[After Story of FON] Everlasting Love 11b/?

sungri2

Tittle               : Everlasting Love 11b/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

Sama seperti Ny. Jung, Yesung keluar dari ruang perawatan steril dengan wajah sembab. Keluarga Yuuri dan ibunya yang berada di ruang tunggu menatapnya penuh antisipasi. Yesung yang memang masih merasa cukup down setelah ucapan Yuuri tadi, langsung berlari memeluk ibunya dengan erat lalu menangis terisak-isak.

“Yuuri begitu kesakitan Eomma… aku ingin sekali menggantikan sakitnya…”ucapnya disela isak tangisnya. Ny. Kim mengusap-usap punggung anaknya yang bergetar dengan berusaha keras menahan airmatanya. Ia mengajak Yesung duduk di sebelahnya, masih berusaha menenangkan Yesung.

“Yuu… tidak minta keluar kan, Jongwoon-ah?”tanya Ny. Jung takut dengan mata berkaca-kaca.

Yesung mengangguk lemah. “Tapi aku berhasil membujuknya untuk tidak melakukannya.”

Ny. Jung mengucap syukur lalu memeluk erat suaminya. Yuki mengelus-elus bahu ibunya, berusaha menenangkannya.

“Gomawo, Jongwoon-ah.”kata Tn. Jung.

Yesung mengangguk kecil. Entah sampai kapan donornya berhasil ditemukan. Padahal sudah begitu banyak orang yang diperiksa, ia sendiri pun sudah. Tapi tidak ada satupun yang cocok. Ia takut jika tidak juga ditemukan, pada akhirnya Yuuri akan menyerah dan ia terpaksa harus mengabulkan keinginan Yuuri untuk keluar dari rumah sakit. Menuruti keinginan yeoja itu untuk tidak mati di rumah sakit.

Mengingat ucapan Yuuri itu membuat tubuh Yesung mendingin. Sesaat tadi ia pikir Yuuri akan mengucapkan selamat tinggal padanya. Makanya ketika Yuuri tertidur, ia memperhatikan yeoja itu sangat lama dan menghitung hembusan nafas Yuuri. Yesung baru merasa tenang untuk keluar saat hembusan nafas Yuuri sudah mencapai hitungan 500.

“Sebaiknya kau pulang, Jongwoon-ah. Kau terlihat begitu pucat.”kata Tn. Jung.

Yesung segera menggeleng. “Aku tetap mau disini.”

“Tidak. Lebih baik kau pulang.”kata Tn. Jung tegas. “Yuki, kau juga pulang. Bawa ibumu.”kata Tn. Jung pada Yuki. Yuki mengangguk, sementara Ny. Jung protes.

“Yeobo, aku akan menjaga Yuuri disini. Kau sudah terlalu lelah. Istirahat dulu, lalu besok kembali lagi kesini. Yuuri akan semakin stress jika melihat ibunya terlihat sakit begitu.”kata Tn. Jung yang akhirnya membuat istrinya menganggukkan kepalanya dengan tidak rela.

“Bolehkah aku menginap di tempat kalian?”tanya Yesung dengan suara serak. Karena keluarga Yuuri tidak punya rumah di Seoul, mereka tinggal di apartemen Yuuri yang cukup besar, dengan dua kamar. Yesung ingin sekali tidur di kamar Yuuri dan mengenang masa-masa saat mereka masih bahagia dulu.

Ny. Jung tersenyum lalu mengangguk.

“Aku akan mengantar Eomma pulang dulu,”kata Yesung pada ibunya. Ny. Kim tersenyum lalu menggeleng.

“Jongjin sudah sampai untuk menjemput Eomma. Kau langsung saja bawa Yujin-ssi dan Yuki pulang ke apartemen Yuuri.”

Yesung mengangguk. Lalu setelah itu mereka berempat sama-sama pulang. Ny. Kim bersama Jongjin, sementara Yesung bersama Ny. Jung dan Yuki.

***

Yesung masuk ke kamar Yuuri lalu melihat ke sekeliling kamar itu. ia tersenyum ketika mendapati foto-foto mereka berdua yang terpajang di dinding kamar. Padahal terakhir kali ia datang ke apartemen Yuuri, sehari sebelum yeoja itu masuk rumah sakit, foto-foto itu tidak terpajang disana. Yang Yesung tahu jika Yuuri menyimpan foto-foto itu di album. Hanya satu foto mereka yang dipigura dan dipajang di atas meja nakas.

“Ibunya hyung yang memajangnya,”kata Yuki ketika masuk ke kamar.

“Hmm?”

“Waktu kami datang kesini, Yunho hyung, paman dan bibi juga ibunya hyung sudah membereskan apartemen ini. Kata Yunho hyung, Noona sudah lama di rumah sakit, dan apartemen ini sudah berbulan-bulan tidak diurus.”jelas Yuki.

Yesung hanya mengangguk kecil mendengar penjelasan Yuki. Ia duduk di tepi tempat tidur lalu mengambil pigura foto di atas meja nakas. Yesung tersenyum melihat Yuuri yang tersenyum lebar di foto itu, dengan Yesung yang mengecup pipi yeoja itu. Ia menyusuri wajah Yuuri yang difoto dengan jari telunjuknya. Ia masih merasa belum puas untuk menyentuh wajah Yuuri tadi saat di rumah sakit.

Yuki memandang Yesung yang terlihat sendu. Ia memang tidak terlalu mengenal Yesung karena ia baru bertemu kekasih kakaknya itu di saat situasi seperti ini. Tapi dari cerita Yunho padanya, dan dari penglihatannya selama ia menunggui kakaknya, Yesung terlihat begitu mencintai Yuuri.

Yuki duduk di sebelah Yesung. “Bagaimana kalian bertemu?”tanya Yuki. Yesung mengalihkan perhatiannya ke Yuki, lalu tersenyum.

“Saat itu aku melihatnya di KBS TV. Aku sedang ada acara disana, sementara kakakmu baru saja bekerja sebagai jurnalis disana. Aku melihatnya yang sedang membujuk artis cilik yang sedang menangis. Yang kudengar, anak itu akan tampil di acara talkshow, tapi ia tidak berhenti menangis dan meminta bertemu ibunya yang saat itu entah ada dimana. Lalu Yuuri membujuk anak itu sampai berhenti menangis,”wajah Yesung melembut saat bercerita. “Anak kecil itu terlihat menyukai Yuuri. Tapi bukan hanya anak itu, saat itu Yuuri juga sudah mencuri hatiku. Lalu Yunho datang dan memberitahuku kalau yeoja itu adalah sepupunya.”

Yuki mengangguk. “Sama seperti Yunho hyung, Noona memang suka sekali dengan anak kecil. Kedua orang itu bisa dengan mudahnya menarik perhatian anak-anak sementara aku dan sepupu-sepupu yang lain di keluarga Jung cenderung kebalikannya. Makanya mereka berdua bisa sangat akrab.”

Yesung tersenyum. “Aku tahu mereka akrab. Makanya aku minta Yunho untuk bisa mengenalkanku pada Yuuri. Jadi Yunho menyuruh Yuuri datang ke kedai kopi milikku untuk membelikan member DBSK ice coffee. Aku bisa melihat Yuuri yang menggerutu di antrian karena disuruh ke kedai kopi yang begitu jauh dari tempat Yunho berada. Disana kami pertama kali mengobrol dan berkenalan.”Wajah Yesung kembali sendu. “Aku merindukan senyumannya seperti saat itu.”

Yuki menatap sendu Yesung yang terlihat begitu sedih. Akhir-akhir ini Yuki berdoa lebih rajin, dan ia berharap Tuhan mau mengabulkan doa-doanya. Semoga kakaknya bisa sembuh dan kisah mereka berakhir dengan indah.

“Hyung, aku ke kamar ya.”kata Yuki, beranjak dari duduknya di ranjang Yuuri.

Yesung menatapnya bingung. “Bukannya kau tidur disini?”tanyanya.

Yuki tersenyum. Kemarin-kemarin orangtuanya memang tidur disini, sementara ia tidur di kamar satunya. Tapi hari ini ibunya sengaja tidur di kamarnya agar Yesung bisa tidur sendiri di kamar Yuuri.

“Aku akan tidur di kamarku bersama dengan Eomma. Eomma butuh ditemani.”jelas Yuki. Yesung hanya mengangguk kecil.

“Jaljayo, hyung.”kata Yuki sebelum menutup pintu kamar Yuuri.

Sepeninggal Yuki, Yesung merebahkan tubuhnya di ranjang queen size milik Yuuri. Berbagai kenangan di ruangan itu menyeruak masuk ke pikirannya. Yesung memejamkan matanya, lalu tersenyum ketika mengingat kenangan-kenangan itu. kenangan pertama kali mereka berdua bercinta di kamar itu.

 

*Flashback*

“Kenapa kau ada di kamarku… di… di tempat tidurku dengan dada te… telanjang begitu?!”kemudian Yuuri baru tersadar dengan pakaiannya, tanktop putih yang mencetak bra hitamnya dengan sangat jelas, baju dalam yang biasanya ia pakai dibalik kaosnya, membuatnya lebih shock lagi. “Ige mwoya?!”jeritnya yang langsung menyilangkan kedua tangan di depan dadanya, berusaha menutupinya.

Yesung tidak bisa menyembunyikan rasa gelinya melihat reaksi Yuuri. Mereka jadi seperti itu karena tadi malam setelah Yuuri muntah di baju Yesung, yeoja itu kembali muntah mengenai kaosnya sendiri. Lalu Yesung membuka bajunya yang terkena muntahan dan membuka baju Yuuri yang juga terkena muntahan. Tadinya ia ingin memasangkan Yuuri baju lagi, karena ia gerah sendiri melihat tanktop putih transparan yang memperlihatkan dengan jelas bra hitam Yuuri. Tapi gadis itu malah menariknya ke tempat tidur dan memeluknya erat, membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali, sampai akhirnya mereka berdua sama-sama tertidur.

“Kau… kau… kau harus bertanggung jawab!”jerit Yuuri lagi.

Yesung mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum geli. “Dengan apa? kisseu?”ledeknya, mengulang ucapan Yuuri tadi malam.

“Jangan bercanda! Itu tidak ada hubungannya sama sekali!”

“Oh ya? Tapi tadi malam kau mengatakan hal itu. aku harus bertanggung jawab dengan menciummu.”ucap Yesung santai. Ia menumpukan kepalanya di tangan kirinya dan menatap Yuuri yang berada di lantai dengan senyum mengejek.

“Mwo? Aku… aku tidak…”kemudian Yuuri terdiam dan berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam. Ketika mengingat semuanya, wajah putihnya langsung berubah merah. Yesung hampir tertawa melihat wajah memerah Yuuri, tapi ia menahannya. Ia merubah posisinya jadi duduk di tepi tempat tidur dan memandang wajah memerah Yuuri.

Yuuri sudah merasa sangat malu sekarang, sampai-sampai ia ingin segera menghilang dari sana. Dengan gugup ia memegang tepi tempat tidur dan bangkit dari posisi duduknya di bawah. Tapi karena terlalu terburu-buru, ia hampir saja jatuh jika Yesung tidak dengan sigap memegang kedua lengannya dan menariknya, sehingga ia jatuh ke arah Yesung membuat Yesung terjatuh di atas tempat tidur dengan posisi Yuuri menimpanya.

Yuuri merasa sangat malu dengan posisi ini. Ia memejamkan matanya erat, tidak berani memandang Yesung. Sementara Yesung terus menerus memandangi wajah cantik Yuuri di atasnya.

“Yeppeoda~”ucapnya lembut. Yuuri membuka matanya mendengar ucapan Yesung itu lalu hatinya merasa berbunga-bunga melihat tatapan lembut dan penuh sayang di mata Yesung. Perlahan ia tersenyum.

Seolah-olah itu adalah isyarat, Yesung menarik tengkuk Yuuri dengan tangan kanannya dan mencium bibir yeoja itu dengan lembut. Yuuri begitu menikmati lumatan lembut Yesung di bibirnya, dan mengalungkan kedua tangannya di leher Yesung, menarik namja itu lebih erat. Yesung yang merasa ketagihan dengan bibir manis Yuuri terus melumatnya sampai bibir yeoja itu memerah dan bengkak. Kemudian Yesung memindahkan ciumannya ke leher Yuuri, membuat yeoja itu mendesah pelan. Lagi-lagi Yesung melakukannya dengan lama, ia mencium setiap sisi leher Yuuri hingga leher yeoja itu penuh dengan tanda kemerahan.

Setelah merasa puas dengan leher Yuuri, Yesung semakin menurunkan ciumannya ke bagian dada Yuuri. Desahan Yuuri yang semakin keras membuat Yesung sadar dengan apa yang dilakukannya saat ini. Ia mengangkat wajahnya lalu menatap Yuuri yang balas memandangnya dengan sayu.

“Aku ingin memiliki dirimu seutuhnya, Jung Yuuri. Bolehkah?”tanyanya lembut. Yuuri yang sudah dikuasai dengan gairahnya akan perlakuan Yesung tadi, tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Pagi itu, adalah pertama kali mereka berdua bercinta.

***

Yesung mengecup kening Yuuri lembut setelah ia klimaks di dalam tubuh Yuuri. Ia dan Yuuri masih berusaha mengatur nafas yang masih naik turun setelah percintaan panas mereka tadi. Yuuri memeluk erat tubuh Yesung dan menenggelamkan wajahnya di leher namja itu, berusaha menghirup sebanyak-banyaknya aroma tubuh namja itu yang begitu membuatnya candu.

Tiba-tiba Yesung tertawa kecil, membuat Yuuri mengangkat kepalanya dan menatap namja itu bingung. “Apa yang kau tertawakan?”tanyanya.

Yesung sekali lagi mengecup kening Yuuri. “Aku merasa hubungan kita berjalan begitu cepat. Kita baru bertemu tiga kali, tapi aku sudah menciummu. Lalu hari ini, hari pertama kita jadian, kita langsung bercinta.”jelas Yesung dengan tersenyum.

“Apa kau merasa menyesal?”tanya Yuuri cemas. Ia juga merasa jika hubungan mereka terlalu cepat, tapi Yuuri sudah terlalu jatuh pada pesona Yesung, sehingga ia tidak bisa menolak sentuhan-sentuhan namja itu.

Yesung mengelus pipi Yuuri dengan lembut. “Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu. Apa kau tidak menyesal menyerahkan keperawananmu padaku? Padahal kita belum kenal dekat.”

Yuuri menggeleng kecil. “Aku tidak menyesal.”jawabnya. Entah kenapa semuanya terasa begitu sempurna walaupun mereka belum begitu saling mengenal.

Yesung tersenyum lebar. “Aku bahagia mendengarnya. Akan kupastikan kau tidak akan pernah menyesal sudah bersama denganku.”kata Yesung lalu kembali mencium bibir Yuuri yang memerah dan bengkak. Hasil karyanya tadi.

Tiba-tiba Yuuri mendorong pelan dada Yesung, melepaskan ciuman namja itu. “Wae?”tanya Yesung bingung melihat Yuuri yang terlihat panik.

“Oppa tidak pakai pengaman.”kata Yuuri ngeri.

“Memang.”kata Yesung santai, lalu kembali mencium yeojachingunya itu. lagi-lagi Yuuri melepaskan ciumannya, membuat Yesung kesal.

“Ahhh~ waeeeee???”gerutu Yesung kesal karena dijauhkan dari bibir yang sudah menjadi favoritnya itu.

“Oppa mengeluarkannya di dalam! Bagaimana kalau aku hamil?!”ucap Yuuri kesal.

Yesung mengernyit sebentar, berpikir-pikir, kemudian ia tersenyum. “Kalau kau hamil, ya kita langsung menikah.”jawab Yesung enteng, membuat mata Yuuri membelalak lebar mendengar ucapannya.

“Me… menikah?!”

“Wae? Kau tidak mau menikah denganku?”tanya Yesung merengut.

Yuuri menggeleng. “Bukan begitu. Apa kau tidak berpikir jika ini terlalu cepat?”

Yesung tersenyum lembut. “Semuanya memang terlalu cepat. Tapi bagiku ini sudah begitu sempurna. Aku tidak menginginkan yeoja lain selain dirimu untuk menemani hidupku.”

Ucapan Yesung itu begitu membuat Yuuri tersentuh. Ia memajukan wajahnya lalu mencium lembut bibir Yesung, bibir yang sudah menjadi candunya. Yesung tersenyum karena Yuuri sekarang begitu bersemangat menciumnya. Mereka pun kembali bercinta untuk kedua kalinya di pagi itu.

*End of flashback*

 

Sayangnya setelah itu Yuuri tidak hamil, karena mereka melakukannya bukan di saat masa subur yeoja itu. Ajakan menikah Yesung saat itu benar-benar serius, walaupun Yuuri tidak hamil. Tapi yeoja itu menolak dan berkata untuk membawa hubungan mereka secara pelan-pelan. Lagipula mereka berdua punya karir yang terbilang masih baru.

Hubungan mereka memang tergolong cepat dan membuat beberapa orang yang mengetahuinya begitu kaget. Malah banyak yang berpikir jika hubungan mereka hanya akan bertahan sebentar karena kesibukan mereka berdua. Tapi mereka salah besar. Walaupun jarak dan waktu memisahkan, cinta Yesung dan Yuuri tumbuh semakin besar.

Mereka tidak akan bisa hidup tanpa satu sama lain. Jika Yuuri meninggalkannya untuk selama-lamanya, kali ini Yesung bisa lebih hancur lagi. Ia tidak akan sanggup hidup tanpa Jung Yuuri.

Yesung mengusap airmata yang mengalir di pipinya. Ia harus tetap optimis jika Yuuri bisa mendapatkan donor secepatnya. Dan yeoja itu akan sembuh.

Ponsel Yesung berbunyi dengan keras, membuatnya terkejut dari lamunannya. Ia mengambil ponsel yang tergeletak di sebelahnya lalu mengangkatnya. “Yeoboseyo.”

“Hyung! kita berhasil mendapatkannya!”kata Yunho yang terdengar begitu gembira.

“Ne?”

“Donornya berhasil didapatkan!”

Airmata Yesung kembali mengalir ketika mendengarnya. “Jinjja?”tanyanya dengan suara bergetar.

“Ne. jinjja. Yuuri akan segera dioperasi dan ia bisa sembuh, hyung.”kata Yunho lembut. Ia bisa merasakan jika Yesung menangis sekarang.

Yesung langsung menangis bahagia. “Terima kasih Tuhan…. terima kasih…”

***

Berita itu membuat seluruh keluarga Jung, keluarga Kim dan teman-teman Yuuri bergembira. Ketika berita mengenai donor itu disampaikan pada Yuuri, yeoja itu awalnya bingung dan menolak percaya, tapi setelah diyakinkan berulang kali, ia akhirnya menangis bahagia.

Kemudian Yuuri kembali menjalani prosedur yang berat. Sumsum tulang belakang miliknya dikosongkan dan ia melakukan berbagai macam proses pemeriksaan dan persiapan selama dua minggu. Selama dua minggu itu ia menjalaninya dengan senyuman. Yesung tentu saja masih setia menemaninya. Setiap hari namja itu datang dan mengobrol banyak hal dengan kaca ruang steril sebagai pembatas.

Pada hari ke-15, orang yang akan memberikan donor itu datang dan mulai menjalani prosedur pendonoran. Yesung dan keluarga Jung memang belum pernah menemui orang yang akan menjadi donor itu. Hanya Yunho dan Sunhee yang sudah mengenal pendonor itu. Mereka baru bisa menemui pendonor setelah operasi pencangkokan sumsum tulang belakang selesai dilakukan.

Proses pencangkokan tidak sesulit mencari donor yang cocok. Sumsum tulang diambil dari tulang panggul donor dengan bantuan sebuah jarum suntik khusus. Setelah itu sumsum tulang yang berupa cairan pekat berwarna merah kehitaman akan disuntikkan ke pembuluh darah vena resipien, yaitu Yuuri.

Yuuri terlihat tersenyum bahagia saat cairan merah kehitaman itu mengalir di jarum infus lalu menuju ke pembuluh darahnya. Mataya berkaca-kaca, lalu ia memandang Yesung dan keluarganya yang melihatnya dari balik kaca ruang steril dengan penuh senyuman. Ny. Jung menggenggam erat tangannya dan Yuuri balas menggenggamnya erat.

“Apa kau bahagia, chagi?”tanya Ny. Jung tersenyum.

Yuuri memandang ibunya dengan senyuman lebar. “Sangat. Aku harap setelah ini aku benar-benar sehat, Eomma. Aku tidak akan mengeluh jika harus check-up terus selama dua tahun ke depan. Aku akan berusaha untuk menjadi lebih sehat dan mensyukuri apapun yang terjadi nanti.”

Ny. Jung mengelus lembut pipi putrinya. “Eomma senang kau berpikir optimis. Nanti kita akan pulang dan kontrol disana. Fasilitas medis di New York lebih bagus daripada disini. Eomma yakin kau akan benar-benar sembuh.”ucap ibunya senang.

Ucapan ibunya itu membuat senyuman di wajah Yuuri menghilang sesaat, tapi ia kembali tersenyum agar tidak membuat ibunya khawatir. “Ne, Eomma. Kita akan pulang.”ucapnya yakin, walaupun keyakinan itu membuatnya gelisah. Karena lagi-lagi ia harus meninggalkan Yesung.

***

Sunhee keluar dari ruang steril lalu menghampiri Yesung, dan juga keluarga Jung; Yunho, Tn. Jung, dan Yuki.

“Bagaimana keadaannya?”tanya Yesung.

“Sumsum tulang sudah mulai berpindah ke dalam tubuh Yuuri. Setelah itu kita harus menunggu selama 2-3 minggu untuk pembentukan sel-sel darah yang baru dan untuk mengamati apakah tubuh Yuuri dapat menerima donor dengan baik atau malah terkena infeksi.”jelas Sunhee.

“Infeksi?”tanya Tn. Jung cemas.

“Kemungkinan terjadinya infeksi kecil. Jika dalam 2-3 minggu ini tidak terjadi infeksi, berarti Yuuri dinyatakan sembuh dan ia sudah bisa dirawat di ruang rawat biasa selama 3 bulan untuk pengamatan lebih lanjut. Setelah itu ia bisa pulang. Walaupun begitu ia harus tetap maintenance therapy selama dua tahun ke depan untuk mengecek apakah sel-sel kanker kembali kambuh atau tidak. Tahun pertama ia harus terapi setiap sebulan sekali. tapi setelah itu tergantung keadaannya, dokter bisa memutuskan setiap berapa lama ia bisa terapi.”

“Dua tahun? Apa memang selama itu waktunya?”tanya Yunho.

“Setelah sembuh kemungkinan persen penyakit akan kambuh sekitar 30%. Itu masih termasuk persentase yang besar. Tapi jangan khawatir. Terapi yang rutin akan membuat pasien bisa benar-benar sembuh total. Makanya dibutuhkan kesabaran.”

Setelah penjelasan itu, Sunhee permisi untuk kembali ke ruangannya. Sementara Tn. Jung, Yunho dan Yuki mengobrol dengan Yuuri dari balik kaca, Yesung keluar menyusul Sunhee.

“Sunhee-ssi!”panggil Yesung membuat tubuh Sunhee membeku. Sudah lama sekali ia tidak mendengar Yesung memanggil namanya. Ia membalikkan badannya dan melihat Yesung berjalan ke arahnya dengan senyum ragu.

“Bisa kita bicara sebentar?”tanya Yesung.

Sunhee mengangguk. “Kita bisa ke ruanganku.”

“Bagaimana kalau di taman belakang rumah sakit saja?”

“Oke.”kata Sunhee. Lalu mereka pergi kesana dalam keheningan.

Setelah sampai di taman, yang untungnya sepi karena sudah lewat jam besuk pasien, mereka duduk bersebelahan di bangku taman. Mereka masih diam, merasa bingung untuk membuka pembicaraan karena pembicaraan terakhir mereka yang berjalan dengan tidak baik.

“Gomapta.”ucap Yesung, memecahkan keheningan di antara mereka.

Sunhee menoleh lalu menatapnya bingung. “Untuk?”

“Karena sudah menolong Yuuri.”jawab Yesung dengan tersenyum kecil.

Senyuman yang membuat Sunhee merasa pahit. “Itu memang sudah tugasku sebagai dokternya. Aku akan senang jika pasienku sembuh.”

Mereka kembali terdiam dalam kecanggungan.

“Mianheyo.”ucap Yesung lagi, “aku seharusnya tidak bersikap kasar seperti itu padamu. Aku tahu kau hanya melakukan tugasmu sebagai dokter dengan merahasiakan penyakit Yuuri. Seharusnya aku tidak menyalahkanmu.”

Sunhee menatap Yesung sebentar lalu memalingkan wajahnya ke depan. “Berulang kali aku ingin mengatakannya padamu, tapi setiap bertemu dengan Yuuri aku selalu mengurungkan hal itu. karena aku yakin ada alasan untuknya tidak ingin memberitahumu. Aku hanya melakukan tugasku sebagai dokter dan menghormati keputusannya.”

“Mengenai hubungan kita…”

Sunhee memotong kalimat Yesung. “Kurasa semuanya sudah jelas. Aku tahu kalian sudah kembali bersama sekarang.”

Yesung tersenyum sedih, hanya saja Sunhee tidak sedang melihatnya, sehingga yeoja itu tidak menyadarinya. Yesung merasa sedih ketika menyadari jika sekitar 4 bulan lagi ia akan kembali berpisah dengan Yuuri. Tapi ia tidak boleh menyesali hal ini. Hal yang terpenting baginya sekarang ini adalah kesembuhan Yuuri.

“Mianhe. Seharusnya sejak awal aku tidak memberikanmu harapan mengenai hubungan kita. Keundae…”Sunhee menoleh menatapnya. “….kau yeoja yang baik, Sunhee. Kau punya segalanya yang diinginkan seorang namja dari seorang yeoja.”

‘Tapi kau tidak menginginkanku.’ucap Sunhee sedih dalam hati.

“Suatu hari nanti kau akan mendapatkan namja yang mencintai dan menginginkanmu seperti aku yang mencintai dan menginginkan Yuuri.”kata Yesung lembut.

Mereka kembali terdiam. Tapi kali ini keheningan ini tidak terasa canggung lagi. Mungkin karena mereka sudah menyelesaikan masalah di antara mereka.

“Besok aku akan menemui orangtuamu untuk meminta maaf.”kata Yesung.

“Eh? Tidak perlu. Eommoni, ah maksudku, Kim Ahjumma dan Kim Ahjussi sudah datang menemui orangtuaku dan menjelaskannya.”

Yesung tersenyum. “Arrayo. Tapi tetap saja aku juga harus datang dan meminta maaf.”

Sunhee mengangguk. “Terserah padamu.”

Setelah itu Yesung pergi kembali menemui Yuuri, sementara Sunhee masih termenung di taman itu.

Tiba-tiba muncul rasa dingin di pipi kirinya, membuatnya memekik kaget. Sunhee menoleh ke kirinya dan mendapati Sangwook yang tersenyum dengan menyodorkan jus kaleng dingin. “Sunbae!”seru Sunhee kesal.

“Sudah meratapi dirinya?”tanya Sangwook, lalu duduk di sebelah kiri Sunhee. Ia mengambil tangan Sunhee dan meletakkan jus kaleng di tangan yeoja itu.

“Siapa yang meratap!”gerutu Sunhee.

“Kalau mau menangis, menangis saja.”

“Aku tidak akan menangis.”

“Kenapa? Bukannya kau menyukai namja itu? atau sebenarnya tidak?”

Sunhee terdiam. Benar juga. Kenapa ia tidak ingin menangis lagi? Saat Yesung marah dan mendiamkannya, Sunhee memang sempat menangis, tapi cuma sebentar. Ada rasa sakit hati, tapi tidak sampai membuat hatinya patah.

Mungkin… ia tidak menyukai Yesung sebesar itu.

Atau mungkin, ia memang sudah merelakan Yesung dan berbahagia melihat namja itu berbahagia dengan Yuuri?

Sebenarnya yang mana?

Sangwook mengusak rambut panjang Sunhee, membuat yeoja itu kembali protes. “Kurasa kau masih belum mengerti mengenai cinta ya.”

“Jangan meledekku! Aku memang baru kali itu pacaran! So, what?”

Sangwook tertawa. “Kau ini… polos sekali!”

Sunhee cemberut mendengar ejekan seniornya itu.

Tiba-tiba Sangwook menunduk, mendekatkan wajahnya pada wajah Sunhee, membuat yeoja itu refleks memundurkan wajahnya. “Mau kuajari seperti apa itu cinta?”

Mata Sunhee melebar kaget mendengar pertanyaan itu. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Sepertinya ia harus mengecek jantungnya ke dokter ahli jantung nanti.

~TBC~

 

Chapter selanjutnya endingggg!!!! XD

Bagi yg ngarep or mupeng ada NC-nya, sori dori stroberi ya NC-nya cm sekilas. Itu aja bikinnya udah blushing2 gk jelas gitu ngebayangin aq ‘ituan’ sm yeye >////< gyahahahha *author sarap*

Oh ya, chapter 12 belum diprotect password. Jadi bg yg mau baca epilog tulis email kalian di comment ya, trserah mau di comment part ini atau part 12 ntar^^

Iklan

23 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love 11b/?

  1. akhir ny bisa senyum d part ini.
    gomawo eon….he he he…nyengir2 gaje ini… ih tbc ad kish cinta lain nih…kisah cinta 2 dokter ?
    tbc ny pas bngt ny bikin penasaran ap yg trjadi…next part eon…
    oh iya eonni gwenchana?
    smoga sht selalu eonni ku ini..amiennnnnn

    1. iya, 2 dokter itu bkln jd. tp gk dijelasin bgt lah story mrka. ntar pas di epilog palingan ada sekilas tntg mereka 😉
      sbnrnya aq smpt jatuh, trus pinggang keseleo parah gtu, duduk sakit euy, posisi nulis jd kacau. T,T
      alhamdulillah skrg udh mendingan, tangan udh gatel pengen nulis. hehe~ gomawo ya ^3^

  2. Kya! Akhirnya Yuu dpt donornya juga. Cepat sembuh Yuu..
    Ahh.. Sunhee sama Sangwook nih jadinya…
    Duh, nda sbar ge mau baca lanjutannya..
    Next part ditunggu secepatnya eonnie..

  3. akhirnya kesempatan sembuh datang juga
    tapi kenapa harus pulang ke NY
    kasian yesungnya 😥
    semoga cepet sembuh dan gak dibawa pulang ke NY
    makasih kakak 🙂 tetep semangad nulis yaaaa ditunggu lanjutannya

  4. aku baca ff ini jadi tambah pinter /eeeaaaa/ kkkk…
    awalnya aku ngga tau ciri2 leukemia kek gimana, aku juga ngga tau ada bank donor sumsum tulung, terus awalnya aku pikir donor sumsum tulung belakang itu. tulang belakang si pedonor bakal di copot terus di pasang ke penerima donornya wkwkwkwk /bego banget yak ._./ tapi sekarang aku jadi ngerti hihihi…

  5. Astaga, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ #sujud sukur. Akhirnya ada juga donor buat yuu. Ayo yuu semangat semoga semuanya berjalan lancar. Tpi apa yuu bner” bakal balik ke new york ? Ninggalin yesung oppa lagi ? Tpi yesung oppa bakal tahan kan buat nunggu 2 tahun lagi ? Yg penting yuu sembuh kan ? Kalo engga nikahin dulu yuu baru dia pengobatan lagi :d . Sunhee-shi pacaran ama sangwook aja deh =D◦нă*☺*нăă*☺*нăă◦

  6. akhirnya Yuuri bs d operasi.tp proses penyembuhannya msh butuh waktu lama,apalagi msh ada kemungkinan2 lainnya jg..
    Kira-kira Yesung bakalan mau nggak ya berpisah lg sm Yuuri klo jd pindah ke NY…terus kapan dong mrk nikahnya.hehehe
    di tunggu ya kelanjutannya thor..
    Oh ya klo boleh aq minta PW buat epilognya.. ini alamat email aq asita.esha@gmail.com

    khamsahamnida

  7. Alhamdulillah akhir nya ada jg donor yg cocok (penasaran kira2 sapa yah??? Yesung oppa siapin uang 100 jt won nya ya..!
    Hmm.. Sepertinya happy ending nih buat sungri couple n sanghee couple (sangwook sunhee) ^_^

  8. mian eonni bru bs comnt skrng signal hp sulit bngt eon…ih q seneng bngt bca part ini….asli bahagia bngt… ayo eonni happy ending yah…eonni ngbynkin yadongan sm yeye..q mlh g kpikiran ini ff rting ny jd naik k 18+…he he he….
    tp ini keren eon keren bingittttt…
    eon pw ny bs pke bbm g email ag susah bukany…atw pw ny bikin tebak2 eon…jd d ambil dr nm atw tmpt gtu…biar qt flasback bca ulng d part brp gtu….ini cuma usul loh eon…jd qt usaha cr pw ny…

  9. Wah telat nih bc lanjutannya…
    Akhirny part ni g terlalu sedih2 lg…
    Dan semoga next partny lbh bnyk lg moment bahagia yeyuu ny…
    Dn semoga happy ending bwt abang jong woon sm yuuri eonni ini…
    Smpai menikah ya authornim..
    Lbh lbh suka mereka dalam ikatan yg sah dlm pernikahan…^^
    Semoga bahagia selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s