaha mencari donor dan memberi semangat pada pasien. Semangat pasien membawa dampak positif bagi kondisi tubuh pasien itu sendiri.”lanjut Sunhee.

Seohyun mengusap airmata yang mengalir di pipinya dan mengangguk kecil mendengar penjelasan Sunhee. Ia menggenggam tangan Yuuri dan mengusapnya lembut. Tiba-tiba ia terkejut merasakan gerakan di tangan yang digenggamnya itu.

“Eonnie!”ucap Seohyun kaget. Kyuhyun dan Sunhee langsung mendekati ranjang Yuuri ketika melihat yeoja itu mulai membuka matanya dengan perlahan.

“Yuuri! Kau mengenaliku?”tanya Sunhee pada Yuuri ketika yeoja itu memandangnya. Yuuri mengerjap lalu mengangguk pelan, membuat Sunhee sedikit lega. Kemudian ia menoleh ke arah kiri, dimana tangannya sedang digenggam erat oleh seseorang.

“Seo… hyun?”ucapnya pelan. Seohyun tersenyum senang menerima reaksi yang berbeda dibanding kemarin. Ia langsung memeluk Yuuri.

“Eonnie…hiks…hiks…”

Yuuri mengusap lembut punggung Seohyun dengan tangan kanannya, dan bergumam. “Gwenchana… uljima Seohyunnie… nan gwenchana…”ucapnya berusaha menenangkan Seohyun yang menangis di pelukannya.

Kyuhyun tersenyum melihat keduanya. Sementara Sunhee lagi-lagi merasa kagum pada Yuuri. Bukankah yeoja itu yang sakit, kenapa malah dia yang menghibur orang lain?

Setelah beberapa saat, Seohyun melepaskan pelukan Yuuri dan berusaha bangun dari posisi berbaringnya. Ketika sudah duduk bersandar, Yuuri baru sadar jika di sana juga ada Kyuhyun.

“Eoh? Kyuhyun juga disini.”kata Yuuri kaget. Kyuhyun tersenyum lalu memberikan buket bunga lily kepada Yuuri yang menerimanya dengan terkesima.

“Tumben kau baik padaku, Cho Kyuhyun.”ucap Yuuri heran.

Senyum Kyuhyun memudar. “Memangnya aku pernah jahat padamu?”tanyanya sebal.

“Tidak sih. Lebih sering usil.”kata Yuuri dengan tertawa kecil. “Ternyata ada untungnya juga aku sakit. Seorang Cho Kyuhyun jadi memberikanku bunga!”

Kyuhyun mendengus. “Aku kan tidak pernah memberikanmu bunga karena kau punya namjachingu yang sering memberikanmu bunga. Lagipula untuk apa aku memberikanmu bunga sementara kau bukan pacarku.”

Yuuri tersenyum sedih. “Sekarang aku tidak punya pacar lagi, Kyuhyun-ah…”

Kyuhyun menggenggam tangan Yuuri. “Kalau begitu aku yang akan memberikanmu bunga.”katanya lembut.

Yuuri tersenyum, lalu menatap Seohyun. “Apa Seohyunnie mengizinkan?”tanyanya.

“Tentu saja boleh, Eonnie.”kata Seohyun dengan tersenyum lembut.

“Istriku pengertian sekali kan?”kata Kyuhyun tertawa.

Yuuri menatap Kyuhyun dan Seohyun bergantian dengan senyuman lebar. “Kalian beruntung karena memiliki satu sama lain. Aku selalu berdoa agar kalian bisa bersama selamanya. Agar kalian selalu bahagia.”kata Yuuri. Matanya mulai berkaca-kaca ketika mengucapkan kata ‘bahagia’.

Seohyun memeluk Yuuri lalu menangis tersedu-sedu. Kyuhyun lalu memeluk kedua yeoja yang sedang menangis itu. Sementara Sunhee menatap mereka dengan perasaan haru.

Yuuri sudah menyerah untuk berdoa demi dirinya sendiri. Sekarang, ia tidak akan menyebut dirinya lagi di dalam doa-doanya. Ia hanya akan mendoakan orang-orang yang dicintainya. Karena ia sudah tidak mau lagi berharap.

Harapan kosong hanya akan menyakitinya lebih dalam daripada penyakitnya sendiri.

***

Yuuri memandang langit-langit ruang rawatnya dengan berbagai pikiran berkecamuk. Lagi-lagi malam ini ia sendirian. Seohyun memang bersikeras ingin menginap di RS malam ini, dan Kyuhyun juga mengizinkan. Tapi Yuuri menolak. Seohyun punya dua orang anak yang membutuhkannya. Walaupun ada Jihyun, adik Seohyun, yang mengurus kedua anak SeoKyu, tapi tetap saja ibu yang lebih dibutuhkan.

Memikirkan itu membuat Yuuri begitu merindukan ibunya. Yuuri tahu kemungkinannya untuk mendapatkan donor sangat kecil. Mungkin saja sebentar lagi ia akan mati. Dan ia tidak akan bisa melihat wajah kedua orangtua dan juga Yuki, adiknya. Airmata Yuuri mengalir.

Besok. Ia akan meminta Seohyun untuk menghubungi keluarganya dan meminta mereka datang.

“Kalau tahu akan secepat ini, seharusnya aku biarkan dia melakukan apapun yang ia suka!”

Yuuri kembali teringat kata-kata ibunya Hyewoo. Ingatan itu menyentaknya. Perlahan ia bangun dari ranjangnya lalu mengambil kopernya yang berada di dekat lemari pakaian. Ia mengganti pakaian rumah sakit dengan jeans dan kaos, lalu mantel tebal berwarna krem. Kemudian ia membuka beanie yang dipakainya, dan memasang wig sebahu berwarna hitam di kepalanya yang sudah botak, dan setelah itu kembali memasang beanie di atas wig tersebut. Ia mengambil syal biru muda pemberian Yesung dan memakainya di lehernya. Terakhir, ia masuk ke kamar mandi dan memakai sedikit make up dan lipgloss agar wajahnya tidak terlihat terlalu pucat.

Yuuri tersenyum melihat penampilannya di cermin kamar mandi.

Jika dirinya hanya punya waktu sedikit lagi. Tidak ada salahnya jika ia menikmati hidupnya sekarang kan? Hanya sekali ini saja ia ingin bersikap egois.

***

‘Bisakah kita bertemu? Aku tunggu di kedai biasa.’

Jantung Yesung berdetak kencang ketika membaca pesan itu. ia memang tidak mengenali nomornya. Tapi ia tahu jika Yuuri yang mengirim pesan itu. Setelah membaca pesan itu ia langsung menuju tempat yang disebutkan.

Kedai tteokboki di dekat sungai Han. Dulu mereka berdua suka makan disana saat berkencan di malam hari.

Yesung memakirkan mobilnya di pinggir jalan lalu dengan setengah berlari pergi ke arah kedai tersebut. Ia tidak menemukan Yuuri ketika sampai di kedai tersebut. Ketika matanya mencari ke sekelilingnya, ia melihat Yuuri sedang duduk di bangku yang mengarah ke sungai Han. Dengan ragu ia menghampiri yeoja yang masih ia cintai itu.

Sayup-sayup ia mendengar Yuuri menyanyikan lagu favoritnya. “You and I together. It just feels so right. Ibyuliran maleulhaedo. Geu nuga mweorahaedo nan geudael jikilgae. You and I together, Nae du soneul nochijima.”

Ketika sampai di belakang Yuuri, ia tersenyum mendengar nyanyian yang semakin terdengar jelas itu. You and I yang dinyanyikan Park Bom 2NE1. Lagu itu lagu kesukaan Yuuri.

“Annyoungiran maleun haedo. Naegae i saesangeun ojik neo hanagiae…”Yuuri berhenti menyanyikan lagu itu ketika menyadari kehadiran Yesung. Ia menoleh ke belakangnya dan tersenyum lebar melihat kehadiran Yesung.

“Kenapa tidak dilanjutkan?”tanya Yesung. Namja itu kemudian duduk di sebelah Yuuri.

“Suaraku tidak sebagus Park Bom 2NE1 atau Yesung Super Junior.”kata Yuuri dengan tersenyum kecil.

“Teruskan saja. Aku suka mendengarmu bernyanyi.”kata Yesung, masih tetap tersenyum. Senyuman di wajah Yesung dan ucapannya membuat Yuuri merasakan kebahagiaan yang sudah lama tidak dirasakannya. Ia berdeham kecil lalu memejamkan mata dan kembali bernyanyi.

“No matter what happens
Even when the sky is falling down
I’ll promise you
That I’ll never let you go

You naega sseureojilddae
Jeoldae heundeullimeopsi
Ganghan nunbicheuro
Myeotbeonigo nal ileukyeojweo.”

Yesung memperhatikan dengan seksama wajah yeoja yang masih dicintainya itu. Ia menyadari jika pipi Yuuri terlihat lebih kurus. Dan wajahnya lebih pucat. Walaupun ditutupi make up, Yesung masih bisa melihat jika wajah Yuuri terlihat pucat. Yesung mengangkat tangan kanannya, ingin sekali mengelus pipi Yuuri. Tapi ia menghentikannya dan mendengarkan lagi nyanyian Yuuri.

“And you, na himae gyeoulddae
Seulpeumeul byeolang kkeutkkaji ddo akkimeopsi
Chajawa du son japeun geudaeyegae

Nan haejoongae eopneundae
Chorahan najiman
Oneul geudae wihae i norae booleoyo
Tonight geudaeye du noonae
Geu miso dwiae nalwihae gamchweowatdeon
Apeumiboyeoyo

You and I together
It just feels so right
Ibyuliran maleulhaedo
Geu nuga mweorahaedo nan geudael jikilgae.”

Yesung tersenyum miris. Lagu yang Yuuri nyanyikan tidak sesuai dengan situasi mereka saat ini.

“You and I together
Nae du soneul nochijima
Annyoungiran maleun haedo
Naegae i saesangeun ojik neo hanagiae

You maneun sarangcheoreom
Oori sarang yeokshi jogeumssik byunhagaetjyo
Hajiman jaebal seulpeo malayo
Oraen chinhan chingu cheoreom
Namaneul mideulsuitgae gidaelsuitgae
I promise you that I’ll be right here, baby.”

Suara Yuuri mulai bergetar.

“Nan haejoongae eopneundae
Chorahan najiman
Oneul geudae wihae i norae booleoyo
Tonight geudaeye du noonae
Geu miso dwiae nalwihae gamchweowatdeon
Apeumiboyeoyo

You and I together
Nae du soneul nochijima
Annyoungiran maleun haedo
Naegae i saesangeun ojik neo hanagiae

Waeroun bami chajaolddaen
Na salmyeosi nooneul gamayo
Geudaeye soomgyeoli nal aneulddae
Mueotdo duryeopji anjyo
E saesang geu eoddeon nugudo
Geudaereul daeshin halsueopjyo
You are the only one
And I’ll be there for you, baby

You and I together
It just feels so right
Ibyeoliran maleulhaedo
Geu nuga mweorahaedo nan geudael jikilgae

You and I together
Nae du soneul nochijima
Annyoungiran maleunhaedo
Naegae i saesangeun ojik neo hanagiae

Just you and I
Forever and ever.”

Airmata Yuuri mengalir ketika selesai menyanyikan lagu itu. Pada kenyataannya ia tidak bisa melakukan hal yang sama untuk Yesung, seperti lirik lagu yang dinyanyikannya. Tiba-tiba ia merasakan pelukan hangat Yesung di tubuhnya. Yuuri balas memeluk Yesung dengan erat.

Hanya untuk saat ini, ia bersikap egois. Hanya untuk saat ini ia ingin berada di dekat Yesung lagi.

~TBC~

 

Park Bom – You and I (translation)

No matter what happens
Even when the sky is falling down
I’ll promise you
That I’ll never let you go

You, even when I fall, you help me up without shaking one bit
with an unfaltering gaze

And You, during those hard times and until the end, you hold
Both of my hands and stay with me

I might be a shabby person who has never done anything for you
But for today, I am singing this song just for you
Tonight, within those two eyes, and your smile
I can see all the pain you’re trying to hide from me
You and I together. It’s just feel so right
I will never leave you and no matter what anybody says, I’ll be there to protect you
You and I together, don’t ever let go my hands
I’ll never say “goodbye” to you, even when this world ends

Just like all of the others,
I’m sure our love will change a little bit at a time
But please don’t be sad
Hopefully I will be someone who you can trust like a close friend
and someone you can lean onto
I promise you that I’m be right here baby

I might be a shabby person who has never done anything for you
But for today, I am singing this song just for you
Tonight, within those two eyes, and your smile
I can see all the pain you’re trying to hide from me
You and I together. It’s just feel so right
I will never leave you and no matter what anybody says, I’ll be there to protect you
You and I together, don’t ever let go my hands
I’ll never say “goodbye” to you, even when this world ends

I close my eyes lightly whenever those lonely nights come to me
I no longer fear when your breath holds me
No one in the world can replace you
You are the only one in I’ll be there for you baby

You and I together. It’s just feel so right
I will never leave you and no matter what anybody says, I’ll be there to protect you
You and I together, don’t ever let go my hands
I’ll never say “goodbye” to you, even when this world ends

Just you and I
Forever and ever…

Yang mau dengerin lagunya, ini link MV-nya^^

Iklan

11 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love 7/?

  1. Huweeeee, miris banget ama keadaannya yuri. Jadilah egois yuu, bukan hal yg salah kalo kamu pengen yesung oppa ada d sisi kamu. Beranikah sunhee, seokyu atau yunho buat ngasih tau yesung soal gmana keadaan yuu ? Sebnernya masih kurang greget d chap ini, knangan manisnya kurang banyak. Hhe. Ayo semanget yuuuu, Fightiiiiiing

  2. perkenalkan sy new reader..baca kisah Yesung-Yuuri nyesek bgt,knp Yuuri nggak jujur aza ke Yesung soal penyakitnya dg begitu justru ada yg nyemangatin bt sembuh..
    d tunggu next chapternya ya.khamsa

  3. Yesungie cpt tw dunk…
    Udah g tahan sedih2 trus…

    Semoga akan dn memang happy ending ni bwt sungri… Dn ad banyak moment bahagia mereka

  4. part ini bener2 bkin sesak & hti miris dg keadaan yuuri buat gw gak henti2 meneteskan air mata sungguh dpt bgd feelnya. gomawo udh share ff ni & mianhee ru komen d.part ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s