[After Story of FON] Everlasting Love 11a/?

sungri2

Tittle               : Everlasting Love 11a/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

Seminggu berlalu, dan semua masih tetap sama untuk Jung Yuuri. Ia masih tetap makan, tidur, dan melakukan hal-hal kecil lain untuk mengurangi rasa bosannya di dalam kamar steril-nya. Setiap hari keluarganya, bahkan hampir setiap hari teman-temannya, bergantian mengunjunginya dan mengajaknya berbicara bertatap muka walaupun dibatasi dengan kaca. Tidak ada yang berbeda untuknya. Bahkan ia masih belum mau bertemu dengan Yesung.

Bagi Yesung pun sama. Selama dua minggu itu Yuuri masih belum mau menemuinya. Dan ia masih juga datang ke rumah sakit setiap hari. Hanya untuk duduk di ruang tunggu dan menunggu orang-orang yang menemui Yuuri memberitahunya keadaan yeoja itu, dan juga menyemangatinya untuk terus bersabar. Bersabar untuk terus menunggu Yuuri menerimanya. Tapi tidak seperti sebelumnya, mereka melakukan hal itu dengan perasaan lebih ringan.

Yuuri yang mengetahui jika Yesung masih begitu mencintainya dan selalu datang untuk mengunjunginya walaupun ia tidak mau bertemu dengan namja itu. Dan Yesung yang selalu tersenyum ketika orang-orang yang mengunjungi Yuuri menyampaikan pesan dari Yuuri untuknya: ‘jangan telat makan, tidur yang cukup, jaga kesehatan’. Pesan yang selalu membuat Yesung tersenyum lebar dan terlihat begitu bahagia. Karena setiap hari Yuuri menitipkan pesan yang sama kepada orang yang berbeda. Walaupun yeoja-nya itu belum mau menemuinya, setidaknya Yuuri masih memperhatikannya.

Seperti yang dikatakan oleh ibu Yesung juga keluarga dan teman-temannya, ia harus tetap semangat. Yuuri memang tidak yakin bisa sembuh, dan setiap hari memang berat untuknya menjalani pengobatan. Tapi ia berusaha tetap menjalaninya dengan senyuman. Yuuri hanya ingin jika nanti pada saatnya ia pergi, keluarga dan teman-temannya akan mengingatnya sebagai orang yang penuh semangat sampai akhir.

Semuanya ternyata tidak semudah yang diharapkan Yuuri. Meskipun sekarang ini banyak yang mendukungnya, tapi fisiknya yang semakin lemah dan kemoterapi serta radiasi yang lebih intens membuatnya kembali merasakan putus asa. Ia terus-menerus muntah dan tidak sanggup lagi bangkit dari ranjangnya. Airmatanya mengalir melihat ibunya yang mengusap-usap punggungnya lembut setelah ia muntah hebat di baskom.

Ny. Jung membantu Yuuri kembali berbaring lalu membersihkan mulut putrinya itu dengan tisu basah. “Eomma….”ucap Yuuri lemah. Ia merasa begitu sedih melihat ibunya yang mati-matian menahan tangis saat ini.

“Ne, chagi?”jawab Ny. Jung dengan suara serak.

Yuuri berusaha mengontrol rasa sesak di dadanya saat ingin mengatakan kalimat yang mungkin akan membuat ibunya sedih. “Aku… ingin keluar dari sini.”katanya lemah. Bahkan mengeluarkan suara pun sangat sulit untuknya. Ia terlalu lelah dengan semuanya.

Ny. Jung menatapnya kaget dan Yuuri bisa melihat jika ibunya seperti ingin menangis. “Ke… kenapa? Kau tidak bisa keluar, chagi. Tubuhmu lemah dan nanti kau bisa terkena infeksi, lalu…”

“Eomma…”ucap Yuuri menghentikan ucapan panik ibunya. “Yuu… sudah nggak kuat Eomma… sakit sekali… tidak mau mati disini…”kata Yuuri lemah dengan mata berkaca-kaca.

Airmata Ny. Jung menetes mendengar ucapan pedih putri satu-satunya itu. ia menggenggam erat kedua tangan Yuuri yang berada di perut putrinya itu. “Andwae…. andwae… Yuu harus tahan ne? Kami… kami semua sedang berusaha mencari donor untukmu. Eomma….hiks…eomma yakin donornya akan segera ada. Yuu harus tahan…. Yuu harus bersabar sedikit lagi… Eomma mohon…”

Perasaan Yuuri begitu sedih melihat ibunya yang sekarang sudah menangis terisak. Ia merasa tidak sanggup lagi menjalani pengobatan ini dan terus-menerus merasakan sakit. Yuuri hanya tidak ingin menghabiskan waktunya yang tinggal sedikit ini dengan berada di kamar sempit yang dibencinya. Kenapa tidak ada satu orangpun yang memahaminya? Tidak bolehkah ia egois untuk kali ini saja?

Tapi ia tidak tega untuk memaksa ibunya memenuhi permintaannya.

“Mau… bertemu… hh… Jongwoon Oppa…”

***

Yesung segera bangkit dari duduknya ketika mendengar pintu otomatis yang menuju ruang perawatan steril terbuka. Seperti biasanya ia selalu berada disana saat jam besuk, menunggu orang-orang yang mengunjungi Yuuri menitipkan pesan untuknya. Yuuri memang selalu menitipkan pesan yang sama setiap hari. Tapi Yesung selalu berharap jika ada pesan yang berbeda. Jika ada pesan yang membuatnya bisa masuk menemui yeoja itu.

Kali ini harapannnya terkabul.

Ny. Jung keluar dengan wajah sembab, membuat Yesung, Yuki dan Tn. Jung panik melihatnya. “Yuuri kenapa?”tanya Tn. Jung panik.

Ny. Jung menggeleng pelan. “Yuu ingin bertemu denganmu, Jongwoon-ah…”katanya dengan suara serak. Jantung Yesung berdegup kencang penuh antisipasi. Tanpa berkata apapun ia segera saja masuk ke dalam ruang perawatan steril dan menghampiri perawat.

Ada banyak hal yang ingin dibicarakannya dengan Yuuri, dan ia benar-benar tak sabar untuk segera menemui yeoja itu.

***

Yuuri membuka matanya perlahan saat merasakan sentuhan hangat yang begitu familiar di tangan kanannya. Saat matanya terbuka, ia bisa melihat Yesung yang tersenyum lembut padanya, membuatnya tersenyum juga.

“Hai.”kata Yuuri pelan.

“Hai.”

Yuuri berusaha untuk duduk. Awalnya Yesung menahannya, tapi yeoja itu bersikeras. Akhirnya Yesung memutar tuas tempat tidur agar menaikkan bagian atas ranjang Yuuri sehingga yeoja itu bisa duduk dengan bersandar.

Mereka tidak berkata-kata lagi. Yesung mengusap lembut wajah Yuuri dan meneliti setiap detil wajah yeoja yang dicintainya itu. Yuuri menatap wajah sedih Yesung dalam diam. Namja yang dulu dikenalnya begitu lucu dan konyol, sekarang tidak lagi ia temukan. Saat ini yang ada adalah Yesung dengan wajah pucat dan lelah, serta raut wajah yang begitu sedih.

Dan semua itu karena dirinya.

“Oppa… terlihat tidak… baik.”ucap Yuuri lemah dengan pandangan sayu.

“Hmm.”jawab Yesung pelan, masih menikmati menyentuh wajah yeoja yang begitu dirindukannya itu.

“A… ada… banyak hal… yang ingin… aku katakan. Tapi… aku sulit… bicara…capek…”

Mata Yesung memanas mendengar ucapan Yuuri yang terdengar patah-patah dan sangat lirih. Yuuri pasti begitu lelah setelah menjalani serangkaian pengobatan yang begitu banyak.

“Kalau capek, tidurlah…”kata Yesung.

Yuuri kembali menggeleng pelan. “Aku… aku ingin sekali… membuat Oppa…tertawa. mianhe aku… tidak bisa melakukannya…”ucap Yuuri lirih dengan airmata mengalir.

Yesung menghapus airmata Yuuri dengan tangannya yang bergetar. “Gwenchana…”

“Bolehkah… aku… meminta satu… hal?”

“Hmm? Apa?”

“Aku… ingin keluar dari sini…”ucapan Yuuri itu membuat tubuh Yesung membeku dan tangannya langsung berhenti mengelus pipi Yuuri. Airmata Yuuri mengalir lagi ketika melihat mata Yesung yang terlihat begitu terluka karena ucapannya. Ia tahu jika keputusannya ini akan menyakiti banyak orang. Tapi ia sudah tidak tahan. “Jebal oppa… aku merasa… begitu kecil disini… tidak mau mati… disini…”

Airmata yang sedari tadi ditahan Yesung akhirnya mengalir dengan begitu deras. Ia menarik Yuuri ke dalam pelukannya dan memeluk tubuh ringkih itu dengan begitu erat. “Kau pasti… sangat menderita… uri Yuuri pasti kesakitan sekali… maafkan aku karena tidak bisa meringankan sakitmu…”ucapnya dengan terisak.

Suara isakan Yesung yang keras membuat hati Yuuri merasa begitu sakit. Lagi-lagi ia membuat namja ini sedih, lagi-lagi ia membuat namja ini menderita karenanya. Apa yang harus ia lakukan agar namja ini berhenti menangisinya? Apa ia tetap harus menahan rasa sakit ini? Apa ia harus tetap bertahan?

“Mianhe… hiks… aku tidak akan….mengatakannya lagi… hiks…”ucap Yuuri dengan terisak-isak. “Uljima Oppa… hiks… aku tidak akan… berbicara seperti itu… lagi… Uljima…”

Mereka menangis dengan berpelukan erat. Setelah beberapa saat mereka berhasil menenangkan diri dan menghentikan tangis mereka. Yesung meregangkan pelukannya untuk melihat wajah sembab Yuuri. Ia mengecup kedua mata Yuuri dengan lembut, lalu kedua pipi, kening dan terakhir bibir Yuuri. “Jebal… bertahanlah. Aku janji akan segera mendapatkan donor untukmu. Aku berjanji…”katanya bersungguh-sungguh.

Yuuri tersenyum lalu mengangguk, yang menghasilkan senyuman lebar di wajah Yesung. Biarlah ia menahan rasa sakit ini. Asalkan ia bisa melihat namja ini tersenyum. Ia akan menahannya demi Yesung.

Mata Yuuri perlahan menutup karena kelelahan. Dengan segera Yesung kembali memutar tuas tempat tidur untuk menurunkan bagian atas ranjang agar Yuuri bisa berbaring dengan nyaman. Setelah itu Yesung menina bobokan Yuuri dengan suara merdunya yang serak karena menangis. Sentuhan lembut Yesung di tangannya, lalu suara merdu yang dirindukannya, membuat Yuuri begitu nyaman.

“Saranghae, Oppa…”ucapnya lirih kemudian tertidur nyenyak.

~TBC~

Kayaknya ini chapter terpendek yg pernah aq post ya. part 11 ini aq jadiin dua bagian: 11a & 11b. hehe~ maaf bgt ya.

Soalnya dr malam takbiran Idul Adha kemarin aq udah sakit, sampe sekarang belum sembuh nih. Jadi susah juga buat nulis. Untuk sementara segini aja dulu ya. mudah2an sambil bedrest bisa banyak nulis lanjutannya juga. Doain yaa^^

Tinggal 2 part lg ending (11b+12) + epilog. Sebenarnya aq ngerasa gk enak udah ngewajibin comment supaya bisa baca endingnya. Itu hak kalian buat comment atau nggak. Tapi apa susahnya sih comment? Cuma nulis bla bla bla dikit trus klik ‘kirim komentar’. Aq sendiri berusaha buat slalu comment di tiap cerita yg aq baca, mau di wordpress, livejournal, AFF atau wattpad. Apresiasi buat penulis lah. Tapi balik lagi, ini terserah masing2 orang.

Yah ini karena kepengaruh temen juga sih, ff-nya di livejournal.com ada yg plagiat sm translate tanpa seizin dia, jd supaya gk kejadian lg diprotect deh biar tahu siapa aja yg udah baca. Jadi, sekarang supaya tahu siapa aj yg baca, aq protect epilognya. Terserah readers deh mau jd siders trus baca cm smpe ending, tp yg pasti cuma yg comment yg dpt akses baca epilognya.

So, bg yg mau baca epilognya, tinggalin email kalian juga ya di comment. Mudah2an dalam bulan ini bs update smpe epilog.^^

Iklan

18 pemikiran pada “[After Story of FON] Everlasting Love 11a/?

  1. speechless dah authornim,,pendek bgt crta ny..ak hrp yuu bs cpt dnor n happy ending m yesung…i hope,,u get well soon authornim n aktftas normal.. ak tunggu next chap ny,,,gomawo (*^﹏^*)

  2. Knp pendek banget??!
    Ini kayaknya lbh mirip teaser drpd 1part yg d bagi jd bbrp bagian TT-TT
    Mianhae, banyak protes #bow

  3. Cepet sembuh yaaaaaaa :*. Selalu tersedu tiap kali baca ff ini, (╥_╥) . Berasa kasian juga ama yuu kalo terus maksain pengobatan itu, tpi kasian juga yesung oppa kalo sampe yuu nya drop lagi. Nelangsa sekali x_x, berasa serba salah. Tpi yuu bener” baik ya, meskipun keadaan dia kyak gtu tpi tetep aja mentingin perasaan orang” d sekitar dia. Ayo yuu semangat buat sembuh, smoga ada donor yg cocok buat kamu آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن . :d

  4. ceritanya makin nyesek..Yuuri jgn nyerah dong kasian orang-orang yg nungguin kesembuhan kamu.
    beneran deg-degan waktu Yuuri minta ketemu sm Yesung,takutnya detik-detik terakhir buat mrk..
    Yesung oppa ayo tambah gigih buat kesembuhan Yuuri..
    Ditunggu next chapter ya chingu..khamsahamnida

  5. gws kakak 🙂
    gws yuu 🙂
    hampir end yaaaaa…
    setelah ini cerita dari siapa kak
    comment ff nya di part 11 b aja yaaaa
    yang jelas saya penasaran lanjutannya
    fighting 😉

  6. asa dapat air es d tengah kemarau panjng…ngomng apa ini?…iya pndek bngt tp lmyan…dr pda nunggu lama2 g kluar …mnding sgini..tp cpt kluar ny…eonni selalu baik untuk pembca ff ny….GWS eon…jga ksehatan.jng telat mkan…jng byk pikiran …dll..
    sedih koment ny sedih denger eonni skit sedih jg lht yuu udh dambang btas kjenuhan dia,,, aduh eonni jebal happy ending yah?….mkin mau end q mlh mkin takut….ini end ny bakl nangis haru…tkut yuu ny prgi,tkut yesung ny skit pula,ikut2 klelelahan.
    .serba takut eon…..

  7. Bener bgt.. ini part terpendek dari part-part sebelumnya… tapi tak apa lah, dari pada nda ada sama sekali… hehee. Cepat sembuh ya eon, biar cepat lanjut ff-nya.
    selain terpendek, part ini juga bikin mewek… Aduh Yuu… cepat sembuh yaa… jangan ampe nyerah gitu dong, kan kasian yeye oppa, ma keluarga serta teman2 terdekatmu…
    ditunggu lanjutannya ya eon…^^ jangan sad-ending yaa… 😀

  8. Sebelumnya cepet sembuh yaa, syafakillah chingu.
    Mian bru komen di part ni bca nya ngebut sih pke sistem kebut semalem, td malem komen di part 10 tp ko g muncul ya!! (efek ngantuk kali^^
    sempet kaget kirain yuu nya knp2 coz pengen ktmu jongwoon oppa, smangat yuu optimis sembuh.. (sambil ngerayu author nya spy happy ending ~ lemparing jongwoon ke author ~)
    ^_^

  9. Author sedih sangat bc ff ini, smpai sakit kepala rasanya nahan sedih smbl bc kalimat2nya, tp gbs brenti jg bcny krn cerita dan main castny, hehehe
    menunggu part yg bner2 bikin ikt bahagia…
    Semoga yeyuu berakhir dgn happy ending trus part happy ny bnykin dunk author, (hehehe maksa ya…, habis bner kata yuuri ‘capek’ sedih2 trus), pengen ngeliat mereka bahagia gtu…

    Walau keputusan ending ttp d tangan author si, tp semoga2 bahagia akhirnya…:-)
    Klo bc ff ini inget drama endless love, tp ini lebih sedih, bahagia ny dkit bnget di ff ini…:-(

    Semangat ya author…
    Oiy Semoga cepat sehat lg..^^

  10. naga2nya hanya keajaiban yg bikin yuu bisa sehat lagi.. Tapi kapan datangnya?? Huks..huks..
    Lalu nasib Sunhee? Sangwook?
    Hehe

  11. naga2nya hanya keajaiban yg bikin yuu bisa sehat lagi.. Tapi kapan datangnya?? Huks..huks..
    Lalu nasib Sunhee? Sangwook?
    Hehe..

  12. Wah kurang panjang hihihi…
    Aduh Yuu sakitnya tambah parah ni fufufu…semangat yuu..ntar yesung pasti berusaha nemuin donor kok sabar…T^T

    Btw aku suka komen tapi pake email yg beda2 kak hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s