[After Story of FON] Everlasting Love 8/?

sungri2

Tittle               : Everlasting Love 8/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Prev                : 1  2   3   4  7

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

Aroma ddeokboki panas yang terhidang di meja sama sekali tidak membuat Yesung menyentuh makanannya. Matanya terus sibuk memandangi Yuuri yang kini memakan ddeokboki dengan lahap di hadapannya. Ekspresinya seolah-olah yeoja itu sudah lama sekali tidak makan enak. Yesung tersenyum geli.

“Kau seperti sudah lama tidak makan enak.”komentar Yesung, membuat Yuuri menghentikan tangannya yang baru akan menyendoki sepotong ddeokboki ke mulutnya. Memang benar, Yuuri sudah terlalu lama tidak memakan makanan selain makanan rumah sakit yang hambar, hanya saja Yesung tidak tahu hal itu.

Yuuri memutuskan untuk tidak berkomentar dan kembali melanjutkan makannya tanpa menyadari jika saus ddeokboki sudah belepotan di sekitar bibirnya, membuat Yesung tertawa kecil.

“Apa yang lucu?”tanya Yuuri sedikit tersinggung.

Yesung tidak menjawab. Ia menyeka saus di sudut bibir Yuuri dengan jempolnya lalu menjilat saus di jempolnya tersebut. Matanya tidak lepas dari mata Yuuri saat melakukan itu.

“Enak.”ucap Yesung dengan menyeringai. Yuuri tertegun dengan perbuatan Yesung itu. Sebelumnya Yesung akan menjilat bibirnya jika ia makan belepotan seperti itu. Tapi perbuatan Yesung yang seperti ini membuat perasaannya sama bahagianya dengan yang dulu biasa dilakukan namja itu.

Perasaan bahagia yang sudah lama tidak dirasakannya itu membuat Yuuri merasakan matanya memanas. Yuuri kembali memakan ddeokbokinya dengan lahap lalu bergumam pelan “Pedas…” dengan mata yang berkaca-kaca.

Yesung tahu jika Yuuri sebenarnya ingin menangis, tapi ia tidak mengomentari hal itu. Ia menyodorkan segelas air pada Yuuri yang langsung diminum habis oleh yeoja itu.

Entah apa yang dialami Yuuri saat ini, tapi Yesung memutuskan untuk tidak bertanya lagi. Karena Yuuri pasti tidak akan mau menceritakannya. Baginya, yang penting, ia akan menikmati waktu bersama dengan Yuuri saat ini.

***

“Sekarang mau kemana?”tanya Yesung setelah mereka selesai makan.

Yuuri menatapnya penuh harap. “Aku masih mau jalan-jalan disini. Kau… masih mau menemaniku?”

Yesung tersenyum kecil. “Oke.” kata Yesung pendek lalu mereka berjalan-jalan menikmati pemandangan Sungai Han dan lampu-lampu jembatan yang memantul dengan sangat indah di air sungai yang tenang.

Yuuri tersenyum sedih memandang pemandangan indah itu. Sebelumnya ia sudah menganggap pemandangan itu indah, tapi sekarang ketika ia sadar waktunya sebentar lagi akan habis, pemandangan itu berkali-kali lipat jauh lebih indah. Sama seperti Yesung. Sebelumnya ia sudah sangat mencintai namja itu, tapi ketika sadar jika ia tidak akan bisa melihat namja itu lagi, ia semakin mencintai namja itu, sampai-sampai hatinya terasa begitu ngilu.

“Kau kenapa?”tanya Yesung cemas. Yuuri menoleh dan memandang Yesung yang menatapnya cemas. Tanpa Yuuri sadari, yeoja itu sudah menyentuh dada kirinya dan menekan tangannya disana.

Yuuri mengerjap kecil, lalu menurunkan tangannya. “Nan gwenchana.”jawabnya pelan.

“Kau tidak baik-baik saja. Kau menggigil.”kata Yesung cemas. Ia memegang kedua lengan Yuuri dan mengusapnya pelan. “Udara malam tidak begitu bagus. Sebaiknya kita pulang.”

Yuuri menggeleng cepat. Ia menggigit bibirnya, menahan ucapan permohonan yang sebentar lagi akan keluar. Kalimat yang mungkin keluar akan terdengar begitu putus asa, dan Yuuri tidak ingin Yesung mendengarnya.

Tapi namja itu mengerti. Yesung selalu mengerti dirinya.

“Aku akan mengantarmu ke apartemenmu. Kita bisa mengobrol disana.”kata Yesung berusaha menenangkan yeoja yang masih dicintainya itu. Walaupun Yesung yakin mereka tidak akan banyak bicara disana.

Yuuri masih menatap Yesung ragu, tapi kemudian ia mengangguk kecil. Dan Yesung mengajak yeoja itu naik mobilnya.

Sepanjang perjalanan ke apartemen Yuuri tidak ada suara sama sekali. Yesung merasa bingung harus berbicara apa. sedangkan Yuuri sudah terlalu capek untuk mengeluarkan suara. Kondisi tubuhnya yang lemah dan terlalu banyak berpikir hal buruk membuat tubuhnya benar-benar kelelahan sekarang. Tapi Yuuri berusaha menahan rasa kantuk yang menyerangnya. Yesung sedang bersamanya, dan ia ingin menghabiskan malam ini untuk memandangi wajah namja itu.

Yuuri bersandar di jok mobil dan menolehkan kepalanya ke kiri, memandangi Yesung yang sedang menyetir. Yesung menyadari jika Yuuri memandanginya, tapi ia memilih untuk tidak berkomentar. Ia menikmati perhatian Yuuri padanya. Yesung berharap hal ini bisa ia rasakan selamanya.

***

Yesung menggendong bridal style Yuuri yang tertidur ke gedung apartemen yeoja itu. Petugas keamanan apartemen itu begitu terkejut melihat Yesung yang tanpa menggunakan penyamaran, dan Yuuri. Tapi Yesung tidak mempedulikan hal itu. Petugas apartemen ini sudah lama mengetahui hubungannya dan Yuuri, dan mereka dapat dipercaya, karena sampai sekarang tidak muncul berita tentang Yesung dan Yuuri.

Yesung merasa jika malam ini ia sedikit gila. Ia tidak memperdulikan hal lainnya selain Yuuri. Mungkin karena rasa rindunya pada yeoja ini begitu kuat. Ia membuka pintu apartemen Yuuri dan langsung membawa yeoja itu ke kamar. Yesung mengernyit ketika menyadari seprai yang sedikit berdebu. Sudah berapa lama Yuuri tidak pulang?

Yesung meletakkan Yuuri di sofa di sudut kamar, lalu mulai merapikan tempat tidur. Ia membuka seprai Yuuri yang berdebu dan menggantinya dengan seprai baru yang diambilnya di lemari. Setelah memastikan tempat tidur Yuuri bersih, ia menggendong kembali Yuuri dan memindahkan yeoja itu ke tempat tidur.

Gerakan Yesung membuat tidur Yuuri terusik. Perlahan ia membuka matanya dan memandang Yesung yang posisinya membungkuk di atasnya. Pandangan Yuuri membuat Yesung gugup, segera saja ia melepaskan tangannya yang masih berada di balik punggung dan di balik lutut Yuuri.

Yesung berniat untuk mengambil air minum dan akan berbalik pergi ketika Yuuri tiba-tiba menangkap tangannya. “Kajima…”ucap Yuuri dengan nada yang begitu khawatir dan suara yang bergetar.

Yesung bisa merasakan kecemasan Yuuri, ia berbalik lalu memegang lembut tangan Yuuri. “Aku hanya ingin mengambil air minum.”ucapnya lembut.

“Jangan… lama-lama…”ucap Yuuri lirih, melepaskan genggamannya di tangan Yesung.

Yesung tersenyum kecil lalu mengangguk. Kemudian pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Ia mengernyit ketika melihat perabot dapur yang berdebu. Sesibuk apapun Yuuri ia tidak pernah membiarkan apartemennya berdebu seperti ini. Sebenarnya berapa lama yeoja itu tidak pulang?

Yesung mengambil sebuah gelas kaca di rak piring, mencucinya sampai bersih, lalu mengisinya dengan air keran. Ia meminum air tersebut sampai habis kemudian mengisi gelasnya lagi untuk Yuuri.

Ketika Yesung kembali ke kamar, Yuuri sudah tertidur lelap. Yesung duduk di tepi tempat tidur dan memandang wajah pucat Yuuri. Yeoja itu terlihat semakin kurus dan pucat. Bahkan raut wajahnya pun terlihat sangat kelelahan. Yesung curiga jika Yuuri sakit. Tapi sakit apa? Yuuri memang sering terkena flu, tapi ia tidak pernah sakit yang lain.

Yesung mengernyit. Atau memang Yuuri pernah sakit yang lain tapi ia tidak pernah memberitahu Yesung? Karena intensitas mereka bertemu seringkali terhalang oleh schedule Yesung yang padat, apalagi ketika namja itu harus konser ke luar negeri.

Yesung mengelus lembut pipi Yuuri yang tirus. Ia tidak mengerti dengan sikap Yuuri yang mendadak memintanya bertemu. Apa ini berarti yeoja itu ingin kembali padanya? yesung sama sekali tidak bisa mengerti dengan sikap yeoja ini. Yuuri sudah berubah banyak, Yesung tidak lagi mengenalinya sejak itu.

*Flashback*

Yesung tersenyum lebar saat memasuki apartemen Yuuri. Sekarang memang sudah jam dua malam dan Yuuri pasti sudah tertidur, tapi Yesung sangat merindukan yeoja itu. Sudah sebulan ini ia tidak bertemu Yuuri karena ia harus konser SMTOWN di luar negeri. Karena rasa rindunya yang sudah tak tertahankan, sesampainya di bandara Incheon ia langsung saja pergi ke apartemen Yuuri dengan menggunakan taksi. Yesung tidak mempedulikan rasa lelah dan jet lag yang melandanya. Ia ingin tidur dengan memeluk Yuuri.

Yesung berjalan mengendap-endap masuk apartemen Yuuri yang gelap. Ia tidak ingin membangunkan yeoja itu. Tapi betapa terkejutnya ia ketika melihat Yuuri tertidur di sofa ruang tengah dengan televisi menyala. Yuuri tertidur dengan posisi duduk dan kepala bersandar di lengan sofa. Yesung berjongkok di depan Yuuri. Penerangan televisi membuat namja itu bisa melihat wajah Yuuri. Lagi-lagi ia terkejut melihat wajah Yuuri yang berantakan, dan terdapat jejak-jejak aliran airmata.

Yesung menyentuh lembut pipi Yuuri. Ia mulai merasa cemas. Ada apa dengan yeoja ini saat ia tidak ada?

Sentuhan tangan Yesung di pipi Yuuri membuat yeoja itu terusik. Yuuri melenguh pelan dan mengernyitkan dahinya, kemudian airmata kembali mengalir dari kedua matanya yang tertutup. Ekspresi wajahnya terlihat sangat sedih, dan airmata terus-menerus mengalir keluar.

“Yuu…”panggil Yesung cemas. Ia merengkuh wajah Yuuri dengan kedua tangannya, dengan lembut berusaha membangunkan yeoja itu dengan sentuhannya. Perlahan Yuuri membuka matanya, dan ia langsung menatap mata Yesung tepat di hadapannya.

“Oppa…”panggil Yuuri bingung, kemudian setelah menyadari jika Yesung yang berada di hadapannya bukanlah khayalan, Yuuri langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Yesung dan memeluk erat namja itu. “Oppa… hiks… hiks… Oppa…”

Yesung balas memeluk Yuuri dan mengusap-usap lembut punggungnya. “Yuu… waegurae?”

Yuuri tidak menjawab, ia masih terus terisak-isak keras. Yesung memutuskan tidak bertanya lagi dan ia menggoyang-goyangkan tubuh ramping Yuuri berusaha menenangkannya seperti anak kecil.

Setelah cukup tenang, Yuuri baru membuka mulutnya. “Aku… bermimpi buruk.”Yesung diam karena tahu Yuuri akan melanjutkan penjelasannya. “Aku bermimpi… harus berpisah dengan Oppa… aku takut…”

Yesung tertegun mendengar penjelasan Yuuri. Perlahan ia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Yuuri yang memerah karena menangis. Mata yeoja itu masih berkaca-kaca. Dengan lembut Yesung menyentuh pipi Yuuri.

“Kita tidak akan berpisah Yuuri-ya. Aku tidak akan meninggalkanmu karena aku mencintaimu.”ucap Yesung yakin.

“Keundae… bagaimana jika kita tetap harus berpisah? Bahkan ketika kita tetap saling mencintai?”tanya Yuuri dengan suara serak.

Yesung mengernyit bingung dengan ucapan Yuuri. “Untuk apa kita berpisah kalau kita masih saling mencintai?”

“Mungkin karena… salah satu dari mereka terlalu mencintai pasangannya, dan tidak ingin pasangannya sedih karena dirinya…”

“Itu bukan alasan yang masuk akal, Jung Yuuri.”bantah Yesung. “Jika mereka saling mencintai, mereka harus selalu bersama apapun yang terjadi.”

“Tidak semua orang yang saling mencintai tetap bisa bersama Oppa…”ucap Yuuri pelan tanpa memandang Yesung.

Yesung benar-benar merasa cemas mendengar ucapan Yuuri. Ia merengkuh wajah Yuuri dengan kedua tangannya dan memaksa yeoja itu memandangnya. “Kau tidak akan meninggalkanku kan?”tanya Yesung tajam.

Yuuri terdiam mendengar pertanyaan bernada cemas itu. Ia melepaskan tangan Yesung di pipinya lalu mendekatkan wajahnya pada Yesung. Dengan lembut Yuuri mencium bibir Yesung. “Bogoshippo…”ucapnya di sela-sela ciumannya.

Yesung membalas ciuman Yuuri dengan antusias. Ciuman Yuuri seolah-olah menghipnotisnya, membuatnya tidak sadar jika Yuuri belum menjawab pertanyaan. Tanpa melepaskan ciumannya dari Yuuri, Yesung duduk di sofa dan mengangkat Yuuri ke pangkuannya. Ciuman-ciuman mereka semakin panas, berusaha menyalurkan kerinduan dan rasa cinta mereka. Malam itu mereka bercinta sampai pagi.

***

Setelah malam itu, Yuuri terlihat bersikap seperti biasanya. Ia tetap sibuk bekerja, tetap suka mengomel saat mengingatkan Yesung makan, dan bahkan intensitas bercinta mereka jauh lebih sering dari sebelumnya. Tapi Yesung menyadari jika ada yang berbeda dengan Yuuri.

Yuuri menjadi cepat capek. Tapi yeoja itu tetap saja ingin bercinta dengan Yesung sampai pagi. Walaupun Yesung tidak mengatakannya, ia menyadari jika Yuuri seringkali melamun saat mereka selesai bercinta. Yesung memeluk Yuuri dari belakang, dan ia memperhatikan jika Yuuri hanya menatap kosong ke depan. Saat Yuuri mengira Yesung sudah tidur, yeoja itu seringkali menyusuri wajah Yesung dengan jarinya, seolah-olah berusaha mengingat bentuk wajah Yesung.

Saat itu Yesung ingin sekali bertanya mengenai keanehan Yuuri. Tapi ia yakin, jika merasa sudah siap, Yuuri akan memberitahunya apa yang mengganggu pikiran yeoja itu. Ternyata, hal itu tidak pernah terjadi.

Dua minggu setelah malam itu, Yesung menemukan jika apartemen Yuuri sudah tak berpenghuni. Jantung Yesung berdetak sangat kencang surat ketika melihat perabotan-perabotan di apartemen semua ditutupi oleh kain putih. Segera saja ia berlari masuk ke kamar Yuuri dan disana ia menemukan selembar surat di atas meja nakas.

Dengan tangan gemetar, Yesung mengambil surat itu dan membacanya.

 

Mianheyo, Oppa.

Aku tidak mungkin menikah denganmu.

Aku ingin melakukan banyak hal yang selama ini kuimpikan.

Tolong jangan mencariku.

 

*End of flashback*

 

Yesung benar-benar terpuruk saat itu. Ia mencari Yuuri kemana-mana, dan tidak ada yang tahu dimana yeoja itu. Bahkan rekan kerja Yuuri mengatakan jika yeoja itu sudah mengundurkan diri sebulan sebelumnya. Yesung baru tahu ketika beberapa bulan kemudian ada berita mengenai liputan organisasi kemanusiaan di Afrika, dan reporter tersebut mengenali Yuuri di antara para relawan.

Sebagai news anchor yang sebelumnya sangat terkenal di Korea, hal tersebut tentu menarik minat reporter tersebut. Segera saja berita mengenai Yuuri tersebar di seluruh Korea. Dari berita tersebut lah Yesung baru mengetahui jika Yuuri meninggalkannya untuk pergi menjadi relawan pengajar di negara Sudan. Yesung tahu jika Yuuri punya impian untuk keliling dunia, dan pergi ke benua Afrika untuk mengajar anak-anak di sana. Yesung tahu itu impian yang mulia, tapi selama ini ia berpikir hal itu hanya sekedar mimpi yang tidak mungkin Yuuri kejar karena Afrika ada di ujung lain dunia, dan Yuuri tidak akan meninggalkannya.

Yesung bukan kecewa karena Yuuri memilih untuk pergi, tapi ia lebih kecewa karena bagi Yuuri dirinya ternyata tidak lebih penting dari impian-impiannya. Dirinya tidak cukup penting sehingga Yuuri memutuskan pergi tanpa berbicara dengannya. Tapi walaupun seperti itu, tetap saja Yesung tidak bisa melupakan Yuuri. Tetap saja ia tidak bisa mengabaikan kehadiran Yuuri ketika yeoja itu kembali ke Korea.

Sekarang ini sikap Yuuri membuat Yesung bingung dan walaupun nantinya ia akan merasakan sakit lagi karena yeoja ini, ia ingin menikmati saat-saat ini. Saat-saat ketika Yuuri membutuhkannya.

“Apa yang kau pikirkan?”

Yesung tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara pelan Yuuri. Yeoja itu sudah terbangun dari tidurnya dan kini menatap Yesung dengan matanya yang terlihat mengantuk.

Yesung tersenyum kecil. “Aku hanya sedang berpikir mengenai alasanmu mencariku.”

Ekspresi Yuuri berubah sedih. “Apa aku mengganggumu?”

Yesung berdecak. “Kalau kau berpikir mengajak namja yang sudah punya kekasih untuk keluar malam-malam itu hal yang tidak mengganggu, berarti kau aneh.”

Yuuri bangun dari tidurnya dan duduk di hadapan Yesung. Ia menundukkan wajahnya, merasa bersalah ketika mengingat Sunhee. “Mianheyo. Oppa… bisa pulang sekarang.”

Yesung mengernyit. “Hmm… ternyata seorang Jung Yuuri masih juga egois ya.”ucapnya sinis. “Kau memintaku datang lalu mengusirku begitu saja sesuka hatimu. Aku heran kenapa masih saja mau menemui yeoja egois sepertimu.”

Yuuri tersentak mendengar ucapan sinis Yesung. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Yesung yang kini menatapnya dengan ekspresi dingin dan mata yang begitu sedih.

“Aku… aku…”Yuuri kesulitan untuk berkata-kata. Pada akhirnya ia mengucapkan maaf lagi. “Mianheyo. Jeongmal mianheyo…”

Yesung menghela napas. “Sudahlah. Aku tidak butuh kata maaf lagi. Apapun yang terjadi aku tahu kau tidak akan pernah mau menjelaskan apapun padaku.”kata Yesung. Ia memperhatikan ekspresi Yuuri ketika mengatakan hal itu, dan lagi-lagi ia merasa kecewa karena Yuuri masih juga tidak mau menjelaskan apapun padanya.

“Lee Sunhee…”

Yesung terkejut mendengar Yuuri menyebut nama yeoja yang sekarang menjadi kekasih Yesung itu.

“…. dia cantik dan baik ya.”ucap Yuuri dengan tersenyum memandang Yesung.

“Kau mengenalnya?”tanya Yesung.

“Anhi. Tapi aku tahu jika ia seorang dokter yang baik.”

“Tahu darimana?”

“Hmm… aku punya kenalan seorang dokter.”

Yesung langsung mengingat namja yang dulu pernah menelpon Yuuri saat yeoja itu sakit. Ia yakin maksud Yuuri adalah namja itu. Yesung merasakan kecemburuan yang besar karena ia sama sekali tidak mengenal namja itu dan namja itu sepertinya dekat dengan Yuuri.

“Apa hubunganmu dengan namja yang kau panggil ‘Sangwook Oppa’?”

Yuuri terkejut mendengar Yesung menyebut nama Sangwook. Darimana namja itu tahu?

“Aku mengangkat telpon darinya saat aku mengantarmu pulang ketika kau pingsan.”jelas Yesung.

“Sangwook Oppa itu…”

“Sudahlah. Tidak perlu kau jelaskan.”kata Yesung menyela ucapan Yuuri. “Lagipula kita tidak punya hubungan apapun lagi sekarang.”

“Ne.”jawab Yuuri pelan. Ia kecewa mendengar kata-kata itu langsung dari mulut Yesung. Seharusnya Yuuri bahagia, karena jika Yesung berkata seperti itu, berarti namja itu sudah bisa move on darinya. Sama seperti yang selama ini diinginkannya. Tapi tetap saja rasanya begitu sakit mendengarnya secara langsung.

Yesung sebenarnya merasa sedih mengatakan hal itu pada Yuuri. Tapi kali ini ia merasa harus tegas. Yuuri tidak bisa seenaknya menyuruhnya pergi dan memanggilnya kembali sesuka hati yeoja itu. Jika yeoja itu menginginkan dirinya, ia harus menggunakan cara yang benar, menerima Yesung kembali. Jika tidak seperti itu, Yesung tidak mau terus-menerus berada di hubungan menyakitkan ini.

“Aku mau tidur.”kata Yesung lalu berbaring di tempat tidur Yuuri.

“Oppa tidak pulang?”tanya Yuuri bingung.

“Kau pikir aku bisa menyetir dalam keadaan mengantuk seperti ini? Kau harus bertanggung jawab dan memberikanku tumpangan tidur karena sudah memintaku datang malam-malam begini.”ucap Yesung dengan memejamkan mata.

“Ng… kalau begitu aku akan tidur di sofa.”kata Yuuri lalu bersiap turun dari tempat tidur, tapi Yesung menangkap pergelangan tangannya.

“Tidur disini saja. Sofanya berdebu. Kkokjomal, aku tidak akan melakukan apapun padamu.”kata Yesung dengan menarik Yuuri untuk berbaring di sebelahnya.

Yesung berbaring dengan menghadap ke sebelah kanan, membelakangi Yuuri. Yuuri memandang punggung Yesung dengan penuh kerinduan.

“Oppa.”panggil Yuuri.

“Hmm?”jawab Yesung.

“Gomawo karena mau datang malam ini.”

Yesung mendengarkan Yuuri baik-baik.

“Maaf karena sebelumnya aku pergi tanpa mengatakan apapun. Walaupun sekarang kita tidak punya hubungan apapun lagi, aku ingin berpamitan. Aku akan pergi jauh. Setelah ini, aku tidak akan mengganggumu lagi…”

Yesung langsung berbalik ketika Yuuri selesai mengatakan hal itu. “Yuuri…”ucap Yesung. Tapi ia tidak jadi meneruskan kalimatnya ketika melihat Yuuri yang tertidur menghadapnya.

Jantung Yesung berdetak sangat kencang. Yuuri akan pergi jauh lagi, dan kali ini ia merasa jika perkataan yeoja itu sungguh-sungguh. Yuuri tidak akan menemuinya lagi. Ia merasakan firasat buruk akan hal itu.

Yesung membenci perasaan khawatir ini. Ia tidak ingin melepaskan Yuuri lagi. Besok, apapun yang terjadi, ia akan memaksa Yuuri untuk kembali padanya. Ia akan memaksa yeoja itu untuk jujur padanya.

***

Esok paginya, dengan mata masih terpejam Yesung meraba-raba sebelahnya, ingin meraih Yuuri kembali ke dalam pelukannya. Tapi ia terkejut dan langsung terbangun saat tidak menemukan Yuuri di sebelahnya. Dengan tergesa-gesa ia turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar Yuuri. Takut jika yeoja itu kembali meninggalkannya. Rasa lega langsung muncul saat ia melihat Yuuri di dapur dan membuka-buka lemari dapur.

“Sedang apa?”tanya Yesung.

Yuuri membalik badannya dan menatap Yesung yang kini menghampirinya dan duduk di kursi meja makan. “Maaf Oppa. Tidak ada apa-apa untuk sarapan.”kata yeoja itu.

“Aku malah akan heran jika ada sesuatu yang bisa dimakan di apartemen yang sudah lama tidak ditinggali ini.”kata Yesung. “Sudah berapa lama kau tidak tinggal disini?”

“Mmm… mungkin hampir tiga bulan. Aku tidak ingat.”

“Tinggal dimana?”tanya Yesung penasaran.

“Di… di rumah temanku.”

Yesung mengernyit dengan kebohongan yang begitu jelas itu. tapi ia memilih untuk tidak membahasnya. Yuuri sudah terlalu banyak mengucapkan kebohongan. Dan anehnya ia masih tetap ingin yeoja itu kembali padanya.

“Aku akan sikat gigi dan cuci muka dulu. Lalu kita akan pergi sarapan di kedai biasa.”kata Yesung lalu pergi ke kamar mandi tanpa merasa perlu mendengar jawaban Yuuri.

Yuuri menghela napas. Ia tahu jika sekarang orang-orang di RS sudah panik saat menyadari ia tidak ada di kamarnya. Tapi ia juga tidak ingin melepaskan kesempatan terakhir bersama Yesung.

Ia hanya berharap Seohyun ataupun Yunho tidak bisa dihubungi oleh pihak RS. Kalau tidak, mereka akan panik juga.

Yuuri segera berpegangan pada meja dapur ketika tiba-tiba merasa pusing. Ia memegang kepalanya dengan tangan kanannya. Yuuri merasa sangat kecewa. Padahal hari ini hari yang spesial untuk Yuuri. Tapi ia harus segera mengakhiri pertemuannya dengan Yesung. Jika ia tidak segera makan dan kembali ke rumah sakit untuk minum obat, ia akan pingsan di depan Yesung. Dan ia tidak mau itu terjadi.

***

Nyatanya, Seohyun dan Yunho sudah panik sekarang.

Seohyun adalah orang pertama yang masuk ke kamar Yuuri pagi ini. Saat ia melihat tidak ada Yuuri di ranjang RS, ia mencari yeoja itu ke kamar mandi. Tapi juga tidak ada. Baru ketika ia melihat ponsel Yuuri tidak ada, dan selang infus yang ternyata tergantung begitu saja di tiangnya, tanpa dibawa Yuuri, ia sadar jika Yuuri pergi dari RS.

Kemudian Yunho datang dan Seohyun menjelaskan dengan panik pada namja itu. Mereka berdua langsung melapor ke pihak RS dan bergegas mencari keberadaan Yuuri. Tapi sms dari Jaejoong membuat Yunho terkejut.

“Yunho-ya, berita Yesung dan Yuuri ada dimana-mana.”isi pesan Jaejoong beserta link sebuah website berita.

Yunho meng-klik link itu dan melihat foto-foto Yuuri dan Yesung sedang berjalan-jalan di sekitar Sungai Han. Bahkan ada foto saat mereka berdua berpelukan. Berdasarkan keterangan di website tersebut, foto-foto itu diambil tadi malam.

“Seohyun-ah, Yuuri sedang bersama Yesung hyung.”kata Yunho. Seohyun terkejut saat Yunho menunjukkan ponselnya yang berisi foto-foto SungRi di website berita tersebut.

Yunho berusaha menghubungi ponsel Yuuri, tapi tidak aktif. Lalu ponsel Yesung, tapi juga tidak aktif.

“Hubungi Kyuhyun. Kita harus segera mencari mereka. Yuuri harus segera kembali ke RS sebelum dia terkena infeksi.”

***

Tangan Ny. Kim bergetar ketika melihat berita yang ditunjukkan Jongjin di ponselnya. Perasaannya benar-benar campur aduk sekarang. Ia merasa lega mengetahui Yuuri sudah kembali ke Korea, karena bagaimanapun juga ia khawatir Yuuri berada di negara berbahaya seperti di benua Afrika. Tapi ia juga marah karena yeoja itu kembali dan mengganggu hubungan Yesung dan Sunhee. Baginya, apapun yang terjadi Yuuri sudah tidak berhak lagi berada di sisi putranya.

“Eommoni…”

Ny. Kim dan Jongjin tersentak melihat Sunhee. Sunhee memang sering datang pagi-pagi ke rumah mereka untuk sarapan bersama keluarga Kim. Sunhee mengernyit ketika melihat ekspresi calon ibu mertua dan calon adik iparnya itu.

“Ada apa? apa aku mengganggu kalian?”tanya Sunhee bingung.

“Sunhee-ya, temani Eommoni ne?”tanya Ny. Kim.

“Kemana?”

“Ke tempat Yuuri.”kata Ny. Kim yang membuat Jongjin terkejut. “Eomma!”katanya.

Sunhee mengernyit bingung. “Yuuri?”

“Akan Eommoni tunjukkan tempatnya.”kata Ny. Kim mengajak Sunhee keluar rumah.

Sunhee merasa bingung sekarang. Yuuri kan di RS. Mau mencari yeoja itu kemana?

“Keundae, Eommoni…”

“Sudahlah, ikut saja. percaya sama Eommoni.”

Dan Sunhee memutuskan untuk tidak membantah lagi, walaupun hatinya merasa cemas. Sebenarnya apa yang terjadi?

***

Yesung dan Yuuri pergi menuju ke kedai kecil dekat apartemen Yuuri. Kedai kecil itu adalah kedai yang biasa mereka kunjungi untuk pergi sarapan. Di sana mereka tidak pernah memakai penyamaran, karena ahjumma pemilik kedai jarang menonton televisi dan tidak mengenal Yesung dan Yuuri sebagai orang terkenal. Ahjumma itu hanya tahu jika Yesung dan Yuuri sepasang kekasih yang suka membeli sarapan disana.

“Ahjumma!”panggil Yesung saat mereka berdua masuk ke kedai yang baru buka dan masih sepi itu.

“Oh! Jongwoon-ah, Yuuri-ya! Aigoo~ Yuuri-ya, kau kemana saja? ahjumma sudah lama sekali tidak melihat kalian bersama kesini.”kata ahjumma pemilik kedai itu sambil menarik Yuuri ke pelukannya.

“Bogoshippo, ahjumma.”ucap Yuuri saat membalas pelukan ahjumma itu.

“Kau kemana saja selama dua tahun ini? Jongwoon selalu kesini sendirian dan ia selalu terlihat sedih.”kata ahjumma.

Sebelumnya Yesung memang masih suka kesana, walaupun sendirian. Dan ia selalu menjawab dengan ekspresi sedih ketika ditanya mengenai Yuuri. Yuuri memandang Yesung dengan sedih, perasaan bersalahnya semakin besar.

“Aku harus pergi keluar negeri.”jawab Yuuri.

Ahjumma memperhatikan tubuh Yuuri yang kurus. “Kau makan apa disana? Kenapa tubuhmu begitu kurus?”Yuuri hanya tersenyum tanpa menjawab. “Ahjumma siapkan kongnamul kook (sup tauge) dulu. Jja~ kalian duduk dulu ya.”

Ahjumma langsung masuk ke dapur dan membuatkan sarapan, sementara Yuuri dan Yesung duduk di pojok kedai yang jauh dari jendela. Walaupun sekarang masih pagi dan masih sepi, tapi mereka tetap tidak mau mengambil resiko ketahuan orang-orang.

“Oppa masih sering kesini?”tanya Yuuri pada Yesung yang duduk di hadapannya.

Yesung tersenyum kecil. “Tidak sesering dulu. Hanya kalau…”ucapan Yesung berhenti dan matanya terbelalak lebar, terkejut melihat ke arah pintu.

“Oppa kenapa?”

Yesung tidak menjawab dan langsung bangkit dari duduknya. “Eo… eomma…”

Yuuri terkejut mendengar ucapan Yesung. Ia bangkit dari duduknya dan berbalik. Wajahnya langsung memucat melihat Ny. Kim berada di depan pintu bersama dengan Sunhee yang juga terkejut melihatnya berada disana.

“Eommoni…”ucap Yuuri gugup.

Ny. Kim berjalan menghampiri mereka berdua lalu menampar pipi Yuuri.

“Eomma!”seru Yesung kaget. Sunhee mendekap mulutnya dengan kedua tangan karena kaget. Sementara Yuuri hanya bisa mematung karena kaget. Tamparan itu tidak keras, dan tidak cukup sakit, tapi perasaan Yuuri sekarang begitu sakit karena yang menamparnya adalah ibu Yesung, yang ia anggap sebagai ibunya sendiri.

“Apa yang kau lakukan bersama putraku, Jung Yuuri-ssi?”tanya Ny. Kim dingin.

“Eomma! Bukan salah Yuuri!”bela Yesung, ia mendekati Yuuri dan baru akan menyentuh yeoja itu, tapi tangannya berhenti ketika melihat tatapan marah ibunya.

“Anhi! Semua salahnya. Salahnya karena meninggalkanmu. Salahnya karena membuatmu depresi. Dan sekarang pun akan menjadi salahnya jika hubunganmu dengan Sunhee gagal.”ucap Ny. Kim dingin dengan terus menatap tajam Yuuri yang sekarang menunduk.

Sunhee menatap miris Yuuri yang kini tertunduk. Ia merasa cemas. Sejak kapan yeoja ini pergi dari RS? “Eo… eommoni… kumohon jangan diteruskan.”kata Sunhee gugup. “Yuuri-ssi harus pergi sekarang ke…”

“Ne! dia harus pergi!”potong Ny. Kim marah. “Dia harus pergi dari hidup putraku!”

“Eomma!”

Yuuri bergegas membungkukkan badan. “Jeoseongieyo. Jeongmal jeoseonghamnida.” ucapnya dengan airmata mengalir, lalu berlari keluar.

“Yuuri!”panggil Yesung.

“Jangan dikejar, Jongwoon-ah.”ucap Ny. Kim tajam. Tapi bukan Yesung yang mengejar Yuuri, melainkan Sunhee. Ia berlari mengejar Yuuri dengan memanggil-manggil yeoja tersebut.

Tapi Sunhee tidak menemukan Yuuri ketika yeoja itu berlari ke belokan jalan. Sunhee berteriak-teriak terus memanggil Yuuri. Ia panik. Entah apa yang akan terjadi jika pasien bertubuh lemah seperti Yuuri ketika mengalami shock lagi. apalagi yeoja itu tidak sedang di RS.

Sunhee menghubungi RS sambil berlari kecil kembali ke kedai tadi. Tanpa menyadari jika ketegangan masih berlangsung antara Yesung dan ibunya, Sunhee berteriak marah ketika perawat RS yang bertugas menjawab telponnya.

“Apa yang kalian lakukan?! Kenapa Yuuri bisa kabur dari rumah sakit?!”seru Sunhee marah.

Jantung ibu dan anak tersebut berdetak kencang saat Sunhee menyebut nama Yuuri dan ‘rumah sakit’.

“Yuuri tidak bisa terlalu lama diluar! Ia bisa terkena infeksi! Segera siapkan ruang steril! Aku akan mencarinya!”perintah Sunhee. Dengan perasaan takut dan cemas, Yesung menghampiri Sunhee untuk meminta penjelasan. “Su… Sunhee…”

Tapi Sunhee tidak mendengarnya. Yeoja itu terlalu panik. Ia menelpon Seohyun. “Seohyun-ssi, aku melihat Yuuri di daerah sekitar apartemennya. Kau sedang bersama Yunho-ssi? Tolong berpencar mencarinya. Ia harus segera dibawa ke RS.”kata Sunhee lalu memutuskan telponnya. Sunhee yang panik sama sekali lupa akan keberadaan Yesung dan Ny. Kim, ia baru saja akan pergi keluar kedai dan mencari Yuuri. Tapi Yesung menangkap lengannya, membuat Sunhee terkejut.

“Tolong jelaskan apa yang terjadi dengan Yuuri!”

Sunhee menangkap rasa cemas dan takut di mata Yesung, rasa bersalah langsung menyergapnya. Seharusnya sejak awal ia mengatakannya pada Yesung. Tapi kode etik kedokteran melarangnya untuk memberitahu perihal penyakit pasien pada yang bukan keluarga. Atau mungkin itu hanya pembelaan diri Sunhee. Ia tidak mau Yesung tahu.

“Yuuri adalah pasienku.”ucap Sunhee.

“Pasien? Tapi kau kan dokter…”Yesung langsung memucat ketika menyadarinya.

“Ne. aku dokter spesialis kanker. Dan Yuuri, pasienku. Ia menderita leukimia.”

***

Yuuri berjalan perlahan dengan airmata yang terus mengalir. Yesung mungkin tidak tahu. Tapi hari ini adalah hari dimana Yuuri pertama kali melihat Yesung dari dekat dan jatuh hati pada namja itu. Saat itu ia melihat Yesung latihan vokal ketika Yuuri datang ke gedung agensi SM untuk mencari Yunho. Diam-diam ia mengamati Yesung yang bernyanyi sendirian di ruang latihan dengan pintu yang sedikit terbuka. Yuuri memang pernah melihat member DBSK bernyanyi secara langsung, dan suara Jaejoong dan Junsu juga sama bagusnya dengan Yesung. Tapi ia tidak mengerti kenapa hanya Yesung yang membuat jantungnya saat itu berdebar. Walaupun saat itu ia masih tidak mengerti apa yang terjadi dengan hatinya, tapi ia menyukai perasaan yang muncul saat itu.

Belakangan ia tahu, jika perasaannya saat itu bisa dibilang cinta pada pandangan pertama. Sesuatu yang sebelumnya Yuuri anggap konyol, dan sama sekali ia tidak percayai ada.

Di hari yang selalu ia anggap hari istimewa ini, di hari itu pula ia merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya. Mungkin seharusnya sejak awal ia tidak kabur dari rumah sakit dan pergi menemui Yesung. Tapi ia hanya ingin melihat Yesung untuk terakhir kalinya, dan jika pada saatnya nanti ia pergi, ia akan pergi dengan penuh rasa syukur. Karena menurutnya Tuhan begitu baik padanya karena sudah menciptakan namja sebaik Kim Jongwoon, dan memberikan kesempatan pada Yuuri untuk pernah berbahagia bersama namja itu.

Yuuri merasa ia tidak kuat lagi berjalan. Kondisi tubuhnya memang masih lemah, dan ia juga belum makan serta minum obat. Jadi karena takut terjatuh di tengah jalan, Yuuri berjalan perlahan di pinggir di dekat pertokoan. Lalu matanya menangkap sebuah toko mainan anak-anak yang baru saja dibuka. Ia berhenti di depan kaca toko itu dan memandangi mainan-mainan yang dipajang di sana.

“Kalau aku punya anak nanti, aku akan menjadikannya anak yang paling berbahagia di dunia! aku akan membelikannya mainan apapun yang ia mau! Aku akan selalu memanjakannya!”    

“Oh ya? Bagaimana dengan Eomma-nya?”

Yesung tersenyum lalu mengecup bibir Yuuri. “Akan kupastikan Eomma-nya akan merasa beruntung memilikiku sebagai suaminya.”

Yuuri tersenyum ketika mengingat ucapan Yesung dulu. Airmatanya kembali mengalir.

“Oppa pasti bisa memiliki keluarga yang Oppa impikan bersama Sunhee-ssi. Oppa…hiks… pasti akan…hiks… berbahagia.”ucap Yuuri kemudian tersedu-sedu. Kemudian ia merasakan kehangatan yang selama ini dirindukannya, lalu pandangannya memburam.

***

Yesung berlari-lari sepanjang trotoar itu untuk mencari Yuuri. Sebenarnya pemikiran mencari Yuuri dengan berlari seperti ini adalah pemikiran yang cukup bodoh. Bisa saja Yuuri sudah pergi dengan menggunakan taksi, sehingga Yesung tidak bisa menemukannya di sekitar sini. Tapi ia tidak peduli. Ia melangkah kemana hatinya menuntunnya. Ia yakin Yuuri masih di sekitar sini. Jadi walaupun sudah banyak orang-orang yang mengenalinya dan menguntitnya di belakang dengan kamera ponsel, Yesung tetap berlari mencari Yuuri.

Ketika sudah mulai lelah berlari, Yesung mendapati gadis yang ia cintai berjalan perlahan dengan bahu bergetar. Yuuri menangis, ia tahu itu. Dan ia pun mengikuti Yuuri perlahan tidak jauh di belakang gadis itu. Kemudian ia melihat mata Yuuri terfokus pada suatu toko. Yesung pun melihat toko itu dan ia merasa hatinya begitu sakit. Toko mainan anak-anak.

Yuuri tidak tahu ketika ia fokus memandangi mainan-mainan yang terpajang di kaca toko itu, Yesung sudah berada di belakangnya, menahan keinginan untuk memeluknya.

Berkali-kali Yesung mengangkat tangannya untuk menyentuh bahu Yuuri, tapi ia tidak sanggup melakukannya. Kemudian suara lirih yang terdengar dari mulut Yuuri membuat airmatanya mengalir.

“Oppa pasti bisa memiliki keluarga yang Oppa impikan bersama Sunhee-ssi. Oppa…hiks… pasti akan…hiks… berbahagia.”

Yesung tidak bisa menahan perasaan lagi saat mendengarnya. Ia langsung mendekap tubuh Yuuri dan bisa dirasakannya tubuh itu melemas dalam pelukannya.

“Yuu!”panggilnya panik ketika sadar Yuuri pingsan dalam pelukannya. Ia menepuk-nepuk pelan pipi Yuuri berusaha menyadarkan gadis itu. “Ini Oppa, Yuu! Ireona Jung Yuuri!”Tapi Yuuri tidak juga terbangun. Kemudian perasaan cemasnya semakin besar ketika melihat darah mengalir dari hidung Yuuri.

“Andwae! Andwae! Chagi kau kenapa?!”ucapnya panik ketika berusaha menghapus darah itu dengan jari-jarinya yang bergetar. Tapi darah itu masih juga mengalir. Lalu tanpa pikir panjang Yesung mengangkat Yuuri bridal style dan berusaha menyeruak kerumunan yang mengelilingi mereka dengan bahunya.

“Minggir! Minggir!”teriak Yesung putus asa ketika orang-orang itu malahan sibuk memotretnya, bukan membukakan jalan untuknya. Yesung yang kesal langsung saja menubruk orang-orang itu masih dengan berteriak marah. Tapi mereka masih juga tidak menghiraukan teriakannya.

Airmata Yesung mengalir karena perasaan cemas yang semakin besar. “Jebal… biarkan aku lewat… aku harus menolongnya… aku mencintainya… aku tidak bisa hidup tanpanya…”ucap Yesung dengan memohon.

“Yak! Kalian mendengarnya kan?! Beri dia jalan!”seru seorang gadis lalu mendorong orang-orang yang berada di hadapan Yesung, berusaha membuka jalan. Kemudian ada dua orang gadis lain yang membantu Yesung melewati kerumunan itu.

Yesung berlari ke pinggir jalan dengan mengangkat tubuh Yuuri. Sementara gadis-gadis tadi yang membantunya masih mengawalnya di belakang, membantunya mengatasi para penonton itu.

“Oppa! Naik taksi ini!”kata salah satu gadis yang sudah di pinggir jalan dengan taksi yang sudah menunggu Yesung. Gadis yang lain membukakan pintu dan Yesung masuk ke dalam membawa Yuuri dalam pelukannya.

Napas Yuuri tersendat-sendat. Ia tampak begitu kesakitan saat bernapas. “Appo…hiks…”ucap Yuuri dalam igauannnya.

Yesung memeluk Yuuri semakin erat dengan airmata yang terus mengalir. “Bertahanlah chagi… Oppa ada disini…”

~TBC~

Sebenernya nih FF masih ada yang nungguin gk sih? Jadi males update deh cuma dikit jejak yg baca (=,=)

Hmm… sepertinya chapt ending akan saya password nih. yang mau baca endingnya harus komen ya, biar author-nya semangat juga ngetiknya. hihi~^^

Iklan

29 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love 8/?

  1. Aigooo… jadi nangis bacanya… T_T
    gegara bacanya sambil dengerin lagu SJ In My Dream…
    gak kebayang bagaimana khawatirnya Yeye waktu tahu penyakit Yuu…
    gimana dengan ibunya yeye… apa dia kaget juga setelah tahu penyakit Yuu dan karena itu juga dia ninggalin Yesung??
    keren eon. ditunggu terus lanjutannya…

  2. Huwe (╥_╥) , sedih luar biasa. Jangan sampe yuuri knapa”. Mereka kan baru baikan bertahanlah yuuu. Eommanya yesung jahat amat sih, kesel ama yuuri tpi jangan sampe nampar dong. Sunhee bakalan ngelepasin yesung oppa buat yuu engga ya ? Setelah berita mereka muncul pada akhirnya bakal kayak gmana ya ? Ahh masih tetep was was ama keadaan yuuri, pasti yesung oppa sedih banget. Tenang saja authornim kami masih tetap setia menunggu klanjutan ff ini, ayo semangat,, Fightiiiiiiiing

  3. udah nangis beneran terbawa emosi baca dari part 1-9
    sepertinya ingin akhir yang bahagia aja,,
    karena yuuri adalah gadis yang selalu ingin membuat hati orang yang dicintainya selalu bahagia, jadi aku ingin yuuri bahagia tapi bukan di surga bahagia bersama yesung

    suka banget sama tulisannya kereeeennnnnnn 🙂

      1. hahahhaaaa,,,, 😀 iya salah nulis, karena terlalu sedihhh dan sudah nangis” gak koq kak, aku bacanya sangat menghayati makanya bisa merasakan kebaikan hati yuuri, baca 1-8 butuh waktu 2 harian, heheheheeee….. 😀 peace kak :E>

  4. eonni jebal happy ending jng sad ending eon….
    q udh g snggup lg nangis bca ff ini… yuuri kshan bngt psti skit d tmpar m ibu ny yesung ..ibu ny yesung bkl nysel bngt dia kn synk bngt m yuuri..q bynkin yesung pas bwa yuuri k dlm taksi ampe memohon minta jln gtu…eonni ayo happy ending air mata q udh mau abz….eonni skrng mata q skit kbykaa n nangis # curhat #… eonni brikan kbhagian itu bt yesung yuuri….ciap2 stok airmata bt part 9…

  5. eonni jebal happy ending jng sad ending eon….
    q udh g snggup lg nangis bca ff ini… yuuri kshan bngt psti skit d tmpar m ibu ny yesung ..ibu ny yesung bkl nysel bngt dia kn synk bngt m yuuri..q bynkin yesung pas bwa yuuri k dlm taksi ampe memohon minta jln gtu…eonni ayo happy ending air mata q udh mau abz….eonni skrng mata q skit kbykaa n nangis # curhat #… eonni brikan kbhagian itu bt yesung yuuri….ciap2 stok airmata bt part 9…semangat eonni q tiap hri buka blog ini cek ff ini….g mengecewakan bngt ff ny menguras air mta…dulu crta seungri couple selalu happy skrng yg ini aduh…jebal bikn nangis sesegukan….semangat

  6. sy new reader dsini..karena kangen sm Yeye Oppa jadi suka baca FF yg castnya Yeppa…pas nemu blog ini langsung suka kisah Yesung-Yuuri jadi ngebut baca…kisah mrk sedih bgt.byk bgt halangannya bt bersatu.please bkin happy ending bt mrk ya chingu..

  7. Udah lama gak kesini malah ada ff after storynya fon
    Ceritanya menguras air mata banget chingu,
    jongwoon menderita, yuuri jg menderita, untung ada sunhee

    Ditunggu part selanjutnya ya chingu ^^

  8. keren kak keren, aku nangis fufufuf :”)
    aku sih maunya endingnya happy hihihi… atau gimana kalo bikin endingnya 2 versi. yang sad sama yang happy kekeke ._.v #peace #ampun

  9. aaakkk asli, nih FF keren abis. ngefans berat sama authornya!!! feelnya dapet bgt -walau ada bagian yang harus disensor (maklum di bawah umur hihi).
    Maaf ya thor, main nyelonong komen aja tanpa permisi, hehe. baru mampir soalnya, readers baru 🙂
    ditunggu kisah selanjutnya yaa, keep writing. tapi jgn lama-lama 😀
    dan terakhir, salam kenal 🙂

  10. Author yuuri jgn dbuat pergi y, jong woon plng cocok sm yuuri…
    Gregetan sm sunhee, lama bngt loading ny, klo cpt ksh tw klo yuuri sakit kn eomma yesung g smpai nampar yuuri…
    Eomma ny gmn tuh klo tw yuuri skit..
    Yesungie melo sangt di ff ini
    Dr awal smpai part ini ff ny nguras emosi euy
    Author semangat terus ya…

  11. bca part ini malah mewek..abis maraton baca dari part 5 ampe part 8,,,jadi komennya di part 8 chingu,,sedih bgt,,,yuu kasian,mana di tampar sama eommanya yesung,,,semoga happy ending….

  12. kurasa menutup mata di dlm dekap org yg kita cintai adalah suatu kebhagiaan mskipun mta ini tak akn pernah trbuka lg slamanya…apa itu jg akan trjdi pd yuu & yesung..apa pun yg trjdi nanti smoga yg trbaik tuk mrk berdua yaitu bhgia dg cara mrk sndiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s