[After Story of FON] Everlasting Love 10/?

 sungri2

Tittle               : Everlasting Love 10/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Prev                : 1  2   3   4  9

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

Nyaman.

Itulah yang Yuuri rasakan saat ia merasakan usapan lembut di wajah dan tangannya. Sudah lama sekali ia tidak merasakan tangan halus dan lembut ini mengusap pipinya dan tangannya. Bahkan ketika ia berada di ruangan yang penuh dengan bau obat-obatan ini, ia tetap bisa mencium wangi lembut yang menguar di tangan hangat itu.

“Eomma…”gumamnya dengan tersenyum.

“Ne, chagi.”

Yuuri membuka matanya perlahan ketika mendengar suara lembut itu. ia mengerjapkan matanya perlahan, berusaha menyesuaikan penerangan yang masuk ke matanya. Perlahan wajah mengabur di hadapannya menjadi begitu jelas menampakkan wajah cantik ibunya yang tersenyum.

“Eomma…”ucap Yuuri lagi, sedikit terkejut melihat ibunya. Tapi pada akhirnya ia tersenyum lebar.

“Bagaimana keadaanmu, chagi?”tanya Ny. Jung cemas.

“Buruk. Tapi sekarang aku merasa lebih baik karena melihat Eomma.”jawab Yuuri masih dengan tersenyum.

Senyuman Yuuri perlahan menghilang ketika melihat wajah sedih ibunya. Dengan sedikit kesulitan ia berusaha untuk bangun. Kedua tangan Ny. Jung memegang bahunya, berusaha membantunya dengan hati-hati agar infus di punggung tangannya tidak terkena. Tapi Yuuri malah menarik ibunya ke dalam pelukannya.

Dengan suara yang teramat lirih dan penuh rasa bersalah, Yuuri berkata “Mianheyo, Eomma. Aku sudah membuat Eomma khawatir. Sudah membuat semuanya khawatir. Mianheyo, karena aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik.”

Tubuh Ny. Jung bergetar mendengar ucapan putri satu-satunya itu. Rasa bersalahnya muncul dengan lebih besar. Sejak ia mengetahui dari Yunho jika Yuuri sakit sejak 3 tahun yang lalu, ia sudah merasa bersalah. Putrinya sudah sakit ketika terakhir kali mengunjunginya, dan ia sama sekali tidak sadar akan hal itu. Ibu macam apa dirinya.

Berkali-kali ia bertanya-tanya dalam tangis dan doanya. Apa ia bukan manusia atau ibu yang baik sampai Tuhan menghukumnya seperti ini? Kenapa bukan dirinya saja yang sakit? Kenapa harus Yuuri? Bayi yang membuatnya jatuh cinta saat pertama kali menggendongnya di panti asuhan. Putri tercintanya.

Ia memeluk Yuuri erat dan terisak pelan. “Eomma yang salah. Seharusnya Eomma tahu kau sakit saat pulang waktu itu. Eomma seharusnya memperhatikan putri Eomma dengan baik. Mianheyo, chagiya… eomma jeongmal mianhe…”

Yuuri tidak tahan mendengar isak tangis ibunya. Ia semakin merasa bersalah karena membuat ibunya merasa seperti itu. Airmatanya mengalir deras. Ia memeluk ibunya dengan lebih erat. “Mianhe Eomma karena merahasiakannya dari Eomma. Mianhe… hiks… hiks…mianhe…”

Tangisan Yuuri yang semakin tidak terkendali membuat Ny. Jung berusaha menahan isak tangisnya dan mengelus pelan punggung Yuuri. Mengucapkan kata-kata menenangkan agar putrinya berhenti menangis. Ia khawatir jika Yuuri kembali mengalami masalah pernafasan ketika terus-menerus menangis seperti ini.

Setelah beberapa saat, Yuuri berhenti menangis, dan Ny. Jung melepaskan pelukannya untuk mengusap wajah putrinya yang basah. Ny. Jung tersenyum. “Your eyes look…”

“…like bubble eyes goldfish.”lanjut Yuuri dengan tertawa kecil. Kalimat itu selalu diucapkan ibunya setiap Yuuri selesai menangis. Waktu Yuuri kecil, ia paling benci mendengarkan kalimat itu, karena ia tidak suka matanya yang bengkak sehabis menangis, disamakan dengan mata bubble eyes goldfish (ikan mas mata balon), ikan hias cina yang dipelihara ibunya. Oleh karena itu, sesedih apapun ia atau sesakit apapun dirinya saat masih kecil, ia akan berusaha menahan tangisnya jika tidak mau diledek ibunya. Bubble, nama ikan itu, adalah musuh Yuuri saat itu karena kucing kesayangannya selalu mengincar akuarium mini milik sang ibu dan selalu berakhir dengan omelan ibunya pada kucing gendut itu.

Walaupun ikan itu bernasib tragis dengan menjadi santapan Fatso, nama kucing kesayangan Yuuri, ibunya tetap saja masih suka meledeknya jika ada kesempatan.

“Seriously, Eomma, kenapa masih juga menyamakan mataku dengan mata Bubble?”ucap Yuuri heran bercampur sebal.

Ny. Jung tertawa kecil. “Itu pembalasan dari Eomma karena kau sudah menyuruh Fatso memakan Bubble.”

Yuuri berdecak mengingat kucing yang dinamainya dengan nama paman Casper, tokoh hantu favoritnya. “Fatso juga tidak lama mati setelah memakan Bubble. Itu salah Eomma karena memelihara ikan beracun.”

“Bubble tidak beracun!”protes Ny. Jung. “Fatso mati karena kebanyakan makan! Dia obesitas. Makanya dulu kau menamainya begitu karena ia sudah gendut sejak awal kau menemukannya.”

“Fatso nggak obes!”kali ini Yuuri yang protes.

Perdebatan yang seru tapi tidak penting itu (=___=”) bisa terus berlanjut jika saja telepon kamar tersebut tidak berdering. Refleks keduanya menoleh ke arah telepon yang dipasang di dinding kamar di samping jendela kaca. Yuuri tersenyum lebar saat melihat ayah dan adiknya yang melambai dengan tersenyum dari balik jendela kaca itu. Tapi hanya ayahnya sih yang tersenyum, sepertinya Yuki, yang memegang telepon, sudah jengkel karena harus menonton perdebatan tanpa suara mereka. Makanya sang adik menelponnya dengan telpon khusus pengunjung yang ditempelkan di dinding dekat jendela kaca itu.

Telepon itu memang khusus dipakai untuk pengunjung yang ingin berbicara dengan pasien, karena mereka tidak bisa masuk ruang steril dan tidak bisa mendengar kata-kata pasien di dalam walaupun bisa melihatnya melalui jendela kaca. Tapi Yuki menelpon hanya ingin mengejutkan keduanya dan agar keduanya mengalihkan perhatian pada dirinya dan ayahnya yang sejak tadi melihat mereka dari jendela. Ia tahu Yuuri belum cukup kuat untuk bangun dari tempat tidur untuk menggunakan telepon yang berada cukup jauh dari jangkauannya. Setelah itu Yuki menutup telepon itu, mengambil ponsel dari saku celananya dan kembali menelpon ke ponsel ibunya.

Ny. Jung mengangkat ponselnya, dan menekan speakerphone. Ia dan Yuuri terkikik mendengar suara protes si bungsu Jung itu. “Aku yakin Eomma dan Noona pasti mendebatkan hal yang tidak penting lagi seperti Bubble dan Fatso! Kasihan sekali mereka tidak bisa mati dengan tenang karena selalu kalian perdebatkan.”

“Ah Yuki-chan bilang saja mau ikut perdebatan kita, ya Eomma? Yuki-chan kan selalu merasa tidak dipedulikan ketika kita berdebat. Baby brother kan harus selalu jadi pusat perhatian.”ledek Yuuri membuat Ny. Jung tertawa.

Tn. Jung tersenyum melihat perdebatan ketiga orang terpenting dalam hidupnya itu. Saat mendengar kabar jika putri satu-satunya itu sakit parah, rasanya seluruh dunianya hancur seketika. Tapi melihat putranya yang menatap kosong dan istrinya yang menangis histeris, ia berusaha menguatkan dirinya. Seorang ayah harus selalu kuat di mata istri dan anak-anaknya, dan ia berusaha melakukannya. Tapi saat di malam hari istrinya dan putranya tertidur di ruang tunggu, Tn. Jung menangis dalam diam. Hatinya mengucap doa berulang kali. Ia berharap, ia bisa menggendong putrinya sekali lagi dan memanjakannya.

Apapun akan ia lakukan untuk mempertahankan senyum di wajah ketiganya.

Yuuri tersenyum kepada ayahnya lalu menunjuk ponsel ibunya dan berkata “Speakerphone.” pada Yuki. Yuki lupa jika ia tidak menyalakan speakerphone ponselnya sehingga ayahnya tidak bisa mendengar suara ibu dan kakaknya.

“Appa.”panggil Yuuri saat speakerphone-nya menyala. “I miss you so much.”

Mata Tn. Jung berkaca-kaca saat mendengar ucapan penuh perasaan putri tercintanya. “I miss you so much too, baby. I hope i can hug you right now.”

“I wanna hug you too.” Airmata Yuuri mengalir, tapi ia tetap tersenyum. “Nanti aku akan paksa dokter untuk memperbolehkan Appa masuk.”

Tn. Jung menggeleng. “Ruanganmu tidak boleh dimasuki banyak orang, chagi.”

“Ini kan demi kesehatan jiwa pasien juga. Kalau pasien senang, ia bisa lebih cepat sembuh. Dokter selalu mengatakan hal itu padaku berulang kali. Jadi aku akan menagihnya.”kata Yuuri dengan keras kepala, membuat ayah, ibu, dan juga adiknya tertawa kecil.

Dan mereka menghabiskan waktu hampir dua jam untuk membicarakan banyak hal menyenangkan sampai Sunhee dan perawat datang untuk kembali memeriksa Yuuri, lalu menyuruh yeoja itu istirahat.

***

Yesung hanya bisa tersenyum saat melihat dan mendengar suara Yuuri yang sedang berinteraksi dengan keluarganya. Keluarga kecil Jung terlalu bersemangat mengobrol hangat dan melepaskan kerinduan sampai-sampai mereka tidak menyadari jika sedari tadi Yesung masih ada disana. Ia berdiri di belakang Tn. Jung. Entah Yuuri menyadari kehadirannya atau tidak, tapi yeoja itu sama sekali tidak menunjukkan jika ia melihat Yesung.

Yesung memang kecewa karena tidak bisa berbicara dengan Yuuri. Tapi melihat senyum di wajah cantik Yuuri, dan mendengar suara cerianya, sudah cukup membuatnya merasa lega. Setidaknya ia masih bisa melihat Yuuri yang tersenyum dan tertawa, walaupun bukan dirinya yang menyebabkan hal itu.

Selama hampir dua jam Yesung berada di sana, mengamati kebersamaan keluarga Jung. Kemudian Sunhee dan perawat datang untuk memeriksa kondisi tubuh Yuuri. Ia tersenyum ketika Yuuri protes karena harus kembali istirahat. Yeoja itu merasa jika ia sudah terlalu lama tidur dan ia tidak mau lagi memejamkan mata, meskipun sekarang ia sudah kembali merasa lelah. Tapi meskipun menggerutu ia tetap meminum obatnya dan membiarkan Sunhee memberikan obat suntikan pada selang infusnya. Yuuri berbaring lalu melambai pada ayah dan adiknya sebelum bersiap untuk tidur kembali. Saat itulah ia menyadari kehadiran Yesung di belakang ayahnya. Matanya melebar kaget lalu ia memalingkan wajahnya ke kanan menghadap ibunya dan memejamkan mata.

Hal itu hanya terjadi sepersekian detik. Tapi penolakan Yuuri saat melihat wajahnya membuat Yesung sedih. Kenapa Yuuri menghindar untuk melihatnya? Padahal Yesung begitu ingin Yuuri menatapnya dengan mata yang selalu bersinar penuh cinta.

Tepukan pelan di bahunya membuat Yesung sadar dari lamunan sedihnya. Tn. Jung tersenyum simpati kepadanya. “Tolong maklumi dia, Jongwoon-ah.”kata Tn. Jung.

Yesung mengangguk pelan dan berusaha tersenyum, walaupun mungkin terlihat menyedihkan. Ia kembali memandangi Yuuri yang tidur dengan membelakangi mereka. Kemudian Ny. Jung keluar dari ruang steril dan juga ikut memandangnya simpati. Yesung menghela napas. Apa ia terlihat semenyedihkan itu?

***

Yuuri membuka matanya kembali saat mendengar suara langkah ibunya keluar dari kamar steril-nya. Ia sebenarnya tahu jika tirai jendela kaca sudah ditutup, sehingga keluarganya dan juga Yesung, yang mungkin masih berada di depan jendela itu, tidak bisa melihatnya lagi. Tapi Yuuri tetap tidak mau membalikkan badannya. Ia masih merasa khawatir jika Yesung bisa melihatnya lagi seperti tadi, dan ia tidak mau itu.

Airmata Yuuri menetes perlahan dari kedua matanya. Rasanya ia ingin menutup dirinya seluruhnya dengan selimut atau apapun yang berada di kamar itu saat Yesung melihatnya. Ia begitu malu, cemas, dan takut. Dirinya yang sekarang bahkan tidak berani ia pandangi lama-lama di cermin. Ia benci dirinya yang sekarang. Dulu semua orang mengatakan jika dirinya cantik, kulitnya bersih dan halus, rambutnya tergerai indah, padahal ia sendiri jarang merawat dirinya di salon. Yesung pun pertama kali menciumnya karena namja itu merasa ia begitu cantik saat itu.

Tapi sekarang semuanya begitu berbeda.

Tidak ada lagi Jung Yuuri yang cantik. Tubuhnya sudah begitu kurus dengan tulang-tulang yang terlihat menonjol di hampir seluruh bagian tubuhnya. Kulitnya kusam dan pucat. Rambutnya sudah tidak ada lagi selembar pun, sampai-sampai ia harus selalu memakai beanie hat untuk menutupi kepalanya yang botak. Bukan hanya itu saja, karirnya pun sudah selesai. Tidak ada lagi Jung Yuuri seorang jurnalis hebat, news anchor ternama di Korea Selatan.

Apa yang bisa dilihat dari dirinya sekarang?

Jika dibandingkan dengan Dr. Lee Sunhee yang cantik, berkarir cemerlang dan baik hati. Apa bagusnya dirinya sekarang? Bahkan kepercayaan dirinya sudah tidak ada lagi. Tidak ada yang tersisa dari Jung Yuuri yang dulu.

Dan Yuuri semakin membenci dirinya sendiri karena sudah membuat keluarganya sedih dengan penyakitnya yang sebentar lagi akan membunuhnya. Yuuri tahu dirinya tidak akan hidup lama, karena ia sendiri bisa merasakan tubuhnya semakin melemah di setiap detik yang terlewati. Obat yang diberikan padanya sama sekali tidak berguna jika donor yang cocok tidak didapatkan, dan Yuuri tahu sampai sekarang tidak ada donor yang cocok.

Ia, Jung Yuuri, akan mati perlahan dalam kesakitan seperti ini.

“Tuhan… kenapa tidak kau cabut saja nyawaku sekarang?”ucap Yuuri lirih dengan airmata terus mengalir saat merasakan kepalanya kembali pusing dan nyeri di seluruh tubuhnya semakin menjadi. Ia selalu menahan diri untuk tidak mengeluh ketika merasa sakit, karena ia tidak suka jika membuat dirinya menjadi terlihat lemah. Hanya saat dirinya sedang sendiri seperti ini ia akan meluapkan rasa sedihnya.

Sekarang kesendirian adalah teman akrabnya yang dapat mengerti dirinya.

***

“Bagaimana keadaannya?”tanya Tn. Jung saat dirinya, istrinya dan Yesung berbicara dengan Sunhee di ruangan dokter muda itu.

“Untuk saat ini ia terlihat baik karena suasana hatinya sedang baik. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Entah bagaimana melakukannya, Yuuri sangat pintar menyembunyikan rasa sakitnya. Ia pasien yang jarang mengeluh sakit saat pengobatan. Tapi justru itu yang mengkhawatirkan. Jika lengah sedikit kita tidak akan tahu jika keadaannya memburuk. Yuuri membutuhkan donor sumsum tulang belakang secepat mungkin.”jelas Sunhee.

“Apa tidak ada donor dari bank donor?”tanya Ny. Jung dengan mata berkaca-kaca.

“Belum ada yang cocok. Bank donor sumsum tulang belakang tidak sepopuler bank donor darah. Tidak banyak orang awam yang tahu akan hal ini, sehingga tidak banyak pula orang yang mendonorkan sumsum tulang. Jadi pilihan untuk mencari kecocokan sumsum di bank donor sangat sedikit.”jawab Sunhee simpati. “Aku dengar dari Yuuri jika ia sebenarnya anak angkat.”ucapan Sunhee membuat kedua orangtua Yuuri terkesiap kaget. “Bisakah kalian mencari keluarga kandungnya? Ia sempat mencari kedua orangtuanya, tapi ternyata mereka sudah meninggal. Mungkin saja ia masih punya saudara sedarah. Paman atau Bibi.”

Ny. Jung sudah mulai menangis. “Yuu tahu… Yuu tahu… Bagaimana mungkin…?”ucapnya dengan isakan keras.

Tn. Jung merangkul bahu istrinya dan mengelus-elus lembut bahu istrinya tersebut. “Ssh… yeobo. Tenanglah.”

Tapi Ny. Jung tidak bisa tenang. “Aku yang salah. Seharusnya aku setuju denganmu untuk mengatakannya saat ia sudah mulai dewasa. Hal itu tidak bisa selalu kita tutup-tutupi. Ya Tuhan… bagaimana perasaannya saat ia mengetahui hal itu… dan bukan dari kita…?”

Sunhee merasa kasihan melihat ibu Yuuri menangis sampai seperti itu. Ia tidak tega untuk mengatakannya, tapi tetap saja ia harus mengatakannya.

“Seminggu yang lalu Yuuri sempat terkena shock berat saat mendengar kabar kedua orangtua kandungnya sudah lama meninggal. Ia sempat histeris sebelum akhirnya diberi obat penenang, dan ketika terbangun ia tidak mengenali Seohyun-ssi ataupun Kyuhyun-ssi yang saat itu menemaninya. Awalnya kami akan memanggil Psikiater, tapi ternyata hal itu hanya berlangsung sebentar.”jelas Sunhee.

Ny. Jung sudah sangat lemas mendengar penjelasan Sunhee. Tubuhnya sepenuhnya bersandar pada tubuh suaminya dan walaupun tidak terisak lagi, tapi airmatanya terus mengalir membasahi wajahnya. Tn. Jung sendiri sudah tidak bisa mengatasi rasa sedihnya. Matanya berkaca-kaca. tapi ia tetap berusaha menenangkan istrinya.

Sementara Yesung? Sunhee memperhatikan namja itu sekilas. Entah apa yang dipikirkan namja itu. Dari ekspresinya Yesung terlihat sangat marah. Sunhee merasa sedikit takut karena mengira Yesung marah ia menutup-nutupi hal itu dari namja itu. Tapi yang sebenarnya adalah Yesung sudah merasa benar-benar marah pada dirinya sendiri.

Di saat masa-masa sulit Yuuri, Yesung tidak ada untuk mendukung yeoja itu. Yuuri memang merahasiakan semuanya dari dirinya, tapi seharusnya, sebagai orang terdekat Yuuri ia bisa mengetahui ada yang tidak beres dengan yeojachingunya itu. Dan ia merasa hancur saat ini karena menyadari penolakan Yuuri sangat pantas didapatkannya.

Merasa tidak bisa mengatasi perasaan sedihnya lebih lama lagi, Yesung bangkit dari duduknya dan keluar tanpa mengatakan apapun pada ketiga orang lainnya. Ia duduk di kursi koridor dan menyandarkan kepalanya ke dinding yang dingin lalu memejamkan mata. Ia merasa sangat lelah memikirkan semua hal yang terjadi pada Yuuri dan dirinya.

Yesung membuka matanya perlahan saat mendengar derap langkah kaki di koridor yang sedari tadi sepi itu. Bagian perawatan kanker memang tidak seramai bagian yang lain di rumah sakit karena kanker bukanlah penyakit umum. Sehingga tidak banyak orang berlalu lalang di sana. Derap langkah kaki itu berhenti tepat di depannya saat Yesung membuka mata.

“Hyung.”panggil Yunho.

“Eoh. Yunho-ya.”

“Apa paman dan bibiku masih berbicara dengan dokter?”tanya Yunho. Yesung melirik orang yang berada di sebelah Yunho. Yuki, adik Yuuri. Mereka memang belum ada berbicara sama sekali sejak pertama kali bertemu. Yuki terlihat tidak menyukai dirinya, dan Yesung bisa menebak apa alasannya. Yesung pernah sekali melihat Yuki memandangnya dan Sunhee dengan tatapan tajam. Sepertinya adik kecil Yuuri itu menganggapnya mengkhianati cinta kakaknya.

Yesung mengangguk pelan. Sebenarnya ia sudah tak sanggup lagi melakukan apapun sekarang ini. Tidak dengan terus menerus ingat akan penolakan Yuuri padanya. “Kurasa aku tidak sanggup lagi mendengarkan hal-hal buruk tentang keadaannya, jadi aku keluar.”gumam Yesung pedih.

Yunho tersenyum. “Aku sebenarnya kesini karena punya solusi untuk mencari donor secepat mungkin. Changmin yang mendapatkan ide ini.”

“Apa itu?”tanya Yesung antusias.

“Changmin, Kyuhyun dan Donghae sudah menghubungi teman-teman mereka di stasiun tivi dan memasang iklan di televisi. Lalu aku meminta Ryeowook menginfokan hal ini di Radio Sukira. Juga meminta teman-teman yang lainnya menyebarkan hal ini di akun sosmed mereka. Siapapun yang memiliki sumsum tulang belakang yang cocok dengan Yuuri dan bersedia mendonorkannya, akan diberi hadiah yang besar. Kurasa itu akan berhasil.”jelas Yunho dengan tersenyum.

“Ada yang bertanya ke twitterku.”kata sebuah suara yang baru muncul. Yesung melihat Jaejoong yang berjalan dengan tangan sibuk mengotak-atik ponselnya. “Berapa besar hadiahnya? Kujawab saja mungkin Yesung hyung akan memberikan 100 juta won.”ucapnya dengan cengiran lebar pada Yesung. “Hyung tidak keberatan kan aku jawab begitu?”

Yesung tersenyum lembut. “Berapapun yang orang itu minta padaku, akan kuberikan. Asalkan orang itu bisa menolong Yuuri.”

Tanpa Yesung sadari, Yuki tersenyum mendengar ucapannya.

***

Besoknya, berita mengenai pendonoran sumsum tulang belakang untuk Yuuri sudah menyebar di seluruh Korea Selatan. Berkat bantuan teman-teman Yuuri di KBS TV yang bersedia meng-interview Yunho mengenai keadaan Yuuri, kini tidak hanya berita mengenai hubungan Yuuri dengan Yesung, semua media pun jadi mengulas mengenai penyakit kanker darah, bank donor serta tata cara donor. Bank donor sumsum tulang belakang kini sudah ramai oleh berbagai kalangan orang yang ingin tes darah untuk mengetahui kecocokan sumsum tulang belakang mereka dengan milik Yuuri.

Berbagai alasan dikemukakan mereka saat para wartawan menanyakan alasan mereka ingin ikut mendonor. Ada yang tertarik dengan hadiahnya, yang disebut Jaejoong di twitternya sekitar 100 juta Won. Ada yang karena alasan kemanusiaan, jadi cocok tidak cocok dengan Yuuri, mereka tetap akan mendonor untuk orang lain yang mungkin memerlukan. Ada juga karena mereka merupakan fans Yesung dan fans Yuuri. Bahkan banyak juga selebritis yang ikut di sela-sela waktu sibuk mereka.

Apapun alasannya, Yesung dan keluarga Jung benar-benar berterima kasih atas usaha mereka untuk membantu Yuuri. Mereka optimis jika dari sekian banyak orang yang ikut tes darah, akan ada setidaknya satu orang yang sumsum tulangnya cocok dengan Yuuri. Harapan mereka sekarang adalah agar donor itu secepatnya ditemukan sebelum kondisi Yuuri makin memburuk.

***

Ketika dunia di luar sana dihebohkan oleh penyakitnya, tokoh utama dari cerita ini dengan bosannya mencoret-coret sketsa di buku sketsanya. Yuuri tidak bisa keluar dari kamar untuk berjalan-jalan dan aktivitasnya terbatas hanya di dalam kamar sterilnya. Satu-satunya cara untuk menghilangkan kebosanannya dengan melukis di buku sketsanya. Hal-hal yang ia lukis adalah hal-hal yang ia ingat dan rindukan. Yuuri orang yang sangat observan dan perhatian pada orang-orang dan hal-hal di sekitarnya, sehingga ia masih mengingat dengan jelas detil wajah orang-orang yang ia kenal dengan baik.

Kucingnya yang sudah mati, Fatso. Ikan hias milik ibunya yang jadi santapan Fatso, Bubble. Rumahnya di New York. Gedung stasiun tivi tempatnya bekerja. Wajah keluarganya, teman-temannya, Keluarga Kim dan… Yesung.

Berlembar-lembar buku sketsa itu banyak dihabiskannya untuk menggambar Yesung dalam berbagai pose. Biasanya ia senang memotret berbagai ekspresi dan pose Yesung saat bersamanya. Yuuri jarang melukis. Tapi sekarang ketika ia tidak bisa memotret apapun di ruangan membosankan itu, detil wajah dan ekspresi Yesung tergambar dengan jelas di pikirannya. Tangannya dengan mudahnya mensketsa wajah namja yang selalu memenuhi pikiran dan hatinya itu.

Yuuri tersenyum tipis melihat hasil sketsanya, tidak menyangka jika setelah bertahun-tahun ia masih bisa menggambar dengan baik. Ia memandang wajah Yesung yang digambarnya dan mengelusnya dengan jari telunjuknya. Seandainya sekarang ini ia melakukan hal yang sama pada orang aslinya, betapa membahagiakannya. Seandainya…

Yuuri menggeleng pelan. Ia sudah capek berandai-andai. Seandainya ia mati di Afrika. Seandainya ia tidak pergi meninggalkan Yesung. Seandainya ia tidak tahu jika ia anak angkat. Seandainya ia tidak sakit. Seandainya ia tidak pernah bertemu Yesung. Memikirkan tidak pernah bertemu dengan Yesung sebelumnya membuat Yuuri ketakutan. Hidupnya memang baik-baik saja sebelum bertemu dengan Yesung, ia bahagia dengan kehidupannya saat itu. Tapi ketika bertemu dengan namja itu dunianya lebih terasa berwarna. Yuuri benar-benar bahagia.

Jadi apapun yang terjadi sekarang, ia tetap akan merasa bersyukur pernah bertemu dan mengenal Kim Jongwoon.

Yuuri mendengar pintu kamar rawatnya terbuka. Ia tersenyum, berpikir jika ibu atau ayahnya yang masuk. Tapi ia terkejut ketika mengangkat wajahnya dari buku sketsanya dan mendapati ibu Yesung di sana. “Eo… eomonni.”ucapnya kaget.

Ny. Kim tersenyum ragu padanya. “Boleh aku duduk, Yuuri-ya?”

Yuuri tersenyum kecil. “Anjuseyo, Eommoni.”katanya. Kemudian Ny. Kim duduk di kursi yang berada di sebelah kanan ranjang Yuuri. Mereka terdiam cukup lama, merasa canggung karena pertemuan terakhir mereka yang benar-benar bagai bencana.

“Mianheyo.”ucap mereka berbarengan. Mereka berdua sama-sama terkejut dengan hal itu, lalu tersenyum kecil.

“Apa sakit?”tanya Ny. Kim dengan menyentuh lembut pipi kiri Yuuri yang pernah ditamparnya. Yuuri tersenyum lalu menggeleng.

“Jinjja?”tanya Ny. Kim tidak percaya.

Yuuri memegang lembut tangan Ny. Kim yang berada di pipinya. Tamparan ibu Yesung itu memang tidak menyakitkan pipinya, tapi hatinya. Tapi sekarang ketika wanita kedua yang dianggap sebagai ibu keduanya itu menyentuh lembut pipinya dan mengelusnya, rasa sakit di hatinya seolah-olah tidak pernah ada sebelumnya.

“Sudah tidak sakit lagi karena Eommoni mengelusnya.”ucap Yuuri dengan tersenyum, membuat Ny. Kim merasakan haru yang begitu besar ketika mendengarnya.

“Mianheyo, Eommoni.”ucap Yuuri lirih.

“Untuk apa, Yuu?”tanya Ny. Kim lembut.

Yuuri menundukkan wajahnya, merasa malu untuk memandang ibu mantannya itu. “Karena sudah meninggalkan Oppa dan seenaknya kembali dan mengganggu hubungannya dengan Sunhee-ssi.”ucapnya lirih dengan mata berkaca-kaca. Ia merasa sangat bersalah atas semua yang terjadi pada hubungannya dengan Yesung.

Ny. Kim menatap Yuuri sedih, ia menggenggam lembut tangan kanan Yuuri yang bebas dari jarum infus. “Bukan salahmu, Yuu… Seharusnya aku tahu jika Jongwoon tidak akan bisa melupakanmu. Aku tidak bisa memaksanya untuk melupakanmu. Jongwoon hanya mencintaimu, Yuuri-ya…”

Yuuri menggeleng. “Ada Sunhee-ssi sekarang.”

Ny. Kim menghela napas. “Hubungan mereka sejak awal tidak berjalan dengan begitu baik karena Jongwoon masih mencintaimu. Sepertinya mereka sudah tidak berhubungan lagi sekarang.”

Yuuri terkejut mendengar berita itu. “Andwae Eommoni! Mereka tidak boleh putus! Sunhee-ssi yeoja yang baik, ia cocok untuk Oppa! Ia pasti bisa membahagiakan Oppa!”

Ny. Kim memandang Yuuri sedih. “Yang bisa menentukan siapa yang bisa membahagiakannya atau tidak, hanya Jongwoon seorang Yuuri-ya… Dan sejak dulu ia sudah memilihmu.”

“Tapi Oppa tidak akan bisa bahagia denganku!”

“Jangan berpikiran begitu, Yuuri…”

Mata Yuuri berkaca-kaca. “Orang yang sekarat sepertiku tidak akan pernah bisa membahagiakannya! Aku hanya akan membuatnya sedih! aku tidak berguna untuknya!”

“Yuuri…”Ny. Kim memegang kedua tangan Yuuri yang diletakkan di atas buku sketsa bergambarkan Yesung.

“Lihat aku, Eommoni! Apa yang bagus dariku sekarang?! Aku bahkan harus tidur terus di ruangan seperti ini! Aku bahkan tidak bisa melewati hariku tanpa meminum obat-obatan menjijikkan itu! Yang bisa kuberikan padanya hanya kesedihan….”ucap Yuuri dengan airmata yang menetes-netes ke gambar sketsanya, membasahi wajah Yesung yang digambarnya.

Ny. Kim menarik tubuh kurus Yuuri ke dalam pelukannya, berusaha menenangkan Yuuri yang mulai histeris. Airmatanya mengalir, merasakan kesakitan di hatinya karena keadaan Yuuri yang seperti ini.

Setelah Yuuri mulai tenang, Ny. Kim melepaskan pelukannya dan memegang kedua lengan Yuuri. Menatap yeoja itu tepat di manik matanya yang basah. “Jung Yuuri, dengarkan Eommoni ne. Kau pasti sembuh. Kau akan sembuh. Sekarang keluargamu, teman-temanmu, dan Jongwoon, sedang mencari donor untukmu. Eommoni yakin kau akan sembuh. Jadi kau harus yakin untuk bisa sembuh. Kau harus yakin. Jika bukan untuk dirimu sendiri, berusahalah yakin untuk keluargamu. Untuk orang-orang yang menyayangimu.”kata Ny. Kim.

Yuuri memandang Ny. Kim masih dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak bisa berjanji karena ia tidak bisa yakin. Rasa percaya diri dan keyakinannya sudah menghilang seiring dengan semakin melemahnya tubuhnya dan berubahnya penampilan fisiknya. Ia sudah terlalu takut untuk berharap.

Ny. Kim melihat hal itu di mata Yuuri. Ia memandang Yuuri dengan tegas dan mata berkaca-kaca. “Yuuri, berjanjilah Nak. Berjanjilah untuk tetap berpikir optimis. Kumohon, berjanjilah dan berusahalah…”

“Apa… apa aku bisa…?”tanya Yuuri dengan menahan isak tangisnya. Airmata Yuuri masih terus-menerus mengalir. Kenapa semua orang mengatakan ia akan segera sembuh sementara ia merasakan tubuhnya semakin lemah? Tidakkah mereka tahu jika tubuh dan pikirannya sudah sangat lelah untuk terus berharap? Kenapa mereka tidak mau melepaskannya untuk pergi dengan tenang? Ia hanya ingin secepatnya mati mengakhiri rasa sakit ini.

“Keajaiban akan datang untuk orang-orang yang percaya akan keajaiban itu. Kau anak yang baik, Tuhan akan memberikan keajaibannya untukmu. Kau harus percaya, takdirmu akan berakhir indah. Kami semua menyayangimu, Jung Yuuri…”

Ny. Kim memeluk Yuuri yang menangis terisak. Mereka berpelukan sangat lama, sampai Yuuri tertidur karena kelelahan.

***

Yesung masuk ke kamar steril Yuuri saat yeoja itu masih tertidur. Di pelukan kedua tangannya terdapat dua stoples kaca berisi bangau kertas warna-warni buatannya dan anak-anak panti asuhan yang biasa Yuuri kunjungi. Dengan perlahan ia meletakkan stoples itu di atas meja nakas yang kosong.

Setelah itu Yesung duduk di kursi sebelah kanan ranjang Yuuri. Ia memperhatikan wajah Yuuri dengan seksama. Mata terpejamnya yang sembab, hidung mancungnya yang mungil, bibirnya yang terlihat pucat, pipinya yang tirus. Walaupun Yuuri sudah begitu berubah secara fisik. Ia tetap mencintai Yuuri dan benar-benar merindukan yeoja ini.

Seharusnya ia tidak bisa masuk untuk menemui Yuuri karena yang bisa masuk ke dalam kamar itu hanya satu orang. Tapi Sunhee sudah memberi kelonggaran hanya untuk hari ini, dan Ny. Jung juga bersedia untuk bergantian dengan Ny. Kim dan juga dirinya untuk bisa masuk. Mulai besok hanya Ny. Jung yang bisa masuk untuk menemani Yuuri.

Perlahan Yesung mengambil tangan Yuuri dan menciumnya lembut. “Bogoshippo, Yuu… Saranghae.”ucapnya lirih dengan penuh perasaan.

Tanpa Yesung sadari, Sunhee yang berdiri di depan pintu kamar steril, menyaksikan hal itu dari balik pintu kaca. Airmatanya mengalir tanpa bisa ditahannya.

***

Beberapa jam setelahnya, Yuuri terbangun dan melihat sekeliling kamar rawatnya. Ny. Kim sudah tidak ada. Tapi sebagai gantinya ia menemukan dua stoples kaca berukuran cukup besar berisi bangau kertas berwarna-warni di atas meja nakas. Dengan penasaran Yuuri mengambil salah satunya dan melepaskan post-it note yang tertempel di tutup stoples itu.

‘Ini buatan anak-anak panti. Di balik bangau-bangau itu ada pesan-pesan mereka.’ Yuuri tersenyum. Ia sangat mengenal tulisan itu. Tulisan tangan rapi yang sering tertempel di pintu kulkasnya yang berbunyi; ‘Saranghae’. Tapi itu dulu.

Yuuri tersenyum miris ketika mengingatnya.

Yuuri mengambil satu kertas bangau dan membuka lipatannya. Tulisan acak-acakan khas anak-anak itu membuatnya tersenyum.

‘noona cepet sembuh ya. ki hyunnie mau makan nasi goreng kimchi buatan noona lagi! bogoshippo, noona.’ –Ki hyun.

Yuuri kembali melipat bangau kertas itu lalu membuka bangau yang lain.

‘kata yuu eonnie kalau kita melihat bintang jatuh, permintaan kita akan terkabul. Tadi malam ada bintang jatuh lho eonnie, jadi miyoungie minta supaya eonnie cepet sembuh. Saranghae eonnie, cepet sembuh ya.’ –Miyoung.

‘yuu noona kan orang baik, Tuhan sayang sama orang baik. Yuu noona pasti cepet sembuh. Hwaiting noona!’ –Ji won.

‘katanya kalau bikin seribu bangau Noona bisa sembuh, jadi kita bikin seribu bangau buat noona. Noona cepet sembuh trus main kesini lagi ya. saranghae.’ –Jaejin.

‘eonnie memang tidak mirip dengan eomma. Tapi soyeon sayang eonnie seperti sayang eomma. Saranghae yuu eonnie.’ –So yeon.

Yuuri tersenyum lembut membaca tulisan berantakan anak-anak panti yang biasa ia kunjungi. Betapa ia merindukan mereka semua. Yuuri mengambil bangau kertas lain lalu membukanya dan membaca tulisan yang tertera. Napasnya tertahan sejenak karena kaget melihat tulisan familiar ini.

‘Saat pertama kali aku melihatmu, mataku tidak lepas darimu. Dan saat itu aku sadar kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama.’ Bangau kertas 1.

Yuuri tersenyum. Ia juga jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia melipat kertas bangau itu lalu membuka bangau kertas yang lain.

‘Aku menyukai matamu yang indah.’ Bangau kertas 2.

‘Aku menyukai kerling nakal di matamu saat menggodaku.’ Bangau kertas 3.

‘Aku menyukai pipimu yang memerah karena malu. Betapa aku begitu bahagia karena itu disebabkan olehku.’ Bangau kertas 4.

‘Aku menyukai bibirmu yang selalu tersenyum cantik. Setiap kali melihatnya aku merasa sulit untuk tidak menciuminya berkali-kali.’ Bangau kertas 5.

‘Aku menyukai dirimu yang menerima apa adanya namja aneh sepertiku ini.’ Bangau kertas 6.

‘Aku menyukai dirimu yang begitu mencintai anak-anak. Aku akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini jika aku bisa melihatmu bercengkerama dengan anak kita setiap hari.’ Bangau kertas 7.

‘Aku menyukai dirimu yang begitu tergila-gila pada kucing. Kalau kau mau aku akan membelikan banyak kucing untukmu, pet shop-nya juga bisa. Hehe..’ Bangau kertas 8.

‘Aku menyukai kebiasaan jelekmu yang selalu menendangku saat kita tidur bersama. Dan aku sama sekali tidak keberatan memelukmu erat agar kau tidak bisa menendangku saat mengigau.’ Bangau kertas 9.

‘Aku menyukai saat-saat melihatmu sibuk memasak di dapur. Walaupun aku tahu masakan yang kau buat sering gagal, dan seringkali membuatku terpaksa memakan masakan gagal itu. hehe… jangan marah ya kalau aku terlalu jujur ^^v’ Bangau kertas 10.

Ekspresi Yuuri yang sebelumnya tersenyum saat membaca tulisan di bangau kertas itu, sekarang berubah cemberut. Kalau tidak mencoba memasak, kapan ia bisa masak? Masakan gagal kan awalnya saja. Sekarang ia sudah bisa memasak enak sedikit-sedikit.

‘Aku menyukai setiap ekspresi yang terlihat di wajahmu. Senang, bahagia, kesal, marah, takut, sedih. Aku harap dapat melihatnya selama hidupku.’ Bangau kertas 11.

‘Aku menyukai suara merdumu saat menyanyikan lagu untukku.’ Bangau kertas 12.

‘Kau selalu mengatakan jika suaramu jelek, tapi bagiku, suaramu adalah suara favoritku.’ Bangau kertas 13.

‘Aku ingin selalu mendengarkan nyanyianmu sebagai pengantar tidurku.’ Bangau kertas 14.

‘Kau ingat saat pertama kali kita bertemu? Aku tidak bisa melepaskan pandanganku darimu.’ Bangau kertas 15.

‘Sebenarnya waktu aku menciummu pertama kali saat kita belum berpacaran, aku ingin mengulanginya lagi dan lagi. Tapi aku masih sadar jika saat itu kita berada di tempat umum. Kekeke~’ Bangau kertas 16.

‘Pertama kali kita bercinta. Aku merasa jadi namja yang paling beruntung di dunia ini karena bisa memilikimu seutuhnya.’ Bangau kertas 17.

‘Aku ingin melewati senang dan sedih bersamamu. Bolehkah?’ Bangau kertas 18.

Aku yakin hanya diriku yang dapat membahagiakan dirimu, dan hanya dirimu yang dapat membahagiakanku.’ Bangau kertas 19.

‘Aku yakin semua kesedihan bisa teratasi jika kita selalu bersama-sama.’ Bangau kertas 20.

‘Aku sangat mencintaimu, Jung Yuuri.’ Bangau kertas 21.

Yuuri membaca setiap bangau kertas itu dan semakin ia membacanya, semakin banyak pula airmatanya yang menetes. Tidak terasa berjam-jam telah berlalu, dan ia sudah habis membaca seluruh bangau kertas itu. Ia merasa terharu sekali. Dari seribu bangau kertas yang dibacanya, sebagian besar adalah tulisan Yesung. Yuuri sama sekali tidak menyangka, semua hal yang ada dirinya, kenangan-kenangan saat mereka bersama-sama, Yesung mengingat semuanya dan bisa menuliskannya di ratusan kertas origami itu.

Bolehkah ia berharap jika pada akhirnya ia akan berbahagia bersama namja itu?

~TBC~

 

Sebenernya part ini mau dibikin lebih panjang lagi. tapi karena baru bisa bikin segini, trus daripada buat kalian penasaran, mending dipublish aja yang udah ada.

Lagian segini udah cukup panjang kan? Jangan kecewa ya kalo belum ada momen SungRi. Hehe~

Iklan

26 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love 10/?

  1. nice story eon….awl menangis akhir cerita nyengir2 gtu he he he…seneng bngt bca part ini …..ih yuu bikin iri cwe2… yesung ny keren gtu…manis bngitttttttt pke origami trz tulisan2 ny itu loh..? bikin meleleh bca ny…
    next part eon…q mulai bsa bca gmb ending ny walaupun smua itu cm eonni yg tau…..

  2. nice story eon….awl menangis akhir cerita nyengir2 gtu he he he…seneng bngt bca part ini …..ih yuu bikin iri cwe2… yesung ny keren gtu…manis bngitttttttt pke kertas2 bangau gtu…
    tulisan2 ny itu loh..? bikin meleleh bca ny…
    next part eon…q mulai bsa bca gmb ending ny walaupun smua itu cm eonni yg tau…..

  3. eonni….ih deabak eon…baca part ini q bhagia…yesung ny so sweat kertas2 bangau itu loh tulisan2ny bikin q meleleh …ih mau doank dbikinin itu sm donghae….iya ngref eon….
    yuu beruntung bngt walaupun yuu skit tp dia byk bngt dpt perhatian dr org d smping dia…ortu ny jg ih…g kya k ank adopsi tp ky ank kndung sendri…ih yuu lucky gril bngt….
    ayo eon next part ny….

    1. aq jg mau bgt ada yang bikinin seribu bangau kertas trus dikasih tulisan romantis gtu. tp siapa yang mau bikinin ya? banyak gilaaaa 😛
      ada byk kok anak adopsi yg kyk anak kandung, smpe anaknya sama sekali gk nyangka pas tahu. temenku ada yg gtu. dia tahunya pas mau nikah, ayahnya gk bisa jd wali nikah krn bukan ayah kandung 🙂
      next partnya kuusahain secepatnya deh ya, lg kepikiran ff bru lg nih. jd pengen ini cpt selesai jg. hehe~

  4. komen apa yaaaaaa?????//////

    mmm…. romantis banget
    bisa buatin 1000 bangau dengan 1000 harapan dan cerita
    pengen cepet end nihh cerita
    penasaran sama yuuri akan sembuh atau gak…
    dan berharap happy ending aja… 🙂

  5. Daebak eon!! Seneng pas baca part keluarga Jung. berasa suasana yang ada dicerita emang nyata adanya..
    Tapi sampe sekarang aku belum nangkep endingnya gmn. ngarepnya sih happy ending, tapi engga juga ga papa sih, biar bisa nangis gitu hihi
    Semangan ya eon.. Selalu ditunggu kepingan cerita selanjutnya 🙂

  6. sedih ngeliat kesakitan Yuuri,tapi terharu sama perhatian keluarga Jung dan Kim..
    Yesung oppa ayo usaha buat bikin Yuuri semangat buat sembuh dan bisa bersatu lagi…
    Ditunggu momen2 YeYuu yg byk ya chingu..semangat nulisnya.hehehe

  7. Biasanya cerita yg flashback itu boring.
    Tapi kalau yg ini, yang aku tunggu2 malah cerita flashback nya ㅋㅋㅋㅋ

  8. sedih sendiri rasanya ngebayangin seungri kayak gitu
    tapi ceritanya okkkkkk bangetzzzzzz
    gak bikin boring
    can’t wait for the part

  9. Gak apa” unie, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ udah d post juga  . Terima kasih banyak :d. Ahh padahal sbelum baca udah dniatin ga bakalan smpe nangis tpi tetep saja mengharu biru.. Part ini sungguh luar biasa mainin perasaan  . Sedih banget wktu yuu ktemu keluarganya apalagi pas ada ny. jung ama ny. kim. Yuu ama yesung oppa bner” pasangan luar biasa, bner” saling cinta envy sekali. Terharu juga sama usaha semua orang buat nemuin donor yg cocok, jangan nyesel dan bnyak pengandaian ya. Ambil hikmahnya aja yuu saat kamu sakit ternyata banyak orang yg sayang dan perhatian ama kamu dan keliatan kan siapa aja yg bner” sayang trus ga pernah ninggalin kmu *terbawa suasana. Cepetlah sembuh, cepetlah bahagia buatlah keyakinan itu kalo kamu bakalan sembuh trus hidup bahagia ama yesung oppa. آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن . Authornim terimakasih atas penjelasan tentang bank sumsum belakang nya, :d

    1. klo org baik, pst byk yg sayang kan. hehe~
      info kyk gitu emang harus byk dishare,
      aq klo lg ngetik ini jd sedih, inget temen yg meninggal krn kanker sekitar sebulan yg lalu. 😦
      الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ kakak iparku yg jg kena kanker payudara skrg udah hampir sembuh stlh payudaranya diangkat,
      emg sih penyakit ini gk kena semua org, tp trnyata malah byk jg org yg kita kenal yg kena

  10. Ini udah ‘lumayan’ panjang ko’ unn.. Hehee :v
    sebenarnya yg ku takutkan itu endingnya, kira2 penyakit Yuu itu dpt disembuhin ga’.. Dpt sembuh ja yaa #maksa, biar Yesungie oppa seneng gituu.. Hahaa.
    Tetap, akan selalu ku tunggu lanjutannya. Karyamu selalu keren, unnie…^^

  11. Dr awal smpai part 10 ni tersentuh sangat sm ff ni, dsni bneran jong woon g muncul karakter aneh2ny…
    Jong woon udah iktn cek sum2 tulang g author??kli aj dy cocok kn yuuri belahan hati jong woonie, hehehe
    Hanya berharap happy end bwt yeyuu/ sungri
    Oiy author mw bwt ff bru lg y?? semoga Main castny yesungie.. G bosen2 deh sm ahjussi satu ini aplg ekspresi ny yg kadang datar, sedih, bahagia, heboh, imut, blank… Seribu ekspresi deh aplg tatapan dinginx plng suka, 🙂

  12. Miaan br nongol di part ni bca nya sks sih (sistem kebut semalem) udh ky ujian za he…
    Good idea changminie kya nya hadiah nya lebih gde dr pendonornya deh, tetap optimis bs sembuh yuu, ga ada yg mustahil di dunia nih tinggal rayu author nya za biar yuu sembuh (lempar jongwoon oppa ke author) ^_^

  13. part2 mendekati ending bikin nangis mulu hiks..smoga dg adanya sayembara donor itu ada yg cocok wat yuuri..
    suka ama ide 1000 krtas bangau itu & tentunya note-note yg d.tulis d.dlmnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s